You Give Me A Reason

You Give Me A Reason
Kabar Mengejutkan



" emirnya sih udah mau nikah dir, tapi tante nggak setuju sama calonnya dia " jawab ibu sinta cepat.


" loh kenapa nggak setuju tante? kalau ditunda-tunda nanti emirnya malah nggak mau nikah lo tante " ucap dira membujuk.


" tante nggak suka sama pacarnya emir dir, anaknya nggak sopan. masak kerumah calon mertua pakai baju seksi, terus nggak salam pula. udah kayak kurang didikan " curhat ibu sinta.


" ma!" ucap emir dengan nada yang agak tinggi. " mama nggak usah deh jelek-jelekin michelle di depan keluarga om sanjaya. malu ma malu " jelas emir.


Keluarga sanjaya langsung diam mendengar cek cok antara ibu sinta dan anaknya. Tak ada satupun yang berani menengahi perdebatan keduanya, karena tak ingin ikut campur masalah keluarga orang lain.


ditengah percek-cokan ibu sinta dan emir, akhirnya pak bagas langsung bertindak untuk menghentikan istri dan anaknya itu. " ma... emir... udah berhenti. kita ini lagi dirumah orang loh, jangan sampai kita mengganggu pemilik rumah. masalah ini nanti kita bahas dirumah. " ucap pak bagas dengn tegas.


"maaf pa" ucap ibu sinta dan emir kompak.


" mas sanjaya dan keluarga, maaf atas ketidak nyamanan situasi saat ini, saya mewakili istri dan anak saya meminta maaf sebesar-besarnya " ucap pak bagas penuh penyesalan.


" nggak apa-apa mas, saya maklum kok. ya namanya keluarga, pasti adalah perbedaan pendapat." ucap papa sanjaya.


" assalamualaikum " ucap atthar yang baru sampai rumah.


" waalaikumusalam " jawab semua orang kompak.


" maaf saya telat " ucap atthar sambil menarik kursi untuk duduk.


" iya tidak apa-apa nak atthar " ucap pak bagas dan ibu sinta.


" karena semuanya sudah lengkap, mari kita mulai makan" ajak papa sanjaya.


" mir, kamu ambilin nasi buat nak emir sana " titah mama ratna.


" eh... kenapa mira ma? lagian kak emir kan bisa ngambil makan sendiri. " ucap mira ketus.


" i- iya tante, emir bisa ngambil sendiri kok " balas emir sambil memegang piring lalu ingin mengambil nasi dan seketika piring itu di ambil oleh mama ratna.


" kamu nggak usah segan-segan mir, ini memang sudah tugas mira " ucap mama ratna sambil memberikan piring emir kepada mira agar untuk diisi nasi dan lauk. mirapun terpaksa menuruti perintah mamanya. " kamu tanya nak emir mau lauk apa mir " ucap mama ratna pada mira.


dengan terpaksa mira bertanya pada emir " kak emir mau makan pake apa kak? "


" rendang sama sayur asam " jawab emir dingin.


" sumpah ni orang kok makin lama makin nyebelin sih! ditanya baik-baik jawabnya malah ketus gitu! " gerutu mira membatin sambil mengambilkan lauk yang dipinta oleh emir dan langsung memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk kepada emir. emir menerima piring itu tanpa terimakasih.


selang setengah jam, selesailah makan malam mereka. mira dan dira sibuk membereskan piring kotor dan menyimpan lauk dan sayur yang sisa kedalam lemari. para orang tua, emir dan bimo menuju ruang tengah untuk berbincang-bincang. sedangkan atthar, setelah makan malam dia kekamar untuk mandi dan berganti pakaian.


" kak, si emir itu orangnya emang nyebelin gitu ya? " tanya mira pada dira penasaran.


" bukan menyebalkan sih dek, tapi lebih tepatnya dingin. eh... tapi kayaknya beda tipis juga ya... hahahaha " jawab dira terbahak dengan jawabnnya sendiri. " eh tapi kan dek, walaupun dia dingin gitu, sebenernya dia baik kok, mungkin kamu belum menemukan sosok baik di dia aja. " jelas dira.


" ah nggak tau lah kak, mira nggak peduli. toh siapa juga dia " ucap mira cuek. " ntar kalau mama nyariin bilang aja mira ke kamar ya kak" pinta mira dan dijawab anggukan oleh dira.


" loh miranya mana dir " tanya mama ratna saat melihat dira berjalan sendiri ke ruang tengah.


" adek dikamar ma" jawab dira santai.


" mira gimana sih, masak ada tamu malah ke kamar. bener-bener deh ini anak udah mulai bandel sekarang " gerutu mama ratna dengan kesal. " thar, kamu panggilin adek kamu, suruh dia turun " ucap mama ratna saat melihat atthar menuruni tangga.


" iya ma " jawab atthar lemah sambil kembali menaiki tangga menuju kamar mira.


tok..tok..


