You Give Me A Reason

You Give Me A Reason
Daftar Ulang



Kring... kring...kring...


Bunyi alarm yang kuat bergema dikamar nabila, namun tak ada tanda-tanda bahwa sang pemilik alarm akan beranjak dari tidurnya. Alarm itu terus berbunyi sampai hampir setengah jam, nabila mengulurkan tangannya untuk mencari alarmnya, setelah ketemu alarm langsung dimatikan dan nabila tidur kembali. Dikamar mira sunyi senyap tanpa ada suara apapun seperti tidak ada kehidupan sama sekali.


Kring..kring..kring..


“ iya halo “ ucap mira dengam mata masih terlelap dengan suara yang serak khas orang yang baru bangun tidur.


“...”


“iya “


“...”


“ hah! Apa? Iya-iya “ teriak mira dengan tubuh yang langsung terlonjak kaget mendengar ucapan orang diseberang telepon. Mira buru-buru turun kebawah untuk membuka pintu, namun betapa kagetnya dia karena menyadari dia hanya memakai tank top dan hot pants. Mira berlari kembali kekamar untuk memakai dress sepanjang lutut kemudian kembali turun untuk keluar rumah.


Sampai diluar gerbang “ menunggu lama ya pak? Maaf ya pak “ sesal mira


“ iya tidak apa-apa mbak. Saya mau ngantar ini mbak atas pesanan bapak rudi setiadi indrawan untuk mbak nabila agustia darla gunawan dan mbak aretha zayba almira sanjaya. Tolong tanda tangan disini mbak “ jelas kurir yang mengantarkan mobil nabila dan motor mira sambil memberikan surat tanda terima dan surat kendaraan.


Kemudian mira menanda tangani pada surat terima “pak tolong dimasukkan kedalam saja ya “ pinta mira.


kira-kira kayak gini ya mobilnya nabila...



Kurir itu pergi setelah memasukkan mobil dan motor kedalam garasi rumah mira dan menerima ucapan terimakasih dari mira.


“ tunggu.. tunggu... ini jam berapa ya? “ tanya mira pada dirinya sendiri dengan agak panik kemudian mira melihat jam didinding yang menunjukkan pukul sepuluh siang. “ **** **** **** gue kesiangan “ teriak mira panik lalu mira berlari kekamar nabila “ kebo.... bangun kita kesiangan “ teriak mira di telinga nabila yang membuat nabila terjingkrak kaget.


“ apa kesiangan? “ ucap nabila ikut panik yang kemudian berlari ke kamar mandi


“ kampret ni bocah, udah gue bangunin eh malah dia duluan yang mandi “ sungut mira yang kemudian menyusul mandi dikamarnya sendiri


Satu jam kemudian mira dan nabila selesai mandi dan berpakaian, tanpa menunggu waktu lama mereka langsung menuju garasi karena telah dikejar waktu.


“ eh... tunggu dulu” ucap nabila sambil memutar tubuh mira “ ngapain lo dandan ala anak culun gini?” tanya nabila yang melihat rambut mira yang dikucir dua dan kacamata tebal mira.


“ gue males ntar ada yang ngajak pedekate kayak waktu SMA lagi. Makanya gue dandan kayak gini “ jelas mira


“ gue malah seneng kali kalau banyak yang pedekate-in gue. Itu tandanya banyak yang suka sama gue “ ujar nabila santai.


“ ya itu kan lo, gue itu males diganggu dengan kehadiran cowok-cowok nggak jelas kayak gitu “ balas mira. “ lo ngajakin ngomong mulu bikin tambah telat ntar “ sungut mira


“ ya sorry, gue kan kaget aja liat lo” ucap nabila “ lo nebeng gue atau nggak?” tanya nabila


“ nggak deh gue naik motor aja , gue kan ke fakultas kedokteran dan lo ke fakultas bisnis. Ya keburu telat lah ntar kalau lo nganterin gue dulu” jelas mira


“ ya udah gue duluan ya, jangan lupa tutup pager . bye bye “ titah nabila sambil terkekeh


“ nabila sialan “ umpat mira


Sesampainya mira dikampus, bagian administrasi tutup karena sedang waktu makan siang. Ternyata mira sampai dikampus sudah pukul dua belas siang. “ double **** “ umpat mira dengan suara pelan karena tak ingin ada yang mendengar, tetapi...


“ perempuan kok hobinya berkata kasar “ ucap suara seseorang di belakang mira dengan sinis


Mira berbalik kebelakang kerena mendengar seseorang telah memergokinya berkata kasar, saat mira berbalik “ elo!” ucap mira dengan kaget sambil menunjuk ke wajah orang didepanya.


