
" ikut mama yuk mir " ajak mama ratna
" kemana ma? " tanya mira.
" kerumah tante sinta, sekalian nganterin ini " jawab mama ratna memegang sebuah rantang berisi semur ayam dan brownies coklat. " nih kamu yang bawa " sambung mama ratna sambil menyodorkan rantang ke mira.
" aku nggak usah ikut ya ma " rengek mira. " kamu harus ikut dong biar kenal sama tetangga, lagian tante sinta punya anak yang ganteng lo, kamu bisa kenalan sama dia nanti " ucap mama ratna memaksa. " hemm... ya udah deh " jawab mira pasrah.
Setelah beberapa langkah, akhirrnya mama ratna dan mira sampai di kediaman pak bagas dan ibu sinta.
" assalamualaikum mbak sinta " ucap mama ratna.
"waalaikumusalam mbak ratna, mari masuk mbak " balas ibu sinta ramah.
" wah ini anak mbak ratna? cantik banget anaknya " ucap ibu sinta sambil memegang tangan mira dan membuat mira tersipu malu.
" iya mbak sin, ini anak bungsu saya namanya mira." " ayo mir salam sama tange sinta "
" saya mira tante " ucap mira sambil mencium tangan ibu sinta. " oiya ini ada sedikit makanan tante " sambung mira.
" wah... kamu ini udah cantik, baik lagi. tante jadi sayang sama kamu " ucap ibu sinta sambil memeluk mira. " oiya tante juga punya anak, sebentar ya " " mir... kesini dulu nak. ada tamu ini " panggil ibu sinta pada anaknya. " iya ma" jawab sebuah suara dari arah belakang.
Tak berapa lama muncullah sosok laki-laki tinggi kira- kira 180an cm berbadan atletis dengan kulit yang putih.
" wah... anak mbak sin ganteng banget ternyata, kalau ganteng si atthar " ucap mama ratna sambil tergelak.
" mir, ini tante ratna rumahnya empat rumah dari rumah kita ke arah kanan. dan ini anaknya mira " ucap ibu sinta memperkenalkan.
" saya emir tante " ucap emir sambil mencium tangan mama ratna. " emir " ucap emir singkat sambil mengulurkan tangan ke arah mira dengan ekspresi dingin. " mira " membalas uluran tangan emir dengan senyuman manisnya.
" wah.. nama anak kita ternyata hampir mirip ya mbak sin, satunya mira satunya emir. kayaknya jodoh deh ini mbak " ucap mama ratna antusias.
" iya juga ya mbak, saya nggak keberatan kok kalau kita besanan, malah saya senang mira jadi mantu saya " balas ibu sinta.
" mama apaan sih ma, emir kan udah punya pacar " ucap emir dingin.
" udah putusin aja pacarmu, mama nggak suka sama dia. anaknya nggak sopan gitu kok mau dijadiin istri " sungut ibu sinta.
" udah mbak sin, kalau anaknya nggak mau jangan dipaksa " ucap mama ratna menengahi.
" sok ganteng banget sih ni orang! gue juga ogah kali dijodohin sama orang es kaya lo " batin mira
" ya udah mbak sin, aku pulang dulu ya. kalau ada waktu mbak main kerumah saya " pamit mama ratna.
" yowes mbak, besok-besok aku gantian main kesana." balas ibu sinta. " kamu juga harus sering main kesini ya nak mira " pinta ibu sinta.
" iya tante, pasti aku main kalau lagi nggak sibuk. mira pamit tante " pamit mira.
" hati-hati mbak ratna, hati-hati nak mira" ucap ibu sinta.
" ma, emir nggak suka ya kalau mama jodoh-jodohin emir kayak tadi lagi. " ucap emir kesal.
" ya udah. tapi jangan harap kamu dapat restu mama kalau kamu masih sama perempuan itu " tekan ibu sinta.
...
" ma, mira mau ketoko buku bentar ya. ada buku yang harus mira baca sebelum kuliah "
" iya sayang hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut bawa motornya " ucap mama ratna mengingatkan.
" oke bosku "
kemudian mira membuka pagar dan mengeluarkan sepeda motor matic nya yang berwarna merah, lalu melajukan motornya ke toko buku terbesar di kota bandung.
sesampainya ditoko buku, mira langsung menuju kebagian buku kedokteran. mira melihat buku tentang jantung yang dicarinya, tapi saat akan di ambil tangan lain juga sedang memegang buku yang akan diambil mira.
" gue duluan yang liat buku ini, jadi lepasin tangan lo dari buku ini " ucap mira sedikit kesal.
