
DÈJÀ VU
Di Balik Kisah Cinta Anais...
Aku akan menceritakan kembali mengapa aku menyukai Dhaniel.
Sejak SMP aku tak memiliki temam karena aku seseorang yang pendiam,dan sangat gugup berbicara,saat itu aku ingin sekali bergabung pembicaraan mereka(teman perempuan ku) di meja makan mereka,lalu aku degan gagapnya aku meminta bergabung pada mereka,lalu salah satu dari mereka berkata:"Hah?!Gadis kutu buku mau berteman dengan kita?Jangan mimpi!"lalu mereka menertawakan aku,lalu Dhaniel datang merangkul bahu ku dan berkata:"Hei!Tidak baik bicara seperti itu padanya!"lalu mereka terdiam,dan Dhaniel berkata:"Nona...Aku bisa jadi teman mu"dan yah itu membuat ku senang sekaligus tersipu,dan begitulah bagaimana Dhaniel bisa menjadi teman pertamaku,ini membuatku malu dia ini anak Laki-laki,langsung mengatakan padaku "aku mau jadi teman mu",bukan kah ini berati sama saja aku di tembak olehnya?dan aku perlahan mencari tahu tentangnya.Aku membatu guru BK ku membereskan kantornya,sekaligus mencari data diri tentangnya,dari data muridnya.
Disaat Hari Valentain...
Kegiatan kami sebagai teman di hari Valentain aku memberikan cokelat padanya"Selamat hari kasih sayang Dhaniel"ucap ku dengan tersipu "Aku membuat cokelat itu untuk mu"lanjut ucapan ku"Dhaniel pun ikut tersipu dan berkata"Kau orang pertama memberikan ku cokelat"kemudian Dhaniel memintaku untuk menunggu dan ia pergi dan kemudian kembali dengan terengah-ngengah hanya memberiku cokelat,dan aku pun menerima cokelat itu dengan tersipu.
Ini hari ulang tahunnya,sebagai teman yang baik,aku akan memberikannya hadiah ulang tahun,aku pun meminta dia menemuiku di halaman belakang sekolah,dan yah sebenarnya aku ingin merayakannya jadi aku membuat kue ulang tahun juga untuknya,Dhaniel hanya bisa terkesima dan berkata:"Waw...Kau orang pertama yang merayakan ulang tahun ku"dan yah itu membuatku tersipu aku menjadi orang pertama yang merayakan ulang tahunnya,ia pun meniup lilin ulang tahunnya,dan tak lupa ia membuat permohonan/doa dan aku pun memberikan kado ulang tahun padanya dan tentunya dia membukanya dan berkata"Sebuah buku tulis,terima kasih aku akan selalu menjaganya dan merawatnya dengan baik"dan yah dia menerima buku tulis yang ku berikan padanya,dan yah kami pun memakan kue ulang tahun Dhaniel bersama,"Kau membuat kue ini untuk ku,oh...ini enak"ucap Dhaniel sambil mengunyah makanannya,"Syukurlah kau menyukainya,maaf aku beri sedikit kopi karena aku khawatir kau tidak suka manis"ucap ku,Dhaniel pun tersenyum dan berkata:"Tidak apa-apa aku menyukainya",dan yah...ia pun melakukan hal yang sama saat hari valentain,dan yah...dia juga memberikan ku sebuah kado dan dia berkata"Anggap saja ini kado ulang tahun dari ku"aku pun tersipu dan dia memberikan ku sebuah pena dan di ujungnya di hiasi pom-pom.Di hari natal pun kami melakukan hal sama tapi kali ini aku memberinya sepasang sarung tangan padanya"Aku merajut sarung tangan itu pada mu",Dhaniel juga melakukan hal sama pada hari ulang tahunya dan hari Valentain dia memberikanku sebuah topi kupluk dan aku menerima hadiah nya sama seperti dia menerima hadiah ku sebelumnya dan kami memakai pemberian kado natal tersebut,"Selamat natal dan tahun baru Anais"ucap Dhaniel dengan tersenyum dan aku hanya bisa berbinar dan berkata"Selamat natal dan tahun baru juga Dhaniel" terasa satu tahun sudah Dhaniel menjadi teman ku,dan kemudian pergi meninggalkan aku sebagai teman juga sebagai senior,ini menyedihkan sekaliguh menyakitkan dalam hati aku berkata"Teganya waktu memisahkan aku pada mu Dhaniel"aku hanya bisa menangis dan tak bisa berbuat apa-apa dan aku hanya bisa berdoa dan berharap ke pada Tuhan"Andai aku bisa bersamamu lebih lama lagi Dhaniel".
Beberapa tahun kemudian...
Aku pun masuk SMA dan saat ini aku memasuki bangku 1 SMA dan saat aku di perpustakaan henda mengambil buku di rak paling tinggi aku hampir terjatuh dan karena seseorang itu menangkapku dan seseorang itu adalah Dhaniel,Aku tersipu saat ia mengatakan pada ku"Apakah kau baik-baik saja,Anais"ucapnya sedikit tersipu dan dia membatu ku berdiri dan berkata:"Kalau kau merasa kesulitan mengambil buku dari rak atas kenapa kau tidak meminta seseorang yang lebih tinggi dari mu untuk mengambilnya,sini ku ambilkan"Dhaniel pun mengambil buku dari rak tersebut dan memberikannya pada ku"Lain kali hati-hati yah..."ucapnya dengan tersenyum ramah.Tak kusanggka aku bertemu dengannya lagi di perpustakaan dan aku terkejut ia masih mengingat ku dan ia pun mulai berkata:"Apakah kau masuk ke sini hanya untuk mengejar ku?"aku melihatnya sedikit malu,dan aku berkata:"Tidak hanya kebetulan saja,aku masuk kesini bukan untuk mengejar mu sungguh!",ia pun berkata sambil ia menggosokan bibirnya yang merah merona itu dengan jari nya:"Syukurlah kalau begitu"aku tahu apa artinya itu walau aku masih menyukai Dhaniel dan aku pun mencium bibirnya dan kami pun sama-sama tersipu malu,dan Dhaniel sekali lagi berkata:"Lu...lupakan hal ini terjadi pada kita"ucap Dhaniel dengan wajah merahnya ia lari keluar ke perpustakaan,sejak SMP yang dulunya pernah menyatakan cinta padanya kink akupun mulai menyerah untuk mendapatkan cintanya.
Begitulah kisah di balik kisah cinta Anais,apa yang dilakukan pada Gabriel tersa Dèjà Vu bagi Dhaniel.