
"Lo pemborosan banget tau gak!" dumel Laudya saat mereka bertiga sudah sampai di apartemen Kevlar.
"Yaudah sih, belanjanya juga pake duit gue ini." balas Kevlar santai. dia menaruh Una untuk duduk disofa lalu dia mulai menata barang belanjaan nya diatas sofa.
"Ya, gue tau itu duit Lo. tapi kan gak harus borong semuanya kaya gitu!"
"Heh, gue kaya gitu juga karena lo yang terlalu lama milih. coba aja lo cepetan dikit milihnya, ya gak akan gue borong semua."
"Tapi gak asal-asalan gitu Kevlar! Masa semp*k seukuran Lo juga dibeli sih! mana bisa Una pake?"
Kevlar menggaruk pelipisnya yang tak gatal, benar juga. Untuk menutupi rasa malunya Kevlar berjalan ke dapur untuk mengambil susu kotak milik Una.
Sedangkan Laudya memilih masuk kedalam kamar Kevlar untuk membersihkan diri. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore, tandanya mereka menghabiskan waktu selama tiga jam untuk belanja di mall. Setelah selesai membersihkan diri, Laudya memilih asal baju Kevlar yang berada dilemari. sudah dari kemarin Laudya memakai pakaian Kevlar. salahkan Kevlar sendiri tidak bilang kalau dia harus menginap disini.
Setelah memakai kaos Kevlar yang kebesaran ditubuhnya, Laudya keluar dari kamar hendak memasak untuk makan malam.
Laudya dapat melihat Una dan Kevlar sedang sibuk mengunboxing belanjaan tadi. Karena tidak ingin berlama-lama, Laudya langsung berjalan ke dapur.
Dibukanya kulkas. Laudya mengambil Ayam dan sayuran. Malam ini dia berniat untuk memasak sup ayam. lumayan lah, selama tinggal di apartemen Kevlar, Laudya dapat memenuhi gizinya. Wajar Laudya ini anak kos yang harus selalu mengirit biaya pengeluaran.
Laudya mencuci ayam di wastafel, lalu dia juga mencuci sayuran yang sudah dia potong-potong. Ada wortel, kubis, kentang, daun bawang dll yang dibutuhkan untuk membuat sup.
setelah siap semuanya Laudya segera memasak air sembari membuat bumbu. setelah memasukkan bumbu dan ayam kedalam panci, Laudya mulai memasak nasi. tidak banyak. tapi cukup untuk mereka bertiga.
setelah selesai dengan urusan masakannya Laudya berjalan menghampiri Una dan Kevlar yang masih belum beranjak dari tempatnya. Laudya menggeleng, sebegitu betahnya sampai lupa mandi?
"Kev, udah magrib. mandi sana sama Una." suruh Laudya. Kevlar yang masih asik merakit mainan Una hanya mengangguk namun tak beranjak.
"Una, mandi sana sama kakak Kevlar." suruh Laudya lagi. Seperti bapak dan anak, Una melakukan hal yang sama seperti Kevlar.
Laudya berdecak keras. lalu dia segera merebut mainan yang berada ditangan Una dan Kevlar. kedua laki-laki sontak menjerit keras. namun karena melihat pelototan tajam Laudya, keduanya langsung diam.
"MANDI SEKARANG ATAU GAK BOLEH MAKAN MALAM!!"
Seperti terhipnotis keduanya langsung berlari terbirit-birit kedalam kamar. bahkan Una sampai protes karena Kevlar yang menutup pintu kamar sebelum dia masuk.
Laudya menggelengkan kepalanya. Dia merasa sudah menjadi seorang ibu sungguhan. Karena tidak mau semakin pusing, Laudya melanjut kan acara masaknya.
Dua puluh menit kemudian, Laudya sudah selesai menyiapkan makanan diatas meja. namun yang membuatnya heran adalah, Kevlar dan Una belum juga memunculkan batang hidungnya. Laudya jadi penasaran, apa yang kedua laki-laki itu lakukan sampai mandi pun membutuhkan waktu sekitar setengah jam.
...•••••YOUNG PARENTS•••••...
Kevlar melepaskan seluruh pakaiannya dan pakaian Una, lalu keduanya masuk kedalam bathtup yang sudah dia siapkan.
"Siap??" tanya Kevlar sembari menggendong tubuh Una seperti pesawat terbang.
Una mengangguk dengan semangat, batita itu bertepuk keras saat tubuhnya mulai melayang. Kevlar semakin mengeratkan cekalan nya karena Una terus bergerak. dan dengan segera, Kevlar menceburkan tubuh Una dalam bathtub.
"Uaaaa!!! agi Uppa agi." seru Una. Kevlar terkekeh lalu kembali mengangkat tubuh Una dan melakukan hal yang sama sekali lagi.
Una berteriak kegirangan saat tubuhnya masuk kedalam bathtup. lalu dia meminta lagi dan langsung dituruti oleh Kevlar. keduanya bukannya segera mandi malah asik bermain. Bahkan tanpa keduanya sadari mereka sudah menghabiskan waktu setengah jam didalam kamar mandi.
"agi Uppa!" pinta Una.
Kevlar menggeleng cepat, dia sudah lelah. lalu dia ikut mencelupkan tubuhnya kedalam bathtup. Una menghela nafas kecewa. namun saat Kevlar menciprati wajahnya menggunakan air, Una kembali kegirangan.
