You Give Me A Reason

You Give Me A Reason
Jangan Tinggalkan Aku



Emir terdiam mendengar usul nabila yang menurutnya tak masuk akal, dia tidak mau orang berpikir macam-macam karena dia mengaku sebagai calon suami mira, dia juga tak mau apabila nanti kekasihnya tau pasti nanti akan terjadi kesalahpahaman.


“ saya tidak bisa berbohong seperti itu bil “ ucap emir tak enak hati


“ bila mohon mas, ini demi mira mas. Bila janji nggak akan bilang sama siapapun kalau mas ngaku sebagai calon suami mira “ ucap nabila dengan penuh harap


Emir menghela napasnya lelah, tetapi akhirnya ia mau menjadi wali mira sebagai calon suaminya. Emir berjalan kebagian administrasi untuk mengurus proses operasi dan membayar semua biaya yang dibutuhkan. Selesai mengurus semuanya emir kembali ke ruang tunggu di depan ruang operasi.


“ makasih banyak mas, bila nggak tau apa yang bakalan terjadi kalau nggak ada mas emir “ ucap nabila bersyukur.


“ iya sama-sama. Saya pulang dulu mau ganti baju, nanti saya kesini lagi “ ucap emir setelah menyadari pakaiannya penuh noda darah.


“ iya hati-hati mas “


Saat akan mengemudikan mobilnya, tiba-tiba saja ponsel emir berbunyi.


“ halo “


“ sayang, kamu kemana sih? Aku nelpon kamu berkali-kali tapi nggak kamu angkat”


“ maaf, aku lagi sibuk tadi “


“ ya udah nggak apa-apa deh” “ kamu kapan kesini? “


“ aku nggak tau kapan bisa kesana, soalnya pasien aku lagi banyak “


“ susah banget sih kamu luangin waktu buat aku “


“ maaf... tolong ngertiin aku “


“ aku selalu ngertiin kamu, tapi kamu nggak pernah ngertiin aku. Padahal kamu bisa cuti buat ketemu orang tua kamu, tapi kamu nggak pernah bisa cuti buat aku. Aku tiap bulan pasti ke situ buat nemuin kamu walaupun jadwal aku sibuk banget, tapi kamu nggak pernah sekalipun sempatin waktu buat nemuin aku. Sebenernya kamu cinta nggak sih sama aku mir? Atau kamu cuma mau mainin aku aja “


“ maaf “


“ kita break aja kalau kamu masih kayak gini “


Emir hanya diam, dia tidak tau akan menjawab apa. Dia merasa bersalah telah menyakiti sarah selama ini.


Panggilan pun berakhir karena sarah sudah sangat kesal pada emir karena hanya diam tanpa menjawab perkataan sarah.


“ maaf sarah. Aku nggak tau selama ini cinta atau hanya balas budi yang aku rasain ke kamu “ ucap emir setelah panggilan berakhir.


Dua jam berlalu, akhirnya dokter beserta dengan mira keluar dari ruang operasi. Nabila bergegas mendekati dokter itu.


“ bagaimana keadaan teman saya dok? “ dengan ekspresi khawatir, nabila bertanya pada dokter untuk memastikan keadaan mira.


“ alhamdulillah operasinya lancar, setelah ini pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Kita tinggal menunggu pasien untuk sadar. “ ucap dokter memberi penjelasan


“ terimakasih dok “ ucap nabila, dokter itu hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan nabila.


Nabila duduk didepan ruang ICU karena mira belum boleh di jenguk. Sebenernya nabila sudah mulai mengantuk, tetapi dia tidak mungkin meninggalkan mira sendirian.


“ bila, kamu lebih baik pulang, biar saya yang jaga mira “ ucap emir yang tiba-tiba sudah ada di depan nabila


“ nggak apa-apa biar nabila aja mas, nabila nggak mau tambah ngerepotin mas” ucap nabila segan


“ kamu nggak perlu sungkan, saya ada jadwal jaga malam ini jadi sekalian saja saya cek mira nanti. Kamu sekarang pulang saja”


“ ya sudah kalau begitu, bila titip mira ya mas. “ pamit nabila dan di jawab anggukan oleh emir


Sebenarnya emir tak ada jadwal jaga hari ini, dia hanya beralasan saja agar nabila mau pulang dan dia bisa menjaga mira.


Ceklek...


Emir membuka pintu ICU, dia berjalan ke arah ranjang mira lalu memeriksa selang infus dan dan tekanan darah. Setelah dirasa semuanya baik, emir berpindah memandang wajah mira yang pucat pasi.


“ sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa bisa sampai seperti ini? “ batin emir.


Tanpa emir sadari, dia menggenggam tangan mira begitu erat. “ kenapa kamu bisa membuatku sekhawatir ini mira? Siapa kamu sebenarnya? “ ucap emir lirih, tak lama kemudian dia pun tertidur di tempat duduk samping ranjang dalam posisi kepala di samping paha mira dan tangannya yang menggenggam tangan mira


Pukul enam pagi, waktunya untuk mira di periksa kembali keadaannya oleh dokter dan diikuti oleh perawat.


Ceklek...


