
Sudah 3 hari Alurra dan Iron berada di desa Ras Batu, para warga menerima dan memperlakukan mereka dengan baik. Mereka tetap tinggal di rumah Emma, Alurra merasa tidak enak karena harus terus merepotkan Emma untuk menyiapkan makanan. Jadi, di sinilah mereka sekarang, mengikuti para warga Ras Batu untuk berburu di hutan.
Awalnya Iron menyuruh Alurra untuk tidak ikut dan menunggunya di desa Ras Batu saja, namun Alurra menolak. Dia juga akan berguna pada waktu berburu, meskipun belum terlalu mengerti bagaimana cara menggunakan kekuatannya dengan baik, Ketua suku sudah mengajarinya selama 3 hari ini dan saat berburu adalah saat-saat yang paling tepat untuk berlatih kekuatannya di hutan.
Di hutan banyak tanaman yang bisa dia gunakan kekuatannya untuk menangkap hewan buruan, Alurra bisa menggerakkan tanaman-tanaman ini dengan kekuatannya. Setelah memaksa Iron terus menerus akhirnya dia diizinkan untuk ikut.
Seluruh tim berburu menunggu di dekat gerbang yang terletak di bawah pohon besar tempat rumah-rumah Ras Batu di bangun. Alurra sempat bertanya pada Emma sebelumnya kenapa rumah-rumah di sini berbeda? Dia mengatakan bahwa mereka yang tidak memiliki kekuatan Ras Batu akan tinggal di rumah-rumah pohon karena rumah pohon mampu menahan bobot tubuh mereka, Ras Batu yang memiliki kekuatan tubuhnya akan menjadi keras seperti batu dan sulit untuk dilukai.
Alurra mengerti sekarang kenapa mereka di katakan sebagai Ras Batu, mereka sangat kuat dan pertahanan diri mereka juga bagus. Apa jika mereka berenang di sungai mereka tidak akan bisa mengambang dan malah tenggelam seperti batu ya?
Sepertinya begitu, itu juga alasan mengapa Ras Batu yang memiliki kekuatan tinggal di rumah batu dan kasurnya pun terbuat dari batu, karena tidak ingin ambruk kan?
"Apa kalian semua sudah siap?"
Pemuda yang tiga hari lalu Alurra lihat di rumah Ketua suku ternyata adalah ketua dari para pemburu ini, Iron terus menatapnya waspada karena laki-laki itu terus melirik ke arah Alurra sejak tadi. Jika saja dia bukan di desa Ras Batu dan berada di negeri Elves, laki-laki itu sudah habis ditangannya.
Alurra yang sadar bahwa sedari tadi pemuda itu meliriknya juga merasa kurang nyaman, dia merapatkan tubuhnya ke Iron dan menggenggam tangannya. Iron tentu saja merasa senang dengan tingkah Alurra yang mencari perlindungannya.
"Sovann, apa yang kamu lihat sedari tadi? Oh bukankah Alurra sangat cantik?"
Teman di sebelah Sovann mengejeknya dan menggodanya karena sedari tadi Sovann terus melirik Alurra. Terbukti bahwa Sovann bahkan dengan terang-terangan melirik Alurra sehingga orang-orang sadar akan hal itu.
"Maaf, bisakah kamu menghentikan itu? Alurra merasa kurang nyaman"
Iron angkat bicara saat melihat Alurra yang semakin tidak nyaman, mereka akhirnya berhenti dan segera keluar dari gerbang untuk berburu masuk ke hutan.
Ras Batu cukup hebat dalam berburu, terbukti dari 3 ekor rusa biasa yang telah mereka dapatkan tidak sampai 15 menit berburu. Iron juga sudah mendapat 1 ekor rusa yang dia bunuh dengan panah apinya dan dengan bantuan sulur tanaman Alurra yang mengejar rusa itu lalu mengikatnya.