" nggak bisa, saya duluan yang liat. jadi buku ini milik saya " ucap orang itu.
" suaranya kok kayak gue kenal " batin mira. kemudian dia mengalihkan pandangan dari buku tersebut ke orang yang bicara padanya.
" elo! " ucap mira kaget.
" ternyata kamu anak kecil " ucap orang tersebut yang ternyata adalah emir.
" gue bukan anak kecil! dan ini buku gue " sungut mira sambil menarik paksa buku itu dan segera berlari ke kasir untuk membayar.
Setelah membayar, mira langsung menuju motornya. namun dia kaget karena kedua ban sepeda motornya kempes.
mira melihat emir berjalan menuju mobilnya sambil bersiul-siul penuh arti.
" heh cowok sialan! maksud lo apa ngempesin ban motor gue! " bentak mira.
" emang kamu punya bukti kalau saya yang ngempesin ban motor kamu? " tanya emir dengan smirk.
" nggak usah banyak alasan! tanpa bukti juga gue tahu kalau ini tuh kerjaan lo! " ucap mira penuh amarah.
" gue tau lo marah sama gue gara-gara buku itu. tapi jangan pake ngempesin ban motor gue juga dong! kekanakan banget sih lo! katanya mau nikah, tapi kelakuan kayak bocah! cih.." maki mira.
emir diam seketika mendengar mira menyebutknya kekanakan. ya memang benar emir sedikit kekanakan, cuma karena sebuah buku dia sampai tega mengempeskan ban motor mira. tapi emir tak mau kalah begitu saja dari mira.
" mungkin menurut kamu saya kekanakan, tapi buku itu penting banget buat saya. dan kamu dengan cara licik ngambil buku itu" ucap emir acuh
karena kesal pada emir, akhirnya mira melemparkan buku yang dibelinya ke arah emir. " nih... makan buku lo! gue udah nggak butuh " ucap mira dengan nada tinggi yang kemudian menuntun sepeda motornya meninggalkan toko buku.
sedangkan emir diam terpaku dengan perlakuan mira padanya, ditatapnya buku tersebut dan diambilnya buku itu dari depan kakinya.
" apa saya udah keterlaluan ya sama tu bocah? " tanya emir dengan sedikit rasa bersalah. kemudian emir berlari mengejar mira namun mira sudah tidak terlihat lagi.
" saya harus cari tu bocah, ntar kalau dia kenapa-kenapa saya jadi tambah merasa bersalah lagi " ucap emir sambil membuka pintu mobilnya dan mengemudikan mobilnya untuk menyusul mira.
Tak lama emir melihat anak perempuan yang sedang mendorong sepeda motor matic warna merah .
" kayaknya itu dia deh " ucap emir berbicara sendiri. kemudian emir meminggirkan mobilnya dan turun dari mobilnya berlari mengejar mira.
" siniin motornya, biar saya bawa kebengkel " ucap emir sambil memegang setang sepeda motoe mira.
" nggak usah! gue bisa sendiri " jawab mira ketus sambil mendorong tubuh emir. namuj emir tak kalah begitu saja. emir langsung mengambil paksa sepeda motor mira.
" kamu tunggu dimobil, saya akan bawa motor kamu. nggak usah ngebantah saya " ucap emir sambil memberikan kunci mobilnya ketangan mira.
mirapun masuk kedalam mobil emir, dan melihat foto emir bersama seorang perempuan tergantung di mobil emir.
" ini toh cewek yang dibilang sama tante sinta nggak sopan... cantik juga sih dia kayak model. " gumam mira.
Hampir setengah jam akhirnya mira melihat emir datang menaiki sepeda motornya. lalu mira keluar dari mobil dan menghampiri emir.
" ni kunci mobil lo " ucap mira sambil menyerahkan kunci mobil emir dan langsung diterima emir.
" tunggu disini " titah emir
" apaan lagi sih " gerutu mira
Emir masuk kedalam mobil dan mengambil sebuah bungkusan.
" nih " ucap emir sambil memberikan bungkusan tersebut.
" apaan nih? " tanya mira bingung sambil menaikan sebelah alisnya.
" kamu bisa liat kan itu apa "
" ya gue tau ini buku, tapi maksud lo ngasih gue ini apa? "
" ambil aja, saya mau pulang "
setelah itu emir masuk kedalam mobil meninggalkan mira yang sedang dalam kebingungan.
.
.
.
.
.
Tbc...
Jangan lupa like and coment guys 😊