![[MINE] |VSoo](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/-mine---vsoo.webp)
[Story]
Gadis itu tengah menatap langit malam di atas balkon kamarnya, terus meringkuk memeluk kaki jenjangnya seraya menangis tersedu.
Tak memperdulikan betapa menusuk nya angin malam Tersebut pada kulit nya, terus meratapi kesedihan yang begitu dalam.
"Aku harus apa sekarang...hiks," ucap gadis itu yaitu Kim Jisoo seraya menaruh kepalanya di antara pelukan kakinya.
Jisoo kembali menatap langit langit yang di hiasi ribuan kemerlap bintang tersebut
"Menunggu nya atau tidak?. Tolong! Aku harus mengikhlaskan nya atau tidak?" ucap Jisoo memegang kepalanya frustasi.
Pintu kamarnya selalu saja ada yang mengetuk nya, itu akibat Jisoo tak keluar ikut makan malam bersama keluarga nya. Tentu ibunya pasti sangat khawatir.
"Jisoo-ya... keluar lah, nanti kamu sakit sayang," ucap eomma Jisoo yang bernama Kim Irene.
Jisoo hanya bisa menatap pintu kamarnya tanpa ada niatan membuka nya, "maaf eomma? Aku hanya ingin sendiri!," Ucap jisoo berteriak dengan suara yang serak akibat menangis.
Tentunya sebagai seorang ibu, Irene pasti tau putrinya itu kenapa, "Jisoo kau menangis?, Ayolah. ceritakan saja masalah mu itu pada eomma," bujuk Irene sama sekali tak membuahkan hasil.
Irene hanya memandang miris pintu kamar putrinya tersebut, "baiklah, eomma pergi! Makanan nya eomma simpan di meja makan ya!," Ucap Irene hendak pergi dari depan kamar Jisoo.
Jisoo yang mendengar ucapan eommanya dari depan kamarnya nya pun seolah tak peduli, ia hanya melanjutkan tangis nya hingga membuat matanya kini sudah membengkak.
Drtt...Drtt...
Suara handphone Jisoo berbunyi, Jisoo dapat mendengar nya, hingga saat ia melihat nama yang tertera di sana adalah
Taehyung...
Jisoo tersenyum miris, "untuk apa dia menelfon ku?, Bukannya dia sedang bersenang-senang dengan perempuan yang ia suka itu?," Tanya Jisoo dengan suara parau nya.
Berusaha mengabaikan suara telfon yang terus berbunyi tanpa mengangkat nya.
"Lebih baik aku tidur," ucap Jisoo bangun dari duduknya dan berjalan lemah seolah tak semangat hidup.
Bahkan perut nya saja berbunyi minta di isi, namun ia sama sekali tak menghiraukan nya, dan berbaring di atas ranjang dan pergi meninggalkan dunia yang begitu kejam baginya.
[06;30]
Jisoo berjalan menuruni anak tangga satu persatu, "pagi eomma!," Sapa Jisoo dengan senyuman di wajah nya tanpa memperlihatkan kesedihan di sana.
Namun Irene tetap tahu. mengingat mata Jisoo yang begitu bengkak dan merah, anak itu pasti habis menangis.
"Sayang, kamu kenapa?," Tanya Irene memegang kedua pipi Jisoo namun hanya di balas tawaan kecil Jisoo.
"Aku tak apa eomma, eomma jangan khawatir seperti itu," ucap Jisoo berusaha meyakinkan eommanya.
Hingga appa Jisoo ikut turun dari lantai dua, nama appa Jisoo yaitu Kim joonmyeon atau akrab di sapa Suho.
"Appa dengar dari eomma katanya kau tak makan malam ya Jisoo?," Tanya Suho ketika turun dari anak tangga terakhir.
Jisoo hanya me-nyengir, "aku tak lapar appa," ucap Jisoo tentu tak membuat Suho percaya begitu saja.
Suho memicing kan matanya melihat mata Jisoo yang bengkak, "kau habis menangis?," Tanya Suho membuat Jisoo menelan ludah nya kasar.
Jisoo tertawa garing, "aku habis bertengkar dengan temanku," ucap Jisoo.
Irene ikut curiga, "setau eomma kau tak punya teman di sekolah, bukannya kau hanya punya satu sahabat?," Tanya irene.
"Sahabat ku sedang pergi eomma," Bohong Jisoo dan Irene hanya mengangguk paham.
Suho memegang pundak anaknya
"Appa juga pernah muda Jisoo, kau pasti sedang patah hati kan?," Pertanyaan Suho tepat sasaran.
Jisoo malah tertawa menyembunyikan kebenaran tersebut, "appa bercanda ih! Mana mungkin Jisoo patah hati? Lagi pula Jisoo ga suka sama siapa-siapa!," Elak Jisoo.
"Sudah lebih baik aku berangkat, nanti telat," ucap Jisoo dan berpamitan kepada eommanya.
"Eomma sudah membuat bekal di tas mu, eomma tau.. kau pasti tak sempat sarapan," ucap Irene dan Jisoo tersenyum membalas nya.
[Sekolah]
Jisoo pun berangkat di antar appa-nya hingga depan gerbang pintu sekolah nya.
Saat berjalan, banyak murid yang membicarakan Jisoo akibat matanya tersebut, namun Jisoo sama sekali tak memperdulikan ocehan murid-murid tersebut.
"JISOO!?," teriak seorang lelaki yang pasti Jisoo sudah tau bahwa itu teriakan adalah...
"Hanbin?," Tanya Jisoo terkejut pasalnya ia kira itu adalah Taehyung namun ternyata itu adalah Hanbin.
