![[MINE] |VSoo](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-mine---vsoo.webp)
Ceklek!
Pintu Rumah Terbuka, Menampakkan Kekosongan di dalam Rumah Tersebut. Sepertinya Eomma dan Appa nya sedang pergi.
Jisoo berjalan dan duduk Termenung di sofa,"Anak ini? Bagaimana jika orang tua ku mengetahui nya?" Jisoo bingung Jika orang tua nya mengetahui kehamilan pada dirinya.
"Mereka pasti akan sedih serta Kecewa padaku?" Jisoo di lema dengan keadaan.
Gadis itu menatap sekeliling,"Apa aku Harus pergi," keinginan Terus terngiang.
Mengalihkan pandangan pada Jam dinding Tua yang terpajang dalam Rumah, menunjukkan pukul 11;00 siang.
Ceklek!
Pintu kembali Terbuka memperlihatkan kedua orang tua paruh baya,"Ah Jisoo? Kenapa kau pulang cepat hari ini?" tentu saja Irene langsung menghujani pertanyaan.
"Tidak! Aku tidak boleh memberi tahu mereka, kalau aku berhenti" batin Jisoo.
Sedikit kikuk menjawab pertanyaan Eommanya,"Ehm... Aku Tidak ada kerjaan Hari ini. Jadi aku memilih pulang saja," alasan Lagi.
Irene Tersenyum sumringah menatap Anaknya,"Bagus!? Kalau begitu. Kau ikut eomma ke salon sekarang!" sepertinya Irene sangat semangat hari ini.
"Mwo? Salon? Untuk apa Kita ke sana Eomma?!" entah Hal apa yang sedang Irene rencanakan.
"Sudah kau ikut saja dengan Eomma mu. Ia sedang ingin berjalan-jalan dengan mu Jisoo," kini Appa nya yang menjawab.
Jisoo pikir sekalian ia menjernihkan pikiran nya,"Baiklah. Aku akan ikut ke salon bersama Eomma."
"Kalau begitu. Sekarang kau ganti baju, setelah itu Kita pergi bersama," suruh Irene. Dengan cepat Jisoo menuruti nya.
Irene Tersenyum sangat Bahagia ketika putrinya melangkah pergi menaiki anak Tangga.
"Lihatlah? Aku sangat tidak sabar!" ujar Irene pada suaminya.
Suaminya ikut Terkekeh,"Ya. Aku tahu kau sudah tidak sabar, tunggu lah sebentar lagi."
"Malam Terlalu lama!?"
~M I N E~
Berbeda Dengan Jisoo, Taehyung pulang lebih sore. Kepala yang Sangat berat, Di penuhi dengan banyak pikiran.
"Jisoo," terus melafalkan nama itu.
Beban pikiran nya bertambah tak kala ia harus pergi menemui Kedua orang tuanya. Yang ia yakini pasti akan menagih janji lamanya.
"Akhirnya kau pulang," sapa nyonya Kim tak kala melihat sang putra kini telah kembali ke Rumahnya.
"Taehyung!? Kemari, Appa dan Eomma ingin bicara dengan mu," panggil sang kepala keluarga.
Taehyung hanya bisa mengikuti keinginan keduanya, Tanpa membantah satu katapun.
"Mana janjimu dulu? Eomma tak sabar menggendong Cucu Darimu," tanya Eomma Taehyung yakni Kim Yoona.
Taehyung memandang sang Ibu dengan wajah tak bisa di artikan,"Kapan kau akan menemuinya dengan Kami Taehyung? Lihat. Ibumu tak sabar menggendong Cucu," ujar sang Appa yakni Kim Siwon.
Mengusap wajahnya dengan Tangan,"Dia sudah membenci ku!" cetus sang Anak membuat kedua orang tua itu terkejut.
"Yak!? Bagaimana dia membenci mu Taehyung? Apa yang kau perbuat padanya," tanya Yoona mengelus pundak Anaknya.
"Semua salah paham," cetus Taehyung membuat Yoona beserta Siwon menghela nafasnya.
Yoona terus mengusap pundak Taehyung,"Sejak lama kau sudah menjanjikan nya pada Eomma, Eomma tak kunjung bertemu dengan Gadis itu. Bahkan mendengar kabar kalian Dekat?" ucap Yoona dengan Nada sedih.
"Maaf kan aku Eomma. Dia semakin menjauhiku sekarang," ujar Taehyung memeluk sang Eomma.
