You Give Me A Reason

You Give Me A Reason
Memalukan



“ lepasin dia *******! “ ucap emir sambil mendaratkan tinjunya pada lelaki asing itu


“ fu*k! Dia milik gue, jangan ikut campur “ umpat lelaki asing itu pada emir


Nabila berlari ke lantai dansa karena melihat mira ditarik-tarik oleh dua orang lelaki “ apa yang kalian lakuin sama temen gue “ teriak nabila pada emir dan lelaki asing itu sambil menarik tubuh mira dari dua pria itu


“ temen kamu mau dibawa sama si brengsek ini “ ucap emir emosi


Tiba-tiba seorang lelaki datang menghampiri mereka karena menimbulkan kerusuhan “ ada apa ini? “ ucap fadil yang ternyata pemilik club dan juga teman emir


“ si brengsek ini mau nyelakain adeknya temen saya “ jelas emir pada fadil


“ keamanan.. tolong usir dia keluar. Jangan izinkan dia masuk lagi kesini. Gue nggak mau dia buat kerusuhan lagi di club gue “ titah fadil


Setelah lelaki asing itu dibawa pergi, nabila menarik tangan mira ke bahunya untuk membawa mira pulang “ makasih ya mas udah nolongin temen bila “ ucap bila tulus sambil tersenyum ramah


Tiba-tiba emir menarik tubuh mira dari nabila lalu membopongnya “ biar saya yang ngantar mira “ “ dil, tolong kamu antar dia” ucap emir singkat sambil membawa mira keluar


“ mau dibawa temen gue “ teriak nabila namun emir dengan cepat meninggalkannya


“ tenang aja, temen kamu aman kok kalau sama emir “ ucap fadil


“ jadi dia yang namanya emir” batin nabila sambil manggut-manggut


“ ya udah yuk aku anter kamu pulang “ ajak fadil pada nabila


“ tapi gue bawa mobil “ balas nabila


“ besok mobil kamu biar saya antar kerumah. Lagian ini udah malem banget, nggak mungkin saya biarin cewek pulang sendirian di jam segini “ ucap fadil keukeuh ingin mengantar nabila pulang


“ ya udah deh “ ucap nabila pasrah


Emir menopang tubuh mira sampai keparkiran, sampai dimobil emir mendudukkan mira di kursi penumpang samping kemudi lalu memakaikan seat-belt pada tubuh mira. Sekejab emir terdiam sambil menatap mira yang mengoceh tak karuan.


Setengah jam perjalanan, sampailah emir di depan rumah mira. Dia turun kemudian membuka pintu mobil disebelahnya untuk menurunkan mira.


“ lepas, jangan sentuh gue. Gue benci sama lo“ ucap mira masih dalam keadaan mabuk sambil berjalan menjauh dari emir. karena mabuk tubuh mira sempoyongan dan hampir jatuh, dengan sigap emir menahan tubuh mira yang akan jatuh.


“ lo ngapain sih pegang-pegang gue! Jangan ambil kesempatan dalam kesempitan “ sungut mira sambil menepis tangan emir


“ saya tidak ambil kesempatan, saya cuma nolongin kamu” balas emir


“ nggak usah alasan deh, gue tau betapa liciknya lo. Kalau bukan karena lo, gue nggak bakalan mabuk kayak gini. Kenapa lo harus hadir dihidup gue dan menambah segala masalah gue. Gue itu kesini mau bebas, gue udah capek diatur-atur kayak boneka. Tapi lo datang merusak segala rencana gue! Gue benci sama lo, gue benci hikss.. hiks.. “ celoteh mira sambil menangis. Seketika emir terdiam dengan kata-kata yang terlontar dari mulut mira


“ sekarang mending lo pergi dan...”


Huekk....


Keesokan paginya mira terbangun di kamarnya dengan kepala yang sangat pusing. Dia mencoba mengingat-ngingat apa yang terjadi tadi malam, namun semakin dia mengingat semakin sakit kepalanya.


“ ****... kenapa gue nggak inget apa-apa tentang semalem” ucap mira sambil merutuki dirinya sendiri


Mira mencoba turun dari dari tempat tidurnya, tapi tiba-tiba matanya menatap sesuatu yang ada diatas nakas, sebuah bungkusan berwarna biru. Dibukanya bungkusan tersebut yang ternyata isinya adalah obat hangover. Diletakkannya kembali obat itu, lalu mira berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setengah jam kemudian mira baru keluar dari kamar mandi, setelah berpakaian mira turun kebawah untuk membuat sarapan.


“ nih..” ucap nabila yang tiba-tiba sudah ada disamping mira sambil memberikan bungkusan berwarna biru


“ ngapain lo ngasih itu banyak-banyak, yang diatas aja belum gue minum “ ucap mira terheran


“ gue baru beli ini barusan, gue juga belum ada masuk kamar lo sejak tadi malam” jelas nabila


“ ya kalau bukan lo yang naruh disitu terus siapa? Nggak mungkin kan setan “ balas mira acuh


Nabila terdiam lalu berpikir sejenak, “ mungkin mas emir yang naruh kali ya “ ucap nabila menebak


“ siapa tadi lo bilang? “ tanya mira saat nabila mengucapkan sebuah nama yang terdengar tidak asing bagi mira


“ maksud lo mas emir” ucap nabila memastikan


“ kenapa lo bilang dia yang naruh itu obat dikamar gue? “ tanya mira sambil menatap nabila lekat-lekat


“ buka itu ****, maksud gue kenapa dia bisa naruh itu dikamar gue? Dikamar bil dikamar” jelas mira sambil menekankan kata dikamar


