
Zee berhenti tepat di depan mansionya. Dia masih duduk di atas motornya. Teman-temannya sudah tiba di depan motornya.
Leo merasa iba kepada sahabatnya ini. Dia melirik kepada teman-temannya untuk memberi isyarat.
"Sebaiknya lo cari tuh cewek yang bernama Xuyin, Xuyin apa itu namanya. Cina amat anjir," ucap Jastin. Dia juga sangat perhatian kepada Zee yang tidak pernah bersama kedua orang tuanya karena ayah Zee selalu pergi ke luar negeri untuk mengurus bisnis.
"Xuyin, kita bakal bantu lo besok untuk cari tuh cewe dari pada lo harus di hajar sama bokap lo, lebih baik lo belajar bareng tuh cewe. Kta juga bisa belajar bareng lo," kata Riyan lalu diangguki Samuel dan Bili.
-
Tiba-tiba Dien merubah posisinya dari tidur menjadi duduk dengan cepat karena mimpi. Keringat sudah memenuhi pelipisnya
"Kenapa tuh cowok masih aja muncul di mimpi aku. Gak cukup apa ketemunya hanya kemarin. Aku ga mau ketemu dia lagi. Udah cukup di mimpi kedua kalinya," katanya sambil meraba-raba nakas yang berada di samping tempat tidurnya.
Matanya membola ketika melihat jam walkernya menunjukkan pukul enam tigapuluh menit. Dien langsung menyibakkan selimutnya dalam durasi tiga detik karena cepatnya. Dia langsung beranjak dari tempat tidur dan langsung menguncir rambutnya asal.
Setelah selesai dengan seragam sekolahnya dan rambutnya sudah diikat rapi.
Dien melompat lompat untuk memakai satu sepatunya dan cepat mengikatnya. Dia langsung menyambar tasnya yang berada di atas meja belajarnya dan keluar buru-buru dari kamarnya.
"Fugin, mugin, Dien pergi yah. Nanti Dien akan sarapan di sekolah aja soalnya udah telat," katanya yang masih berlari dari tangga.
"Yaudah biar Fugin antar aja," kata Ayahnya yang sudah berdiri
"Gak usah Fugin, aku jalan kaki aja. Sekolahnya juga gak jauh kok. Dien pergi," teriak Dien yang sudah berlari keluar mansionya.
Dia sudah berlari sejauh mungkin. Dia menunduk sambil memegang lututnya dengan nafas yang memburu karena kecapean berlari. Dia berjalan ke halte yang sudah dekat dengannya.
Dan melirik jam Huawei watch GT2 miliknya. Dia menyesal menolak antaran ayahnya tadi. Suara deru motor saut menyaut si jalanan. Awalnya Dien tidak memperdulikan itu tapi karena suara motor itu semakin keras dan jelas.
Puluhan motor berwarna hitam dan jaket dengan lambang setangkai bunga mawar memenuhi jalanan. Dan tiba di pertigaan, motor itu terbagi menjadi tiga bagian. Dien terus memperhatikannya sampai sampai sebuah taxi melewatinya begitu saja.
Dien merutuki dirinya yang begitu bodohnya dan ceroboh dengan terpaksa Dien harus berlari lagi menuju sekolah. Dari jauh Dien melihat pak satpam sekolahnya yang sedang manarik pagar sekolah dengan ukurannya yang begitu besar.
"Pak tunggu pak!!!" Teriak Dien dari jauh sambil berlari kencang
Satpam itu berenti menarik gerbang itu dan menunggu Dien memasuki sekolah. Ketika Dien sudah melewati gerbang itu, satpam itu pun menutupnya
"Hosh...hosh....hosh...makahh....sihhh...pak," kata Dien yang masih menunduk memegang lututnya
"Lain kali jangan terlambat lagi neng," kata satpam itu yang melihat Dien menundukkan kepalanya mengatur nafas
"Iya pak. Makasih ya pak," kata Dien dan berjalan santai menuju kelasnya sambil menarik nafas diikuti dengan gerakan tangannya yang naik turun.
Dia melihat teman-temannya yang masih berdiri di depan kelas dan masih menyandang tas masing-masing. Pintu kelas pun masih belum di buka.
"Kok kalian masih disini?" Tanya Dien
"Nungguin lo lah, ke kantin yuk!" Ujar Mutiara menggandeng tangan Dien
"Tapi bentar lagi kan masuk?"
"Guru sedang rapat dan kelas tidak akan di buka sampai guru guru itu selesai rapat. Kemungkinan besar rapat akan selesai setelah istirahat pertama," kata Yobela
"Kalau tau gini gue gak bakal lari-lari dari rumah sampai-sampai gue gak sarapan," kata Dien dengan wajah lesu
"Kasian banget sih lo, yaudah kita ke kantin aja yuk!" Ujar Mutiara menarik Dien.
Kantin yang sudah heboh dan ribut karena menunggu makanan dan bertambah ribut karena
Kantin yang ribut bertambah makin ribut karena kedatangan inti genk Destroy ke kantin.
