5 Boys to 1 Story

5 Boys to 1 Story
Misi Ketiga (1)



Banten,2 Januari 2110


Karena tidak ingin Andi membuat kerusuhan yang sangat besar,akhirnya presiden pun mengirim pandawa dan Oliv sehari sebelum Andi membuat kerusuhan di Banten.Mereka pun diturunkan 300 meter dari rumah Andi.sedangkan Oliv masih berada di atas helikopter.Setelah helikopter menemukan tempat untuk bersembunyi,Oliv pun mulai menyambungkan ke para pandawa


"Oke Tim,300 meter ke arah timur kalian akan menjumpai rumah yang besar.Rumah itu adalah milik Andi Saputra"ucap Oliv melalui earphone


"Kalian nggak perlu maju menyerang rumahnya.Kalian cukup mengawasinya dari jarak jauh.Karena gue masih mencoba membobol keamanan milik Andi"tambahnya


"Lha trus kita ngapain sekarang"tanya Marsel


"Cukup awasi saja dan jangan sampai memancing perhatian"ucap Oliv


"Oke tim,Kita mencar.Gue sama Dimas bakal mengawasi dari utara,kalian dari selatan"ucap Bima


Mereka pun akhirnya berpencar untuk mengawasi rumah Andi saputra


"Banyak bener dah penjaganya.Bahkan jika diitung dari semua jumlah anak buah Jaka ama Rico kalau dijumlah bakal kalah sama nih anak buah Andi"ucap Arya


"Bener lo.Kita harus hati hati nih"ucap Bima


Sementara itu disebelah selatan


"Nggak seru ya kalo nggak ada baku hantam"ucap Toni


"Kalem ae bro.Ojo kesusu"ucap Marsel


"Susu?"tanya Dimas


"Maksudnya jangan buru buru"jelas Marsel


Setelah mereka mengawasi cukup lama,kemudian keluarlah para anak buah Andi menggunakan mobil.Kalau dihitung dari jumlah mobil dan penumpang setiap mobil maka akan berjumlah 500 orang anak buah andi.


"Kalian boleh menyerang mereka,namun jangan sampai menarik perhatian anak buah Andi yang masih berada di dalam rumah"ucap Oliv


"Oke pandawa kita serbu sekarang"ucap Bima


Kemudian Bima dan Dimas pun bertemu dan mengawasi dari gedung yang tidak dipakai dan yang lain pun maju menghadang konvoi mobil itu.


"Woi minggir"bentak ketua mereka


"Minggir?"tanya Toni


Kemudian ketua mereka pun turun dan menghampiri Toni.


"Lo minggir nggak.kalo nggak gue lindes lo"


"Silahkan aja"ucap Toni sambil terus melirik ke arah Bima dan Dimas


"Lo nggak tau gue.Gue Chiko.Adik dari Andi ketua geng Macan malam"ucap Chiko


"Gue Toni"ucap Toni sambil terus mengulur waktu agar Marsel dan Arya bisa menaruh bom waktu di bawah mobil mobil mereka.


"Duel aja gimana bro"ucap Toni


"Gue nggak ada waktu ngladenin lo"ucap Chiko sambil memutar badannya dan berjalan menuju mobilnya.


Karena Toni melihat Arya dan Marsel belum selesai dengan tugasnya,Ia pun berteriak untuk mengalihkan perhatian dari Chiko dan para anak buahnya.


"Adik dari Andi ketua geng macan malam yang memiliki sepertiga wilayah kekuasaan di Banten ini takut dengan gue yang orang biasa ini"teriak Toni sambil tertawa


Kemudian salah satu anak buah Chiko pun mulai mengarahkan senjatanya kepada Toni.Bima pun mengarahkan snipernya kepada orang itu.


"Simpan peluru itu untuk nanti"ucap Chiko kepada anak buahya sambil menurunkan senjatanya


"Oke boy,lets do it"ucap Chiko sambil berlari menghampiri Toni


Toni pun menahan pukulan demi pukulan yang diarahkan Chiko kepadanya.Setelah Ia diberi tau bahwa Marsel dan Arya telah menyelesaikan tugasnya,Toni pun mulai menyerang Chiko secara beruntun.Setelah Chiko terjatuh,Toni pun meninggalkan Chiko.Kemudian Chiko pun mengambil pistol dari balik bajunya dan mengarahkan kepada Toni


Daarr


Sniper Bima mendahului pistol Chiko.Chiko pun langsung mati seketika.


"Lari Ton"teriak Bima melalui earphone


Toni pun berlari menuju sungai yang berada di dekat situ namun para anak buah Chiko pun mengejarnya.Bima dan Dimas pun mem back up Toni dari kejauhan.Beberapa menit kemudian,Bom waktu itu pun meledak.Meledakkan semua mobil milik anak buah Andi.Setelah keadaan yang cukup kacau itu,para pandawa pun akhirnya berkumpul dan menyerang para anak buah Andi secara brutal.


"Tim,para anak buah Andi yang lain datang kearah kalian"ucap Oliv melalui earphone


"Dimengerti"ucap Bima


"Pandawa kita harus bersembunyi dulu"tambahnya


Kemudia pandawa pun bersembunyi di gedung yang Bima dan Dimas gunakan untuk bersembunyi.Benar saja kata Oliv,para anak buah Andi yang lain pun datang ketempat kejadian,mereka pun mulai menyebar mencari pelakunya


"Kalian bertiga jaga pintu masuk gedung ini,gue ama Dimas bakal keluar untuk menyerang mereka"ucap Bima


Toni,marsel dan Arya pun menjaga pintu masuk.Disisi lain Bima dan Dimas mulai menyerang para anak buah Andi satu persatu dan mereka pun saling mem back up satu sama lain.


"Coba kita lihat ke gedung ini"ucap anak buah andi


Braakkk


Pukulan Toni langsung mendarat di wajah orang tersebut


"Mereka disini"teriak anak buah Andi yang lain


Para anak buah Andi pun masuk ke gedung tersebut.Namun gedung tersebut sudah kosong dan tak lama kemudian terdengarlah bunyi ledakan dari dalam gedung.


"Br*ngs*k kita dijebak"teriak anak buah Andi


Belum sempat mereka keluar,bom bom yang lain pun ikut meledak dan menewaskan mereka semua.


"Kerja bagus tim"ucap Bima


"Oke pandawa kalian boleh kembali ke helikopter ini untuk mendapatkan perawatan"ucap Oliv


"Lo kerja untuk siapa gadis cantik"ucap anak buah Andi yang telah menemukan persembunyian Oliv


"Tangkap mereka"ucap anak buah Andi


"Kita apakan nih pilot ama gadis cantik ini"kata salah satu anak buah Andi


"Kalo pilotnya terserah lo aja,tapi kalau yang ini kita harus beri pelajaran dulu"ucap anak buah Andi sambil meraba raba tubuh Oliv


Daarrr


Daarrr


Mereka pun tewas seketika.


"Makasih Bim"ucap Oliv


Para pandawa pun akhirnya melepaskan ikatan milik Oliv dan si pilot.Mereka pun akhirnya mendapatkan perawatan unktul menyembuhkan luka lukanya.Terutama luka milik Toni yang mendapatkan satu buah peluru di kakinya.