[MINE] |VSoo

[MINE] |VSoo
STAY??? |Season 1



"JISOO?!," Teriak seseorang ketika melihat Jisoo ambruk terjatuh ke lantai saat sedang menangis.


Yang berteriak memanggil nama Jisoo adalah sowon yakni istri Kim seokjin teman dari Taehyung.


Sowon berjalan tertatih pelan akibat sedang mengandung 3 Minggu, "Jisoo kau kenapa?," Tanya sowon berusaha berjongkok dan menaruh kepala Jisoo di pahanya.


"Seokjin!!!," Teriak Sowon memanggil suami nya untuk masuk ke dalam toilet.


Seokjin yang sedang menunggu istrinya di luar pun menjadi terkejut tak kala namanya di panggil sang istri.


Seokjin dengan panik berlari menuju ke dalam toilet, "ada apa Sowon?," Tanya seokjin cepat dan langsung terdiam melihat Jisoo yang kini sudah di pangkuan istrinya.


"Ya ampun! Jisoo kenapa sayang?," Tanya seokjin pada sang istri, namun sowon hanya bisa menggeleng tak tahu.


Sowon merasa cemas dengan keadaan Jisoo sekarang, ia takut terjadi sesuatu pada Jisoo.


"Seokjin! Lebih baik kita membawa jisoo ke rumah sakit sekarang?," Suruh sang istri membuat seokjin mengangguk setuju.


"Baiklah, biar aku yang menggendong Jisoo, kau bangun dulu," ucap seokjin membantu sang istri berdiri lalu segera menggendong Jisoo perlahan.


Seokjin dan sowon Berniat membawa Jisoo ke ruang sakit terdekat, "Jisoo kenapa bisa seperti ini?," Tanya sowon melihat Jisoo yang terbaring di kursi belakang mobil mereka.


Seokjin melihat sowon dari kaca depan mobil, "kau tadi tak melihat kenapa Jisoo pingsan?," Tanya seokjin.


Sowon hanya diam dengan raut wajahnya yang cemas, "aku tak tahu, aku hanya melihat ia terjatuh. Aku melihat pipinya basah? Seperti nya ia habis menangis," ucap sowon menebak apa yang terjadi pada diri Jisoo.


Seokjin ikut khawatir dengan kondisi Jisoo.


"Kita harus memberi tahu Taehyung soal ini. Pasti ia sedang bingung mencari Jisoo sekarang," ucap seokjin di angguki oleh istrinya.


Sebelum nya, seokjin dan sowon ke kantor Taehyung Karena seokjin ingin bertemu dengan temannya itu, namun sowon minta untuk ke toilet sebentar, dan berakhir lah mereka menemukan Jisoo yang terkapar di lantai.


[Rumah sakit]


Sesampainya di rumah sakit, dengan cepat seokjin menggendong Jisoo dan menaruh nya di atas brankar rumah sakit.


Para suster terlihat cekatan membawa jisoo ke ruang periksa, sekitar 15 Sowon dan seokjin menunggu dengan rasa takut yang menyelimuti nya.


Hingga sang dokter keluar dengan raut wajah yang tak bisa di artikan, "apa kalian anggota keluarga dari pasien Kim Jisoo?," Tanya sang dokter.


Sowon menggeleng, "saya bukan keluarga nya. Tapi saya teman nya," ucap sowon membuat sang dokter mengerti.


"Baiklah bapak dan ibu? Sepertinya pasien Kim Jisoo mengalami stres yang cukup berat, jika ini terus terjadi pada pasien Kim Jisoo?. Itu tak baik buat kesehatan otak nya," ucap dokter tersebut membuat sowon sedih mendengar nya.


Dokter itu diam dan kembali berbicara.


"Sepertinya pasien Kim Jisoo terlalu sering stres. Mungkin karena masalah pekerjaan atau semacamnya. Pasien Kim Jisoo selalu menanggung hal hal berat dan mungkin itu yang membuat nya stres," ucap sang dokter membuat sowon tak habis pikir.


Saat bertemu dengan Jisoo. Sowon sangat menyukai Jisoo karena selalu tersenyum di mana pun, bersikap ramah dan baik.


Namun ternyata di balik itu semua. Jisoo menyimpan beban yang cukup berat hingga ia di buat pingsan seperti sekarang ini.


"Senyum mu menutupi semua nya Kim Jisoo, sebenarnya apa yang terjadi pada mu?," Batin sowon.


Dan dokter itu kini tersenyum, "kalian tak usah khawatir. Pasien Jisoo boleh pulang hari ini. Ia hanya tak boleh memiliki pikiran yang terlalu membebaninya," ucap dokter membuat seokjin dan sowon tersenyum lega di buat nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu," ucap dokter tersebut sopan dan berlalu pergi begitu saja.


Sowon memandang Seokjin, "kabarkan berita ini pada Taehyung," suruh sowon. Dengan segera seokjin mengeluarkan ponselnya dan menelfon Taehyung.


[Kantor]


Taehyung pusing dengan ketikan-ketikan yang ada di laptop nya. Sungguh matanya menjadi jengah. Terlebih lagi ia mengingat Jisoo yang pergi dan tidak kembali hingga sekarang.


Sedang kan Nayeon masih saja di sana bersama dengannya. Nayeon banyak bertanya pada Taehyung sehingga membuat Taehyung tambah pusing.


