[MINE] |VSoo

[MINE] |VSoo
AWAL BARU |Season 1



6 Tahun setelah nya...


Menggenggam Benda pipih dengan sangat erat. Ia sesekali menggeser layar nya. Hingga pola bulan sabit terbentuk di wajahnya.


"Apa kabar mu?"


Wanita itu terlihat menutup Raut sedihnya. "Tolong jika kau sudah kembali kabari aku."


ujar nya menghela nafas merasakan Rasa sesak. "Seperti permintaan mu dulu? Sekarang aku memiliki Teman, walau hanya satu," ucap wanita itu sedikit terkekeh menceritakan nya.


"Taehyung-ah. Kau tidak senang sekarang aku punya Teman? Padahal dulu aku hanya mempunyai mu," gadis itu Jisoo.


Ia memang Tipe orang pemalu. Bahkan hanya memiliki satu sahabat yaitu Taehyung. Namun semenjak dia pergi. Gadis itu akhirnya mencoba berteman lagi.


" Apakah kau sudah memacari nya. Orang yang kau suka itu," ucap nya mengingat kenangan buruk itu.


Terus menggeser Foto kenangan bersama Pria itu, Rasa Rindu mulai menyeruak kembali dalam hatinya.


"Aku pikir setelah kau pergi Rasa itu juga ikut pergi seiring berjalannya waktu," ujar nya, "tapi ternyata Rasa itu masih menggema di hati ku Taehyung," lanjut nya.


"Sepertinya aku Harus bersabar menunggu mu. Lagi pula tak Ada perjuangan yang mengkhianati hasil bukan?"


Tok! ... Tok! ...


Suara ketukan itu mengalihkan perhatian Jisoo, "ah sepertinya Jennie sudah Datang," Teman baru bernama Kim Jennie.


Sebenarnya Jisoo dan Jennie satu SMA. Namun mereka Tak terlalu dekat, dan Jennie juga memiliki Teman bernama Rose.


Sayangnya Rose pergi ke Aussie melanjutkan kuliah nya juga.


"Nee eomma sebentar!" Teriak Jisoo mempersiapkan Tas kerjanya.


Membuka pintu lalu segera turun kebawah menemui temannya, "Hai jis," sapa Jennie ketika melihat Jisoo menuruni anak tangga.


"Hai Jen, eomma appa! Jisoo berangkat kerja dulu nee," pamit Jisoo di angguki kedua orangtuanya.


"Tante, Jennie dan Jisoo pergi dulu ya," pamit Jennie dan membungkuk, "hati hati ya Jennie," balas Irene eomma Jisoo.


"Nee," Jawab mereka berdua.


Jennie segera menyalakan mesin mobil nya, di susul Jisoo yang duduk di sebelahnya.


"Lo masih pacaran Jen, sama Kai?" Tanya Jisoo iseng iseng.


Jennie mengangguk, "iya, emang kenapa Jis?" Tanya Jennie melihat sekilas.


Jisoo mendengus, "Si Kai kan Temenan sama Taehyung. Siapa tau aja Pacar Lo Tau Taehyung di mana?" Tanya Jisoo.


Pas masa SMA Taehyung memang dekat dengan Kai yaitu pacar Jennie.


Jennie menggeleng, "Gue ga tau Jis, gue ga pernah nanya sama dia," jawab Jennie, ia tahu jawabannya akan membuat Jisoo kecewa.


"Taehyung Temen Lo kan?" Tanya Jennie memastikan nya.


Jisoo mendelik kan matanya, "iya Jen, kan gue udah cerita sama Lo," jawab Jisoo membuat Jennie terkekeh.


Jennie Berniat sedikit menggoda Jisoo.


"Lo ga punya Pacar kan Jis?" Tanya Jennie membuat gadis di sebelahnya terkejut.


"Engga lah! Jomblo gue!" Bantah Jisoo cepat.


Jennie Tersenyum senang, "Bagus! Gimana Lo gue Jodohin aja?!" Cetus Jennie spontan membuat Jisoo berteriak.


"GAK!?"


Jennie terkejut mendengar teriakkan temannya, "Kalem Jis, gue bercanda doang. Hehe," jawab nya membuat Jisoo kesal ingin memakan nya.


"Habisnya Lo jomblo terus. Lo ga capek jadi nyamuk di hubungan gue sama Kai?" Tanya Jennie membuat Jisoo Tertawa malu.


"Hehe. Malu sih," pasalnya Jisoo sering kali menjadi nyamuk ketika Jennie dan Kai sedang berkencan.


