(Before) Angel Vs Demon

(Before) Angel Vs Demon
Episode.19.Kisah Cinta Pandangan Pertama Dhaniel dan Gabriel (Bagian Keempat)



KISAH CINTA PANDANGAN PERTAMA DHANIEL DAN GABRIEL (BAGIAN KEEMPAT)


"Belakangan ini aku jadi gelisah terus menerus memikirkan bahkan memimpikan dia,wajah dalam fikiran dan mimpiku tentangnga terlihat samar-samar,sebenarnya siapa nama gadis itu?",fikir Dhaniel,Dhaniel pun akhirnya mencoba menenangkan dan menjernihkan fikirannya dengan memainkan piano,lantunan pianonya sangar merduh bagaikan suara malaikat yang sedang bernyanyi,lantunan merduh pianonya terdengar di seluruh sekolah,membuat semua orang bertanya-tanya "siapakah yang memainkan piano semerdu ini?",Dhaniel tak hanya memainkan piano di sekolahnya,tempat ia berkerja pun ia memainkanya,"Dhaniel,jadi kau memainkan piano itu,sangat merduh,lantunannya bagaikan malaikat yang sedang bernyanyi,apa kau membuat not balok sendiri?",ucal Nancy,"Yah...gadis itu mengispirasi ku,sepertinya aku benar-benar menyukainya(sedikit tersipu)ini membuatku kesal Nancy,kenapa aku bisa lupa nama gadis itu,padahal tinggal sedikit lagi aku hampir mengingatnya"ucap Dhaniel,"Apa kau ingat ciri-ciri gadis itu?"tanya Nancy,"Yah sepertinya"ucap Dhaniel,"Aku kemari untuk menjernihkan pikiran ku tapi ini tak berhasil",lanjut Dhaniel,Nancy berkata sambil memegang kedua pundak Dhaniel:"Kau harus tenang Dhaniel,sepertinya belajar dan berkerja paru waktu membuatmu tertekan,kau harus mencoba mengosongkan fikiranmu,mari kita pulang,aku sudah masak makanan di rumah"ucap Nancy,akhirnya Dhaniel pun kembali ke apartemennya bersama Nancy(ibu angkat Dhaniel) dan Jaret(kakak angkat Dhaniel),dan makan malam bersama mereka,dan kemudian tidur di kamar mereka,"Dhaniel,kau masih memikirkan gadis itu?sudah kau minum obat penenang mu?"Dhaniel hanya terdiam dan menganggukan kepalanya,"Bila kau ingat ciri-cirinya kenapa kau tidak coba melukisnya",ucap Nancy,"Benar juga!Tak terfikirkan oleh ku,Nancy kau yang terbaik!",seru Dhaniel,"Apapun untuk putra angkatku,selamat malam Dhaniel,semogga mimpimu bertemu gadis yang kau cari menjadi kenyataan"ucap Nancy dan menutup pintu kamar Dhaniel.Dhaniel dengan semangat mengambil beberapa kertas dan melukis saat pertama kali bertemu dengan gadis tersebut,tak lama kemudian ia selesai melukisnya,dan ternyata hasil lukisannya ia melukis Gabriel,dan itu membuat Dhaniel kesal"Oh...Yang benar saja gadis ini,gadis ini membuatku kesal(merobek kertas yabg baru saja ia lukis)"beberapa hari Dhaniel mendapatkan rumor dari teman-temannya bahwa Gabriel adalah gadis yang sering didekati para laki-laki sehingga Gabriel di juluki seorang pel*cur dari teman Perempuannya,rumor tersebut membuat Gabriel tak pernah mendapatkan seorang teman sekaligus.Dhaniel pun melukis Gabriel secara berturut-turut membuatnya kesal hingga ia tak bisa tidur dan selalu merobeki kertas,membuat gumpalan kertas, dan membuangnya,dan yah itu membuat kamar Dhaniel di penuhi secarik kertas dimana-mana,dan itu juga membuat Dhaniel frustasi."Ah...Ini menjengkelkan kenapa yang aku lukis pasti gadis ini terus menerus(sambil melihat lukisannya),gadis ini kalau tidak salah namanya Gabriel,(menggela nafas)sepertinya melukis wajah bukanlah ide yang bagus,aku sedang mencoba serius di sini kenapa setiap aku lukis munculnya selalu saja dia(merobeki kertas yang ia lukis)"Ke-esokan paginya Dhaniel pun membersihkan kamarnya yang penuh dengan kertas dan kertas-kertas tersebut dibakarnya.Di saat Nancy membersihkan kamar Dhaniel,tak sengaja Nancy menemukan satu gumpalan kertas,ia pun membukanya dan menyimpannya untuk menolong Dhaniel untuk mencarikan gadis yang Dhaniel lukis tersebut.


Begitulah kisah bagaimana Dhaniel bersikap dingin saat ia diberikan tugas oleh Tuan D untuk mengajari Gabriel.