"Jis! Ikut gue yuk," ajak Hanbin dan langsung menarik Jisoo namun Jisoo menahan nya.
Hanbin menatap Jisoo lalu menarik pergelangan tangannya kembali, "udah ayo ikut gue!," Paksa Hanbin dan terus menarik tangan Jisoo.
"Gue ga mau!," Ucap Jisoo berusaha menahan dirinya agar tak tertarik oleh Hanbin.
"Hanbin! Sakit! Lepasin!," Teriak Jisoo sebab Hanbin malah mencengkeram tangan Jisoo.
Jisoo makin meringis, "lepasin Hanbin!," Teriak Jisoo lagi namun tak di hiraukan.
Hingga datanglah Taehyung dan langsung memukul Hanbin hingga tersungkur ke tanah.
"Lo ga boleh kasar sama Jisoo brengsek!," Ucap Taehyung kesal dan langsung memeluk Jisoo posesive.
Sedangkan Jisoo hanya mengumpat di balik dada bidang Jisoo, ia menjadi takut pada Hanbin saat ini.
Hanbin menyunggingkan senyumnya
"Pahlawan kesiangan datang rupanya," ucap Hanbin.
"Awas aja, gue ga akan lepasin Jisoo!," Ucap Hanbin dan langsung pergi berlari meninggalkan tempat kejadian tersebut.
"Taehyung, sebenarnya Hanbin itu mau ngapain si?," Tanya Jisoo ketakutan.
Taehyung melihat Jisoo yang ada di dalam pelukan nya, "dia itu main taruhan sama temannya jis, dia kalah. Terus temannya nyuruh Hanbin buat deketin Lo, terus setelah Hanbin deketin Lo?," Ucap Taehyung, "dia bakalan nyakitin Lo jis," lanjut Taehyung membuat Jisoo mengerti.
Namun Taehyung kaget melihat mata Jisoo yang bengkak, "Lo nangis jis?," Tanya Taehyung.
Jisoo hanya diam namun setelah itu Taehyung malah tertawa, "yaampun! Mata Lo itu lucu banget tau ga? Kaya ikan mas!," Ucap Taehyung melawak dan menguyel nguyel pipi Jisoo.
"Ih apaan si Tae! Ga lucu tau!," Ucap Jisoo ngambek dan masuk ke dalam kelasnya meninggalkan Taehyung yang tertawa puas.
[Istirahat]
"Jis? Lo marah sama gue?," Tabay Taehyung hati hati.
"Ya! Gue marah sama Lo!," Ucap Jisoo dan menggebrak meja kantin.
Taehyung meraih tangan Jisoo, "Jisoo? Kan ikan mas lucu? Masa Lo ga suka gue samain sama ikan mas?," Ucap Taehyung malah membuat Jisoo tambah kesal di buatnya.
"Dasar pabbo! " Ucap Jisoo menjitak dahi Taehyung kesal, Taehyung malah tertawa melihat Jisoo yang sedang kesal.
Taehyung memanggil salah satu ibu kantin yang ada disana, "Bu saya pesan es krim strawberry nya satu," ucap Taehyung lalu ibu kantin tersebut pun mengangguk.
Tak lama kemudian datang lah es krim pesanan Taehyung, Jisoo yang melihat itu senang. Ia mengira pasti es krim nya itu untuk nya.
Namun sebaliknya, malah Taehyung yang memakan es krim nya, dan itu malah membuat Jisoo merasa jengkel.
Taehyung menatap Jisoo yang sudah jengkel, ia malah tertawa, "Jisoo mau?," Tanya Taehyung menawari es krimnya.
Tentu saja Jisoo mau, "mauu~~," ucap Jisoo seperti anak kecil dan merebut es krim Taehyung dan memakan nya dengan hati gembira.
"Haha...Lo lucu," ucap Taehyung dan mengusap pipi Jisoo yang terkena es krim strawberry nya.
Taehyung mengusap pipi Jisoo dan lama kelamaan memegang pipi Jisoo, "Lo cantik, baik, pintar dan ramah, pasti banyak cowok yang suka sama Lo kan? Dan salah satunya itu adalah gue jis," ucap Taehyung pelan membuat Jisoo terpana.
"Kim Jisoo? Gue suka sama kamu, jadi Lo mau ga jadi pacar gue?," Lanjut Taehyung membuat jantung Jisoo berpacu cepat.
Jisoo menyunggingkan senyuman
"Iya gue ma---," ucap Jisoo terpotong.
"Tapi BOONG!," Lanjut Taehyung dan malah tertawa puas hingga memukul meja, sementara Jisoo hanya diam mematung.
"Mak--sudanya?," Tanya Jisoo gemetar.
"Gue lagi latihan buat nembak cewek yang gue suka, dan tadi itu cuman percobaan aja jis," ucap Taehyung malah menambah sakit hati Jisoo.
Mata Jisoo berkaca kaca, "jis? Kok Lo nangis?," Tanya Taehyung yang mulai panik.
Jisoo mencoba tersenyum, "gue terharu aja akhirnya Lo punya pacar," ucap Jisoo membuat Taehyung ikut tersenyum.
"Oh ya jis..ada kabar buruk," ucap Taehyung membuat Jisoo panik seketika.
"Apa?!," Tanya Jisoo dengan tak sabar nya.
"Gue bakalan lanjut in sekolah gue di luar negri jis?," Ucap Taehyung semakin mengoyak hati Jisoo.
Jisoo dengan cepat memeluk Taehyung
"Jangan pergi Tae," ujar Jisoo dan Taehyung hanya mengusap kepala Jisoo.
"Gue rela liat Lo sama perempuan lain, asal jangan pergi jauh dari gue"