[MINE] |VSoo

[MINE] |VSoo
HANCUR, HANCUR DAN HANCUR |Season 1



Diam mengotak Atik laptopnya. Itulah yang di lakukan Jisoo, tak peduli dengan suasana yang terjalin dalam ruangan. Sedikit Risih tentunya mengingat mereka tidak Berdua di sana.


Melainkan Bertiga, Ada Nayeon yang terus menyerang Taehyung Dengan berbagai pertanyaan. Tentunya Jisoo hanya bisa tersenyum sinis dalam hati.


"Oppa! Kau sibuk terus dengan tugas mu! Kapan kau punya waktu untuk ku!" Protes Nayeon menggoyang kan lengan Taehyung yang sibuk mengetik.


Nayeon tambah kesal dengan Taehyung yang tak angkat bicara sedari tadi, "Oppa! Kau dengar aku tidak!?" Bentak Nayeon entah untuk yang ke-berapa kalinya.


Brak!


Taehyung memukul meja membuat dua wanita di sana tersentak kaget, terutama Nayeon sendiri, "JANGAN BERTANYA LAGI! ATAU TAK SEGAN-SEGAN AKU BERTINDAK KASAR PADAMU!"Bentak Taehyung membuat anak itu menangis.


"Cih. Sekarang kau membentak ku!" Kesal Nayeon dan mulai menangis.


Nayeon menangis tersedu. Membuat Taehyung merasa bersalah akan tindakan nya barusan. Sedangkan Jisoo tak peduli dengan pertengkaran tersebut.


Taehyung berdiri mendekati Nayeon yang sedang berdiri menangis, "Nayeon-ah aku minta maaf."


"Aku hanya sedang stres dengan semua tugas ini. hingga mengerjakan nya sampai larut malam, hingga aku kekurangan tidur sekarang. Dan maaf tadi aku hanya terbawa emosi," ujar Taehyung menghapus jejak air mata Nayeon.


Jisoo sedikit terkekeh melihat adegan di depannya, "drama macam apa lagi ini?"


Nayeon mengangguk, "Nee gwenchana Oppa? Apa kau mengantuk?" Tanya Nayeon kembali menatap Taehyung.


Taehyung diam namun Nayeon mengerti, "ah sepertinya aku harus memberi mu sesuatu." Ujar perempuan bergigi kelinci itu.


"Kau!" Panggil perempuan itu pada Jisoo tentunya. Jisoo menunjuk dirinya sendiri, "iya dirimu! Cepat kemari!" Perintah Nayeon di angguki oleh Jisoo.


Jisoo dan Nayeon saling berhadapan.


"Siapa namamu?" Tanya Nayeon membuat Jisoo bingung dan tetap menjawab nya, "nama ku Kim Jisoo."


"Ah Kim Jisoo tolong kau buatkan Taehyung Oppa kopi ya," perintah Nayeon tentu membuat Taehyung terbelalak.


"Hey! Apa maksudmu? Jisoo bukan pelayan ku, dia sekertaris ku!" Bantah Taehyung mentah-mentah.


Nayeon mendelik kan matanya, "dia sekertaris mu bukan? Seharusnya dia siap di suruh oleh mu kapan saja! Lagi pula apa salahnya aku menyuruh nya?" Tanya Nayeon membuat Taehyung geram, sayangnya Taehyung masih mengingat sesuatu.


Jisoo menggeleng, "Tak apa. Biar aku buatkan," ucap Gadis itu segera pergi meninggalkan ruangan.


Taehyung menatap tajam Nayeon, "kau sangat keterlaluan Nayeon-ah!" Cetus nya.


Nayeon hanya tertawa tak peduli dengan ancaman Taehyung, ia hanya senang melihat semuanya demi melihat Jisoo menyerah dan pergi.


Hingga Jisoo kembali membawa secangkir kopi panas dan di Taruhnya di Meja kerja Taehyung, "ini, pak, kopinya."


Ujar Jisoo tentu dengan bahasa formal nya, "maaf aku merepotkan mu,"ujar Taehyung di balas senyuman Jisoo, "Tak apa. Lagi pula setelah ini aku akan berhenti bekerja." Ujar Jisoo membuat Taehyung tersentak.


"Yak! Kenapa kau berhenti bekerja?" Tanya Taehyung tak sabaran, "kontrak ku sisa 3 bulan lagi bukan? Setelah itu aku akan pergi."


