
TENGTANG DHANIEL (BAGIAN PERTAMA)
Sebelum Gabriel menuju ke tempat Dhaniel tinggal,ia mengejar Jaret yang hampir keluar gerbang sekolah,ia menanyakan alamat Dhaniel tinggal"Tunggu!"seru Gabriel,"(terengah-engah)maaf aku lancang,tapi aku membaca surat ijin sakit adik mu,aku baru saja mau ke ruang BK untuk menanyakan Dhaniel,dan aku kemari untuk menanyakan alamatnya","Jalan Coarc nomor 59 lantai 04 kamar nomor 17"ucap Jared dan kemudian pergi meninggalkan Gabriel.Sesampainya di sebuah apartemen dimana Dhaniel tinggal Gabriel meliat seorang wanita baru saja keluar dari kamar tersebut,Gabriel pun bergegas menuju wanita tersebut ternyata wanita tersebut keluar dari kamar nomor 17 kamar yaitu kamar Dhaniel,"Sedang apa kau di kamar Dhaniel!"ucap Gabriel dengan nada cemburu,"Apakah kau kekasihnya Dhaniel?"ucap wanita tersebut,"Kami belum resmi berpacaran,tapi aku berharap begitu"ucap Gabriel,"Ah aku mengerti yuk silahkan masuk"wanita tersebut membukakan pintu kamar Dhaniel,setelah di buka pitu kamar tersebut benar-benar luas,terdapat ruang tamu,dan tiga kamar tidur,Gabriel melihat foto yang terpajang di atas lemari,foto wanita tersebut bersama Dhaniel dan Jared,Gabriel pun salah pahan wanita yang ia temui ternyata Ibu Dhaniel yaitu Nancy Nathaniel,"Silahkan duduk"ucap Nancy,"Maaf aku mengira kau itu ada hubungannya dengan Dhaniel,ternyata kau Ibunya tapi entah kenapa kau terlihat sangat muda"ucap Gabriel,"Kau pasti mengira aku ini kekasihnya iya bukan?hahahah,tapi syukurlah kau datang tepat waktu Dhaniel butuh kau,dari kecil sebenarnya ia sangat butuh kasih sayang,aku mengadopsinya,hal wajar aku masih terlihat muda"ucap Nancy,"Jadi kau Ibu angkatnya"ucap Gabriel,"(menggela nafas panjang)Walaupun aku mengadopsi Jared dan Dhaniel secara sah mereka tak pernah memanggil ku Ibu,mereka benar-benar butuh kasih sayang,kau pasti menggemari Dhaniel sebagai Dennis bukan?siapa sangka nama samaran Dennis bisa terungkap"ucap Nancy,"Sebenarnya hanya aku yang tahu siapa Dhaniel sebenarnya,tapi aku menyukainya bukan karena ia tampan,keren,kaya,maupun terkenal,aku benar-benar menyukainya apa adanya"ucap Gabriel,"Kau sungguh gadis yang jujur Gabriel,aku yakin Dhaniel akan terkesima mendengarnya,pasti kau ingin tahu pasti tentang Dhaniel bukan?"ucap Nancy,"Iya aku sangat ingin tahu tentang dirinya"ucap Gabriel.Kisah Dhaniel bermula..."
Dhaniel memiliki nama asli Dhaniel Lawson itu sebelum Dhaniel aku angkat sebagai Anak ku,waktu itu Dhaniel usianya sepuluh tahun,dia mempunyai sebuah keluarga yang sangat ia sayangi,Dhaniel selalu rajin belajar dari kecil bahkan sampai juara satu,suatu hari libur musim dingin,Dhaniel dan keluarganya pergi berlibur ke kebun binatang,setengah perjalanan ada badai yang menghalangi perjalanan mereka,mereka pun tertabrak dengan mobil lain dan kecalakan tersebut benar-benar parah,hingga mereka harus dilarikan ke rumah sakit,Dhaniel hanya mengalami cidera sementara orang tuanya meninggal,disaat kepergian orang tua Dhaniel,Dhaniel hanya bisa menangis atas kepergian orang tuanya,dia selalu ingat pesan orang tuanya untuk selalu rajin belajar,dan itulah kenapa Dhaniel selalu juara satu untuk mengenang kepergian orang tua Dhaniel,kemudian Dhaniel aku adopsi menjadi anak angkatku dan namanya pun menjadi Nathaniel Dhaniel,Dhaniel dan Jared tahu bahwa aku berkerja di indrustri musik jadi dari mereka kecil Dhaniel dan Jared berkerja di sana untuk menulis musik hingga terkenal hingga sekarang,Dhaniel dan Jaret tak ingin merepotkanku jadi mereka memutuskan untuk berkerja paruh waktu di temapatku.Dhaniel tak mau teman-temannya tahu bahwa ia berkerja paruh waktu menjadi band terkenal jadi ia pun menyamarkan namanya menjadi Dennis saat tampil,dan Nama salah satu anggota band kami,jadi musik adalah perkerjaan paruh waktunya,walau Dhaniel berkerja paruh waktu ia meluangkan waktunya untuk belajar,Dhaniel tipe Laki-laki yang serius,dia hanya butuh kasih sayang,karena waktu yang ia berikan adalah belajar dan kerja,ia tak pernah meluangkan waktu dengan ku ataupun kakak angkatnya Jared,mereka sesekali memberiku sebuah hadiah yang tak bisa ku lupakan mereka memberiku hadiah di hari Ibu,walau mereka bukan anak kandung ku aku menyanyangi mereka seperti anak ku sendiri,Cinta dari keluaganya sudah lama hilang aku sudah berusaha mengembalikan cinta itu kepada mereka khususnya Dhaniel,Dhaniel hanya bisa menangis,setiap Dhaniel mencurahkan hatinya kepada ku,aku siap menerima curahan itu dengan lapang dada,Dhaniel benar-benar membutuhkan cinta,dan benar-benar mengerti apa arti cinta sebenarnya,dia harus mencari cinta sejatinya sendiri saat dirinya membutuhkannya.