" dek disuruh mama turun tuh " ucap atthar diluar kamar.


mira pun membuka pintu " ngapain sih mama nyuruh turun? kan udah selesai makan barengnya " sungut mira.


" nggak tau abang, ya udh ayo turun. " ajak atthar sambil menarik tangan mira.


setelah sampai di ruang tengah, mama memberikan pelototan ke arah mira. " kamu ini ngapain sih dikamar? udah tau ada tamu. nggak sopan kamu ini " omel mama ratna.


" hufftt...." mira menghela napas lemah. " mira minta maaf ma " ucap mira pasrah.


" ya udah jangan diulangi lagi " balas mama ratna dan diangguki mira.


" mira... tante denger dari mama kamu, katanya kamu mau kuliah kedokteran ya " tanya ibu sinta memastikan.


" iya tante, bulan depan udah mulai daftar ulang " jawab mira


" di UGM tante "


" wah kebetulan banget, emir juga jadi dokter di UGM. berarti nanti kamu bakalan di ajar sama emir. " ucap ibu sinta antusias.


" hah? yang bener aja gue bakalan sering ketemu sama makhluk es ini. bisa gila deh gue lama-lama " sungut mira dalam hati.


"mir, nanti kamu baik-baik ya sama mira di sana. jagain mira juga " ucap ibu sinta pada emir.


" iya ma " jawab emir malas.


" tante minta tolong ya mir, soalnya mira ini anak bungsu tante " ucap mama ratna memohon.


" iya tante emir usahakan " ucap emir sambil mencoba memberikan senyum.


" ma, mira itu bisa jaga diri sendiri. mira udah besar ma " tegas mira.


";mama nggak percaya sama kamu, orang kamu aja manjanya minta ampun gini " balas mama ratna tegas. akhirnya mira menyerah berdebat dengan mamanya karena sampai kapanpun dirinya tak akan pernah menang.


" nak emir spesialis apa? " tanya mama ratna


" saya spesialis jantung tante " " kalau keluarga tante atau om ada yang sakit bisa panggil saya sebelum saya kembali ke jogja " ucap emir menawarkan.


" pasti anak emir, terimakasih ya " ucap papa sanjaya. dan dijawab sama sama oleh emir.


karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, akhirnya keluarga bagaskara berpamitan untuk kembali ke kediaman mereka.


Setelah keluarga bagaskara sudah pergi, dira mengajak papa, mama, dan kedua adiknya kembali berkumpul.


" pa, ma, adek-adek " " dira ingin memberitahukan sesuatu sama kalian " ucap dira. lalu dira menghela napas pelan dan melanjutkan apa yang ingin dikatakannya. " dira hamil " ucap dira dengan raut bahagia sambil menggenggam tangan suaminya. papa, mama, atthar dan mira kaget seketika, tetapi sedetik kemudian semuanya tersenyum bahagia sambil memeluk dira.


" selamat sayang, akhirnya mama bakalan jadi nenek " ucap mama ratna bahagia.


" yes... papa bakalan punya cucu, akhirnya bisa pamer cucu juga sama teman-teman papa " sorak papa sanjaya seperti habis mendapat durian runtuh.


" wah.. mas bimo emang topcer " ucap bima sambil memberikan jari jempol pada bimo dan di balas tertawa oleh bimo.


"yey... mira akhirnya jadi aunty " " cepet keluar ya sayang, biar aunty bisa main sama dedek " ucap mira sambil mengelus perut rata kakaknya.


" sudah berapa bulan kandungan kamu dir?" tanya mama.


" masuk 12 minggu ma " jawab dira.


" kita bikin acara empat bulanan disini ya dir? " pinta mama ratna.


dirapun menatap kearah suaminya untuk meminta izin, dan diangguki oleh bimo. " iya ma, dira empat bulanan disini.


" kamu tinggal disini ya sampai acara empat bulanan, mama pengen dekat sama anak mama ini " rengek mama ratna pada dira.


" kalau dira tinggal disini mas bimo gimana ma? siapa nanti yang ngurusin mas bimo dijakarta. " jawab dira dengan berat hati.


" kalau mama mau kamu disini ya udah nggak apa- apa sayang. nanti aku handle dari sini aja, kalau buat meeting nanti biar asisten aku aja yang wakilin. " ucap bimo pada dira.


" tuh, suami kamu aja nggak apa-apa kok. kamu tinggal disini ya " bujuk mama ratna. akhirnya dira luluh juga karena mamanya terus-terusan mendesak " iya ma dira bakalan tinggal disini ".


" terimakasih sayang, mama bahagia sekali " ucap mama ratna sambil memeluk dira.


saat seluruh anggota keluarga menikmati moment bahagia itu, tiba tiba..


" pa, ma, mas bimo, kak dira, bang atthar. mira mau ngomong sesuatu " ucap mira tiba-tiba.


.


.


.


.


.


Tbc...


Jangan lupa favorit, like and comentnya guys 😊