[MINE] |VSoo

[MINE] |VSoo
KEBAHAGIAAN? |Season 1



2 bulan kemudian...


Dua bulan sudah berlalu. Dan mungkin sekitar satu bulan lagi, kontrak kerja Jisoo akan segera berakhir.


Gadis itu tetap saja berusaha melupakan kejadian dua bulan lalu. Berharap memori itu segera musnah dari ingatan nya.


Jisoo Hanya ingin melakukan yang terbaik untuk pekerjaan nya sekarang. Duduk Manis di antara kursi dan Meja. Di hadap kan dengan tugas tugas yang sama seperti hari sebelumnya.


"Pagi Jisoo," Sapa Taehyung ketika memasuki Ruangan nya.


Jisoo Tersenyum, "Pagi pak," jawabnya.


Jisoo berusaha untuk melupakan ego nya. Berusaha memaafkan kesalahan Taehyung satu demi satu.


Namun Jisoo harap, setelah ini hubungan mereka hanya sekedar teman dan tidak lebih.


Taehyung segera membuka beberapa file yang harus ia kerjakan, akhir akhir ini ia kerja lebih keras dari biasanya, Di karenakan saham yang melonjak tajam.


~M I N E~


Jam makan siang sudah tiba, Jisoo merapikan barang-barang nya dan berdiri menghampiri Taehyung.


"Permisi, Pak, saya izin makan siang."


Taehyung terkesiap, "Ya pergilah. Makan yang banyak, tubuh mu terlihat makin berisi akhir-akhir ini," ucap Taehyung dan terkekeh.


Taehyung mengerti perasaan Jisoo yang sekarang, Makanya Taehyung bersikap tenang. Ia ingin Jisoo merasa nyaman di dekatnya.


Dan perlahan Taehyung akan mencoba mengambil hati Jisoo kembali.


Jisoo segera melangkah pergi.


Keadaan yang baik baik saja bukan berarti perasaan nya tidak baik baik saja bukan? Bahkan hati Jisoo masih saja mengharapkan Pria itu.


Tentu segelintir perasaan suka masih ada dalam benaknya.


"Apa dia memperhatikan ku?" Tanya Jisoo.


Tentu saja? Kenapa Taehyung bisa tahu bahwa tubuh nya terlihat tambah berisi?


Jisoo tersenyum sedih, "Jangan mengharapkan nya lagi Jisoo. Ingat kau harus melupakan nya," desis wanita itu.


Terus berjalan hingga menemukan ketiga wanita yang sedang menunggu.


"Jisoo!"


Ah. wanita itu segera menghampiri ketika temannya, "Hai!" Sapanya.


"Hai Jisoo?" Sapa ketiga temannya.


Jennie maupun Lisa dan Rose. Sangat lega dengan keadaan Jisoo sekarang. Mengingat dua bulan lalu, teman nya itu menangis Tanpa henti.


Namun mereka sudah lega temannya kembali tersenyum seperti biasa.


~M I N E~


Melaksanakan makan siang dengan khidmat pun selesai.


"Ehm ... Gue mau kasih sesuatu sama kalian?" ucap Jisoo.


Jennie menatap temannya itu.


"Ngomong aja Jis."


Jisoo menggenggam tangan nya.


"Kayanya gue suka sama Taehyung sampai sini aja deh," jawab nya tiba-tiba.


Rose melotot kan matanya. "Serius Jis?"


"Lo jangan bercanda deh? Ga lucu tau?" Jennie.


Jisoo mengangguk, "Gue serius. Gue ga bohong, lagi pula gue udah menemukan Cowok yang lebih cocok sama gue," tentu ucapan Jisoo itu bohong.


Lisa pun cukup terkejut, karena yang ia tahu dari Jennie, Jisoo suka sama Taehyung itu dari Masa SMA. Dan sekarang dengan mudahnya Jisoo melupakan itu semua?


Jennie Tersenyum sedih, "Masa kisah cinta Jisoo berakhir Sad si?" Jennie mengeluh. Jujur ia adalah shipers garis keras Vsoo.


Lisa ikut sedih, "Ya ampun Jisoo. Perjuangan Lo itu lama Loh? Masa mau nyerah si?" Tanya Lisa.


Jisoo Tersenyum, "gue udah ga suka sama Taehyung Lis," tentu kebohongan lagi.


