ZEEDIEN

ZEEDIEN
01_ZEEDIEN




...TINGGALKAN JEJAKMU ...


...START ...


...GAGAL DALAM PERJUANGAN BELUM TENTU KEMUNDURAN ...


...FAILED IN STRUGGLE DOESN'T MEAN DECLINE ...


^^^DIEN XUYIN ^^^


Gadis cantik dengan rambut hitam kecokelatan wavy bob hair bergelombang terurai begitu saja dan kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.


Gadis yang menggunakan celana panjang dan longgar layaknya celana kulot dan baju perut itu sedang memegang koper hitam miliknya


Dia menyapu semua area luas Beijing Capital International Airport, begitu banyak orang-orang yang berlalu lalang melewatinya


"爸爸 飞机什么时候起飞 Bàba fēijī shénme shíhòu qǐfēi,"(ayah jam berapa pesawat akan berangkat) ucap gadis cantik yang menghembuskan nafasnya lelah menunggu pesawat menuju Indonesia


"Bentar lagi sayang," kata ayahnya mengelus surai sang putri


'Fēi wǎng yìnní de hángbān jíjiāng qǐfēi, huānyíng dàjiā dēng jī' (penerbangan menuju Indonesia akan berangkat semuanya di persilakan memasuki pesawat)


Pancaran senyum di bibir manis Dien begitu saja bersinar, akhirnya usahanya untuk menunggu terbayar juga. Dia memasuki pesawat lalu di ikuti ayah dan ibunya


Dia duduk sendiri di depan kursi ayah dan ibunya. Dia akhirnya merasa lega bisa pulang dari Beijing menuju Indonesia. Ke negara tanah air yang sangat kaya akan sumber daya alam. Dien bangga menjadi bangsa negara Indonesia


Pesawat pun terbang menerpa angin di atas udara. Dien melihat alam Cina yang sangat indah, tak lama kemudian dia juga melihat laut yang luas dan setelah itu dia melihat alam Indonesia yang tak kalah Indah dari Cina.


Pesawat berhenti di bandara internasional Soekarno Hatta. Dien menarik koper nya menjauh dari pesawat bersama kedua orang tuanya.


Sebuah taxi berhenti di hadapan mereka. Itu adalah taxi yang di pesan ayahnya. Mereka pun menaiki taxi itu untuk menuju pulang. Dien melihat air mancur mini dan monas di tengah jalan ibukota negara


Dan inilah hal yang sangat di benci oleh Dien yaitu macet di tengah jalan. Banyak mobil yang baris berbaris di tengah jalan. Macet yang di sebabkan oleh anak pelajar SMA yang tawuran di tengah jalan.


Dien menjadi yakin kalau 'MENUNGGU' adalah pekerjaan yang sangat membosankan. Itu adalah pekerjaan yang selalu ingin di hindari oleh Dien tapi tanpa disuruh pekerjaan itu datang sendiri


Dien membuka ponselnya dan melihat foto-fotonya bersama sahabatnya saat berada di Indonesia tiga tahun yang lalu.


Dia juga melihat foto-fotonya bersama sahabatnya yang berada di Cina. Menurut pendapatnya Cina adalah negara yang paling bebas di bandingkan dengan negara Indonesia. Entah kenapa pemikiran Dien merasa seperti itu.


Setengah jam sudah macet berlangsung, dan kini mereka sudah tiba di mansion mereka yang tidak terlalu besar sekali seperti mansion orang yang sangat kaya di Indonesia. Walaupun begitu, mansion mereka masih termasuk mansion besar di kota Jakarta


Dien langsung menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya. Dia sangat merindukan suasana kamarnya ini yang dihias dengan warna hijau muda dan langit-langit kamarnya berwarna biru muda. Warna kesukaannya melambangkan alam yang luas.


Dia merebahkan badannya di atas kasur empuknya dan membenarkan posisi.


Dalam hitungan menit, Dien sudah menjelajahi alam mimpinya.


-


Matahari mulai menunjukkan dirinya dengan sedikit malu-malu, walaupun begitu sinarnya dapat menembus kaca dan tirai kamar Dien. Bahkan kelopak matanya juga merasakan silau sehingga dengan rasa malas dan ngantuk, Dien harus bangun


Dia berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan handuk yang berada di lehernya.


Inilah kebiasaan Dien jika di dalam kamar mandi, dia akan menyanyi dengan suara khas Rock di panggung besar. Hal itu dia lakukan untuk mengurangi rasa dingin air


Limabelas menit sudah dengan kamar mandi. Dien mengeringkan rambutnya menggunakan hire-drayer. Dia mengebaskan rambutnya ke kanan ke kiri


Dien sudah lengkap dengan seragam sekolah putih abu-abu dan rambut gelombangnya terurai indah. Dia menuruni satu persatu anak tangga menuju meja makan


"Zǎo ān bàba māmā," (selamat pagi papah mamah) sapa Dien yang melihat ayah dan ibunya di meja makan


"Ayolah sayang, kamu gak harus pake bahasa Cina lagi. Ini kita udah di Indonesia loh," kata ayahnya