Kini keduanya malah asik bermain air didalam bathub. Kevlar tertawa keras saat Una gelagapan karena terkena cipratan air terlalu banyak darinya. Karena tidak terima, Una bangkit dari duduknya lalu menghampiri Kevlar. dia mau menggigit tangan Kevlar namun selalu di halangi oleh laki-laki itu.
Una berdecak kesal. dia ingin membalas Kevlar tapi tidak bisa. matanya berkaca-kaca. namun dengan segera Kevlar menenangkan nya.
"Shttt. jangan nangis ah. Orang masih mainan kok nangis." ucap Kevlar sembari mengusap air mata Una.
"Uppa akal! Una au pukul tapi ndak bisa!" ujarnya sambil terisak. Kevlar terkekeh lalu membawa tubuh Una kedalam pelukannya.
"Emang mau gak punya temen?" tanya Kevlar. Una menggeleng cepat.
"Nah, makannya jangan nangis. Nanti kalau nangis gak ada yang mau temenan."
Una mengangguk lagi. "Oke Uppa."
Kevlar terkekeh, dia ingin melanjutkan acara main airnya bersama Una, namun pintu kamar mandinya terlebih dahulu dibuka dengan kasar.
Laudya berdiri didepan pintu sambil berkacak pinggang. Kaos milik Kevlar yang digunakan nya terlihat seperti daster. apalagi rambut Laudya yang dicepol asal membuat Laudya terlihat persis seperti seorang istri yang hendak memarahi suami dan anaknya.
"Bagus ya, udah setengah jam gak selesai-selesai ternyata mainan!" ucap Laudya datar. Una meringsut kearah Kevlar. memeluk tubuhnya sebagai perlindungan. Sedangkan Kevlar menelan ludahnya gugup. baru pertama kali ini dia merinding mendengar suara datar Laudya.
"Mandi udah malem, bukannya cepetan malah mainan! nanti kalau pada masuk angin gimana? Sekarang cepetan mandinya. kalau enggak, gak boleh makan!"
Laudya langsung menutup pintu kamar mandi dengan keras. sontak Una dan Kevlar terkejut. mereka berdua saling berpandangan lalu dengan segera memisahkan diri untuk segera mandi.
Kevlar menyabuni tubuh Una secepat kilat, lalu dia juga melakukan hal yang sama dengan tubuhnya sendiri. tak sampai lima menit keduanya sudah selesai mandi. Kevlar memakai handuk untuk menutupi tubuh bawahnya. sedangkan Una dia anduki seperti ulat yang hanya terlihat kepalanya.
Kevlar dengan segera keluar kamar mandi sembari menggendong Una. Dikasur, sudah ada baju Una dan Kevlar yang sudah Laudya siapkan. Hati Kevlar menghangat saat mendapat perhatian kecil dari Laudya. apalagi sebelumnya tidak ada perempuan yang melayani nya hingga seperti ini.
Karena tidak ingin semakin membuat Laudya marah, Kevlar segera memakai kan baju Una dan bajunya. setelah selesai, Kevlar kembali menggendong tubuh Una dan membawanya ke pantry.
Disana, Laudya sudah duduk sembari memakan makanan nya. Kevlar menelan ludahnya saat mencium aroma masakan yang lezat. dengan cepat dia mendudukkan tubuhnya disamping Laudya sembari memangku Una.
Seperti insting, Laudya bergerak untuk mengambilkan Kevlar makanan. dia menyerahkan piring yang sudah dia isi nasi dan sup ayam kepada Kevlar. lalu setelahnya dia mengambil Una dan menyuapinya.
"Lo udah makan?" tanya Kevlar. Laudya mengangguk sembari menyuapi Una.
Kevlar kembali diam dan melanjutkan makannya.
"Umma,,, Una gak mau itu." rengek Una sembari menolak suapan Laudya yang ada wortelnya.
"Eh, Ini wortel bagus untuk mata loh, masa Una gak mau?" bujuk Laudya. Una menggeleng cepat.
"Gak au Umma, gak enak."
"Ini enak kok. apalagi kakak yang masak."
"No!! ukan kakak, tapi Umma!" ralat Una. Laudya menggeleng.
"Kakak Una, bukan Umma." balas Laudya.
Una menggeleng cepat, Matanya berkaca-kaca. Kevlar yang melihat itu pun jadi tidak tega.
"Yuadah gini aja, kalau Una mau makan wortelnya, nanti panggilnya Umma Laudya, bukan kakak Laudya lagi, gimana?" lerai Kevlar.
Laudya mendelik tidak setuju, namun dengan cepat Kevlar membungkam mulutnya yang hendak bersuara.
"Oke. makan woltel."
Laudya mendengus kasar, lalu meminta Kevlar untuk segera melepaskan tangannya. lalu dengan segera Kevlar melepaskan bungkamnya.
"Yaudah sini akkk!" ujar Laudya.
Una membuka mulutnya lebar-lebar lalu menerima suapan dari Laudya. mulut kecil itu terus mengunyah yang Laudya suapkan sampai habis tak tersisa. Hal itu juga dilakukan oleh Kevlar. dalam hati, dia berdecak kagum saat merasakan masakan Laudya yang terasa sangat pas dilidahnya. rasa Kevlar ingin setiap hari memakan masakan Laudya.
Dan semoga saja itu dapat terjadi.
...•••••BERSAMBUNG•••••...
NOTE : Kalau kalian suka cerita ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya. Terus dukung aku dengan cara vote dan komentar dicerita ini. terimakasih.