Rose menggeleng, "Jangan bohong Jis. Gue tau Lo masih suka kan?" Rose tidak mau menerima kenyataan ini.


Jisoo tertawa, "Kalian kenapa ga terima kalo gue udah ga suka sama Taehyung?" Jisoo bertanya.


Lisa ikut terkekeh, "soal kalo liat Lo sama pak Taehyung itu lucu. Kalian itu pasangan serasih."


"Setuju gue sama Lisa," Rose menyetujui ucapan Lisa.


Jisoo mengangguk mengerti, "Tapi maaf. Kayanya setelah kontrak kerja gue habis, gue bakalan pergi."


Lagi lagi membuat Teman terkejut!


Jennie mencubit lengan Jisoo, "Lo jangan Ngadi Ngadi Jis!"


Jisoo menggeleng seraya memegang bekas cubitan Jennie, "gue ga bohong! Serius gue."


"Ya ampun Jisoo? Lo kenapa si? Ada masalah?" Rose bingung dengan Jisoo sekarang.


"Gue ga ada masalah. Gue cuman mau Liburan," kebohongan ketiga kalinya.


Maaf gue harus bohongin kalian...-jisoo


Jennie mengangguk tenang dan mengelus dadanya, ia hampir saja menangis.


Jisoo bangkit dari duduknya, "gue balik dulu ya?" Pamit nya lalu segera berlalu pergi.


"Kalian merasa ada yang aneh ga si?" Tanya Lisa.


Rose mengangguk, "iya Jisoo jadi aneh sekarang."


"Semenjak dia Nangis waktu itu. Dia jadi kaya lebih Tegar," ucap Jennie," terus dia kaya menutupi sesuatu dari kita?" Lanjut nya.


"Iya bener, tapi kenapa dia ga mau kasih tau kita?" Pertanyaan Lisa tentu tak ada yang bisa menjawab.


~M I N E~


Ia memegang pinggangnya dan menghadap cermin, "apa tubuh ku terlihat berisi?" Tanya nya, untung saja sekarang toilet sepi.


"Baju ku jadi semakin sempit. Padahal ukuran nya tetap sama?" Jisoo sedikit bingung hingga ia memutuskan kembali ke ruangan nya.


Di lihatnya Ruangan itu kosong, mungkin Taehyung sedang pergi keluar?


~M I N E~


Jam pulang sudah tiba, sekitar Jam 5 sore mereka sudah pulang. Hari ini Jisoo memutuskan untuk tidak pulang bersama siapa pun.


Ia ingin mampir dulu ke supermarket terdekat.


Jalan sangat Ramai di penuhi orang orang yang juga baru pulang bekerja, hingga mata Jisoo melihat wanita paruh baya yang sedang kesusahan membawa belanjaan nya.


Jisoo dekati wanita itu, "Permisi ajhumma."


Wanita yang di panggil Jisoo terkesiap, "Ya? Ada apa nak?" Tanya wanita itu Ramah.


"Sini biar aku Bantu Ajhumma," Tawar Jisoo membantu orang tua itu.


Wanita itu terkejut, "Ah tidak usah. Nanti Ajhumma merepotkan mu," Tolak nya.


Jisoo menggeleng lalu Tersenyum.


"Tak apa Ajhumma. Lagi pula Ajhumma seperti nya tidak bisa membawa ini semua," ucap Jisoo memang benar.


Belanjaan nya cukup banyak.


Ajhumma itu tersenyum, "Makasih nak. Kau sangat baik," ucap Ajhumma itu membuat Jisoo merekah kan senyumnya.


"Aku yang akan membawanya," ucap Jisoo.


Lalu Jisoo membungkuk mengambil belanjaan yang begitu banyak, dan mungkin pastinya berat, hingga Jisoo tak kuasa ketika merasakan sakit yang menyerang tiba-tiba.


"Akkhh," Ringis Jisoo ketika merasakan keram pada perutnya.


Ajhumma itu tentu khawatir, "Nak kau kenapa? Kita ke rumah sakit saja ya," ucap Ajhumma itu.


Jisoo menggeleng sembari menahan Sakit yang luar biasa, "T-ak Us-usah Ajhumma," Tolak Jisoo.


Ajhumma itu menggeleng, "Sudah ayo kita ke rumah sakit. Biar belanjaan ini, ku titipkan di supermarket."