Jawab gadis dengan tubuh semampai itu sungguh membuat Taehyung terpaku pada pikiran nya, "kau jangan bercanda Jisoo!" Desak Taehyung.


Jisoo tertawa geli, "untuk apa aku membohongi mu?" Ucap Jisoo membuat Nayeon senang, "Bagus kalau begitu. Setelah ini tak ada yang menggangu Oppa lagi," Tambah Nayeon.


Taehyung mengusap gusar mukanya, "aish. Aku lupa memberi tahunya."


Taehyung menatap Jisoo dengan penuh harap, "aku harap kau tidak melakukan itu Jisoo."


Jisoo mendengus mendengar nya, "tapi maaf keputusan ku sudah bulat."


Gadis itu melipat tangannya dan melihat Nayeon, "Dan aku harap kau bahagia bersama pilihan mu." Ucapnya dan kembali ke meja kerjanya.


Pria itu semakin di buat pusing oleh keadaan, di tambah dengan banyak tugas yang belum ia selesai kan.


"Akkhhhhhh!!!" Teriak nya frustasi.


---


Dengan langkah lunglai Pria tersebut memasuki Club malam. Mulai tercium Bau wine dan musik yang keras di sana.


Tak menghiraukan nya, Pria itu duduk di kursi, "pelayan! Aku minta 2 botol wine!" Pinta nya.


Bartender itu mengangguk, "Baik tuan Taehyung."


Siapa yang tak kenal dengan Taehyung. Pengusaha muda dengan perusahaan yang sedang berkembang sekarang, ditambah telah bekerja sama dengan Pengusaha Jepang.


Taehyung menatap nanar sekitar nya.


"Aku tak peduli sekarang!" Ucap pria tersebut dan langsung meneguk segelas wine.


Meneguk dan terus meneguk. Hingga beberapa botol telah berjejer di meja.


"Beri aku 1 botol lagi!" Bartender itu terdiam bingung, "tapi sudah 5 botol yang tuan habiskan?" Tanya Bartender tersebut.


"Aku tak peduli! Cepat ambil kan?" Seperti nya minuman tersebut sudah berpengaruh dan membuat pria itu mabuk berat.


"Ji-jisoo..aku mohon jangan pergi," mabuknya menyerukan nama Jisoo, "aku minta maaf Jisoo."


Saking parahnya, bahkan hingga botol wine saja di buat jatuh oleh nya hingga beling bertebaran di mana-mana.


"Biar saya bereskan," ucap Bartender itu berniat baik namun di tahan oleh Taehyung, "aku ingin Jisoo! Cepat panggil dia!" Perintah pria itu terdengar samar.


"Aku tak mengenal nya tuan," jawab nya jujur.


Taehyung menenggelamkan wajahnya ke meja menahan pusing di kepala nya.


"Cepat telfon dia?" Tentu dengan suara pelan Taehyung memberikan handphone nya pada Bartender itu.


"Jisoo aku mohon maaf kan aku," ujar nya lagi membuat Bartender itu merasa Kasihan.


Dengan Tak enak hati Bartender itu mulai mencari nama Jisoo di handphone Taehyung, hingga akhirnya Ia menemukan nya.


"Permisi, dengan Kim Jisoo?"


"Ah begini. Tuan Taehyung seperti nya mabuk berat, dia selalu menyebut kan nama mu."


"Mabuk?"


"Iya. Tuan meminta ku untuk menyuruh mu datang ke sini?"


"Baiklah, aku akan datang. Tolong jaga dia."


Bartender itu merasa lega dan mengembalikan handphone tersebut. Sementara ia harus tetap menjaga Taehyung yang terus Meracau tak Jelas.


---


"Ah Terima kasih," ujar Jisoo mengembalikan helm pada Tukang ojek yang mengantar nya.


Bulu kuduk nya di buat merinding tak kala melihat tempat yang cukup asing baginya, bahkan dalam seumur hidupnya ia tak pernah kesana.


Di tambah Aroma pekat alkohol membuat Jisoo mual serta suara musik yang cukup kencang.


Gadis itu menyapu pandangan nya mencari Pria yang membuat nya harus kesini.


"Mana Taehyung?" Eluh gadis itu tak menemukan nya.


Hingga matanya membulat saat melihat orang yang ia Cari. "Taehyung!" Teriaknya.


"Ah akhirnya kau datang juga. Tuan sudah mabuk berat," ucap Bartender yang menjaga Taehyung.


Jisoo terkesiap tak kala melihat Botol yang tertata di atas meja, "itu semua siapa yang minum?" Bartender itu tersenyum, " tuan Taehyung yang meminum nya."


