YOUNG PARENTS

YOUNG PARENTS
YOUNG PARENTS 5



Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya Laudya mengalah dan memilih tidur dengan berbagi kasur bersama laki-laki itu.


"Btw nama Lo siapa?" tanya Laudya. pasalnya mereka berdua belum berkenalan sama sekali.


"Muhammad Kevlar, panggil aja Kev, atau Kevlar." jawab Kevlar.


"Gue Laudya Shakira, panggil aja Laudya."


Kevlar mengangguk, lalu dia bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Kevlar tidak berbohong, tubuhnya sudah terasa sangat lengket. Setelah beberapa menit memulai ritual mandinya, Kevlar keluar dengan menggunakan pakaian santainya.


Dia melihat kearah kasur yang sudah ditempati oleh Laudya dan batita itu. Keduanya sama-sama sudah memejamkan mata sambil berpelukan. Dalam hati Kevlar berdecak, kenapa didalam hatinya dia merasa iri.


Kevlar berjalan kearah kasur lalu mematikan lampu dan menggantikan nya dengan lampu tidur, setelah itu dia melepas bajunya. Kebiasaannya jika akan tidur. Kevlar tidak bisa kalau harus memakai baju. tubuhnya akan merasa gerah dan berakhir tidak bisa tidur.


Kevlar langsung merebahkan tubuhnya disamping batita itu. matanya menatap sekilas kearah mereka berdua lalu dia memejamkan mata. belum ada satu menit, perut Kevlar sudah berbunyi.


Ck, sialan!


Bisa-bisanya Kevlar lupa belum mengisi perutnya sedari tadi siang. dengan malas, Kevlar bangkit dari tidurnya dan berjalan kearah dapur. mencari sesuatu yang bisa dimakan.


Kevlar mengumpat kesal saat tidak menemukan makanan instan yang dapat dia masak. didalam kulkasnya hanya berisi telur, ayam, dan sayuran yang sudah layu.


Kevlar mengambil air mineral kemasan lalu meneguknya kasar. malam sial! batinnya. Ditengah kekesalannya, Kevlar dikagetkan dengan kehadiran seseorang.


"Anjing!" umpat Kevlar langsung.


Laudya menatap tajam Kevlar, lalu dia berjalan melewati laki-laki itu dan membuka kulkas.


"Mau ngapain?" tanya Kevlar.


"Makan lah, laper!" sahut Laudya ketus.


"Percuma, gak ada makanan."


"Ini apa kalau bukan makanan?" tanya Laudya sembari mengeluarkan ayam di freezer.


Kevlar mengangkat bahunya, "Kaya bisa masak aja lo!"


"Lo ngeremehin gue?" tanya Laudya tajam.


"Enggak sih, kalau lo bisa buktiin."


"Oke gue buktiin! Awas Lo, gue mau masak." usir Laudya. lalu dia berjalan kearah wastafel untuk mencuci ayamnya. Setelah selesai mencuci ayam, Laudya mengupas bawang putih dan bawang merah serta rempah-rempah yang lainnya. Laudya berniat memasak ayam ungkep saja yang gampang.


Sebenarnya ada yang lebih gampang, yaitu menggunakan bumbu racik, tapi Laudya kurang suka dengan rasanya. jadi dia memilih dengan yang biasa saja walau harus menunggu lama.


Kevlar hanya duduk diam di pantry sambil memperhatikan Laudya yang cekatan dengan peralatan masak miliknya. sebenarnya Kevlar tidak pernah masak, namun karena sifat protektif orangtuanya, akhirnya Kevlar pasrah menerima bahan makanan setiap bulannya. walaupun harus berakhir dengan dibuang.


"Kev, berasnya dimana?" tanya Laudya yang membuyarkan lamunan Kevlar.


Kevlar tersentak kaget, lalu dia bangkit dari duduknya dan membuka laci khusus beras. Sedangkan Laudya langsung mengambil beras satu takar, lalu mencucinya.


Pekerjaan Laudya sudah beres, tinggal menunggu ayam, dan nasinya matang, lalu mereka berdua sudah bisa makan. Laudya berjalan menghampiri Kevlar lalu duduk disebelahnya.


"Gue kira lo udah tidur." ucap Kevlar membuka percakapan.