Jennie memegang tangan Jisoo, "Ya udah! Siapa tau CEO di perusahaan kita ganteng! Kan bisa Lo pacarin Jis," usul Jennie dan Jisoo memutar matanya jengah.


"Engga! Gue ga mau!" Tolak nya lagi.


"Hahahaha, gue tau! Lo pasti nunggu Taehyung kan?!" Ups! Tebakan Jennie tepat sasaran.


"Halah! Sok tau kamu Kim Jennie!" Elak nya.


"Halah! Bacod sekali anda, udah nyetir yang benar. biar cepat sampai!" Desak Jisoo membuat Jennie jengah.


"Maaf nyonya Jisoo? Anda bisa lihat kalo kita sudah sampai semenit yang lalu?" ucap Jennie memperlihatkan kalau mereka sudah memarkirkan mobilnya.


Jisoo cengengesan, "hehe. Baru nyadar saya," Jawab Jisoo.


"Udah ayo turun. Banyak ngomong sekali anda ini," ucap Jennie turun dari mobil duluan.


Jisoo ikut turun dan memperhatikan gedung di depan mereka, "perusahaan baru ya?" Tanya nya.


Temannya mengangguk, "iya. Katanya sih udah mulai terkenal. Karena peluang kesuksesan nya menjadi perusahaan terkenal," jelas Jennie, "Terus katanya perusahaan ini bakalan kerja sama. Dengan perusahaan terkenal lainnya," lanjut nya.


Jisoo membinarkan matanya, "ga salah kita kerja di sini," kagum nya.


"Oh pasti. Siapa dulu yang nyari pekerjaan nya!"


"Halah! Sombong anda!" Cetus Jisoo.


Jennie terkekeh dan tak memperdulikan nya. Ia langsung masuk tanpa memperdulikan temannya yang terdiam di sana.


"Ramai ya Jen?"


Jisoo muncul tiba-tiba.


"Ya Ramai lah! Kalo kuburan baru sepi!" Cetus nya.


Jisoo berusaha sabar untuk tidak berkata kasar sekarang, "kita ke ruangan apa?" Mencoba melupakan ucapan Jennie.


"Menurut informasi, katanya di lantai 3 nomor ruangan 20."


Tanpa ba bi bu be bo. Jisoo langsung melesat menuju lift.


"Ruang 20..." Jisoo bergumam mencari ruang tersebut.


Berhenti di depan pintu dan menganalisis angka nya, "ini Jen ruangan nya!" ucap Jisoo lalu di ketuk nya.


Tok...tok...


"Masuk!"


Dengan persiapan yang matang. Dua gadis ini memutuskan untuk masuk.


"Annyeonghaseayo," sapa mereka dan membungkuk kan badan nya.


Lelaki tersebut tersenyum membuat matanya hanya terlihat seperti satu garis.


"Nee annyeong!" Jawab nya.


Pria tersebut memandang dua gadis di depannya seperti meneliti suatu hal.


"Nama kalian Jisoo dan Jennie? Benar bukan?" Tanya nya seraya melihat data diri dua gadis itu.


Jennie dan Jisoo mengangguk kompak.


"Iya pak, saya Jisoo dan dia Jennie," Jisoo menjelaskan nya.


Pria itu menatap keduanya, "jadi sepertinya di sini akan terbagi menjadi dua jabatan," ucap nya, "Antara sekertaris dan Karyawan?" Lanjut nya.


Pria itu memegang pulpen serta memutar nya, "Jadi kalian berdua putuskan untuk memilih yang mana?" Tanya pria tersebut.


Jennie dan Jisoo kompak saling menatap satu sama lain, "Biar Jisoo yang menjadi Sekertaris pak! Aku yang menjadi karyawan."


Keputusan Jennie di Anggap baik Pria itu, namun tidak dengan Jisoo, "kenapa aku? Kenapa tidak dirimu saja?" Tanya Jisoo.


Jennie menggeleng, "sudah kau saja. Lagi pula aku kurang yakin menjadi Sekertaris?" Jelas perempuan itu.


Jisoo terdiam menerima, "Baiklah. Selamat kalian sekarang bagian dari perusahaan ini!" Ucap pria itu dan berjabat tangan dengan Jisoo maupun Jennie.


"Khamsanida,"


Pria kembali dengan senyuman ramahnya,


"Nama ku Park Jimin, dan Jennie ruangan mu di lantai 3 ruangan no 32," jelas pak Jimin.


"Untuk Jisoo, kamu tunggu di ruangan Jennie dulu. Nanti ada yang menjemput mu di sana," jelas pak Jimin lagi.


"Baik pak Jimin. Permisi," ucap kedua nya sopan dan beranjak pergi dengan hati hati.