
"Kok bisa kena sih lo Ton?"tanya Oliv sambil terus mencoba mengeluarkan peluru yang bersarang di kaki Toni.
"Namanya juga sebagai umpan ya gini deh nasib gue"ucap Toni sebal sambil menatap Bima
"Hey kan Lo yang paling berani ya jadi gue nglempar lo deh"ucap Bima sambil tertawa
Oliv pun masih mencoba mengeluarkan peluru dari kaki Toni.Sekitaran 40 Menit,Oliv berhasil mengeluarkan peluru itu.Kaki Toni pun langsung di perban agar darahnya tidak keluar lagi.Sementara anggota pandawa yang lain,yaitu Marsel dan Arya masih terus berjaga agar mereka tidak diserang oleh anak buah Andi.Oliv pun menyuruh Toni agar beristirahat.Setelah keluar dari tenda,Oliv pun menghampiri Bima yang sedang duduk sendirian.
"Gue gagal liv"ucap Bima lesu
"Maksudnya?"tanya Oliv bingung
"Gue gagal jadi leader yang baik buat tim ini,sampai sampai Toni kena tembak dibagian kakinya"ucap Bima
"Hey namanya juga perang ya pasti ada yang kena tembaklah.Jadi jangan sampai Lo berpikiran begitu Bim"ucap Oliv
"Hmm makasih Liv"ucap Bima
Kemudian Oliv mulai mendekatkan dirinya kepada Bima dan mencoba menyentuh wajah Bima.Bima pun menoleh ke Oliv dengan kaget.
"Liv,Lo.."
"Sstt..diam aja Lo Bim"
Kemudian Oliv mulai mendekatkan wajahnya ke arah Bima dan mencoba untuk menciumnya,namun belum juga terlaksana,Arya dan Marsel pun berteriak
"Bim,para anak buah Andi yang lain datang kesini"teriak Arya
"Iya bentar"teriak Bima sambil meninggalkan Oliv
"Hampir saja"batin Oliv
Bima pun mengambil senjatanya dan naik ke pohon untuk bersembunyi yang diikuti oleh Dimas dan Oliv.
"Oke tim,karena kita kekurangan 1 anggota yaitu Toni,jadi tolong kalian tahan sebentar"ucap Bima kepada Arya dan Marsel
"Oke"ucap Arya
Kemudian Arya dan Marsel memasang ranjau yang mengitari helikopter mereka.Kira kira 100 meter dari helikopter jaraknya.Setelah mereka selesai memasang,mereka pun bersembunyi di belakang helikopter.
"Kira kira berapa jumlah anak buah Andi yang datang?"tanya Arya
"Sepertinya lebih banyak yang ini daripada yang tadi"ucap Bima sambil menurunkan teropongnya
"Apakah benar ini tempatnya?"tanya Andi kepada anak buahnya
"Benar Bos"
"Berani beraninya kalian menghabisi Adik gue"tambahnya
"Gimana nih Bim?apa Kita bisa menang melawan orang sebanyak itu?"tanya Dimas
"Bisa"tegas Bima
"Keluarlah kalian,jangan jadi seperti ayam,hadapilah aku jika kalian laki laki jantan"teriak Andi
Kemudian terdengarlah suara ledakan dari arah barat yang dipicu oleh ranjau yang telah dilindas oleh mobil dari anak buah Andi.Kemudian Bima dan Dimas pun melesatkan peluru dan bumerang kepada para anak buah Andi.Ditambah lagi oleh aksi Marsel dan Arya yang melakukan serangan dari belakang mobil para anak buah Andi.Suasana pun menjadi kacau saat itu.Andi pun hanya bingung karena Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Lo disini aja ya nggak usah ikut turun"ucap Bima kepada Oliv
Oliv pun mengangguk tanda mengerti.Kemudian Bima dan Dimas pun turun dan mulai menghabisi para anak buah Andi satu persatu.
"Tendang nih sel"ucap Bima sambil melambungkan sebuah granat ke arah Marsel.Tendangan Marsel pun tepat kearah mobil yang ditumpangi oleh Andi.Melihat sebuah granat yang masuk ke dalam mobilnya,Ia pun langsung melompat keluar.
Daarrr
Tepat setelah Ia keluar,granat itu pun meledak.Kemudian Andi pun menyelinap ke arah semak2 untuk mencoba membunuh Bima dari belakang.Setelah dekat Ia pun mencekik leher Bima dengan lengannya dan mengancam jika para pandawa tak menghentikan aksinya,maka Bima akan dibunuh.Dengan terpaksa para pandawa pun meletakkan senjatanya.Namun tanpa diduga,Toni pun berjalan dan melemparkan sebuah pisau yang tepat mengenai mata sebelah kiri Andi.Tanpa pikir panjang Bima pun menjegal Andi dan menodongnya.
"Keputusan yang salah buat lo Andi saputra"ucap Bima
Setelah Andi diborgol,para anak buah Andi yang lain malah membakar tempat tersebut sehingga muncullah api yang sangat besar.Setelah membawa Andi kedalam helikopter,Bima pun mencari Oliv dan membawanya turun karena api mulai membesar.Setelah menemukan Oliv,Bima pun menggandengnya ke arah helikopter.Setelah melihat para anggota pandawa telah masuk ke helikopternya,sang pilot pun langsung menerbangkan helikopternya.
Namun dari bawah,anak buah Andi masih menembaki helikopter.Bima pun akhirnya mejatuhkan beberapa granat ke arah anak buah Andi dan langsung meledak.Selanjutnya mereka pun terbang menuju Istana negara.
Di perjalanan
"Lo nggak apa apa Liv?"tanya Bima
"Nggak kok"
"Ya gitu,Oliv terus.."ucap para anggota pandawa yang lain
"Ssstt diam"ucal Bima
"Emm Gue mau kalian bawa kemana?"tanya Andi
"Ke meja hijau"ucap Bima
"Oh meja biliard yang kalian maksud"tanya Andi
"Ya matamu"ucap Toni sambil tertawa