ZEEDIEN

ZEEDIEN
05_ZEEDIEN



...Bukan cuma karena ketua dari geng Destroy, Zee banyak yang kenal, karena dia juga ketua tim basket di sekolah ini dan Zee juga model sekolah kita. Dan lo pasti gak asing sama Jesmanra....


...Jesmanra adalah pemilik usaha terbesar di Indonesia bisnis, perkebunan, entertainment, hotel, Fila dan sekolah sudah berada di tangan Jesmanra. Dan bisnis ini dapat memengaruhi perekonomian Indonesia, sekolah ini juga milik mereka. Jadi jika lo suka sama sepupunya si Mutiara itu, itu gak papa soalnya jika lo nikah sama dia lo gak akan mati kelaparan," kata Dara...


..."Zee sepupu kamu?" Tanya Dien kepada Mutiara....


..."Iya, dia sepupu gue. Lo gak tau sepupu gue itu yang punya tampan layaknya orang Yunani dan badannya yang atletis tapi....lo harus tau sepupu gue itu orangnya bodoh dalam bidang pelajaran. ...


...Om gue Yah, sampai marah-marah gara gara si Zee yang menganggap semua hal menjadi sepele karena harta mereka yang melimpah. Zee juga hanya bisa menghabiskan uang dengan berpoya-poya, menghambur hamburkan uang sama gadisnya si Kara. ...


...Bahkan Yah si Zee itu pengoleksi motor mahal. Dia punya satu motor Kawasaki Ninja H2 Carbon yang harganya 515 juta, BMW yang seharga 710 juta, Ducati Scrambler six Y2 gue gak tau berapa harganya....


...Dia juga memiliki satu unit mobil dengan harga yang bukan main yaitu Bugatti seharga 85M dan ponselnya aja Iphone 13 pro Max seharga 30. 999.000,00 memorinya 1TB , dia juga gak sering foto foto penyimpanan hpnya masih belum penuh....


...Walaupun begitu Zee itu typical orang yang gak suka kasar sama cewek. Jadi gue saranin, gak papa kalau lo suka sama sepupu gue itu," kata Mutiara memasukkan satu buah bakso bulat kemulutnya....


..."Dan itu yang di sampingnya namanya Leo, dia itu juga anak orang kaya tapi dia tinggal sama nenek dan kakeknya. Dia tampan kan?, selain ganteng dia juga ramah dan baik," kata Yobela dan diangguki Dien....


...Memang betul Leo Dirgantara adalah cowok tampan yang sempurna dengan badan atletis nya dan wajah yang sempurna dengan ukiran wajahnya yang begitu indah. Walaupun begitu dia adalah most wanted sekolah itu dengan sikap yang seakan-akan semua siswi ingin menjadi pacarnya...


..."Tapi mereka semua juga ganteng kok!" Ujar Dara lalu diangguki Yobela dan Mutiara ...


...Tanpa sengaja Dien melihat bahwa Zee dan Leo terus memperhatikannya sehingga dia memutuskan untuk pergi ke toilet....


..."Aku ke toilet dulu ya!" Ujar Dien yang berdiri dan meninggalkan area kantin setelah diangguki ketiga temannya....


...Setelah selesai dengan panggilan alamnya, Dien berjalan di koridor menuju kantin lagi, tapi dia melihat koridor kelas X di penuhi dengan cowok cowok adik kelasnya yang lagi menggoda para kaum hawa yang sedang lewat....


...Dien tidak ingin menjadi salah satu dari kaum hawa itu sehingga dia memutuskan untuk lewat dari lapangan saja. Dia berjalan santai di pinggir lapangan. ...


..."Awas!!!" Teriak seorang cowo yang tanpa sengaja melempar bola ke arah Dien, ...


...Dien yang terkejut langsung menutup matanya...


...Tik.tik.tik.tik.tik....


...Semua hening, hanya suara detikan jam milik Dien dan seorang lagi yang bisa di dengar Dien, hembusan nafas yang hangat penerpa wajah Dien....


...Karena hal itu Dien perlahan membuka matanya dan begitu sangat terkejut, dia melihat Zee yang hampir memeluknya dengan satu tangan menahan bola putih yang terlempar tadi. Mata mereka saling bertemu beberapa detik....


..."Makasih," kata Dien yang langsung menjauh dari Zee....


...Cantik!, itulah kesan yang dapat Zee lihat dari gadis yang di depannya itu...


...Gadis yang di hadapannya itu memang cantik dengan kacamata hitam yang bulat dengan rambut diikat satu dan poni gaya Curtain Bangs, bibir merah alami, dan bulu mata lentik nan panjang, dengan tinggi badan sedagu Zee membuat cowo di depannya itu terbuai dengan gaya sederhananya...


...Zee langsung bergabung dengan teman-temannya begitu saja tanpa membalas ucapan Dien, Dien mendengus karena dia di abaikan....


...Dasar cowok sombong, tapi apa dia tidak mengingat kejadian kemarin saat Dien menyuruh mereka berhenti saat tawuran. Ahh bodoh amat!...


...Dien melangkah meninggalkan lapangan itu menuju kantin, disana sudah tidak ramai lagi karena geng Destroy sudah pergi ke lapangan dan semua para siswi - siswi juga akan ikut untuk melihat para cogan bermain bola basket....


...Dien menghampiri teman-temannya yang masih duduk....


