(Before) Angel Vs Demon

(Before) Angel Vs Demon
Episode.03.Sifat Asli Dhaniel



SIFAT ASLI DHANIEL


Setelah Anais menceritakan kisah cintanya kepada Gabriel,Gabriel pun merasa senang tak ada saingan lagi untuk mendapatkan hati Dhaniel,"Walau aku masih ada perasaan suka ku terhadap Dhaniel karena itulah aku menyerah dan tak mengangunya belajar"ucap Anais,"Heh aku ini berbeda dengan mu lihat saja Dhaniel jadi milik ku hanya miliku seorang",ucap Gabriel,"Oh begitu ya semangat berjuang mendapatkan hatinya"ucap Anais dengan hangat,"Aku tak menyangka kau menyamangati aku,kau itu saingan ku"seru Gabriel lalu Anais berkata"Aku tak mau melakukan hal kekanakan semacam itu Gabriel merebut Laki-laki sama seperti merebut mainan dari anak kecil",lalu Gabriel berkata dengan emosi:"Kekanakan kata mu!","Mohon tenang Gabriel kita di perpustakaan aku hanya ingin jadi teman mu" ucap Anais,"Aku tak mau jadi teman mu!Aku lebih baik diajari dengannya dibanding diri mu!"ucap Gabriel lalu Anais berkata:"Bisakah beri dia waktu istirahat saja","Aku tak peduli,aku harus mencari Dhaniel"Gabriel dengan ekspresi marahnya keluar dari perpustakaan dan pergi mencari Dhaniel.


Di suatu tempat...


Dimana tempat itu sunyi dan tempat yang bisa disebut surga karena memiliki tempat yang indah dengan air mancur,air terjun,taman dan pohon yang rindang tempat tersembunyi di sekolahnya hanya Dhaniel yang mengetahui tempat tersebut atau bisa disebut taman tersembunyi,tembat dimana ia(Dhaniel) merasa bebas dan merasa dirinya ada di surga karna ia pada akhirnya bisa menjauh dari Gabriel,tempat itu Dhaniel membaca Novel yang direkomendasikan oleh Anais berjudul Malaikat melawan Iblis(Angel Vs Demon).


Gabriel masih sibuk mencari kemana perginya Dhaniel dengan ekspresi panik dan juga khawatir,tentunya Anais mengikutinya dari belakang untuk memastikan teman keduanya Gabriel baik-baik saja,"Kemana perginya Dhaniel,aku sudah mencarinya kemana-mana,di kelas,lapangan basket,lapangan sepak bola,halaman belakang sekolah,ruang guru,ruang musik,ruang seni,laboratorium,kantin,dan juga kolam renang kenapa tidak ada"ucap Gariel lalu Anais berkata:"Mungkin dia ada di kamar mandi",merekapun menunggu di depan pintu kamar mandi Pria,mereka pun menungu dan menunggu,sampai akhirnya mereka pun bertanya kepada seseorang yang terakhir keluar dari kamar mandi tersebut,dan orang tersebut tak melihatnya,Gabriel dan Anais pun dengan wajah memerah masuk ke kamar mandi Pria untuk mencari Dhaniel dan hasilnya pun nihil,mereka pun keluar dari kamar mandi Pria tersebut,"Ayolah Gabriel sebentar lagi masuk kelas,saat jam istirahat kedua akan ku bantu mencarinya" ucap Anais Gabriel pun terdiam dan hanya bisa memberi wajah cemberut,Anais berkata:"Oh ayolah Gabriel kau masih tak mempercayai aku,aku ini jujur",Anais pun berkata sambil memeluk Gabriel:"Semuanya akan baik-baik saja"


 Jam istrahat kedua kemudian...


Dhaniel pun mengembalikan buku pada Anais,Anais pun berkata:"Kau pergi kemana selama ini aku mencari mu","Maafkan aku Anais aku membaca ini di suatu tempat",ucap Dhaniel,"Di suatu tempat itu dimana?Rumah mu?",ucap Anais dengan nada marah,"Aku tidak pergi sejauh itu,huff...kalau kau ingin tau tempat dimana aku bisa menjauh dari Gabriel lagi pula kamu masih ingin mengajarinya kan?Bagaimana rasanya mengajarinya sikapnya(Gabriel)menyebalkan bukan?",Ucap Dhaniel,Anais pun mulai menampar Dhaniel,"Seharusnya kamulah yang bersikap menyebalkan,kau tak tahu apa-apa soal Gabriel,bahkan kau tak mengerti apa-apa soal Gabriel,aku tak peduli kau senior ku,aku baru menyadari satu hal bahwa kutu buku seperti mu punya sifat Iblis,karena kau Gabriel sudah jadi teman ku",ucap Anais dengan penuh amarah,lalu Anais berkata:"Kau salah memilih teman Anais,lihat yang dia perbuat kepada mu,ke padaku juga","Dia tak bersalah justru kaulah yang bersalah",ucap Anais,"Aku tak percaya kau membelaku Anais aku sudah salah menilai mu",ucap Gabriel dengan wajah sedih,"Gadis ini bermuka dua Anais!" seru Dhaniel,"Tidak justru kaulah yang bermuka dua"ucap Anais,"Cukup Anais!Tidak apa-apa,aku baik-baik saja,kami berdua mencarimu Dhaniel,aku hanya ingin bilang bahwa aku menyukai mu"ucap Gabriel membuat semua yang ada di perpustakaan terkejut bahkan Dhaniel,"Jangan bercanda!Aku masih punya harga diri,tiba-tiba saja kau mengatakan hal bodoh seperti itu?,Kau fikir aku akan senang?Jangan kira kau cantik bisa mendapatkan hati ku!Berpacaran hanya bisa menggangu belajar ku,terlabih lagi dirimu Gabriel!"seru Dhaniel,Gabriel pun mulai bersedih,semua orang pun mulai membisikan dan membicarakan sikap Dhaniel terhadap Gabriel,"Kenapa semua orang yang ada di sini membicarakan aku dan membela Gabriel"fikir Dhaniel,Anais berkata:"Lihatlah Dhaniel semua orang akan tahu bahwa sifatmu yang sebenarnya",Anais membawa Gabriel pergi dari perpustakaan"Sepertinya kalian sudah dipengaruhi oleh gadis jahat itu(Gabriel)dialah yang sebenarnya Iblis akan ku buktikan pada kalian bahwa gadis itu Iblis(Gabriel)!"fikir Dhaniel dengan kesal karena ia merasa sudah diejek oleh Gabriel.