![[MINE] |VSoo](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-mine---vsoo.webp)
Taehyung geram Tak kala melihat Jisoo yang sedang tertawa bersama Taeyong dari lobby kantor nya. Ia hanya bisa mengepal tangannya kuat-kuat melampiaskan rasa Kesal nya.
Hingga ia melihat Jisoo yang mulai masuk dengan kepalanya yang ia tundukkan. Pria itu berniat menyapa gadis nya pagi ini.
"Hai Jisoo," sapa Taehyung hangat seraya menyamai langkahnya dengan Jisoo.
Gadis itu diam tak berniat membalas sapaan pria di sampingnya, ia terus melangkah kan kakinya.
Melihat tingkah Jisoo. Taehyung menjadi teringat bahwa perempuan itu kini telah membenci dirinya.
Namun Taehyung tak ingin berhenti sampai di sini, "Jisoo-ya maaf kan aku. Aku tahu aku salah," ucap Taehyung membuat gadis itu memberhentikan langkahnya tepat di depan lift.
Jisoo berhenti dan melihat tajam lelaki di samping nya, "jangan ganggu diriku!" Ucap Jisoo dingin dan langsung memasuki lift tanpa memperdulikan Taehyung yang diam dengan raut wajah kecewa.
Taehyung tersenyum miris tak kala pintu lift telah tertutup, "sayang sekali. Sepertinya aku sangat brengsek di matanya," eluh nya dengan suara lesu dan menundukkan kepalanya.
---
Jisoo tiba di ruangan Taehyung sekarang. Ia menaruh tasnya di meja kerjanya, dan mulai menyalakan laptop nya.
Tak perduli ketika terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan seorang pria dengan wajah yang tak bisa diartikan.
Gadis itu tak peduli sekarang, Pria itu pun kini telah duduk di meja kerjanya. Pria itu menatap Jisoo dengan tatapan sendunya, sementara yang di tatap hanya mengacuhkan nya.
Tap...tap...tap
Suara langkah yang hanya Jisoo dengar, hingga gadis itu mendongak kan wajah nya menatap pria yang telah berdiri di depan nya.
"Aku mencintaimu Jisoo, ku mohon maaf kan aku," ucap pria itu dengan suara parau nya.
Jisoo menyunggingkan senyumnya.
"Tapi maaf pak Taehyung! Aku tak mencintai pria brengsek seperti mu," sarkas nya menohok hati pria itu, yang tak lain adalah Taehyung.
Sehingga membuat pria itu tak tahan lagi dan langsung mengambil tangan Jisoo yang sedang mengetik, "aku tahu kau masih mencintai ku Jisoo, ku mohon jangan membohongi dirimu," ucap Taehyung membuat perasaan Jisoo meluap.
Jisoo berdiri dan memandang lelaki itu dengan mata yang berkaca-kaca, "KAU PIKIR SETELAH AKU MENGETAHUI SEMUANYA AKU MASIH MENCINTAI MU? SUNGGUH AKU SANGAT membenci mu Taehyung," ujar Jisoo dengan suara tinggi namun rendah di akhir.
"Kau jahat Taehyung...kau jahat!" Teriak Jisoo dan mendorong Taehyung. Taehyung hanya diam tak melawan.
Jisoo memukul kesal Taehyung, pria itu tak peduli dengan rasa sakit nya, ia hanya ingin Jisoo melampiaskan kekesalan nya.
Hingga pukulan itu melemah tak kala Jisoo mulai menangis dan terduduk lemas di bangkunya.
"Ji--," ucap Taehyung terpotong.
"JANGAN GANGGU DIRIKU!," Bentak Jisoo membuat pria itu mengerti dan dengan langkah resah, ia pergi meninggalkan perempuan itu sendiri.
Gadis itu mengacak rambutnya frustasi.
"Kau tahu Taehyung-ah? Bagaimana sakit nya ketika diriku menjadi bahan percobaan mu? Bagaimana sakit nya ketika aku di beri harapan palsu oleh mu?!" Eluh Jisoo dengan buliran bening yang terjatuh dari matanya.
Perempuan itu menangis tersedu dan tersenyum miris tak kala melihat meja kerja pria itu, "asal kau tau Taehyung, aku tak pernah bisa membenci mu," ucap Jisoo dengan suara kecil, mungkin hanya dirinya dan angin saja yang mendengar.
Di sisi lain...
Taehyung tengah berdiri di rooftop dengan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya, ia tersenyum kecil mengingat kejadian nya bersama Jisoo hari ini.
"Jika aku benar-benar buruk di matamu? Aku tak apa," ulas Taehyung dan memasuki tangannya ke saku celana nya, "Mungkin diriku memang tak pantas bersanding dengan mu."
