YOUNG PARENTS

YOUNG PARENTS
YOUNG PARENTS 3



Mata Laudya langsung membola saat mendengar ucapan laki-laki didepannya.


"LO GILA?!" ujarnya lantang.


Kevlar mengusap telinganya karena mendengar suara teriakan Laudya terlalu melengking.


"Bisa biasa aja gak?" katanya kesal.


Laudya berjalan meninggalkan Kevlar, namun tangannya terlebih dahulu dicekal oleh laki-laki itu.


"Dengerin penjelasan gue dulu, makannya!"


"Gak mau! Pokoknya gue GAK MAU!" kekeh Laudya sambil menekan kata belakang nya.


"Heh, denger. Maksud gue it--"


"GUE GAK MAU!! KALAU LO MAU, LO AJA YANG NYUSUIN DIA!" teriak Laudya kesal.


Bahkan beberapa pengunjung supermarket sampai menatap kearah Mereka. Kevlar berdecak. lalu dengan segera dia menggeret tangan Laudya dan membawanya keluar.


Kini tatapannya berubah tajam. sepertinya gadis seperti Laudya ini tidak bisa diberi pengertian dengan cara yang lembut. Baiklah Kevlar akan menggunakan cara lain.


"Dengerin gue!" ucap Kevlar dingin setelah mereka berdua sudah tiba didepan supermarket.


"Maksud gue itu, lo cuma nyusuin dia sebentar doang. Lo tau kan, kalau payudara lo itu belum bisa memproduksi ASI. Nah, biarin tuh bocil nyusu sama lo sebentar, nanti kan dia ngerasain kalau punya lo itu gak keluar susu. Nah, nanti kita kasih susu kotak sebagai pengganti ASI." jelas Kevlar panjang lebar.


"Tapi gue tetep gak mau!!"


"Ck, susah amat sih dibilangin!"


"Ya Lo pikir,, gue mau nyusuin anak orang yang ilang? Enggak lah! Apa lagi gue masih gadis! ogah banget. Pokoknya gak mau, Titik!"


Kevlar berdecak, dia menatap tajam Laudya, tangannya sudah mengepal sedari tadi menahan emosi.


"Emang lo gak kasian sama nih bocah? dia udah bener-bener kehausan!"


"Salah dia sendiri gak mau minum."


"Eh,, masih untung nih bocah gak rewel minta minum sedari tadi! Dia cuma diem aja sampe nunggu Lo mau nyusuin dia. Tinggal disusuin sebentar aja apa susahnya sih? Kasian itu anak orang udah lemes banget!" Bentak Kevlar. luntur sudah pertahanannya untuk menahan emosi.


"Lo pikir dong, nyusuin anak orang gak segampang meres susu pacar lo!" ujar Laudya yang ikutan emosi.


Sedangkan batita itu hanya terdiam sambil melihat pertengkaran kedua remaja yang sudah dia anggap sebagai Orangtuanya.


"Umma... Uppa..." panggilnya lirih. Batita itu sudah seperti tidak mempunyai tenaga lagi. tenggorokan kering, ditambah dia memang sedari tadi belum mengisi perutnya.


"Mimi.." kini bibirnya melengkung kebawah. mata bulatnya berkaca-kaca.


Kevlar menghembuskan nafasnya. lalu dia merebut batita itu dan membawanya ke supermarket untuk membeli susu. sedangkan Laudya hanya menunggu didepan tanpa ingin menyusul.


Laudya melihat kerah langit yang sudah berubah menjadi warna oren, menandakan sebentar lagi pergantian siang dan malam.


Laudya menghembuskan nafasnya. hari ini benar-benar melelahkan. apalagi harus terus adu mulut dengan seorang laki-laki yang bahkan sampai detik ini dia masih belum tau namanya.


Tak lama kemudian, laki-laki itu keluar dari supermarket dengan sebelah tangannya menggendong batita itu, dan sebelah tangannya lagi menenteng plastik besar.