“ kan yang bawa lo kekamar mas emir, emang lo kira gue kuat apa gendong lo kekamar dalam keadaan lo yang pingsan karena mabuk “ jelas nabila sambil memakan sandwich yang dibuat mira


“ maksud lo apa dia yang bawa gue kekamar? Terus kenapa bisa dia? “ tanya mira penuh kebingungan


“ apa lo nggak inget sama kejadian tadi malam? “ nabila bertanya kembali


“ kejadian apa bil? “ tanya mira tambah bingung


Nabila meletakkan sandwichnya kembali ke piring, lalu menatap mira datar. “ tadi malem lo mabuk berat di club, terus lo ngedance di lantai dansa. Gue nggak tau apa yang terjadi sama lo karena gue nggak ikut lo kelantai dansa, tapi nggak lama lo dilantai dansa tiba-tiba ada yang berantem di sana. Jadi gue langsung lihat kesana, dan ternyata ada dua cowok saling narik lo. “


Nabila berhenti sejenak sambil menghela napasnya pelan, “ diantara salah satu cowok itu adalah mas emir. Mas emir berniat nolongin lo dari cowok asing itu karena cowok asing itu mau bawa lo. Nggak lama temennya mas emir yang punya club itu datang buat ngusir cowok asing itu, dan setelah itu mas emir yang nganter lo pulang lalu dia nyuruh temennya buat nganter gue.”


“ tunggu..tunggu... kalau dia nganter gue tanpa ada lo berarti dia tau dimana kita tinggal? “ tanya mira tiba-tiba


“ ya gitu lah, gue juga bingung kenapa dia tau dimana kita tinggal “ ucap nabila acuh sambil kembali mengambil sandwichnya lalu memakannya lagi


“ oiya... lo tadi malam parah banget deh mir” ucap nabila sambil menatap mira


“ parah gimana maksud lo? “ tanya mira


“ gue juga nggak tau awalnya gimana tapi saat gue sampai di rumah, gue lihat baju mas emir penuh dengan muntahan. Dan lo tau itu muntahan siapa? “ tanya nabila agak berteriak


“ jangan bilang....” ucap mira terputus dengan ekspresi tak percaya


“ iya... sesuai sama apa yang lo pikirin” ucap nabila sambil mengehela napas lelah


“ sumpah demi apa gue muntah di bajunya tu cowok? “ ucap mira tak percaya


“ ya itu kenyataannya mir. Gue juga jadi nggak enak sama mas emir karena kejadian itu “ sesal nabila. “ dan setelah muntah, lo langsung pingsan. Karena gue nggak sanggup harus gendong lo, jadi gue minta tolong mas emir yang gendong lo kekamar. “ jelas nabila


“ dia gendong gue setelah gue muntah dibajunya. Sumpah malu banget gue kalau sampai ketemu dia “ ucap nabila sambil memukul kepalanya berkali-kali


Tiba-tiba nabila menahan tangan mira yang akan memukul kepalanya kembali. “ cukup mir, jangan sakitin diri lo lagi “ “ udah nggak usah pikirin lagi masalah itu. Kalau lo ketemu dia lagi, lo anggap aja nggak pernah terjadi apa-apa. “ ucap nabila mencoba menenangkan mira


“ tapi gue takut dia bakalan bilang ke nyokap bokap gue bil “ ucap mira dengan wajah sendu


“ lo tenang aja ya. Gue udah bilang sama mas emir buat nggak ngomong ke ortu lo, dan dia udah janji nggak akan ngomong “ jelas nabila


“ tapi gue nggak yakin dia bakalan nepatin janjinya bil “ ujar mira dengan wajah yang berubah cemas


“ lo harus percaya sama gue mir. Kalau mas emir ngingkarin janjinya, gue duluan yang akan bikin perhitungan sama dia “ ucap nabila sambil menggenggam tangan mira untuk mengurangi rasa cemas mira


“ sekarang lo makan dulu ya, setelah makan lo ikut gue buat ketemu seseorang. Gue ganti baju dulu “ pinta nabila, lalu nabila berjalan kemarnya


Mira belum benar-benar bisa tenang setelah emir mengetahuinya mabuk, dia tidak percaya dengan lelaki itu karena beberapa kali emir mengancam dirinya.


“ loh kok belum makan juga? “ tanya nabila setelah berganti pakaian


“ gue nggak selera, nanti aja gue makan “ jawab mira masih dengan ekspresi cemas


Nabila menghela napasnya kasar karena melihat mira kembali seperti dulu, “ ya udah kita pergi sekarang ya “ ajak nabila pada mira dan hanya dijawab anggukan oleh mira


Didalam mobil, mira hanya menatap jalan dengan tatapan kosong, nabila yang beberapa kali melihat mira disampingnya tambah khawatir dengan keadaan mira.


Tak sampai setengah jam, sampailah nabila dan mira di sebuah cafe elit di dekat malioboro. Nabila masuk dan mengajak mira duduk di meja paling belakang, dan ternyata di meja itu sudah ada seorang perempuan yang menunggu mereka.


“ maaf... nunggu lama ya dok? “ tanya nabila


“ nggak apa-apa bil, saya juga baru datang kok “ jelas perempuan itu


“ oiya mir, kenalin ini dokter erika “ ucap nabila memperkenalkan perempuan yang ternyata dokter itu pada mira


“ saya mira “ ucap mira singkat sambil mengulurkan tangannya kepada dokter erika


“ saya dokter erika andriani. Panggil saja saya dokter erika “ ucap dokter erika dengan ramah sambil tersenyum lembut