“ permisi “ ucap dokter yang menangani mira


Emir langsung terbangun karena mendengar suara dokter “ em.. iya dok “ ucap emir sambil melepas tangan mira


“ saya permisi untuk memeriksa keadaan nona mira dokter emir “ dokter tersebut langsung mengecek selang dan ventilator.


“ bagaimana dok? “ tanya emir


“ keadaan pasien mulai baik dok, kita hanya tinggal menunggu pasien untuk sadar saja “ jelas dokter


“ iya sama-sama, saya permisi “ pamit dokter itu bersama seorang perawat


Keluar dari ruang ICU, perawat perempuan itu berjalan menuju ruang administrasi. Di bagian administrasi, perawat tersebut mulai menggosipkan kedekatan emir dengan mira kepada perawat yang lain.


“ kalian tau nggak, aku punya berita heboh banget “ ucap perawat perempuan itu dengan antusias


“ ada apa emangnya? “ tanya perawat lain


“ tadi waktu aku ngecek pasien ICU yang bunuh diri itu, aku ngeliat dokter emir genggam tangan pasien itu “ ucap perawat itu


“ yang bener? Dokter emir kan udah punya pacar, pacarnya dokter lagi “ sanggah perawat lain


“ eh iya juga.. tadi waktu daftarin itu pasien, dokter emir ngakunya calon suaminya itu pasien “ ucap perawat yang berjaga di bagian administrasi


“ jadi dokter emir main dua ni? “ ucap salah satu dari mereka


“ kayaknya sih gitu deh? Terus kayaknya pasien di ICU itu tau kalau dokter emir ada main sama perempuan lain, makanya dia bunuh diri “ tambah yang lainnya


“ ehem...ehem.. “ suara gagah laki-laki yang tiba-tiba berdehem saat para perawat asik bergosip


“ dokter fadil “ ucap perawat itu kompak dengan ekspresi terkejut


“ apa kalian sedang tidak ada pekerjaan sehingga kalian bergosip disini? “ tanya dokter fadil dengan nada yang datar namun tegas


“ maaf dok, saya akan melanjutkan pekerjaan saya. Permisi dok “ ucap salah seorang perawat sambil berlalu pergi dan diikuti oleh perawat lainnya


Dokter fadil berjalan menjauh dari bagian administrasi dengan wajah yang terlihat kesal. Saat sedang berjalan, tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak dokter fadil.


Bruk...


“ kamu punya ma.. “ ucap dokter fadil terputus


“ maaf maaf saya tidak sengaja, saya terburu-buru. Maaf sekali lagi “ ucap perempuan itu sambil memunguti barang-barangnya


Dokter fadil terdiam karena merasa sangat familiar dengan suara permpuan itu, sesaat dokter fadil mencoba memperhatikan wajah perempuan yang menabraknya.


“ nabila “ ucap dokter fadil terkejut


Nabila mendongak lalu memasang ekspresi bingung, “ dokter kenal dengan saya? “ tanya nabila bingung


Dokter fadil tersenyum kecil “ kamu lupa denganku? “ tanya dokter fadil lagi


“ saya benar-benar tidak mengenal dokter “ jawab nabila masih dengan ekspresi bingungnya


“ di club kamu tidak ingat? “ tanya dokter fadil sambil memberikan petunjuk


Nabila mencoba mengingat-ingat kejadian saat dia di club “ ah... temannya mas emir yang mengantar saya pulang kan ? “ tanya nabila memastikan


“ akhirnya kamu ingat juga “ dokter fadil tersenyum bahagia setelah nabila mengingatnya


“ maaf saya lupa” ucap nabila tidak enak


“ tidak apa-apa, saya mengerti kok. Kitakan baru bertemu sekali “ ucap dokter fadil santai “ kamu mau cek up? “ tanya dokter fadil kemudian


“ bukan, saya ingin menjenguk teman saya di ICU “ jelas nabila


“ kebetulan saya juga akan ke ICU, kita kesana bersama saja “ ajak dokter fadil dan diangguki oleh nabila


Sampai di depan ruang ICU, tiba-tiba ada beberapa dokter yang berlari dari arah berlawanan dan diikuti oleh beberapa perawat yang kemudian masuk kedalam ruang ICU.


Nabila kebingungan dengan keadaan yang terjadi di depannya. Ditengah kebingungannya, emir keluar dari ruang ICU dengan wajah yang panik.


“ ada apa ini mas? “ tanya nabila pada emir


“ mira kritis bil “ emir duduk sambil meremas kuat rambutnya


“ ya allah... mira “ nabila langsung lemas dan hampir jatuh kalau saja dokter fadil tidak menahannya


“ kamu nggak apa-apa? “ tanya dokter fadil khawatir


“ mira dok.. mira “ ucap nabila terbata karena sambil menangis


“ kamu tenang ya, kita doakan saja supaya tidak terjadi apa-apa pada mira” dokter fadil menuntun nabila untuk duduk dikursi tunggu samping emir.


“ lo jangan tinggalin gue mir, gue sayang sama lo. Gue nggak mau lo pergi “ ucap nabila parau sambil menangis.


TBC


jangan lupa vote, like and coment ya😉