5 Boys to 1 Story

5 Boys to 1 Story
Misi Pertama



Istana Presiden,28 Oktober 2109


"Orang ini bernama Jaka Pradana.Dia merupakan bandar narkoba yang sudah lama Kami incar.Menurut Informan Saya,Dia tinggal di Surabaya.Dia memiliki anak buah yang cukup banyak untuk mengawasi dan menjaga rumahnya.Sudah beberap kali tentara Saya mencoba menangkap,namun hasilnya nihil"ucap Presiden.


"Bandar narkoba ya?"batin Bima.


"Jadi saya minta kalian untuk bersiap siap,karena Kalian akan Saya kirim minggu depan dan jangan lupa kalian harus saling mengakrabkan diri agar bisa bekerja sama"ucap Presiden sambil berjalan meninggalkan mereka.


"Jadi Kita mulai mengakrabkan diri dulu dimulai dari Saya.Nama Saya Bima Putra Pangestu,Saya bekerja sebagai Juru masak di Restoran dan juga sebagai Pembunuh bayaran.Jika kalian mempunyai musuh silahkan hubungi Saya"ucap Bima sambilsambil tertawa.


"Nama Saya Toni sinaga,Saya bekerja sebagai Pegulat"ucap Toni


"Saya Dimas Kurniawan,Saya seorang pandai besi"ucap Dimas


"Saya Marsel Dwitito,Saya seorang badut sirkus"ucap Marsel


"Dan Saya Arya lesmana,saya seorang pesulap"ucap Arya


"Oke Kita dah tau nama masing masing kan dan untuk lebih akrab panggilnya jangan lagi pake saya/anda tapi lo/gue"ucap Bima.


"Sebenarnya lo itu kerja apa sih Bim"ucap Arya.


"Ya sebagai juru masak,pembunuh bayaran cuma sampingan gue"ucap Bima.


"Yang make jasa lo biasanya siapa Bim?"tanya Marsel


"Biasanya sih politikus yang punya dendam pribadi sama lawannya saat pilkada gitu"ucap Bima


"Dasar Mereka ya"ucap Arya


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka untuk mulai mengenal satu sama lain dan mulai berlatih untuk mempersiapkan diri


Seminggu kemudian


"Oke kalian akan Kami siapkan setelan jas warna hitam tanpa identitas negara"ucap Presiden


"Akhirnya gue pake jas beneran,bukan cuma jas hujan doang"batin Dimas


"Oke silahkan kalian naik helikopter ini"ucap Presiden


"Nanti Kalian akan diturunkan 100 meter dari gerbang mereka"imbuh Presiden


Surabaya,4 November 2109


Setelah mereka turun dari helikopter,Mereka pun mulai berjalan menuju Rumah milik Jaka Pradana.


"Anjrit,banyak bener penjaganya"ucap Marsel


"Oke kita kan sudah tau bentuk dari rumah ini yaitu segitiga dan gerbangnya merupakan sudutnya,tiap sisi akan di isi 1 orang,sisi bagian selatan akan diisi oleh Marsel,sisi utara akan diisi oleh Toni dan sisi barat akan diisi oleh Dimas dan Gue sama Arya bakal masuk lewat gerbang utama dan jangan lupa kita saling berkomunikasi lewat earphone ini"ucap Bima sambil menujukkan denah rumahnya.


"Oke gue paham"ucap Toni.


"Kalian dah siap kan?"tanya Bima


"Bercanda lo?"ucap Arya dengan ketawa.


"Oke let's do it"ucap Bima


"Mereka pun akhirnya menyebar"


Dimulai dari Marsel Sang Badut,Ia berjalan menuju sisi selatan dan melemparkan sebuah kotak ke arah penjaga,karena penasaran sang penjaga pun menghampirinya dan langsung di bekap Marsel dari belakang dan mulai melakukan aksi sirkusnya sambil terus menjatuhkan para musuhnya.


"Sisi selatan sudah bersih"ucap Marsel


Di sisi utara dengan sang pegulat,Toni.Dia berjalan mengendap endap dan mulai membanting satu persatu para penjaganya.Penjaga yang kaget pun tidak siap dengan kedatangan Toni yang tiba tiba sampai akhirnya mereka pun tewas oleh Toni


"Lemah bener dah nih orang,sisi utara bersih"ucap Toni


Sementara Disisi Barat


"Mereka pake senjata api lah gue pake pedang,jika gue maju langsung,ya mati gue"batin Dimas sambil terus mengawasi mereka dari balik semak semak.


