5 Boys to 1 Story

5 Boys to 1 Story
Perlawanan



Jakarta, 1 Maret 2110


Setelah mereka turun dari mobil Bima, mereka pun berjalan menuju Istana. Bima memang sengaja memarkirkan mobilnya agak jauh dari Istana agar tidak ada yang mengetahuinya.


"Kalian sudah memakai earphone semua?"tanya Bima sambil memasangkan earphon miliknya ke telinga kirinya.


"Sudah."


"Oke tim, sesuai dengan kesepakatan kemarin, Toni sama Dimas masuk terlebih dahulu, terus disusul oleh Arya dan Marsel,"ucap Bima sambil terus mengawasi sekitar.


Setelah dirasa sudah cukup dekat dengan Istana, Bima, Arya dan Marsel pun bersembunyi terlebih dahulu. Dimas dan Toni pun mengambil nafas panjang, lalu mereka pun berjalan dengan mengendap endap ke dalam istana. Setelah pintu gerbang sudah mereka bobol, Mereka pun menghampiri para anak buah wapres yang sedang membelakanginya, dan mereka pun langsung memukul leher dan juga mengunci tubuh anak buah presiden. Karena Bima tidak mau kalau anak buah yang lain sadar akan kedatangan mereka, terpaksa Toni dan juga Dimas belum memakai senjatanya. Satu demi satu anak buah wapres mulai berjatuhan. Karena kurang hati hati, Toni pun terlihat oleh anak buah yang lain saat mencari tempat untuk sembunyi. Alhasil Dimas pun mengambil katana, lalu mulai mengayunkannya kepada para anak buah wapres.


Toni pun juga mulai memukuli mereka dengan menggunakan knuckle yang ia beli kemarin. Setelah mendengar kabar dari Dimas, Arya dan Marsel pun mulai masuk ke Istana dan mulai menghabisi anak buah wapres. Bima pun menyusul mereka dengan membawa dua buah pistol ditanganya. Setelah Mereka berlari dan terus membunuh para anak buah wapres, Mereka pun akhirnya sampai di tempat dimana Presiden disandera.


Suara tepuk tangan membuat mereka bersiaga, ternyata itu adalah suara tepuk tangan dari sang wapres. Namun Dia tidak sendiri, melainkan ada tujuh orang lagi yang datang dibelakang wapres. Ketujuh orang itu menggunakan topeng dengan berbagai bentuk wajah hewan. Ke tujuh orang itu pun juga membawa senjata ditangan mereka masing masing.


"Welcome, Pandawa,"sapa Wapres.


"K*mpr*t, Pengkhianat ternyata loe sekarang,"ucap Toni kepada wapres.


"Hey anj*ng, jaga ucapan loe,"ucap pria bertopeng monyet.


"Tahan monkey, tahan,"ucap wapres menahan emosi monkey.


"Kenapa Kalian susah susah datang kemari untuk orang tua itu, bukannya kalian lebih senang kalau liburan di Raja Ampat,"ucap wapres sambil duduk dikursi.


"Kenapa loe se ban*s*t ini, hah?"bentak Arya.


Para pandawa pun juga ikut menodongkan senjatanya kepada ke tujuh orang itu lalu dibalas oleh tujuh orang tersebut. Sekarang mereka pun saling menodongkan senjata mereka.


"Ayo lah teman teman, santai saja. Rabbit, come on, turunkan senjatamu,"pinta wapres kepada Rabbit.


"Kalian juga ya, para pandawa,"tambahnya.


Mereka pun akhirnya menurunkan senjata mereka masing masing.


"Jadi gini, Gue bosen melihat orang itu, orang yang nggak mau menghargai pendapat orang lain, orang yang egois, tamak,"ucap wapres sambil menyalakan rokoknya.


"Itu cuma cerita loe doang. Sebenarnya loe yang tamak,"ucap Bima.


"Ayolah, apa kalian buta?"tanya wapres.


"Oh iya aku mau memperkenalkan kalian ke tim ku, NOCTURNAL namanya. Itu ada monkey, rabbit, tiger, dragon, wolf, bear dan juga owl," ucap wapres sambil mengeluarkan asap dari mulutnya.


"Lho si wolf sama si bear mana?"ucap wapres.


"Oh itu mereka, ke asikan ngobrol sampai kalian tidak sadar ya?"ucap wapres menahan tawa.


Brrrakk


Kedua orang itu menghantam kepala para pandawa dari belakang dengan sebuah balok hingga para pandawa tidak sadarkan diri.


"Good morning, Pandawa,"ucap wapres sambil membuang rokok ditangannya.