
...HAPPY READING ...
"Salah tuh, gue dulu. Dengar Yah dek
Beli kain warnanya merah,
Dari Kediri pakainya batik,
Digodain jangan marah
Salah sendiri punya wajah cantik,"
"Asik," ucap Bili. Mereka tertawa setelah melihat adik kelas itu merasa malu. Sungguh jahat, mereka membuat adik kelas baper dan tidak bertanggung jawab.
"Kalian parah bener bah, buat adik kelas baper gak mau tanggung jawab," kata Mutiara yang melihat kelakuan mereka.
"Lagi dong, lagi dong," kata Riyan tak memperdulikan Mutiara yang baru saja bicara
"Gue...gue punya pantun buat Dara," kata Bili membuat Dara membulatkan matanya dan Samuel menatapnya tajam.
"Langsung aja men!" Ujar Riyan tak sabar mendengarkan pantun Bili
"Kalau kamu jago lukis,
Coba lukis ikan hiu,
Kalau kamu jago bahasa inggris,
Coba tulis I LOVE YOU untukku."
"Asik mantap wuy, sana Dara lo tulis tuh I LOVE YOU sama si Bili," kata Riyan kepada Dara.
"Gue juga punya pantun buat lo Dara," kata Jastin
"Burung Dara di makan hama,
Burung dara makan Jamu---" ucapannya terpotong
"--Mana ada tuh burung dara makan jamu," potong Leo
"Dengar dulu anying," ucap Jastin
"Aku rela dipenjara lama,
Asalkan itu di hatimu." Jastin menaik turunkan alisnya menggoda Dara
Mereka semua tertawa mendengar itu kecuali Samuel yang menatap kejam kepada Jastin dan Bili.
Dan Dien juga sedari tadi hanya berdebat dengan Zee karena tasnya.
"Aku pulang sendiri aja,"
"Gak ada. Kamu pulang bareng gue,"
"Tapi Zee---
Tin.............
Suara klakson mobil membuat mereka semua berhenti dengan aktivitas masing-masing dan menoleh kepada mobil yang baru saja berhenti.
"Fugin...," kata Dien dan langsung merampas tasnya yang di pegang Zee lalu mendekat ke mobil ayahnya
"Mau pulang kan sayang?" Tanya Ayahnya yang turun dari mobil itu bersama ibunya
"Iya Fugin," jawab Dien
"Yaudah bareng ayah aja." Dien mengangguk
"Ohhh...ini ayah sama bunda aku, perkenalkan ayah bunda mereka teman-teman aku," jelas Dien karena melihat teman-temannya hanya diam tak berkutik.
"Hai saya ayahnya Dien dan ini istri saya." Ayahnya memperkenalkan diri.
"Halo," sapa ibunya dengan menunduk. Biasa orang Cina gues
"Halo tante," sapa mereka serempak.
"Yaudah kalau begitu kami duluan yah!" Ujar ayahnya yang memasuki mobil terlebih dahulu.
"Kami duluan yah," ucap Dien dengan tersenyum dan diangguki teman-temannya. "Kalian hati-hati di jalan," teriaknya dari dalam mobil sambil melambaikan tangannya.
"Gimana sayang belajarnya? " Tanya mamahnya.
"Baik mugin...mugin, tangan Dien sakit tadi ada yang gak sengaja nabrak aku," kata Dien mengeluh.
"Sakit?" Tanya Ayahnya. "Iyah Fugin," jawabnya
"Yaudah nanti kita pergi ke tukang urut."
Mobil mereka pun melaju. Teman-temannya Dien masih mendengarkan obrolan mereka.
"Kasian juga tuh si Dien tangannya masih sakit," kata Mutiara dan diangguki Dara-Yobela.
"Bdw, bokapnya Dien ganteng banget, baik lagi," kata Dara
"Nyokapnya juga cantik," timpali Samuel. Dara yang mendengar itu memutar bola matanya malas.
'Idih, sok nyambung banget nih orang udah gitu sok ganteng lagi
"Gue duluan yah!" Ujar Dara menaiki mobil merahnya.
"Hati-hati sist," jawab Yobela.
_
"Gimana sayang tangannya udah baikan? " tanya mamahnya Dien yang memasuki kamar sang putri bersama ayahnya.
"Udah lumayan baikan kok mugin,"
"Itu minyaknya di olesan Yah biar gak biru tangannya," jelas ayahnya
"Mugin aja yang olesin minta!" Ujar mugin nya
"Gak usah Mugin, Dien aja,"
"Besok gak usah sekolah dulu ya nak!"
"Besok libur mugin,"
"Oh bagus dong...sekarang kamu makan dulu yah, biar mugin ambilin makanan dulu," kata mamahnya dan pergi untuk membawa makanan.
"Makan Yah sayang!" Ujar ayahnya mengelus dan mencium pucuk kepala Dien
"Iya Fugin." ayahnya pun keluar
"Ah aku malas banget olesin minyak ini," kata Dien kepada dirinya sendiri.
"Eh..kamu ngapain disini?" Tanya Dien yang sangat terkejut melihat Zee berada di atas tempat tidurnya tepat di sampingnya.
"Mau lihat keadaan tangan lo,"
"Aku baik-baik aja kok,"
"siapa juga yang nanya keadaan lo, gue nanya keadaan tangan lo bukan lo,"
Dien memutar bola matanya malas, "terus kamu masuk dari mana?" Tanya Dien karena dia tidak melihat Zee masuk dari pintu.
