
"ada apa sayang? " tanya papa sanjaya.
" sebelumnya mira mohon jangan marahi mira ya, mira cuma mau mandiri aja kok " jawab mira lalu mira menghela napas pelan " mira mau izin ke jogjanya mira berangkat berdua aja sama bila. mira pengen bisa mandiri, mira pengen bisa melakukan semuanya sendiri. " ucap mira lemah. semua kaget dengan keinginan mira.
" kamu yakin sayang nggak mau papa anterin?" tanya papa lagi
" mira yakin pa. mira janji mira nggak akan aneh-aneh disana " ucap mira meyakinkan.
" oke papa setuju, tapi kamu harus sering menghubungi kerumah " tekan papa sanjaya.
" iya pa, itu pasti kok "
" aduh, adek kakak udah besar sekarang, udah mulai mau bertanggung jawab sama diri sendiri " ucap dira sambil mengelus kepala mira.
" yah... nggak akan ada lagi deh yang abang gangguin " ucap atthar pura-pura sedih dan dibalas dengan mira yang mengerucutkan bibirnya.
" mas bim udah menghubungi teman mas yang mas suruh nyari kostan buat kamu, katanya dia udah nemu kost nya. nanti kalau kamu udah sampai di bandara adisutjipto biar kamu dijemput temen mas buat di anterin ke kostannya " jelas bimo.
" oke mas bim, terbaik lah mas bim " ucap mira bahagia.
" kamu kuliah yang bener jangan mikirin cowok, nanti kalau kamu mikirin cowok kamu pasti lupa sama mama " ucap mama ratna mellow.
" mira nggak bakalan lupa kok sama mama, mama jangan sedih ya. kan setiap libur semester mira pasti bakalan pulang " hibur mira pada mamanya sambil memeluk mamanya.
" kak dir, mira juga minta maaf nggak bisa ikut acara empat bulanan kakak. soalnya waktunya sama dengan daftar ulang " ucap mira sedih.
" nggak apa-apa kok dek, kakak ngerti. lagian disini ada papa, mama, mas bimo sama atthar, pastinya juga nanti orang tua mas bimo juga kesini. yang penting kamu urusin urusan kamu dulu. " ucap dira mencoba menghibur mira.
Tiga minggu setelah pembicaraan itu, tibalah waktu untuk mira berangkat ke jogja. malam sebelum berangkat, mira mengepak pakaiannya ke dalam koper besarnya beserta dengan buku-bukunya, sedangkan laptop dan dompetnya ia masukkan kedalam tas ranselnya.
mira memakai jeans putih, beserta dengan kaos putih yang dilapisi hoodie putih dengan rambut yang dibiarkan dan ia juga memakai sneakers putih kesayangannya.
mira diantar kebandara oleh seluruh keluarganya, bahkan atthar pun sampai rela libur bekerja untuk mengantarkan adik kesayangannya. setengah jam berlalu akhirnya sampailah mira dan keluarganya di bandara,
" bila mana nak? katanya kamu bareng sama dia? " tanya papa sanjaya.
" nggak tau nih pa, belum sampai apa ya dia? " ucap mira bertanya balik. "mira telpon dulu deh pa "
"halo bil, elo dimana?"
"..."
" oke gue tunggu di ruang tunggu ya "
"..."
" udah diparkiran kok bila pa" jelas mira pada papanya.
tak sampai lima belas menit, terlihatlah nabila beserta keluarganya mendekat kearah keluarga sanjaya.
" sorry gue lama, macet soalnya " jelas nabila
" santai aja bil gue juga belum lama kok " balas mira. " eh bentar lagi ni jam kita berangkat, yuk check-in " ucap mira saat melihat jam di pergelangan tangannya.
" oke oke " balas bila.
" papa, mama, kak dir, mas bim, bang atthar.. mira berangkat ya, doain semoga mira selamat sampai tujuan" pamit mira dengan suara agak serak karena manahan tangis.
" kamu baik-baik disana ya sayang, sampai sana langsung kabarin " ucap mama ratna sambil memeluk mira dan bergantian dengan anggota keluarga lainnya.
setelah mira dan nabila saling berpamitan pada keluarga masing-masing, mereka langsung menuju ketempat check-in. lalu setelah check-in dilakukan scan barang dan scan badan. selesai scan, barulah mereka menaiki pesawat. mira dan nabila dipesankan tiket first class oleh papa mira dan ayah nabila, karena mereka menginginkan kenyamanan untuk anak mereka.
satu jam penerbangan, akhirnya sampailah mira dan nabila di bandara adisutjipto yogyakarta, mereka turun dan mengambil barang-barang mereka kemudian menuju ketempat penjemputan.
" mir, mana orang yang katanya bakal jemput kita? " tanya nabila.
" gue juga nggak tau orangnya yang mana, kata mas bim sih ntar orangnya bawa papan nama gitu " jelas mira.
mata mira dan nabila pun menelisik orang-orang yang berdiri membawa papan nama untuk mencari nama mira. dan tampaklah seorang lelaki dengan tinggi sekitar 178 cm membawa papan nama besar bertulisan mira di belakang para orang-orang yang menjemput.
" itu mir yang paling belakang ada nama lo " tunjuk nabila.