“ yang sopan bicaranya jika dengan dosen “ ucap orang itu dengan wajah dingin


“maaf pak, saya permisi” ucap mira cepat sambil melangkah dengan cepat untuk meninggalkan orang itu. “ sial.. sial..sial.. “ rutuk mira saat sudah jauh dari orang itu “ dunia ini sempit bange ya sampe sampe gue harus ketemu sama si manusia es itu disini. Mana dia bakalan jadi dosen gue lagi. Bakalan kiamat dunia perkuliahan gue” gerutu mira “ eh.. tapi gue kan dengan penampilan yang beda, pastinya dia nggak bakalan sadar kalau ini gue. Lo emang pinter mir “ puji mira pada dirinya sendiri sambil memukul-mukul dadanya sendiri.


Pukul satu siang mira kembali kebagian administrasi untuk melakukan pendaftaran ulang, mira menyerahkan surat pendaftaran, nomor pendaftaran, dan lain sebagainya. Setelah selesai mendaftar ulang, mira beranjak keluar namun tiba-tiba ada yang menabraknya.


Bruk...


“ kalau jalan jangan melamun “ ucap seseorang dengan nada dingin


“ lo yang nabrak gue kok malah nyalahin balik. Dasar sinting “ ucap mira dengan kesal


“kamu lagi! Tadi bicara kasar, sekarang ngatain dosen sinting. Kamu udah nggak minat kuliah disini “ gertak orang itu


Deg... “ mati gue, dia lagi ternyata. Kiamat nasib gue “ ucap mira membatin dengan wajah menunduk


“ kamu ikut saya “ titah orang itu


Mau tidak mau, rela tidak rela, mira pasrah mengikuti dosen itu keruangannya. Dia sudah pasrah jika dia harus dikeluarkan dari kampus impiannya itu. “ maaf pak “ ucap mira tiba-tiba sesaat setelah masuk keruangan dosen itu.


“ gampang sekali ya kamu minta maaf, kamu kira dengan minta maaf semua masalah akan selesai” ucap dosen itu dengan dingin sampai membuat mira gemetaran karena takut. “ kamu minta maaf tetapi kamu mengulangi lagi, bahkan lebih parah. Kamu mau saya laporkan dengan papamu supaya papamu tau bagaimana sifat asli anak kesayangannya” ucap dosen itu dengan nada mengancam


Mendengar kata-kata dosen itu, mira langsung mendongak dan menatap pada dosen itu “ lo tau siapa gue? “ tanya mira dengan ekspresi kaget


“ dari awal pertemuan kita hari ini saya tau itu kamu aretha zayba almira sanjaya “ ucap dosen itu menohok yang tak lain adalah emir anak ibu sinta dan pak bagas sekaligus tetangga mira dibandung


“ bener-bener kiamat dunia perkuliahan gue hiks..” ucap mira membatin “ gue mohon jangan laporin kebokap gue please, gue bakalan lakuin apapun yang bakal lo suruh asal jangan laporin kebokap” pinta mira dengan sendu


“ kamu memohon pada saya saja tidak dengan sopan, bagaimana saya akan mengabulkan permohonan kamu “ ucap emir acuh


“ baiklah” ucap mira pelan lalu mulai mengambil napas dalam-dalam kemudian membuang napasnya kasar “ pak dosen yang baik hati, saya mohon pada bapak untuk tidak melaporkan sikap saya pada papa saya. Saya mohon pak “ ucap mira dengan gigi yang menyatu atas dan bawahnya.


“ saya ikhlas pak, sangat ikhlas. Saya mohon pak jangan laporkan saya, saya akan lakukan apapun pak “ bujuk mira sambil memegang lengan kemeja emir


“ baik, saya tidak akan melaporkan kamu. Tapi kamu harus ikuti semua omongan saya dan jangan pernah menolak “ ucap emir tajam sambil menepis tangan mira dari lengan kemejanya.


“ baik, saya tidak akan menolak “ tegas mira


“ oke. Pertama, saya tidak mau melihat penampilan kamu seperti ini lagi. Saya mau kamu seperti biasanya” titah emir


“ tidak bisa pak, saya tidak mau “ tolak mira keukeuh


“ kalau kamu menolak saya tidak akan segan untuk melaporkannya pada papamu “ ucap emir santai


Mira tidak mau berpenampilan seperti biasa, dia tidak mau kejadian saat SMA terulang lagi. Tetapi kalau dia mempertahankan penampilannya saat ini maka kuliahnya akan tamat didetik ini juga. Mira tertunduk lesu bingung untuk memberikan keputusan.