"Nayeon. Tolong jangan banyak bertanya dulu. Oppa sedang pusing sekarang. Gara gara dirimu Jisoo juga pergi sekarang, dan tidak kembali lagi," tegas Taehyung membuat Nayeon yang tadinya bertanya terus menjadi diam.


"Perempuan itu kurang hajar oppa?!, Dia memegang tangan mu! Aku tak Terima," kesal Nayeon yang di tahan pun meluap.


Taehyung mengacak rambutnya kesal.


"Kau tidak tau apa apa im Nayeon! Jadi tolong diam! Sekarang semuanya jadi berantakan!," Ucap Taehyung kesal dengan mata yang sudah ber api api.


Nayeon yang di bentak pun menciut.


"Oppa sekarang sudah bisa membentak ku ya?," Ucap Nayeon, namun tak di hirau kan oleh Taehyung.


Drtt..Drtt...


Suara handphone Taehyung berbunyi. Menampilkan nama Seokjin di sana.


Telfon


Ada apa Hyung?


Taehyung


Tae! Jisoo sekarang ada rumah sakit? Cepat kau datang?


Seokjin


Hah? Bagaimana bisa Hyung? Baiklah aku akan kesana! Tolong kirim kan alamat rumah sakit nya.


Taehyung


Nee. Akan ku kirim


Seokjin


Mendengar kabar dari seokjin. Wajah Taehyung mengeluarkan keringat dingin sekarang.


"Nayeon! Kau pulang sendiri? Oppa ingin ke rumah sakit sekarang," ucap Taehyung seraya mengambil kunci mobil.


Nayeon semakin kesal, "kau jahat oppa! Gara gara perempuan itu kau jadi seperti ini pada ku!," Ucap nayeon sepertianak kecil.


Taehyung tak memperdulikan ucapan nayeon. "Jaga Mulut mu itu nayeon!," Tegas Taehyung dan pergi meninggalkan nayeon di ruangan nya sendirian.


Nayeon hanya berdecak kesal.dan terus mengumpat-ti perempuan yang ia benci itu.


[Rumah sakit]


Taehyung terus berlari menuju ruangan kamar rawat Jisoo.


Tap..tap..tap..


Suara langkah Taehyung pun terdengar di koridor rumah sakit, membuat beberapa orang memperhatikan nya.


Hingga Taehyung akhirnya menemukan ruangan Jisoo, "Jisoo!," Teriak Taehyung ketika membuka pintu ruang rawat Jisoo.


Taehyung dapat melihat di sana ada seokjin, sowon, Jisoo. Dan satu lagi orang yang sangat Taehyung Benci, yaitu Taeyong!.


Taehyung tak memperdulikan Taeyong di sana, ia segera berjalan mendekati Jisoo yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Jisoo kau kenapa bisa pingsan?," Tanya Taehyung.


Jisoo yang sudah sadar pun hanya diam tak ingin menatap Taehyung, pria yang kini sangat ia benci.


Taehyung merasa sedih Jisoo tak ingin menjawab nya, "Jisoo? Semua yang kau lihat salah! Nayeon bukan siapa siapa Jisoo," ucap Taehyung tak berpengaruh.


Jisoo tersenyum sinis, "kau tak perlu bohong lagi Taehyung-shi. Sudah jelas Nayeon adalah calon istrimu? Masa kau lupa dengannya?," Ucap Jisoo menohok Taehyung.


Dan dengan berani Jisoo menatap Taehyung. "Dan sekarang aku bukan mencintai mu lagi! Namun aku membencimu Taehyung-shi." Ucapan Jisoo tentu bukan yang sebenarnya.


Jisoo masih menyukai Taehyung, namun Rasa benci nya lebih besar. Ia sangat sakit hati di bohongi oleh Taehyung.


Taehyung menatap mata Jisoo, mencari titik kebohongan dari ucapan Jisoo barusan. "Kau jangan bohong Jisoo, aku yakin kau masih mencintai ku bukan?," Ucap Taehyung membuat Jisoo memalingkan wajahnya dengan air mata yang menetes di pelupuk matanya.


Seokjin, sowon dan Taeyong hanya diam melihat kejadian di depan mereka.


"Aku ingin pulang," tiga kata yang keluar dari mulut Jisoo


Seokjin mengangguk, "kau bisa pulang hari ini Jisoo," ucap seokjin.


Taehyung tersenyum, "kau pulang dengan ku ya?," Penawaran Taehyung namun di tolak oleh Jisoo.


"Aku ingin pulang dengan Taeyong," ucap Jisoo dan melihat Taeyong dan memeluk lengan Taeyong.


Taehyung hanya dapat menahan emosi nya tak kala Jisoo lebih memilih Taeyong di banding dirinya.


Lalu Jisoo kembali melihat Taehyung dengan kebencian di matanya. "Taehyung-shi? Lebih baik kau pergi dari sini!," Suruh Jisoo.


Taehyung menggeleng menolak nya.


"AKU BILANG PERGI!," teriak Jisoo sehingga air matanya keluar, sungguh ia tak tega mengusir Taehyung.


Taehyung hanya tersenyum simpul dan menatap Taeyong, "antar dia pulang dengan selamat," pesan Taehyung di angguki Taeyong.


Taehyung berjalan dengan langkah lunglai, dia depan kamar rawat Jisoo. Taehyung hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Bagaimana pun kau akan tetap menjadi milikku Jisoo. Kau tunggu saja,"