Mereka berdua berjalan beriringan kearah mobil Kevlar yang terparkir. keduanya sama-sama diam. Bahkan saat mobil sudah meninggalkan pekarangan supermarket masih belum ada yang mau membuka suara.


...•••••YOUNG PARENTS•••••...


Laudya turun dari mobil, lalu dengan cepat dia berjalan kearah kontrakannya dan masuk begitu saja. meninggalkan Kevlar yang berjalan dibelakang nya.


Kevlar menurunkan batita itu dan memberikannya sekotak susu yang dia beli.


"Minum ini dulu ya?" rayu Kevlar. Memang hanya Kevlar yang sedari tadi kasian melihat Batita itu.


Batita itu menggeleng, "Gak au, Uppa. Una au Mimi."


Kevlar menghela nafas, dia masih terus merayu batita itu agar mau meminum susu yang ia beli. Namun batita itu tetap kekeh pada keinginannya.


Ck, dua orang yang sama-sama keras kepala! Pikirnya.


Sedangkan Laudya hanya mengintip disela-sela bilik kamar mandi. memang sedari tadi dia sengaja tidak mau menampakkan diri dihadapan laki-laki itu. Laudya benar-benar marah.


Namun lama-kelamaan dia menjadi tidak tega melihat wajah batita itu yang sudah berubah pucat. Apalagi perjuangan Kevlar yang terus merayu batita itu agar mau meminum susu.


Tapi Laudya tidak bisa menyusui orang lain begitu saja. Dia tidak ingin ada yang menyentuh nya selain suami dan anaknya, nanti.


Batin dan pikiran Laudya terus berperang. Sampai-sampai Laudya tersentak karena sebuah teriakan.


"Heh, kenapa?? bangun! woy bocil!" seru Kevlar sambil menepuk-nepuk pipi batita itu pelan.


"Kenapa??" tanya Laudya panik.


Kevlar menggeleng panik. perasaan kini tak karu-karuan.


Dia menatap Laudya dengan melas. Biarlah ia memohon untuk pertama kalinya kepada seseorang, ini hanya demi batita didepannya.


"Gue mohon, bener-bener mohon banget sama lo. Plis, susu in dia sebentar aja." ujar Kevlar dengan memohon.


Laudya bingung bukan kepalang. Disatu sisi dia ingin sekali mengikuti kata-kata Kevlar, namun disisi lain pikirannya menolak mentah-mentah.


Laudya menggigit bibirnya, dia berdoa dalam hati. Semoga ini pilihan yang tepat!


"O-oke." jawabnya dengan ragu-ragu.


Kevlar langsung menatap terkejut kearah Laudya. Senyuman manis langsung tercipta di bibirnya.


"Beneran??" ujar Kevlar antusias.


Dengan ragu Laudya menganggukkan kepalanya. Oke, ini hanya untuk menyelamatkan batita yang sedang mengalami dehidrasi Laudya. pikirannya dalam hati.


Dengan cepat Kevlar memberikan batita itu kepada Laudya. Laudya menerima nya, lalu menatap batita itu yang sudah pucat di pangkuannya. Laudya meneguk salivanya. jantungnya berdebar kencang.


Laudya mengangkat bajunya sebatas dada, namun dia langsung menurunnya kembali saat menyadari sesuatu.


"Ngapain loh masih disini?!!" ujar Laudya tajam.


Kevlar yang sangat antusias melihat batita itu hanya mengerjap pelan, "Ha??"


Oke, sepertinya Kevlar belum sadar dengan posisinya sekarang ini.


Laudya berdecak lalu melemparkan sekotak susu yang tergeletak dilantai kearah Kevlar.


"Aduh,, sakit!!" ujarnya sambil menatap tajam Laudya.


"Keluar lah bego. Gue mau nyusuin nih bocah." ucap Laudya dengan sedikit malu saat mengatakan 'Nyusuin' didepan Kevlar.


Tak jauh dari Laudya, Kevlar juga menjadi salah tingkah sendiri. lalu laki-laki itu menggaruk telinganya yang sudah berubah menjadi merah, saat dia benar-benar malu seperti sekarang.