Taehyung pernah menjanjikan sesuatu pada Eomma serta Appa nya. Namun janji itu tak kunjung terpenuhi oleh Taehyung.
Yaitu janji bahwa Taehyung akan memperkenalkan Jisoo sebagai calon istrinya kepada kedua orangtuanya kelak.
"Baiklah. Jika perempuan itu telah meninggal kan mu? Maka Eomma akan menjodohkan mu!" desak Yoona membuat Taehyung terkejut.
"Ta--api," tolak Taehyung.
Bagaimana bisa ia menerima perjodohan ini. Mengingat Jisoo tengah mengandung Anak nya.
"Aku tak bisa menerima ini. Jisoo?"
~M I N E~
Malam hari pun sudah tiba.
"Ya ampun Eomma? Kenapa aku di dandani seperti ini?" tanya Jisoo melihat dirinya di depan kaca.
"Ini cantik sayang. Kau harus berdandan seperti anak muda pada umumnya," jelas sang Eomma agar Jisoo mengerti.
Kedua perempuan yang tengah asik berdebat di dalam kamar ini berhenti tak kala ada seseorang masuk.
"Aigo! Istri dan anakku sangat Cantik malam ini," ujar Suho melihat kedua perempuan di depannya.
Irene mengibas Rambutnya,"Kita memang sudah Cantik. Kalau begitu, ayo Jisoo kita pergi sekarang," ajak Irene memegang pundak sang putri dan menuntun nya.
"Nanti kita makan ya. Sekalian bertemu dengan teman Bisnis Appa," jelas Suho.
Jisoo serta Irene hanya mengangguk,"Jisoo nanti kamu ga Boleh Kemana-mana ya," larang eommanya.
"Iya eomma. Lagi pula aku tak akan kemana-mana."
~M I N E~
Keluarga Kim ini tiba di resort terkenal Di Seoul.
"Jisoo. Kamu tunggu di taman dulu ya, Nanti Eomma akan menjemput mu," ujar Irene.
Jisoo hanya bingung? Untuk apa dia menunggu di luar, namun ia tak ingin ambil pusing,"Baiklah. Aku akan menunggu nya di taman ini," setuju Jisoo.
"Oke. Eomma dan Appa pergi dulu ya," ujar Irene lalu pergi ke dalam Resort bersama Suho.
Dan meninggal kan Jisoo di depan taman dekat Resort, Dapat Jisoo lihat kedua orangtuanya Bertemu dengan seseorang.
Jisoo memilih duduk di sebuah bangku taman, udara sangat sejuk di tambah dengan adanya air mancur.
Mengelus perutnya. Jisoo iri melihat pasangan mesra yang ada di dekatnya.
"Andai. Diriku bisa seperti mereka, dapat merasakan bagaimana manis nya Cinta."
"Tapi aku hanya merasakan pahit nya," ujar Jisoo memegang perutnya,"Mau tak mau. Eomma dan Appa harus mengetahui ini," lanjut nya.
Jisoo mendongak kan kepalanya ke langit.
"Taehyung? Bagaimana keadaannya?"
15 menit kemudian Irene datang menghampiri Jisoo,"Hey Jisoo. Sini," panggil Irene.
Jisoo menengok sekilas dan segera menghampiri Irene,"Ya eomma? Ada apa?"
"Kemari lah. Ikut eomma," ajak Irene memegang pundak Jisoo dan mengajak nya masuk ke dalam.
Jisoo dapat melihat dari kejauhan, Terdapat Appa nya yang sedang berbincang serius dengan 2 Pria dan 1 perempuan.
"Ehm permisi. Jadi Jisoo, Eomma akan menemukan mu dengan nya," deg! Jisoo terkejut.
Appa, beserta ketiga orang itu berdiri.
"Kau. Kim Jisoo bukan?" tanya sang perempuan.
"Ajh--jhumma?" betapa terkejutnya bahwa orang itu adalah Ajhumma yang Menolong Jisoo.
Ajhumma itu kembali memeluk Jisoo,"Bagaimana dengan Kandungan mu? Baik?" pertanyaan itu sukses membuat Irene serta yang lainnya terdiam bingung.
"Hamil? Siapa yang hamil?" tanya Irene. Jisoo sudah diam dengan keringat dingin sementara di depannya terdapat ayah dari anaknya, Kim Taehyung.