Syuttt..


Kemudian datanglah bumerang yang membuat penjaga dari sisi barat terkejut.


"Sisi barat ada pen..."


Belum selesai sang penjaga bicara lewat HT,namun datanglah bumerang yang kedua


Kemudian Dimas berlari ke arah mereka dan mulai memainkan pedanganya dan membunuh para penjaga satu persatu


"Untung gue juga bisa bikin bumerang"batin Dimas


"Sisi barat dah bersih"ucap Dimas


"Oke Arya,mari kita lakukan"ucap Bima


"Selamat malam mas mas yang ganteng ganteng"ucap Arya


"Lo siapa"teriak penjaga gerbang


"Gue cuma warga sini yang kebetulan lewat kok"ucap Arya


"Jangan buang buang waktu ar"ucap Bima


"Rumah ini megah banget ya"ucap Arya sambil berjalan menghampiri sang penjaga


"Bukakan gerbang ini dan beri tau semua anak buahmu untuk menjatuhkan semua senjatanya"ucap Arya


"Baiklah"ucap penjaga gerbang menurut


"Boleh juga lo hipnotisnya ar"ucap Bima sambil menurunkan snipernya


Setelah gerbang dibuka mereka berlima pun masuk dan mereka sudah disambut oleh para anak buah Jaka Pradana


"Welcome my boys in My house"ucap Jaka


"Cih si gendut ini sok sok an"ucap Arya


"Kenapa sih kalian mau bekerja dengan si gendut ini"teriak Arya


"Mending kalian pulang saja dan mulailah dari yang sebelah selatan"ucap Arya yang langsung disambut oleh tembakan Bima


Mereka berlima pun mulai melakukan aksinya dan di back up oleh Bima


"Tangan kosong gimana bro,masa lo ga bosen sama mainan lo itu"ucap Toni


Marsel pun langsung melakukan aksi jugling namun menggunakan TNT dan mulai meledakkan sisi selatan.


"Kamu adalah ay..."ucap Arya


Syuttt..


Lagi lagi bumerang Dimas terbang bebas


"Lo cuma hipnotis doang ya,nih pedang gue,lo pake aja"ucap Dimas sambil memberikan pedangnya


Mereka berlima mulai menghabisi para penjagapenjaganya Jaka hingga hampir menyentuh angka 90 %


"Menyerahlah"ucap penjaga Jaka sambil menodongkan sebuah pistol ke arah Toni


Darr..


Sniper Bima menyelamatkan Toni


"Makasih kembali Ton"ucap Bima


"Kalian semua nggak becus"umpat Jaka


"Oke teman teman,tinggal si gendut ini"ucap Arya


"Ampuni saya"ucap Jaka


"Nggak lo harus tanggung jawab sama kelakuan lo karena lo udah menjual barang haram yang membuat rusak masa depan orang"ucap Bima


Mereka pun akhirnya membawa Jaka ke Istana


"Nih Pak orangnya"ucap Bima sambil melempar tubuh Jaka ke tanah


"Kalian hebat,tidak sia sia Saya mempekerjakan Kalian"


"Tuh tangan Arya sama kakinya Marsel kenapa?"tanya Presiden


"Mereka kena tembak Pak sama anak buahanya si gendut ini"


"Cepat obati dulu"ucap Presiden


"Tinggal bayarannya kan Pak"ucap Toni


"Untuk kalian ku beri masing masing 100 juta"ucap Presiden


"Bisa kaya langsung gue"batin Toni


"Jika kalian mau bayaran lagi akan saya beri misi yang kedua"


"Dan kalian harus bisa komunikasi lagi ya"ucap Presiden


"Siap pak"ucap mereka kompak


"Oke misi yang kedua akan saya beri tau minggu depan,kalian istirahat dulu untuk memulihkan tenaga kalian"ucap Presiden sambil menyuruh para bawahannya untuk menyeret Jaka ke dalam penjara.


"Akhirnya ketangkep juga,mau dibunuh model apa?gantung apa pancung"ucap Presiden