"Tapi sayangnya? Aku tak ingin menyerah dengan mudahnya Jisoo, setelah semua rencana sudah ku bangun sejak dulu," ujar Taehyung mengingat masa lalu nya.
Drtt...Drtt...
Taehyung mengeluarkan handphone nya, dan tertera nama Kai. Teman Taehyung saat SMA.
Telfon
Ada apa Kai?
Taehyung
Aku tahu kau pasti sedang kesulitan sekarang?
Kai
Menurut mu aku harus mempertahankan nya atau tidak?
Taehyung
Kai
Aku bingung, semua nya menjadi berantakan
Taehyung
Salah kau sendiri. Mengapa tak dari dulu saja.
Kai
Dulu aku takut Kai..dan sekarang semakin bertambah.
Taehyung
Kau yang sabar saja Tae, aku yakin semuanya akan baik-baik saja.
Kai
Hmm...Baiklah.
Taehyung
Detik berikutnya percakapan tersebut pun berakhir.
"Sungguh aku sangat menyesali nya," ujar Taehyung dan tertunduk menyesal akan semuanya.
---
Jisoo mengemasi barang-barang kerjanya dan memasukkan nya ke dalam tas miliknya. Tanpa berpamitan pada Taehyung yang terduduk di meja kerjanya.
"Jisoo tunggu!" Teriak Taehyung menghentikan aksi Jisoo ketika memegang kenop pintu.
Gadis itu berdiri diam tanpa berbalik badan, "pulang dengan ku ya?" Tanya Taehyung lembut.
"Aku tak mau! Dan jangan ikut campur dalam urusan ku!" Tegas Jisoo dan langsung pergi dengan membanting pintu.
Tentu Taehyung tak menyerah. Ia berjalan mengikuti Jisoo hingga tiba di parkiran.
Taehyung dapat melihat Jisoo langsung memasuki mobil Bernwansa hitam pekat. Yang pasti Taehyung yakini itu milik Taeyong.
---
"Bagaimana hubungan mu dengannya?" Tanya Taeyong masih memegang kemudi nya tanpa melihat wanita di sampingnya.
Jisoo menatap jendela mobil, "Tak ada yang baik," jawab ia seadanya.
Taeyong mengerti akan perasaan Jisoo sekarang, "aku harap kau harus mempercayai Taehyung Soo? Dia sangat mencintai mu, aku bisa melihat nya," ucap Taeyong tentu tak semudah itu buat Jisoo.
Jisoo menggeleng, "aku tak akan mempercayai nya lagi, entah sudah berapa kali ia menyakiti ku Yong!" Unek-unek Jisoo meluap.
"Aku tahu kau mencintai nya sejak lama. Namun kenapa kau menyerah Jisoo?" Pertanyaan Taeyong membuat Jisoo kembali mengingat perempuan itu.
Gadis itu tersenyum sinis, "TAEHYUNG SUDAH PUNYA CALON ISTRI YONG!? AKU HANYALAH BAHAN PERCOBAAN NYA SAJA!" Teriak Jisoo seraya menatap pria di sampingnya dengan air mata yang tak terbendung lagi.
Jisoo memegang dadanya, "aku lelah Yong! Kalau perlu aku ingin mati sekarang!" Ucap nya dengan suara melemah dan menangis kembali.
"Kau hanya perlu memilih, antara melihat nya bersama perempuan lain? Atau pergi meninggalkan nya bersama perempuan lain?" Tanya Taeyong namun Jisoo tak merespon nya dan terus menangis.
Taeyong langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia langsung membawa Jisoo ke pelukan nya.
"Menangis lah? Aku tahu kau pasti lelah menjalani semuanya," ucap Taeyong membuat gadis itu semakin tak karuan dalam tangisnya.
Jisoo menyembunyikan wajah nya di dada bidang milik Taeyong, "aku lelah Yong? Hiks...aku lelah," ucap nya.
Hati Taeyong merasa ikut teriris mendengar penuturan mantan kekasih nya, "andai saja dulu aku tak menyia-nyiakan kan mu Soo?" Ucap pria tersebut seraya mengusap punggung itu.
"Apa jika aku mati nanti? Taehyung masih memperdulikan ku? Jika kematian ku membuat nya bahagia? Maka aku rela,"
Di balik pelukan tersebut. Jisoo tersenyum mengingat kenangan manis nya bersama Taehyung.
"Taeyong? Setelah ini aku ingin pergi?" Ujar Jisoo membuat Taeyong bingung dan melepaskan pelukan nya.
"Pergi kemana?" Tanya nya.
Jisoo tentu tersenyum, "pergi jauh meninggalkan nya. Lalu tak pernah kembali lagi, dan aku berharap ia bahagia bersama pilihan nya," lalu Jisoo melihat ke arah depan.
"Aku memilih meninggalkan nya bersama perempuan lain,"