" eh iya tuh, ya udah yuk kita kesana " ajak mira.
Berjalanlah mereka dengan menggendong tas ransel dan menarik kopernya menuju orang yang membawa papan nama mira.
" mas rudi ya? " tanya mira memastikan
" ini mira? " rudi bertanya balik
" iya saya mira adik ipar mas bimo " jelas mira sambil mengulurkan tangannya dan disambut oleh rudi. " ini teman saya nabila mas " ucap mira memperkenalkan.
" aku nggak laper sih mas, soalnya tadi udah makan juga di pesawat" jelas mira pada rudi. " kamu mau makan lagi nggak bil? " tanya mira pada nabila. " nggak mir, gue juga masih kenyang kok, kita langsung ke kostan aja " ucap nabila.
" ya udah yuk kita berangkat" ajak rudi sambil membawakan koper mira dan nabila.
Sampai diparkiran, rudi memasukkan koper mira dan nabila kedalam bagasi. mira memilih duduk didepan karen tidk mungkin membiarkan rudi duduk di depan sendiri seperti supir.
" kostnya jauh nggak mas dari kampus?" tanya mira memulai pembicaraan.
" nggak mir, palingan cuma lima belas menit kalau jalan kaki" jelas rudi.
" oiya mas, sekalian mau minta tolong nih cariin motor untuk mira pakai ke kampus" ucap mira.
" loh kenapa nggak beli mobil aja mir? nanti mas jawab apa sama bimo kalau mas carikan kamu motor " tanya rudi kebingungan.
" please ya mas jangan bilang mas bimo kakau mira minta cariin motor, nanti mas rudi bilang aja mira beli mobil ya? please mas please " ucap mira memohon.
karena tak tega melihat mira memohon seperti itu, akhirnya rudi menyetujui permintaan mira.
" kamu juga mau beli motor bil? " tanya rudi memastikan.
" nggak deh mas, bila nggak bisa naik motor. yang ada ntar jatuh lagi. bila minta cariin mobil mercedes benz cls-class aja mas. nanti nabila telpon ayah buat transfer ke mas rudi. " jelas nabila.
" oke bil, nanti mas tanyain sama teman mas yang punya showroom buat nyari mobil kamu sama motor mira " ucap rudi.
" makasih banyak ya mas udah mau bantuin semua urusan mira dan nabila disini, maaf juga kalau misalkan kami merepotkan " ucap mira agak tak enak.
" sama-sama mir, santai aja lagi. kan mas temannya mas kamu. jadi nggak ada kata merepotkan " " nah, kita udah sampai ni. silahkan turun " ucap rudi.
mira dan nabila pun turun dari mobil dan melihat perumahan elit disebelah kanan mereka. sedangkan rudi menurunkan koper koper mira dan nabila.
" gimana suka nggak?" tanya rudi
" wah... mas rudi emang juara kalau disuruh milih ginian " puji nabila pada rudi
" bagus banget mas, ini selera mira banget. makasih banget ya mas " ucap mira tulus
" ya udh masuk yuk, di dalam juga ada kolan renang kalau mau berenang. kulkasnya juga udah mas isi penuh. jadi kalau mau masak atau mau makan buat nggak perlu keluar lagi. " ucap rudi menjelaskan.
kira-kira begini model rumahnya...
Anggap aja rumahnya nggak ditengah hutan.
" calon suamiable banget sih mas rudi, pasti beruntung banget deh yang jadi istrinya maa rudi " ucap nabila mulai kumat ganjennya dan mengakibatkan muncuknya rona merah diwajah rudi.
" duh... lo itu nggak usah mulai ganjen deh bil! sebel gue " ucap mira sambil menoyor kepala nabila. " maafin nabila ya mas rud, dia emang agak-agak gila kalau di baikin sedikit " ucap mira agak segan pada rudi.
" hahaha... nggak apa-apa kok mir. ya udah mas mau pulang dulu ya. ini kartu nama mas. kalau ada apa-apa hubungi aja mas langsung " pamit rudi.
" iya mas, hati-hati ya mas. sekali lagi makasih lo " balas mira.
" iya mas rudi ganteng, makasih ya " timpal nabila sambil mengedipkan sebelah matanya pada rudi.
" sumpah lo bil, nggak ilang-ilang ganjen lo" ucap mira sebal.
" yaelah mir, sama mas rudi juga pun. kalau sama yang lain gue mah ogah " jawab nabila ngeles.
" ngeles aja lo kayak bajaj" " kalau sampe anak orang baper lo harus tanggung jawab bil, gue nggak mau ikut-ikutan " jelas mira sambil mengangkat kedua tangannya.
" ya nggak mungkin lah mir, karena pastinya mas rudi udah ada ceweknya, jadi nggak mungkin baper sama gue " elak nabila.
" serah lo, gue mau nyari kamar gue " jawab mira acuh. mira naik ke lantai atas untuk melihat kamar, pilihannya jatuh pada kamar di depan tangga karena memiliki pemandangan langsung menatap gunung dan berada tepat diatas kolam renang. sedangkan nabila lebih memilih kamar yang berada di depan kolam renang karena dia memang tak menyukai kamar yang harus menaiki tangga.
.
.
.
.
.
Tbc...
Jangan lupa favorit, like and comentnya guys 😊