"Belum lah gila, gue cuma merem doang biar tuh anak ikutan merem." sahut Laudya.


Kevlar hanya mengangguk saja. lalu keduanya kembali diam. menyisakan keheningan yang sedikit akward.


"Btw, Lo kok gak pake baju sih?" tanya Laudya. sebenernya ini bukan pertanyaan yang bagus, tapi apa boleh buat. Laudya tidak tahan dengan keheningan.


"Kenapa emang? napsu Lo?"


Laudya langsung menabok punggung Kevlar keras.


"Gak ada akhlak Lo!" ujar Laudya sembari bangkit untuk mengaduk ayamnya.


"Punya kecap gak Lo?" tanya Laudya.


"Liat di kulkas." jawab Kevlar sembari berjalan kekamar untuk memakai baju dan mengambil ponselnya.


Ayam kecap ala Laudya sudah matang, Laudya memindahkannya kedalam mangkok lalu menatanya diatas meja. lalu tak lama kemudian nasinya juga sudah matang. Laudya segera mengambil piring dan mengisinya dengan porsi yang cukup banyak. karena laudya tau, Kevlar bener-bener kelaparan.


Beberapa menit kemudian Kevlar datang sudah menggunakan baju sambil mengutak-atik ponsel, lalu matanya menatap kearah meja makan yang sudah diisi oleh makanan. langsung saja Kevlar mendudukkan dirinya disebelah Laudya.


"Wih, beneran bisa masak." ucap Kevlar kagum.


"Iya lah, gue gitu loh!"


Keduanya diam sama-sama menikmati makanan yang terhidang. Kevlar makan dengan lahap. masakan Laudya terasa sangat cocok dilidahnya, walaupun hanya ayam kecap, Kevlar tetap suka. Karena sangking laparnya Kevlar sampai menambah lagi. Hal itu membuat Laudya menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai mengisi perutnya, Kevlar langsung menuju kamar, sedangkan Laudya membereskan peralatan makannya. setelah semuanya beres, Laudya langsung menuju kamar. Laudya dapat melihat bahwa Kevlar sudah tidur tanpa menggunakan bajunya. sedangkan disebelahnya, seorang batita yang sudah tertidur pulas.


...•••••YOUNG PARENTS•••••...


Cahaya matahari berlomba-lomba menerobos masuk melalui celah-celah gorden. Menyinari ketiga insan manusia yang tidur sambil berpelukan.


Laudya menggeliat dalam tidurnya saat merasakan adanya beban berat yang menimpa tubuhnya. Laudya mengerjakan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan dengan cahaya matahari.


Setelah kesadarannya terkumpul, mata Laudya langsung membelak saat melihat Kevlar sedang memeluk tubuh nya dengan erat. jangan lupakan batita yang terhimpit ditengah-tengah mereka.


"AAA!!!" Laudya berteriak kencang mengagetkan Kevlar dan batita itu. Kevlar langsung mendudukkan tubuhnya dan menatap Laudya dengan panik.


"Ada apa?" tanyanya. sedangkan ucapan Kevlar disahuti dengan suara tangis yang menggelegar dari batita itu. dengan sigap, Kevlar membawa tubuh batita itu kedalam gendongannya.


"Kenapa lo peluk-peluk gue?!" tanya Laudya tajam. Kevlar mengernyit bingung sambil memenangkan batita yang berada digendongnya. namun beberapa menit kemudian, setelah nyawanya terkumpul, Kevlar menatap tajam Laudya.


"Jadi Lo teriak cuma gara-gara itu?!" ucap Kevlar dingin.


"Cuma, kata Lo?"


"Gak usah lebay deh jadi cewek. cuma gitu dong teriak-teriak gak jelas, ngagetin orang aja!" sebal Kevlar sembari menurunkan batita digendongnya yang sudah kembali tenang.


Saat ingin membalas ucapan Kevlar, batita itu merangkak menghampiri Laudya.


"Umma, Mimi." ucapnya dengan wajah sembab. Laudya jadi merasa bersalah, lalu segera mengangkat batita itu ke gendongannya lalu berjalan keluar. Mengabaikan Kevlar yang kembali merebahkan tubuhnya dengan terus mengumpat.


"Mimi susu ini ya," ucap Laudya sambil mengangsurkan susu kotak kepada batita itu. Batita itu menurut, lalu meminum susunya dengan cepat. Laudya mengelus lembut rambut batita itu.