Dengan perlahan, laki-laki itu keluar dari kontrakan Laudya dan duduk didepan teras seperti orang ilang. Sebenarnya dia sedikit kecewa karena tidak bisa melihat secara langsung saat Laudya menyusui batita itu, namun dengan cepat dia menghapuskan segala pikiran yang merujuk kearah sana diotaknya.


Sebenarnya dia juga bingung, Kenapa dia mau-mau sah ikut direpotkan dengan dua orang baru, yang sama-sama memiliki sifat keras kepala itu. Padahal Kevlar adalah salah satu orang yang malas ribet, cuek terhadap sekitar, dan tidak terlalu suka bersosialisasi.


Tapi entahlah, saat dirinya bergabung dengan dua orang yang sama-sama keras kepala itu, sesuatu didalam hati Kevlar seperti bergetar hebat.


Sedangkan Laudya menggigit bibirnya pelan, dia benar-benar akan menyusui batita dipangkuan nya ini. Tadi setelah menyuruh Kevlar keluar dan menutup pintu, Laudya sudah membuka bajunya dan menyisahkan tanktop dan bra-nya saja.


Laudya sedikit malu saat mata batita itu berbinar cerah saat Laudya mulai mengangkat tanktop nya hingga diatas dada. Dan, nampak lah kedua payudaranya yang masih tertutup oleh bra renda berwarna hitam miliknya.


Dengan ragu, Laudya mulai mengeluarkan salah satu payudaranya. Dia merasa merinding saat batita itu mulai mendekat. Apalagi nafas batita itu mengenai permukaan payudaranya yang sudah terbuka.


Batita itu langsung mendekat dengan mulut terbuka kearah payudara Laudya, dia siap menghisap dengan kuat sumber air minumnya. Namun sebelum itu terjadi Laudya menghentikan kepala batita itu cepat.


"Apa Umma?" tanyanya.


Laudya menelan salivanya susah payah, lalu menggeleng pelan. badannya mulai mendingin. dia melepaskan tangannya lalu menatap batita itu.


Laudya,,, lo pasti bisa! cuma sebentar aja kok! Semangat!! ujarnya dalam hati.


Laudya memegang payudara nya sendiri dan mengarahkannya kepada batita itu. dengan cepat batita itu langsung mengulum payudara Laudya didalam mulutnya.


Laudya menggeliat geli saat merasakan Pitung mulai dikulum. dia menggigit bibirnya keras dan membuang mukanya kearah samping.


Laudya merasakan putingnya dihisap dengan kencang sehingga menimbulkan rasa geli dan nyeri bersamaan. Laudya langsung menatap batita itu yang juga ikut menatapnya. lalu batita itu melepaskan hisapannya dan Melihat payudara sebentar.


Laudya benar-benar malu. saat dia ingin menutup kembali payudara, namun batita itu kembali mengulumnya.


Mungkin karena tidak merasakan ada aliran air di tenggorokan nya, batita itu melepaskan hisapannya cepat. Laudya yang melihat itu langsung saja menyodorkan sekotak susu yang berada disampingnya.


Dia mengarahkan susu itu pada batita di pangkuannya ini.


"Air susu kakak udah abis dimasukin kedalam sini. Kalau adek mau minum,, minumnya lewat sini. kalau yang disini udah abis." ujar Laudya seperti yang diajarkan oleh Kevlar.


Batita itu hendak menolak, namun karena bujukan dari Laudya, akhirnya batita itu mau meminum susu kotak pemberiannya.


Laudya menghela nafas lega. Akhirnya batita itu mau meminum susu kotaknya. Kenapa tidak sedari tadi aja si??


...•••••BERSAMBUNG•••••...


NOTE : INI HANYA CERITA KARANG AUTHOR, BELUM TENTU TERJADI DI DUNIA NYATA. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA DAN MENGAMBIL SISI POSITIFNYA SAJA. JIKA TIDAK SUKA TIDAK USAH DIBACA.