
Istana Presiden,28 Oktober 2109
"Jadi ini to Istana Presiden.Keren Euy"ucap Dimas.
"Poto dulu ah bentar"
Kemudian datanglah Toni dan mulai menghampiri Dimas
"Bang,ini bener Istana Presiden ya?"tanya Toni.
"Bener kang,Akang juga di undang presiden?"tanya Dimas
"Iya bang.Abang juga di undang?"ucap Toni sambil melihati barang bawaan Dimas
"Abang bawa apa?kok sepertinya berat sekali"tanya Toni
"Oh ini"jawab Dimas sambil membuka tasnya.
"Ini peralatan kerja saya kang"ucap Dimas
"Tuh pedang bisa dipake nggak bang"tanya Toni
"Mestilah Akang"ucap Dimas
"Salam kenal ya kang.Saya Dimas dari Bandung"ucap Dimas
"Kalo saya Toni dari medan"ucap Toni
"Jauh ya ternyata"ucap Dimas
"Ya begitulah.eh bang ayo masuk,dah mau jam 10 nih"ucap Toni
"Hayuk lah kang"ucap Dimas sambil menenteng tasnya
Kemudian mereka berjalan menuju gerbang Istana
"Kalian Toni sinaga dan Dimas Kurniawan ya?"tanya sang penjaga gerbang
"Iya benar pak"
"Silahkan masuk kalau begitu,yang lain sudah berada di dalam"
"Yang lain?maksudnya nggak gue doang ama nih abang abang dari Bandung yang diundang"batin Toni
Mereka pun berjalan ke Istana dan memasuki sebuah ruangan yang cuku besar
"Eh ada orangnya"batin Dimas
"Anjrit,ternyata bukan cuma gue sama si pesulap ini yang di undang"batin Marsel
"Halo semuanya"ucap Toni
"Halo,masnya juga di undang Presiden?"tanya Arya
"Haha iya Kang"jawab Dimas
"Saya kira cuma saya dan teman baru saya ini yang diundang oleh Presiden,ternyata ada lagiyang yang diundang"
"Salam kenal ya,Saya Arya dan ini Marsel"ucap Arya
"Kalau saya Toni"
"Kalau saya mah kalian panggil Dimas aja dah nengok kok"
"Kalian dah lama disini?"tanya Toni
"Ya lumayan lah,sampai akhirnya kami pun mulai mengakrabkan diri"ucap Marsel
"Terus Pak Presidennya mana?"tanya Dimas
"Kami dari tadi juga belum melihat beliau"ucap Arya
"Ya sudahlah kita tunggu aja dulu "ucap Toni
20 menit kemudian
"Kalian dah dateng"ucap Presiden sambil mengambil kursi untuk duduk.
"Haha iya Pak"jawab mereka kompak
"Maksud Bapak"tanya Arya
"Saya mengundang 5 orang,4 orang sudah ngumpul tapi yang 1 lagi mana ya?masa iya telat"ucap Presiden
"5 orang?Kita mau diapain nih sebenernya sama nih orang"batin Toni
"Bentar ya kita tunggu 1 orang lagi.Karena Dia merupakan "Kartu As"milik saya"ucap Presiden
"Nih orang mau judi apa"batin Marsel
"Nah itu Dia dah dateng"ucap Presiden sambil berdiri
Kemudian datanglah Bima dengan baju chefnya
"Bima putra pangestu,selamat datang di Istana Kami"ucap Presiden
"Makasih lho Pak buat sambutannya"ucap Bima tersipu malu
"Silahkan bergabung dengan Kami"ucap Presiden
Bima pun akhirnya duduk di samping Toni.
"Kalian sudah baca apa isi undangannya?"
"Sudah Pak"
"Jadi kalian dah tau kan apa tujuan kalian diundang kesini"
"Silahkan tunjukkan kemampuan kalian masing masing"
Mereka pun akhirnya menunjukkan keahlian mereka masing masing.Dari sirkus,bermain pedang,sulap,bergulat dan tentu saja memasak.
Setelah mereka menujukkan keahlian mereka,mereka pun beristirahat.
"Tukang masak kok dijadikan kartu As,jadiin kartu mati aja dah"batin Toni sambil nyengir.
"Pasti Kalian bertanya tanya kenapa si juru masak ini saya sebut Kartu As"ucap Presiden sambil menepuk pundak Bima.
"Karena selain pintar memasak,Dia juga pintar dalam memakai senjata"ucap Presiden sambil melihat ke arah Bima.
"Masa presiden dah tau gue yang sebenernya?"batin Bima.
"Jangan khawatir Bima,selain sebagai juru masak,Kami sudah tau kok kalau Kamu itu juga bekerja sebagai pembunuh bayaran"ucap Presiden.
"bang**t bisa mati gue"ucap Bima
"pembunuh bayaran?pantes aja di sebut kartu As"batin Toni
"Kami di Istana selama ini sudah mengawasi Kalian selama 1 tahun terakhir untuk Saya beri misi rahasia"ucap Presiden.
"kenapa Bapak nggak menyuruh tentara saja?"tanya Arya
"Mereka terlalu mencolok,dan mereka hanya bisa bermain senjata,sedangkan kalian bisa hal lain yang tidak bisa mereka lakukan seperti sulap dan sirkus.Jangan khawatir,setiap misi yang kalian selesaikan akan Saya ganti dengan uang"ucap Presiden.
"Jadi gimana,kalian mau?"imbuh Presiden
"Hmm ya Kami mau"jawab mereka tanpa ragu.
"Dan yang akan memimpin Kalian adalah Bima"ucap Presiden
"Kok Bima sih"ucap Toni.
"kok gue sih"ucap Bima.
"Yang lain setuju kan kalau Bima yang memimpin?"
"Kami sih setuju setuju saja Pak"ucap Marsel.
"Oke karena Kalian berlima dan laki laki semua,Tim ini akan ku beri nama PANDAWA"ucap Presiden
"Lumayan keren euy namanya"ucap Dimas
"Jadi apa Pak misinya?"tanya Bima
"Misinya adalah kalian harus menangkap orang ini"ucap Presiden dan keluarlah hologram dari meja kerjanya
"orang ini?"tanya mereka kompak.