"Adek lapar??" tanya Laudya. Setahunya sedari kemarin batita itu tidak memakan apapun selain meminum susu pemberiannya. itu pun hanya satu kotak. Batita itu lantas mengangguk cepat.


"Una lapal Umma." sahutnya dengan cadel.


Laudya terkekeh geli, lalu mencium gemas pipi bulat batita itu. "Oh, nama adek Una?"


Kali ini batita itu mengangguk membenarkan. tidak menolak seperti kemarin. setelah itu Laudya menaruh batita itu diruang tengah sembari menyetelkan saluran anak-anak. setelah dirasa aman, laudya berjalan kearah kamar mandi yang berada diluar kamar, untuk mencuci muka dan sikat gigi.


Setelah selesai dengan moring routine nya, laudya berjalan kearah dapur untuk memasak. Laudya memasak nasi goreng dengan menggunakan nasi sisa semalam, dan menambah telur mata sapi.


Sedangkan didalam kamar, Kevlar langsung bangkit dari tidurnya saat hidungnya mencium bau harum masakannya yang mampu membuat perutnya bergejolak minta diisi.


Kevlar langsung mendudukkan dirinya di pantry saat melihat Laudya yang sedang menata masakannya.


"Akh!" pekik Laudya kaget saat melihat kedatangan Kevlar yang tiba-tiba.


"Ngagetin aja sih Lo!" kesal Laudya. Sedangkan Kevlar hanya acuh sambil mengacak-acak rambutnya. Laudya menatap tajam kearah Kevlar yang bahkan belum cuci muka dan sikat gigi itu.


"Kenapa diem? cepetan gue udah laper!" ucap Kevlar kesal.


"Lo gak boleh makan!" balas Laudya. mata Kevlar langsung membelak.


"Kenapa?!" tanyanya sewot.


"Ya kali, Lo belum cuci muka, sikat gigi, udah mau makan aja!"


"Ck, itu nanti aja. sekarang makan."


"Gak! Pokoknya kalau lo belum cuci muka sama sikat gigi, Lo gak boleh makan!" ujar Laudya final. Kevlar berdecak kesal, namun dengan cepat dia berjalan kedalam kamar untuk cuci muka dan sikat gigi seperti yang Laudya katakan.


Laudya menggelengkan kepalanya, lalu membawa dua piring berisi nasi goreng itu keruang tengah. Laudya menaruh salah satunya dimeja, lalu salah satunya lagi masih dia pegang. Laudya duduk disamping batita itu, Una.


"Una doyan nasi goreng?" tanya Laudya. dia menatap cemas batita itu. Laudya tidak tau apa makanan yang biasa batita itu makan, jadi dia hanya membuat nasi goreng.


Batita itu mengangguk. diam-diam Laudya menghela nafas lega. lalu dia memakan nasi goreng nya sembari menyuapi batita itu.


Tak lama kemudian Kevlar menghampiri Laudya. Kini Kevlar sudah terlihat segar dan sudah memakai bajunya. saat Kevlar ingin duduk, dengan cepat Laudya menghentikan nya.


"Apalagi??" ujar Kevlar kesal. Cuma mau makan aja banyak halangan nya.


"Tolong ambil minum dulu, tadi gue lupa."


Dengan kesal Kevlar berjalan kearah dapur untuk mengambil minum seperti perintah Laudya. Beberapa menit kemudian Kevlar balik dengan membawa dua gelas air putih dan satu kotak susu. Kevlar langsung menaruh dengan kasar diatas meja lalu mengambil nasi gorengnya dengan cepat.


Mata Kevlar membelak saat merasakan suapan nasi gorengnya. Enak! Itu yang dapat mewakili perasaan Kevlar saat ini. maklumlah, dia kan laki-laki. kalau di luar, kalau gak makan mi, ya gak makan. itulah Kevlar.


"Kenapa? gak enak ya?" tanya Laudya.


Kevlar langsung mengunyah cepat nasi gorengnya lalu menggeleng, "Lumayan lah."


...•••••BERSAMBUNG•••••...


NOTE : KEDEPANNYA AKU AKAN MENGGANTI KATA 'BATITA ITU' MENJADI NAMANYA SENDIRI YAITU 'UNA'