Dien mengerutkan keningnya melihat genk itu, sepertinya itu adalah genk yang dia temui di jalan semalam.
Zee ketua geng Destroy terus saja memperhatikan Dien yang juga memperhatikannya. Dien heran kenapa cowok itu terus memperhatikannya, apa jangan-jangan karena semalam Dien sudah ikut campur dalam tawuran mereka?, atau apa?.
Kantin bertambah heboh lagi setelah sunyi beberapa saat karena kedatangan genk Redfire. Dia melihat Alan yang menarik tangannya kemarin.
"Lo tau gak Dien, itu tuh Genk Destroy. Genk Destroy adalah geng motor terbesar di Jakarta. Anggota dari genk ini hampir dari seluruh sekolah SMA negeri maupun swasta yang ada di Jakarta. Geng ini memiliki nama Destroy yang berarti 'MENGHANCURKAN'. Geng itu adalah wild grup yang memiliki beberapa musuh geng besar di Jakarta.
Musuh musuh mereka adalah:
- Blackdog yang artinya anjing hitam yang ganas dan tidak akan pernah melepaskan mangsanya begitu saja. Tapi anggota geng ini tidak ada di sekolah kita.
-Lizard yang artinya kadal. Geng ini pernah kerja sama dengan geng Redfire untuk membalas dendam kepada geng Destroy makanya geng Destroy memusuhi mereka
-Thorn yang berarti duri, geng ini tidak geng yang sangat besar.
Dan terakhir musuh geng Destroy adalah geng Redfire yang artinya api merah membakar musuh. Geng ini geng terbesar di Jakarta setelah geng Destroy. Geng ini adalah satu-satunya geng yang bermusuhan dengan geng Destroy di sekolah ini. Geng ini memiliki 5 anggota inti. Yaitu itu yang di depan namanya Alan ketus geng ini dan yang di sampingnya Renald, dia wakil ketua dan anggota lain yang di kiri itu namanya Loren dan Kenneth dan yang di kanan Renald itu namanya Remon.
Alasan mereka membenci geng Destroy adalah adalah karena geng Destroy memiliki lebih banyak anggota dan penggemar, geng Destroy anggotanya 200 orang sedangkan mereka hanya memiliki anggota 125 orang. Lalu alasan kedua mereka membenci geng Destroy adalah geng Destroy lebih hebat dalam hal bela diri.
Oke, kita lanjutkan ke geng Destroy. Genk Destroy membenci manusia yang berjiwa P2RW," jelas Mutiara
"Nih makanan kalian!" Ujar Yobela membawa makanan yang di pesan mereka. Dia meletakkan makanan itu di depan mereka masing-masing dan duduk di sebelah Dien.
"P2RW itu apa?" Tanya Dien
"P2RW adalah pushi, puny, refuse, wasp. Pushi yang artinya orang yang ambisius dan lancang, puny artinya orang yang remeh dan lemah, refuse artinya sampah dan wasp artinya pengecut. Sampai situ paham?" Tanya Mutiara dan Dien hanya mengangguk.
"Lo jangan buat masalah sama mereka, karena siapapun yang membuat masalah dengan mereka maka mendapatkan misadventure karena mereka gak akan usnape their enemies. Gak ada kata menyerah di geng Destroy. The member of the Destroy roam every where.
Inti dari geng Destroy adalah itu yang paling tampan itu namanya Zee Jesmanra dia ketua geng ini dan wakilnya Leo Dirgantara yang duduk di sebelah Zee dia juga paling tampan disini. Jastin Gavin, Samuel Saputra, Bili Surandri dan Riyan Megantara. Mereka berempat juga inti geng Destroy. Jadi saran gue, lo jangan suka sama salah satu dari mereka," jelas Yobela
"Gak papa jika lo suka sama mereka, soalnya kan mereka punya peraturan yang berlaku yaitu
Respect women, menghargai perempuan,
Respect other people's opinions, menghargai pendapat orang lain,
Never back down when fighting if there is no order from the chairman, pantang mundur saat berperang jika belum ada perintah dari ketua," jelas Mutiara
"Lo tau gak Dien, jika lo nanya sama semua orang yang ada di Jakarta siapa itu Zee Jesmanra atau lebih di kenal dengan Zee si pemburu liar, mungkin gak sampai seratus perseratus persen yang pernah mendengar namanya. Karena salah satu kesalahanlah jika tidak mengenal Zee si pemburu liar.
Zee memiliki sifat yang dingin dan tegas jadi dari karakternya gue gak perlu kasih tau gimana wataknya, lo pasti udah tau. Tapi kadang dia juga ramah sama seperti si Leo. Tapi hati-hati kalau di sampai bersikap ramah sama lo, lo pasti klepek-klepek setengah mati
Bukan cuma karena ketua dari geng Destroy, Zee banyak yang kenal karena dia juga ketua tim basket di sekolah ini. Dan lo....