Ucap Ajhumma tersebut menyuruh petugas keamanan supermarket untuk menitipkan belanjaan nya.


"Ayo," Ajhumma itu membantu Jisoo untuk menaiki Taxi yang berhenti.


"Akhh," Jisoo terus meringis di dalam Taxi. Memegang perutnya.


"Sudah ku bilang, tidak usah membantu Ajhumma? Lihat sekarang kau kesakitan," ucap Ajhumma itu merasa bersalah.


"Tid--tidak apa Ajh--jhumma," ucap Jisoo.


Setelah menempuh jarak yang cukup dekat, akhirnya mereka sampai di rumah sakit.


Jisoo segera di periksa oleh dokter.


"Dok? Bagaimana keadaannya?" Tanya Ajhumma, dengan duduk berhadapan dengan dokter.


Sedangkan Jisoo tiduran lemas di brankar tempat nya melakukan pemeriksaan.


Dokter tersebut menautkan jari jari nya, Lalu terlihat senyum di wajahnya.


"Selamat ibu, Putri anda sedang Hamil 1 bulan," ucap dokter tersebut membuat Sang Ajhumma ikut senang.


Namun Jisoo? Dia terduduk dan terkejut mendengar nya.


"Sa-saya Ham-Hamil Dok?" Tanya Jisoo dengan suara gemetar.


Dokter tersebut mengangguk. Jisoo di bantu oleh suster untuk bangun dan duduk di samping Ajhumma.


"Selamat. Usia kandungan ibu sudah 1 bulan. Dan mungkin perihal sakit yang di rasakan ibu tadi? Itu kerena kontraksi sang bayi. Ibu terlalu lelah akhir akhir ini," ucap dokter, "usia sang Bayi juga masih sangat Rawan. Makanya saya meminta untuk ibu tidak terlalu letih bekerja," lanjut dokter tersebut.


Jisoo tergulai Lemas di atas kursi. Memegang perutnya, "Hiks..." Ia menangis.


Ajhumma itu pun mengerti, "Dok terima kasih. Saya akan mengantar nya pulang," ucap Ajhumma tersebut.


Membantu Jisoo berdiri keluar dari ruangan, Namun fisik Jisoo yang lemah. Membuat nya harus duduk.


"Mengapa menangis? Pasti suami mu senang mendengar kabar ini bukan?" ucap Ajhumma itu mengusap air mata Jisoo.


"Ajhumma...Apa aku harus menggugurkan nya?" Tanya Jisoo frustasi.


Ajhumma itu tentu menggeleng, "Kau tidak boleh menggugurkan nya. Dia anak mu?" ucap Ajhumma itu memberikan Jisoo perhatian.


Jisoo malah semakin terisak.


"Hiks..aku tak bisa menjadi ibu yang baik baginya," ucap Jisoo memegang perutnya.


Ajhumma tersebut mencoba menggenggam tangan Jisoo, "Kau pasti bisa jadi ibu yang baik baginya! Ingat dia anak mu? Jangan kau bunuh dia. Dia tak bersalah," ucap Ajhumma itu kembali mengingat kan Jisoo akan Taehyung.


Apa mungkin anak yang di kandung nya ini adalah anak Taehyung?


"Lebih baik kau pulang nee," ucap Ajhumma mengantar Jisoo pulang.


~M I N E~


Jisoo diam memegang memandang jendela Taxi di samping nya. Seraya mengusap perutnya.


"Kau memang tak bersalah. Maafkan eomma, kalau saat kau lahir nanti? Dirimu tak memiliki appa seperti anak lain," gumam Jisoo pelan.


"Maaf kan eomma...hiks."


Jisoo tersenyum sekilas.


"Taehyung-ah. Lihat? Kau akan segera mempunyai anak?"


"Aku akan merawatnya dengan Baik. Jadi kau tak perlu khawatir nee,"


Ucap gadis. Hidupnya seperti terkutuk. Cobaan selalu datang padanya. Membuat nya sangat menderita.


Namun hebatnya? Gadis itu mampu melewati semuanya? Akan kah kebahagiaan akan datang pada dirinya?


(Insyaallah, Nanti akan ada SEASON 2 nya ya. SEASON 2 nya akan di lanjutkan di Novel ini๐Ÿ˜ jadi jangan di hapus dari FAVORIT dulu ya)