Jisoo memandang Pria itu sekilas sebelum sesuatu terbesit di pikiran nya,"Ada apa aku di suruh kemari?"
Irene melupakan tentang kehamilan itu.
"Jadi Eomma, dengan Tante Yoona? Akan menjodohkan mu dengan Kim Taehyung?"
"PERJODOHAN?!" kedua nya terkejut. Yakni Taehyung dan Jisoo.
Ajhumma yang Jisoo temui waktu itu, ternyata adalah eomma dari Taehyung.
Yoona menggeleng,"Tapi bagaimana aku menjodohkan anak ku dengan Jisoo? jika Jisoo sedang hamil?" cetus Yoona membuat Irene kembali teringat.
"Jisoo? Apa yang sebenarnya kau sembunyikan?! Siapa yang hamil?!" desak Irene.
Jisoo gemetar,"Ah..Ak--aku yang--" ucapnya terpotong.
Yoona menggeleng,"Baiklah. Aku tak masalah jika Taehyung menikah dengan Jisoo. Lagi pula tak apa jika itu anak dari orang lain," Yoona menerima Jika Taehyung menikah dengan perempuan yang sudah memiliki anak.
Namun bagaimana dengan Irene serta Suho yang masih tak paham di sini?
Mereka diam tak dapat berbicara, sebenarnya siapa yang hamil?
"Ah... Maaf, aku terlambat," ujar perempuan lain ketika baru datang. Yaitu Nayeon.
"Ah Jisoo?" kaget Nayeon Mendapati Jisoo yang ada di sana.
Dan tak lupa, Nayeon tak datang bersama perempuan lain. Yakni datang bersama Pria lain.
"Jadi bagaimana? Kalian menerima perjodohan ini?" tanya Yoona pada Taehyung dan Jisoo.
"Aku menerima nya," jawab Taehyung, tentu ia akan sangat senang apabila di jodohkan dengan Jisoo.
"Tapi aku tidak setuju?!" tolak Jisoo.
Sontak semua menatap Jisoo,"Maaf. Aku tak bisa menikahi pria yang sudah lebih dulu memiliki Calon istri!" ujar Jisoo dan berlari.
Berlari dengan langkah kesusahan, Tentu Jisoo langsung di kejar oleh Taehyung.
"Jisoo?! Dengarkan aku?!" teriak Taehyung masih mengejar Jisoo.
Jisoo masih berlari, langkahnya semakin lama semakin kecil. Memudahkan Taehyung untuk mencapai nya.
"Jisoo?! Ini semua salah paham. Aku mohon dengarkan penjelasan ku," mohon Taehyung seraya menggenggam tangan Jisoo.
"Apa yang ingin kau jelaskan lagi?!" teriak wanita itu.
Mata Taehyung ikut memerah menahan air mata,"Jisoo. Kau tahu? Kejadian 6 tahun lalu?" tanya Taehyung.
Jisoo menggeleng lemah.
"6 tahun lalu. Saat di mana aku menyatakan cinta padamu," kini Taehyung memegang pipi Jisoo.
Jisoo tersenyum sinis seraya air mata yang mulai keluar,"Ya! Menyatakan cinta lalu kau bilang bahwa itu hanya CANDAAN saja!?" tegas Jisoo.
Taehyung mengangguk dan mengusap air mata Jisoo,"Iya itu aku. Taehyung yang pengecut, yang tidak berani menyatakan cinta pertama, yang takut di tolak cinta pertama nya."
"Apa maksudmu?!" desak Jisoo.
Taehyung kembali memegang tangan Jisoo,"kau cinta pertama ku Jisoo. Dulu aku tak berani menyatakan nya, karena aku terlalu pengecut."
"Dan karena itu semua jadi rumit? Kau tahu Nayeon?" tanya Taehyung lembut.
Jisoo masih tak menatap pria itu, namun dengan Lantang Jisoo Menjawab,"Aku tahu?! Dia calon Istri mu Bukan?!" lantang nya.
Taehyung Terkekeh,"Ya dia memang calon istriku. Tapi itu dulu sebelum aku di pertemukan mu saat kau menjadi Sekertaris ku."
"Nayeon juga sudah menemui Cinta sejatinya? Kau mau tau siapa?" tawar Taehyung.
Jisoo mengangguk lemah.
