![[MINE] |VSoo](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-mine---vsoo.webp)
Rengkuhan menggeliat. Memaksa nya bangun karena sergapan angin pagi yang menyeruak ke dalam kamar. Akibat jendela yang tak tertutup.
"Akhh!" Sedikit merintih merasakan sakit di bawah. Entah mimpi buruk itu hanya khayalan atau Realita.
Wanita itu berusaha Bangun. Hingga ia di kejutkan ketika menyingkap selimut perlahan.
"Huh!" Seru nya terkejut dan kembali menutup tubuhnya yang tak berbalut sehelai benang pun.
Di lihat nya Pria di samping.
Tes!
Buliran bening kembali Tertumpah Ruah.
"I-ini mim-pi bukan?" Suara yang tertatih menahan Rasa sakit serta kehancuran dirinya.
Jisoo berusaha melawan kenyataan.
"Pasti ini hanya candaan bukan?" Tanya wanita itu namun masih dengan segelintir perasaan menyakitkan.
Di lihatnya pakaian berserakan di lantai.
"Hiks ... Hiks ..., " Siapa pun wanita yang di ambil mahkota tanpa seizin nya pasti akan sama seperti Jisoo.
Namun dia wanita yang mempunyai hati seperti malaikat.
"A-aku sudah kotor," gumam pelan seraya meringkuk menangis.
"A-ku wanita murahan, Hiks ...," Suara yang masih tersedu-sedu.
Pria di sampingnya tak menimbulkan Reaksi apapun. Membuat Jisoo merasa takut di buatnya.
"Aku harus pergi. Taehyung tak boleh tahu akan hal ini," ujar perempuan itu dengan langkah pasti mengambil perlahan pakaiannya.
Memakai nya satu persatu, mengusap air mata yang tak berhenti keluar.
Dan di kejutkan nya ketika melihat bercak darah di seprai kasur itu.
"Kamu hancur Kim Jisoo! Kamu hancur."
Serasa ingin berteriak untuk menyuarakan kesedihan yang sangat dalam dia Rasakan.
Kalian Tau rasanya ingin berteriak namun tertahan? Rasanya sangat sesak! Di tambah kehancuran barunya.
Namun Jisoo tetap berusaha tegar, "kau tidak boleh lemah Jisoo!" Suara pelan menyemangati dirinya sendiri.
"Aku tak ingin Taehyung tau akan hal ini."
"Aku tidak mau calon istri nya merasa sedih melihat kelakuan calon suaminya, lebih baik aku menutupi ini semua," ujar Jisoo yang lagi dan lagi. Lebih memilih orang lain bahagia walaupun itu harus membuat nya terluka sekalipun.
Berjalan perlahan menyusuri laci meja demi menemukan benda yang ia cari.
Setelah menemukan nya. dengan cepat Jisoo menggunting bagian seprai yang terdapat bercak darah tersebut.
Di sembunyikan nya kain itu.
Memegang kenop pintu dan melihat sekilas pria yang tertutupi selimut dan sedang tertidur tanpa Rasa bersalah.
"Aku ingin melindungi mu Taehyung-ah. Karena aku sayang padamu.
Semoga hubungan mu baik-baik saja nee. Aku pergi," ucap nya.
"Dan, satu hal yang ingin ku sampaikan. Aku Tak pernah membenci mu Kim Taehyung," lanjut nya.
Dengan udara yang masih sejuk dan menyeruak. Jisoo berjalan dengan langkah guntai di temani angin pagi.
Jam 05;30...tentu masih sangat sepi.
"Saat kecil aku bermimpi untuk tidak merasakan jatuh cinta. Bahkan berjanji untuk tak pernah sakit hati karena cinta," seru pelan di dengar angin, "Namun semua berbanding terbalik," lanjut nya.
"Hiks... Taehyung-ah! Tak pernah kah kau merasakan menjadi diriku?"
"Hiks... Aku pikir pengakuan mu kala itu memang benar, tetapi sama saja seperti waktu SMA kau membohongi ku,"
Terus berjalan hingga terhenti tak kala ia menemui tempat sampah, di keluarkan nya kain yang sedari tadi ia simpan di saku bajunya.
Perlahan mencoba untuk melepaskan kain itu agar terbuang, "Benda kecil ini harus hilang, sebelum ia menghancurkan hati orang lain yang melihat nya."
Sungguh berhati mulia, Niat Jisoo hanyalah tak ingin membuat Taehyung ataupun calon istri nya merasa sedih akan kelakuan bodoh Taehyung.
Tangan kecil itu menyentuh dadanya.
"Biar aku yang menanggung Rasa sakit nya."
---
Ceklek!
Pintu terbuka menampilkan gadis dengan rambut lusuh memasuki rumah.
"Jisoo!!" Teriak kedua orangtuanya.
