
RAHASIA GABRIEL (BAGIAN KETIGA)
Di pagi hari di ruang Bk...
Gabriel di panggil lagi oleh Tuan D dan memamnggil orang tuanya yaitu ayahnya Gabriel,Ah Nona white,aku memanggil ayah mu agar ayah mu tahu kau kurang semangat belajar,dan seallau mendapat nilai di bawah standar,Ayah Gabriel bernama Tuan White Erickson yg umurnya hampir sama dengan Tuan D,rambut pirang Tuan White sudah pucat,dan kaki kanannya patah sehingga ia selalu berjalan mengenakan tongkat,dan ayah Gabriel berkata:"Gabriel...apakah kau belum memberitauhan penyakitmu terhadap gurumu sendiri?",dan Gabriel pun memasang wajah murung dan berkata:"Belum ayah",ayah Gabriel hanya bisa tersenyum dan berkata:"Aku bisa mengerti kau khawatir,laki-laki yang kau sukai akan mengetahuinya dan khawatir dia akan sakit hati bila ia mengetahui penyakit mu,tapi kau sampai kapan kau pendam rahasiamu nak,cepat atau lambat Dhaniel akan tau rahasiamu",Mendengar ucapan ayah Gabriel Tuand D hanya bisa kebingungan,sedangkan Gabriel hanya menangis di pelukan ayahnya,Tuan D berkata:"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan tapi terlihat dramatis,dan Tuan White bagaimana kau bisa mengenali murid faforit ku Nathaniel",ayah Gabriel pun melepas pelukan putrinya dan berkata:"Putri ku terus mengirimku surat,jadi aku tahu dia begitu sangat mencintainya,dan cintanya begitu tulus,dan ia juga mengirim ku lukisan wajahnya agar aku tahu rupanya,Tuan D ada yang harus kau ketahui mengapa putri ku selalu mendapa nilai di bawah standar,tapi berjanjilah pada kami untuk merahasiakannya darinya."
Saat itu Gabriel berusia enam tahun,saat itu libur musim dingin,kai berlibur ke taman bermain,setengah perjalanan kemudian ada badai yang menghalangi perjalanan kami,kami pun tertabrak dengan mobil lain dan kecalakan tersebut benar-benar parah,hingga mkami pun harus dilarikan ke rumah sakit,Gabriel pun mengalami cidera dikepalanya hingga mengakibatkan tumor otak yang harus di angkat,dikarenkan Gabriel belum mencukupi usianya Dokter memutuskan untuk mengakat penyakit Gabriel di saat usianya empat belas tahun dan kemungkina juga ada resiko yang dialaminya jika pengakatan tumornya berhasil Gabriel akan mengalami amnesia dan jika tidak Gabriel akan mati,sementara itu ibunya meninggal dan aku mengalami patah kaki di sebelah kanan ku hingga diharuskan diaputasi,disaat kepergian ibunya,Gabriel hanya bisa menangis atas kepergian ibunya,dan berkata:"Ibu telah pergi meninggalkan kita,lalu bagaimana dengan ayah?",aku pun berkata:"Ayah akan baik-baik saja nak,jika kau ingin ibu baru aku akan memenuhinya untuk mu sayang",Gabriel berkata:"Tidak!Aku tidak ingin ibu baru!",aku pun berkata:"Aku berjanji aku tidak akan menikah lagi",Gabriel pun berkata:"Ayah berjanji tidak akan menikah lagi?",aku pun berkata:"Ya aku janji",lalu Gabriel pun berkata:"Ayah janji tidak akan menikah lagi saat aku lupa ingatan atau aku akan pergi meninggalkan ayah suatu saat nanti?",aku pun hanya bisa terdiam melihat Gabriel menangis tersedu-seduh dan berkata:"Jika suatu saat aku pergi meninggalkan ayah,bagaimana dengan ayah?,ayah akan merasa kesepian,dan aku tidak ingin ayah menikah lagi",aku pun memeluk Gabriel dan berkata:"Ayah akan baik-baik saja,jangan khawatirkan ayah nak,jika suatu saat kau pergi meninggalkan aku maka,ayah tak bisa berbuat apa-apalagi nak,aku hanya bisa merelakan seseorang yang ayah sayangi dan cintai yaitu ibumu dan kau,dan mendoakannya,dan kau dan ibu mu akan selalu berada di hati ku nak"dan yah...begitulah Gabriel selalu mengehawatirkan ayahnya,karena orang tua yang satu-satunya yang ia punya adalah dirinya,dia merawat ku dengan baik,dan ia pun rela tak belajar hanya merawatnya,dotter bilang Gabriel juga tak boleh banyak pikiran,jadi diwajarkan ia hanya bisa merawatku dan selalu mendapat nilai di bawah standar,intinya Gabriel dibolehkan sekolah oleh dokternya seperti anak lainnya,tapi jika itu membebani pikirannya aku berkata:"Jangan memaksakan dirimu untuk sekolah nak",dan begitulah Rahasia Gabriel yang aku tak ingin kau bicarakan pada nak Dhaniel.