"Sovann lihat itu rusa dengan eksistensi sihir! Ada sekitar 3 ekor"
Mereka melihat ke arah seberang sungai yang mengalir di hadapan mereka, sangat dekat. Rusa yang sepertinya mendengar teriakan dari salah satu Ras Batu itu langsung mendongak dan berlari, Alurra dengan cepat menumbuhkan sulur tanaman dan mengejar rusa itu lalu mengikatnya. Iron yang memiliki respon cepat langsung mengeluarkan panas apinya dan menyerang rusa satunya lagi, sedangkan Ras Batu mereka tidak memiliki kekuatan jarak jauh jadi tidak bisa membantu.
Rusa satunya lagi berlari jauh tanpa sempat mereka melakukan apapun, jadi mereka hanya mendapatkan dua rusa yang memiliki eksistensi sihir. Melihat buruan mereka yang sudah banyak dan cukup memuaskan, mereka akhirnya pulang.
Di rumah pohon, Marco sudah menunggu Alurra dan Iron di tangga lalu berteriak kegirangan saat melihat mereka sudah pulang, dia juga senang melihat hewan buruan yang mereka dapatkan. Emma yang mendengar teriakan Marco keluar dan melihat Alurra dan Iron yang sudah pulang.
"Emma kami mendapatkan banyak daging, ada daging rusa yang memiliki eksistensi sihir"
Wajah Emma langsung mengekspresikan kebahagiaan saat Alurra mengulurkan tangan memberikan daging-daging itu padanya, dia langsung menyuruh Alurra dan Iron masuk lalu meletakkan daging-daging itu di dapur.
"Kakak cantik, kenapa lama sekali? Aku bosan bermain sendirian"
Alurra tersenyum melihat wajah cemberut Marco yang sangat lucu, Emma juga terkekeh saat mendengar Marco mengeluh tentang betapa lamanya Alurra pulang. Dia berjalan mendekati Marco lalu menarik hidungnya pelan.
"Dia duduk di tangga menunggu kalian pulang dari tadi, anak ini benar-benar tidak ingin masuk bahkan dengan sogokan kue yang aku beli di pasar"
Alurra menatap Marco yang masih cemberut, Iron menatap bocah itu dengan pandangan jijik. Kenapa bocah itu sangat tidak sabaran? Dasar anak kecil.
"Kakak sedang berburu rusa di hutan dengan kak Iron, sayang. Lihat, kami membawa banyak daging untukmu"
"Benarkah? Apa menyenangkan berburu di hutan? Aku tidak pernah keluar dari desa karena Ibu bilang berbahaya"
Dia bersemangat saat menanyakan tentang hutan, namun kembali cemberut saat menceritakan bahwa dia tidak pernah keluar dari desa, Alurra hanya terkekeh kecil.
"Ibumu benar, badan kecilmu itu tidak akan bisa melarikan diri dari kejaran beruang jahat jika kamu ngotot ingin pergi ke hutan"
Bukan Alurra yang menjawab, namun Iron, dia cukup kesal melihat bocah itu terus merengek pada Alurra dan terus memasang wajah cemberut. Mendengar perkataan Iron, Marco merasa kesal dan menatap Iron dengan kesal, dia meletakkan kedua tangannya di pinggang melakukan pose marah.
"Paman jelek! Kata Ibu aku masih berumur 5 tahun makanya tubuhku kecil"
Melihat posenya yang sangat lucu, Alurra dan Emma tertawa terbahak-bahak. Sangat menggemaskan! Iron hanya diam dan memandang bocah itu jijik, jika saja bukan karena pelototan dari Alurra dia pasti akan terus berkelahi dengan bocah busuk itu.
"Sudah hentikan Marco, Kakak Iron dan Kakak Alurra ingin membersihkan tubuh mereka dan beristirahat dulu. Mereka pasti lelah karena pergi berburu seharian"
Bocah itu mengalah dia mengangguk dan mengikuti Ibunya menuju dapur, Alurra dan Iron juga masuk ke kamar mereka masing-masing untuk membersihkan diri mereka, memang sangat melelahkan.