Irene tentu langsung memeluk Jisoo.
"Kamu kemana saja? Pagi ini baru pulang?" Irene meminta penjelasan Jisoo, namun gadis itu diam menatap lantai.
"Jisoo jawab," ucap Suho pelan.
"Jisoo? Cerita sama eomma? Kamu ada masalah apa nak?" Tanya Irene lembut.
"Eomma! Jisoo lelah?!" Teriak anak nya.
Suho ikut menenangkan, "lelah kenapa Jisoo, ceritakan dengan appa?"
"Ji-soo lelah," suara yang terdengar melemah.
"Jisoo? Kamu kenapa?" Tak ada balasan.
Tak terdengar suara tangisnya, "Jisoo?" Irene memeriksa nya.
"Yoebo Jisoo pingsan!" Ucap Irene panik.
Suho tanpa pinggir panjang Langsung mengendong Jisoo, "lebih baik kita bawa dia ke kamar."
---
Pria itu terbangun dengan Rasa pusing menyeruak kepalanya, "Akkh!!" Ringis nya memegang kepalanya.
Berusaha menahan. Dan terkejut melihat seprai yang sudah tergunting di sampingnya.
"Si-apa yang menggunting nya?"
Taehyung terperangah melihat pakaian nya berserakan di lantai.
"Ah aku ingat! Semalam aku mabuk?"
"Mungkin itu penyebab nya,"
Dengan mudahnya Pria itu berkesimpulan. Tanpa mengetahui Hati mana yang sudah di hancurkan nya.
---
Dengan langkah tegap ia menyusuri kantornya, "Taehyung? Lo ngeliat Jisoo ga?" Tanya Jennie Bertemu Taehyung di depan lift.
"Aku tak melihat nya," ujar pria yang tak Tahu kejadian semalam.
Jennie mencemaskan temannya.
"Kata Jisoo, dia semalam ketemuan sama Lo? Masa Lo ga tau si Tae?" Jennie bersih kukuh ingin mengetahui nya.
"Gue ga tau Jen. Gue ga ketemuan sama dia kok semalam," Sungguh dia tak menyadari kesalahannya.
Jennie segera menemui teman nya yang lain, "Rose-ya! Lisa-ya!" Panggil nya.
"Ah nee ada apa Jennie?" Tanya Rose.
"Aku tak mendapatkan kabar dari Jisoo, hati ku sangat khawatir," jelas Jennie.
"Bagaimana kalo kita pergi menemui Jisoo ke rumah nya?" Tawar Lisa.
Rose sedikit bingung, "Bagaimana dengan pekerjaan kita Lisa?" Tanya Rose.
Lisa menjentikkan jarinya, "Kita izin untuk beberapa jam," usul Lisa.
Jennie setuju, "Baiklah, ayo," ajak Jennie untuk menemui Taehyung dan meminta izin.
---
Orang-orang sedang cemas akan hal yang dialami Jisoo. Jennie, Rose dan Lisa sedang berada di ruang Tamu Jisoo.
"Jisoo ada di kamarnya Tante?" Tanya Jennie membuat Irene mengangguk.
"Semalam ia pergi dan baru pulang pagi tadi. Dengan Rambut berantakan serta dia menangis?" Jelas Irene membuat ketiganya terkejut.
"Menangis?" Kaget Lisa.
Jennie mengangguk, "Iya Tan. Jisoo sempet bilang ke Jennie, kalau semalam dia mau ketemuan sama Taehyung," jawab Jennie.
Irene nampak bingung, "Jisoo bilang dia lelah."
Rose semakin di buat khawatir, "Ya ampun Jisoo."
Irene tak bisa berfikir lagi, "lebih baik kalian menenangkan Jisoo di dalam," unjuk Irene hingga Jennie dan yang lainnya memutuskan untuk ke kamar Jisoo.
Tepat di depan kamar sudah terdengar suara tangisan, dengan perlahan Jennie membuka pintu.
Di lihat nya Jisoo sedang menangis di lantai.
"Jisoo?" Ucap ketiganya.
Serentak mereka bertiga berlari dan memeluk Jisoo, "Jisoo kenapa?" Tanya Jennie ternyata ke khawatiran nya benar.
"Ak--aku han-cur Jen."
Jennie mengusap kepala Jisoo, "Hancur kenapa Jis? Cerita sama kita?"
Jisoo hanya menggeleng. Memegang kepalanya gusar.
"Siapa yang sakiti Lo Jis? Bilang sama gue!?" Ujar Lisa.
Jisoo tak lain tetap menangis membuat temannya semakin erat memeluk nya.
Hiks..
(yang mau hujat Taehyung ayo? author persilahkan)
SETUJU GA? KALO CERITA INI DI BUAT SEASON 2 NYA? KALO SETUJU! KOMEN BANYAK-BANYAK.