“ jadi bagaimana? Apa kamu masih tetap sombong dengan argument kamu? “ tegas emir


“ oke oke saya mau “ ucap mira pasrah


“bagus. Yang kedua, saya tidak mau lihat kamu naik sepeda motor lagi “ titah emir lagi


“sialan... rencana gue gagal dalam sehari gara-gara ketemu manusia es ini. Tunggu balasan dari gue ya manusia es “ ucap mira membatin


“ baik, saya akan naik bis “ ucap mira yakin


“ saya juga tidak mengizinkan kamu naik kendaraan umum “ ujar emir masih dengan nada dinginnya


“ jadi mau bapak apa sih? Naik motor nggak boleh, naik bis juga nggak boleh. Ya udah lah saya jalan kaki aja “ ucap mira dengan nada kesal


“ kamu pergi dan pulang dengan saya “ ucap emir tanpa mau dibantah


“ what!! Bapak nggak usah becanda deh. Sumpah ini nggak lucu sama sekali” ucap mira dengan nada tambah kesal


“ saya serius dan saya tidak mau dibantah” ucap emir mutlak “ cukup untuk hari ini. Kamu bisa keluar “ ucap emir dingin


Mira keluar dari ruangan emir dengan wajah merah menahan amarah dan juga mulutnya sudah mulai mengumpati semua kelakuan emir. “dasar manusia es sialan, tunggu aja pembalasan buat lo “ ucap mira tersenyum smirk.


Sorenya mira curhat pada nabila tentang pertemuannya dengan emir sampai perjanjian laknat yang dibuat emir untuknya. “ sumpah lo bakalan tiap hari bareng tu cowok?” tanya nabila dengan lebay


“ ya mau gimana lagi, terpaksa “ ucap mira sendu “ eh.. kita ke club aja yuk ntar malam, sekalian ngilangin bad mood gue” usul mira pada nabila


“ boleh juga tu, oke deal ntar jam sepuluh kita berangkat “ timpal nabila


Malamnya, mira dan nabila sudah bersiap untuk pergi clubing. Mira mengenakan rok jeans mini diatas paha berwarna hitam yang dipadukan dengan crop top yang sangat ketat berwarna senada dan memakai heels berwarna hitam setinggi 15 cm, sedangkan nabila mengenakan gaun malam pas body berwarna merah yang panjangnya diatas paha sehingga menampilkan kulit mulusnya dan menggunakan heels setinggi 17 cm berwarna senada dengan gaunnya.


“ ****...” maki mira


“ apaan? “ tanya nabila


“ emang lo tau dimana club nya? “ ucap mira bertanya kembali pada nabila


“ eh iya... gue juga ga tau. Hehehe “ ucap nabila dengan ekspresi tanpa dosa


“ hidupin GPS dimobil lo biar langsung jalan aja kita “ ujar mira


Kemudian nabila menghidupkan GPS mobilnya lalu menentukan tujuannya pada GPS nya. Setengah jam perjalanan sambil mengikuti arah GPS, sampailah mira dan nabila di boshe night club. Mereka masuk lalu memilih kursi didepan bartender.


“ mas, vodka satu “ pinta mira pada bartender


“ lo gila mir mesen itu? Kalau lo mabuk gimana? “ ucap nabila khawatir


“ lo bawel banget sih bil, hari ini gue lagi pengen mabuk. Jadi jangan halangin gue “ bentak mira pada nabila dengan agak kesal


“ ni anak kalau lagi kesel selalu aja begini. Untung aja gue ikut lo kuliah disini, kalau nggak gue nggak tau apa yang bakalan terjadi sama lo mir “ gumam nabila dengan tatapan sendu ke arah mira


“ gue martini mas “ pinta nabila pada bartender.


Belum habis martini yang diminum nabila, mira sudah kembali meminta vodka yang kedua pada bartender.


“ satu lagi mas “ ucap mira dengan sedikit mabuk


Nabila hanya pasrah melihat temannya yang mulai sudah mabuk, saat mira ingin meminta gelas ketiga pada bartender, nabila langsung melarang bartender untuk memberi lagi.


“ gue mau minum lagi bil, kok lo ngelarang sih “ ucap mira jengkel dengan agak sempoyongan


“ nggak mir, udah cukup lo mabuk “ sentak nabila


“ ya udah gue mau ngedance, jadi jangan ngelarang gue lagi” ucap mira sambil berjalan ke lantai dansa.


Mira menari dengan sangat liar, sampai ada seorang lelaki yang menempelkan tubuhnya pada mira karena tergoda. “ lo ngapain pegang-pegang gue! Minggir lo! “ bentak mira pada lelaki itu sambil mendorongnya kuat sehingga lelaki itu jatuh terduduk


“ brengsek! “ ucap lelaki itu bangkit dari jatuhnya lalu menarik tangan mira kuat untuk mengikuti


“ lepasin gue brengsek “ umpat mira sambil mencoba melepaskan tangannya dari lelaki itu, tetapi tak kunjung terlepas karena tenaga lelaki itu lebih kuat


Brugh...


“ lepasin dia *******! “