...-...


...Hari ini tidak terlalu menyenangkan bagi Dien karena mereka selalu Free class karena guru rapat sangat lama. ...


...Dien ternganga melihat rumah di.Dien ternganga melihat rumah di depannya. Bukan, bukan rumah melainkan mansion yang layaknya seperti istana. Dia memastikan alamat yang tertulis di secarik kertas yang di dipegangnya dan memastikannya lagi melihat nomor mansion di depannya....


...Tidak ada yang salah, ini benar alamat yang di berikan Ridwan kepadanya. ...


...Berlahan demi Berlahan, Dien melangkah memasuki teras mansion itu, tangannya perlahan melayang di udara untuk menekan bel itu....


...Dien berhenti menenkannya dan menunggu beberapa menit, pintu pun terbuka dan memperlihatkan sosok seorang cowo yang masih menggunakan seragam sekolah sama seperti yang digunakan oleh Dien saat ini. Dien mengerutkan keningnya, cowok yang di depannya itu adalah salah satu most wanted di sekolah barunya...


..."Lo?, lo teman barunya Mutiara kan?" Tanya cowo itu. Seingat Dien, Mutiara memperkenalkan cowo itu dengan nama Bili, temannya Zee...


..."Hallo, lo dengar gue gak?" Tanya Bili yang melambai lambaikan tangannya di depan wajah Dien...


..."Iya, aku Dien teman barunya Mutiara. Aku murid baru di sekolah Labschool kemarin," jelas Dien...


..."Oh, ini tuh bukan rumahnya Mutiara, ini tuh rumah sepupunya," kata Bili ...


..."Bukan bukan, aku kesini bukan untuk bertemu dengan Mutiara tapi aku ingin bertemu dengan anaknya om Ridwan."...


...Bili mengerutkan keningnya, untuk apa Dien ingin bertemu dengan Zee?,...


..."Lo ingin ketemu sama si Zee?" Tanya Bili yang menaikkan satu alisnya ...


...Dien juga mengerutkan keningnya. Dia ingin bertemu dengan anaknya Mr. Ridwan bukan Zee si pemburu liar. Atau jangan-jangan Zee?,...


..."Yaudah ayo kita masuk!" Ujar Bili menarik tangan Dien....


...Di dalam mansion yang begitu besar itu sudah terlihat beberapa pemuda masih dengan menggunakan seragam sekolah Labschool dan mereka juga sedang merokok....


...Semua menoleh kepada Dien yang baru saja datang dengan Bili yang masih memegang tangannya....


..."Dia siapa?, kok lo bawa masuk?" Tanya Jastin yang mematikan rokoknya...


..."Dia Dien, dia mau bertemu dengan Zee, makanya gue ajak masuk!"...


...Semua menatap Dien dengan tatapan datar dan penasaran. Dien yang di tatap menjadi sangat gugup....


..."Bukannya lo cewek yang semalam yah, yang membuat onar saat tawuran?" Tanya Samuel. Semua orang mulai mengingat kejadian kemarin....


...Dien meneguk salivanya kasar, bagaimana ini?, mungkin dia akan di terkam para cowok yang di depannya itu atau di pukul sampai babak belur?,...


...Dien menggelengkan kepalanya membuang jauh-jauh pikiran buruknya. Dia mengingat apa yang di katakan Mutiara kalau geng Destroy menghargai perempuan. Dien menghela nafas lega....


..."Ngapain lo?" Tanya Zee yang membuka suara....


..."Mmm itu, eh aku mau ngajarin kamu. Itu karena aku di suruh om Ridwan," jawabnya cepat karena Zee dan teman-temannya sempat menaikkan satu alisnya masing-masing....


..."Lo Xuyin?" Tanya Riyan ...


..."Iya aku Dien Xuyin, aku murid baru di Labschool Kebayoran, baru masuk kemarin," jawabnya...


..."Dari tadi kita cari-cari orang yang bernama Xuyin, ternyata lo?, yah Pantasan gak dapat," kata Jastin memutar bola matanya malas....


..."Yaudah lo ajaran aja tuh si Zee!" Ujar Leo....


...Dien pun duduk di sebelah Zee dan mengeluarkan alat-alat tulisnya dan metakkannya di meja yang ada di hadapannya....


..."Kamu mau belajar pelajar apa dulu?" Tanya Dien melihat lekat mata Zee yang juga sangat lekat memperhatikannya sehingga mereka saling kontak selama beberapa detik...


..."Yah malah bengong, lo ajarin pelajaran matematika aja deh biar tuh bu Siti gak anggap remeh lagi sama kita," kata Riyan yang di angguki Jastin dan Bili ...


...Dien menarik beberapa centi badannya menjauh dari Zee lalu membuka bukunya yang masih kosong dan buku baca pelajaran matematika...


...Dien mulai menjelaskan dari halaman pertama yang tidak terlalu susah dan memberikan soal untuk di kerjakan Zee setelah selesai menjelaskannya....


...Bahkan teman-temannya Zee juga meminta untuk di beri soal karena mereka melihat Zee yang mengerjakannya dengan mudah. Dengan senang hati, Dien memberikan mereka soal yang sama dengan Zee karena mereka juga mendengarkan penjelasan dari Dien. ...


...Dien mengerutkan keningnya karena Zee dan teman-temannya itu tidaklah orang yang bodoh karena mereka.......