"Hehe maaf fugin kebawa bawa," kata Dien cengiran


''Yaudah sekarang kamu sarapan, nanti telat loh ke sekolahnya apalagi kamu masih anak baru," kata mamanya yang meletakkan segelas susu cokelat di depan Dien


Dien menarik sepasang roti dan mengolesinya dengan selai stobery satu persatu. Setelah itu dia memasukkan ke dalam mulutnya. Acara sarapan pun sudah berakhir dan diakhiri dengan beberapa tegukan susu cokelat


"Untuk sementara kamu berangkatnya bareng fugin aja, biar gak nyasar," kata mamanya yang merapikan meja


"Tunggu fugin siap makan dulu deh," kata Dien menghabiskan susu cokelatnya


"Fugin udah siap, ayo biar sekalian fugin juga mau ke kantor," kata ayahnya yang berdiri dari kursinya


"Yaudah kita pergi yahh mugin, i love you mugin," kata Dien yang mencium pipi sang mamah dan langsung keluar dari rumah


"Hati-hati,'' kata mamanya yang mengikuti mereka sampai ke depan pintu rumah dan melihat kepergian sang anak dan suaminya. Dien masih setia melambaikan tangannya kepada sang mamah


Setibanya di depan gerbang sekolah, Dien langsung mencium sekilas pipi sang ayah dan turun dari mobil


"Iya love you Fugin, bye bye," Kata Dien melambaikan tangannya kepada sang ayah yang tersenyum kepadanya dan yang sudah makin menghilang dari pandangannya


Dien memutar badannya menghadap sekolah barunya yaitu SMA Labschool Kebayoran sekolah elit yang berada tepat di ibukota


Dengan bangunan layaknya gedung dan warna yang khas. Sekolah ini sangat indah


Sekolah elit karena fasilitas yang super lengkap layaknya hotel bintang lima. Dengan asrama dan taman yang penuh dengan beragam macam bunga


Bahkan tersedia studio dan tempat karaoke bagi yang mau bernyanyi. Dien berjalan melewati orang-orang yang menatapnya dengan tatapan aneh karena seragam yang Dien gunakan berbeda dengan mereka.


"Mmm permisi, aku boleh nanya gak?" Tanya Dien kepada seseorang yang sedang duduk sambil menggunakan ponsel


"Iya?, lo anak baru Yah, lo mau nanya apa?"


"Iya aku anak baru. Ruang kepala sekolah dimana Yah?"


"Oh Yaudah ayo biar gue anter!" Ujar gadis itu menarik lembut tangan Dien menaiki satu persatu anak tangga


"Ini ruang kepala sekolah," ucap gadis itu


"Sebelumnya makasih," kata Dien dengan senyum manis di bibirnya


"Kalau gitu gue permisi Yah, gue harap kita bisa satu kelas bye," kata gadis itu dan melangkahkan kaki


Dia berlari sekencang mungkin menuju kelasnya


Darr... semua orang terkejut dibuat gadis itu karena kedatangannya begitu tiba-tiba. Penghuni kelas IPA XI B  meneriaki gadis itu dengan sangat keras


"Lo apaan sih Mutiara buat orang kaget aja deh, gue kira lo guru," kata ketua kelas yang bernama Dion mencibir gadis itu


"Tau nih si Mutiara, buat gue jantungan aja," kata gadis lainnya


"Tuh...tuh teman lo tu Yobela," ucap gadis melempar kertas kepada Yobela


"Teman Dara juga, " kata Yobela menatap malas kepada gadis yang di belakangnya


"Heh, gini gini gue ada kabar baru nih," ucap Mutiara


"Apa. Apa?" Tanya ketua kelas dengan antusias


"Ini nih Mutiara palbis banget," kata gadis yang mencibir tadi dengan nada membanggakan Mutiara. Tanpa gadis itu sadari semua mata menatapnya horor


"Huuuu!" Ledek satu kelas kepada gadis itu


"Alah kalau aja gak ada kabar, mencibir mulu lu," kata Mutiara memutar bola matanya malas


"Kabarnya apa?" Tanya ketua kelas yang penasaran. Pasalnya kalau Mutiara memberikan kabar itu adalah hal yang paling ditunggu tunggu dalam satu kelas


"Kabarnya adalaaaaaaaaaaaah" Mutiara berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang


"Kepo lo pada."


"YEAAA," Teriak satu kelas karena Mutiara tidak akan memberitahukannya lagi kecuali untuk kedua temannya


Mutiara berjalan ke kursi temannya dan membisikkan sesuatu disana. Semua mata penghuni kelas tertuju padanya


"Oke.oke gue akan kasih tau kabarnya," kata Mutiara yang berdiri tegap di depan meja Yobela dan Dara


"Kabarnya adalah, kita kedatangan murid baru."


"Cewe cowo?" Tanya Rio si tukang onar di kelas


"Cantik atau ganteng?" Kali ini Susan si bendahara yang bertanya


" fudul," kata Mutiara malas dan duduk di kursinya


Sungguh teman-teman...


Di ketik dengan Jumkat 1250


FOLLOW ig : elsvano_