"Dia Taeyong. Mantan pacar mu dulu, bahkan aku baru mengetahui nya tadi siang. Maka aku tak sempat memberi tahu mu."
Jisoo? Merasa seperti sinar cahaya kembali datang ke dalam hidupnya. Perlahan demi perlahan semua Cahaya kembali menerjang.
"Kau tahu Jisoo? Ini semua salah paham."
"Bahkan aku sudah Janji pada Eomma ku. Untuk menjadikan mu menjadi Istri ku, dan menemui mu padanya Jisoo," ujar Taehyung dengan Nada kesedihan yang mendalam,"Jadi ku mohon maafkan aku," lanjut Taehyung dan menunduk kan kepalanya.
Tak ada suara di sana, hingga.
"Maaf kan aku. Yang selalu salah paham terhadap mu. Maaf kan aku, pernah tak percaya padamu. Maaf kan aku Kim Taehyung. Hiks..." Jisoo mulai menyesali akan keegoisan nya dan mulai menyadari akan kebodohan nya.
Taehyung mengangkat kepalanya.
"Kau tak salah Jisoo. Yang salah aku, dengan beraninya menyentuh mu saat aku mabuk. Hingga sekarang, kau mengandung bayi."
Dengan berani Jisoo memegang Tangan Taehyung dan membawa nya untuk memegang perutnya.
"Dia anak mu Taehyung," ujar Jisoo.
Taehyung Tersenyum merasakan ada sesuatu yang merespon nya, "Ya dia anak ku," dengan yakin Taehyung berlutut.
Lalu memegang perut Jisoo yang sedikit membuncit,"Maaf kan Appa nak. Appa sudah menyakiti hati Eomma mu," dengan manisnya Taehyung mencium Perut itu.
Jisoo menangis terharu sekarang. Cahaya itu kembali menerang.
Tanpa sadar, Banyak sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan Tatapan iri sekaligus terharu.
"Jadi Jisoo? Kau hamil?" tanya Irene.
Irene,Suho,Yoona,Siwon, Nayeon dan Taeyong ikut melihat semua pemandangan itu.
Taehyung bangun dari berlutut nya, ia memeluk pinggang Jisoo posesif, menyalurkan Rasa dukungan untuk Jisoo.
Dengan gugup Jisoo menjawab pertanyaan eomma nya,"Iya Eomma, Appa, aku Hamil. Hamil anak Taehyung," ucap nya.
Rasa yang aneh memang, memiliki Cucu sebelum pernikahan. Justru kini Irene Dan Yoona tersenyum senang.
"Akhirnya, eomma punya Cucu," Yoona memeluk Irene sebagai tanda bahagia.
"Akhirnya Yoona. Kita besanan."
"Kita punya Cucu!?"
Kedua perempuan itu saling bertukar bahagia dan tertawa bersama. membuat Jisoo merasa lega.
Jisoo tertawa bahagia dengan air mata yang tersisa. Masih dengan Taehyung yang memeluk pinggang nya.
Nayeon datang menghampiri Jisoo.
"Jisoo. Aku minta maaf, jujur sekarang aku hanya menganggap nya sebagai Oppa ku saja. Memang benar, dulu aku Dan Taehyung Oppa di jodohkan, Tapi setelah Oppa Bertemu Dengan mu? Perjodohan Kita Batal. Dan akhirnya Aku berpacaran Dengan Taeyong."
"Lalu Taehyung Oppa berjanji padaku. Bahwa ia akan membawa calon Kakak ipar untukku, tapi dia tidak memberi tahu siapa namanya."
"Hingga aku bertemu dengan mu, aku kira kau adalah perusak hubungan Oppa ku. Namun, ternyata kau adalah Calon Kakak Ipar yang Oppa janjikan Untukku."
Nayeon memeluk Jisoo,"Maaf kan aku Jisoo," Nayeon menyesal.
"Aku memaafkan mu Nayeon. Lagi pula kau hanya salah paham."
Jisoo melepaskan pelukan nya. Lalu Nayeon pergi meninggalkan Jisoo dan Taehyung.
Taehyung Segera merengkuh Jisoo. Menatap manik mata yang selalu ia rindukan.
"Setelah ini. Aku tak akan melepaskan mu, Nyonya Kim," senyuman yang Jisoo nantikan.
(ENDING GA NI??!! UDAH 1900 KATA NI Sampai pegal Jariπ. MARI KITA BERBAHAGIA π’π’π’)