"Dari jendela yah?" Tebakmya karena Zee tidak menjawab.
"Sayang...ini nih bunda bawain makanan!" Mendegar itu membuat Dien dan Zee terkejut
"Mampus...kamu pulang....pulang!!!" Ujar Dien mendorong Zee
"Gue gak mau pulang,"
"Sayang kamu udah tidur.."
"Sembunyi..sembunyi!" Dien menyuruh Zee bersembunyi di balik tirai gorden kamarnya.
"Sayang kok kamu masih buka jendelanya, biar bunda tutup yah! Udah malam nanti masuk angin," Ujar bundanya berjalan ke arah jendela kamar Dien setelah meletakkan makanan yang dibawanya di atas nakas.
Darah Dien mendidih ketika bundanya sudah memegang gorden putih itu, "Eh gak usah Gin, soalnya Dien masih mau lihat bintang. Dien mau lihat rasi Orion, rasi sirius banyak deh mugin." Mendengar itu bundanya berhenti.
"Yaudah nanti di tutup yah sayang," ujar bundanya mengelus surai sang putri."
"Siap Mugin." Bundanya keluar dari kamar itu.
Zee juga keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung merebahkan badannya di atas kasur empuknya Dien.
"Kamu ngapain kesini malam-malam?" Tanya Dien yang duduk di sofa yang ada dikamarnya setelah mengunci kamar itu. "Kamu pulang aja nanti di cari om Ridwan,"
"Bokap gue gak di rumah," jawabnya
"Lalu kenapa kamu tidur di kasur aku, kamu tidur di rumah kamu gih. Aku mau tidur!"
Zee mengubah posisinya menjadi duduk. Dien mengira Zee akan pulang tapi dia malah mengambil minyak.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Dien. Zee menarik tangannya dengan perlahan lalu melipat tangan baju Dien lalu mengolesinya dengan minyak. "Gue gak bisa tidur kalau malam," ucapnya masih setia mengolesi minyak pada siku Dien.
"Kamu insomnia?"
"Sejenis itu," katanya merebahkan badannya lagi setelah selesai mengolesi minyak. Aroma kamar Dien langsung membuatnya nyaman dan ingin terus tidur di sini
"Nanti kamu gak dicari sama ib---"
"--ibu gue udah meninggal,"
"Maaf yah, aku gak sengaja," Zee tidak menjawab dan malah memejamkan matanya.
Dien mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan melihat pesan dari teman-temannya
...JOMHAP β...
YOBELA : tumben lo ketus sama pangeran lu @Dara ???
MUTIARA : iya tuh kenapa, marah???
DARA : siapa sih yang kalian maksud???
YOBELA : udah pikun lo???π
MUTIARA : emang lo punya berapa banyak gebetan sampai-sampai lo lupa sama dia hah? π
DARA : mau move on gueπ
YOBELA : gak ada tuh kucing yang pernah gak makan ikan kalo ikan itu udah di depannyaπ
DARA : Sok banget sih lo π apa hubungannya sama ikan coba
MUTIARA : buat gue aja yah!
DARA : berani lo!, lewati mayat gue dulu
YOBELA : yang mau move on diam
DARA : yang gak punya gebetan menyimak yah gues yah!!! π
YOBELA : yah mentang-mentang lo punya gebetan, lo kira gue gak punya gebetan?
DARA : oh siapa tuh???
YOBELA : secret
DIEN : jangan pacar orang yah Bel!!!
DARA : iya tuh jangan buat malu
MUTIARA : pacar orang adalah jodoh kita yang tertunda
YOBELA : 2
DIEN : di dalam kubur di tanya siapa Tuhanmu bukan siapa pacarmu
DARA : 2
Dien meletakkan ponselnya ketika melihat Zee sudah terlelap, "Zee kamu udah tidur?" Tanya Dien menggoyang- goyangkan Zee
"Katanya gak bisa tidur, tapi malah tidur disini," kata Dien, dia memperbaharui posisi Zee. Dia menaruh bantal di bawah kepala Zee menggantikan tangannya yang di buat menjadi bantal. Dien membuka sepatu Zee dan menyelimutinya. Dien memperhatikan Zee sehingga rasa iba muncul di hatinya.
Dien mengambil ponselnya ketika suara notifikasi masuk ke ponselnya itu. Dia melihat pesan dari seseorang.
08237ΓΓΓΓΓΓΓ : nikmatilah kesusahan karena di balik kesusahan itu ada kesulitan
DIEN : siapa yah?
08237ΓΓΓΓΓΓΓ : saya L. D. saya ingin menjadi penyemangat kamu
Dien mengerutkan keningnya, dia memutuskan untuk mematikan ponselnya saja daripada membalas chat dari orang yang gak dikenal.
_
Di lain tempat, Mutiara merasa kesal kepada teman-temannya karena mereka tidak membaca pesan terakhir darinya. Dia memutuskan untuk tidur dengan merungkup setelah mematikan ponselnya dan menaruh di atas nakas.
Masih belum sempat menjelajahi alam mimpinya, suara notifikasi sudah membuatnya harus bangun lagi. Dia meraba-raba nakas dan mengambil ponselnya. Dia menyesuaikan matanya yang masih rabun.
08937ΓΓΓΓΓΓΓ : Tiara, ini gue Alan
Melihat itu dia mengerutkan keningnya............