Jisoo kesal akan tingkah Taehyung yang bisa membahayakan nya, "yak! Kim Taehyung pabbo!"


Bartender itu terkekeh melihat Jisoo yang marah,"jangan marah seperti itu. Sepertinya ia sangat menyayangi mu, dia memanggil namamu terus menerus."


Jisoo diam sejenak, "menyayangi ku? Yang benar saja!" Ucap Jisoo dan memberikan uang kepada Bartender itu.


"Ini aku bayar!" Ucap Jisoo dan melangkah pergi seraya membopong Taehyung.


Jisoo membopong Taehyung dengan tubuh kecil nya, susah payah ia membawa Taehyung keluar dari tempat Terkutuk itu.


Dan sekarang pria itu malah pingsang. "Dia kesini membawa mobilnya atau tidak!" Tanya Jisoo mencari mobil Taehyung di parkiran.


"Ah itu mobilnya!" Cetus nya tak kala melihat mobil berwarna silver milik Taehyung. Jisoo memasukan Taehyung di kursi samping pengemudi sedang kan dirinya yang menyetir.


Melihat pria di sampingnya pingsan, tentu Jisoo bingung ingin membawanya kemana.


"Aku tak tahu rumahnya? Masa dia aku bawa ke rumah ku?" Jisoo bertanya tanya.


Hingga gadis itu menjentikkan jarinya.


"Ke apartemen nya saja! Kalau tak salah ia pernah memberikan aku alamat Apartemen nya.


Setelah menemukan solusi Jisoo segera memegang setir namun di tahan tangan orang disampingnya.


"Jisoo."


"Yak Taehyung? Sudah kau diam saja? Aku akan membawa mu pulang," sepertinya Jisoo lupa bahwa ia sedang marah pada Taehyung.


Dalam beberapa menit saja ia sudah lupa, ia tak peduli dengan Ego nya. Ia merasa Kasihan pada pria di sampingnya.


"Kau ini. Bisa saja membuat ku lupa akan kebencian ku, sungguh picik," ujar nya dengan air mata yang menetes.


---


Langkah demi langkah ia lakukan demi segera tiba di apartemen Taehyung.


"Kau sungguh berat," eluh Jisoo ketika mereka memasuki lift apartemen.


Nafas nya sangat tak teratur. Dan kembali memijak kakinya hingga akhirnya tiba di depan pintu, "aish! Aku tak tau password nya! Jisoo pabbo!" Jisoo Merutuki dirinya sendiri.


"Coba dengan angka kelahiran nya," Jisoo mencoba mengisi 6 digit angka dan berhasil.


Dengan cepat Jisoo segera merebahkan Taehyung di kasur nya, "Ah. Energi ku habis terkuras." Peluh nya memenuhi dahinya.


"Jisoo." Racau pria tersebut masih berlangsung.


Jisoo membantu Taehyung membukakan sepatu nya, "seperti nya aku harus pulang."


Ucap gadis itu beranjak pergi sayangnya tangannya di hentikan seseorang dan langsung menariknya membuat Jisoo jatuh ke atas ranjang.


"Yak! Taehyung apa yang kau lakukan!" Terlambat, Jisoo sudah berada di bawah Rengkuhan Taehyung.


"YAK! LEPASKAN!" Jisoo memberontak tak kala Taehyung menahan tangannya.


Dengan Tatapan mata sayu membuat Jisoo ketakutan, "tolong lah Taehyung."


"Taehyung! Lepaskan!" Berontak wanita dengan tubuh mungil itu mana mungkin bisa membebaskan nya dari Pria yang menindihnya.


Dengan agresif Taehyung membuka dasinya dan mengikat tangan Jisoo.


"Kau harus menjadi milikku Jisoo," dengan suara parau membuat wanita itu meneteskan air matanya.


"Taehyung ku mohon lepaskan aku," mohon wanita itu tentu tak menyadarkan pria yang sedang dalam kuasa gairahnya.


Kancing kemeja yang di buka sedikit demi sedikit, "setelah ini kau akan menjadi milikku seutuhnya," bisik nya di telinga Wanita yang tengah menangis tersedu.


Terus melawan hal di hadapan nya. Namun semuanya sudah berakhir dengan kehancuran baru yang di hadapi nya.


"Selamat! kau telah membuat ku lebih hancur dari sebelumnya."


(Mau Lanjut? banyakin Komennya!)