
“ sebenarnya apa yang terjadi mir? “ tanya dokter fadil
“ tiba-tiba aja detak jantungnya melemah dan tekanan darahnya menurun, akhirnya dia kritis lagi. Harusnya aku bisa nolongin dia saat seperti ini. Tapi aku nggak sanggup karena itu dia “ ucap emir yang mulai bicara dengan tidak formal.
“ lo jangan nyalahin diri lo mir, kalau gue ada diposisi lo gue pasti juga nggak bakalan sanggup. Kita berdoa aja supaya nggak terjadi apa-apa sama dia “ ucap dokter fadil menenangkan
Satu jam menunggu dokter menangani mira, akhirnya dokter-dokter itu keluar juga dari ruang ICU.
“ keluarga pasien? “ dokter memandang mereka bertiga
“ saya calon suaminya dok “ ucap emir cepat
“ baik, mari ikut keruangan saya dokter emir” dokter itu berlalu pergi dan diikuti oleh emir
“ sus, apa saya boleh masuk? “ tanya nabila pada perawat
“ maaf mbak, untuk saat ini pasien belum boleh dikunjungi. Mohon mbak menunggu” jelas perawat
“ bagaimana ini dok? Saya ingin melihat mira “ adu nabila pada fadil
“ sabar ya nabila, kalau sudah waktunya kamu pasti bisa kok melihat mira “ ucap fadil sambil menepuk bahu nabila
“ saya sangat khawatir dok “ nabila kembali menangis
“ jangan menangis, teman kamu sudah tidak apa-apa “ bujuk fadil sambil memegang tangan nabila
Nabila langsung terdiam dan memandang tangan fadil yang memegang tangannya, jantung nabila rasanya seperti mau meledak karena degupan jantungnya yang kuat.
“ eh.. maaf. Saya hanya ingin menenangkan kamu saja “ fadil langsung melepas tangan nabila
Pipi nabila langsung merah merona setelah fadil melepas tangannya. “ kamu sepertinya sakit nabila, ayo saya periksa kamu diruangan saya “ ucap fadil yang kemudian menangkup pipi merah merona nabila
“ sa..saya tidak apa-apa dok “ nabila terbata sambil mengalihkan pandangannya dari fadil
“ tapi pipi kamu merah, saya takut kamu demam “ pipi nabila semakin merah karena ucapan fadil ditambah lagi kalau fadil mengkhawatirkannya
“ sa..saya benar-benar tidak apa-apa dok “ nabila melepaskan tangan fadil yang berada di pipinya, “ saya ke toliet dulu “ nabila langsung berlari ke toilet untuk menghindari fadil
“ huft... hampir aja gue kena serangan jantung gara-gara itu orang “ nabila bernapas lega setelah berada di toilet
Di ruangan dokter akbar, dokter yang menangani mira. Dokter akbar menjelaskan keadaan mira yang sebenarnya kepada emir.
“ begini dokter emir” ucap dokter akbar terjeda
“ setelah serangan jantung yang baru saja di alami oleh calon istri dokter, saat ini mungkin pasien akan mengalami koma. Harapan hidup pasien sangat kecil sekali, dari pemeriksaan yang saya lakukan sepertinya pasien tidak memiliki keingingan untuk sadar dok. Sebagai calon suaminya, coba dokter berbicara pada pasien untuk menyemangatinya agar kembali terbangun. “ jelas dokter akbar
Emir hanya terdiam dengan ekspresi sendu setelh mendengar penjelasan dokter akbar mengenai keadaan mira “ baik dok, terimakasih dok “ emir beranjak dari duduknya
“ sama sama dokter emir “
Emir kembali ke depan ruang ICU, kemudian dia berdiri di depan kaca ruangan ICU untuk melihat mira.
“ apa kata dokter akbar mir? “ tanya fadil
“ mira bakalan koma dil “ emir berbalik lalu duduk di kursi tunggu “ dia tidak berniat bangun dil, sepertinya dia ingin hidup lagi “ emir menunduk kemuan terjatuhlah air dari mata emir
Fadil terbengong. Baru kali ini dia melihat emir menangis apalagi penyebab dia menangis adalah karena mira. Padahal dulu saat sarah kecelakaan saja emir tidak pernah sampai menangis, bahkan tak pernah menunjukkan wajah khawatir sekalipun.
Emir diam saja, rasanya dia tak ingin menjawab satupun pertanyaan dari fadil. Saat ini dia benar-benar ingin tahu apa sebenarnya penyebab mira sampai tak ingin hidup lagi.
“ nabila kemana? “ tanya emir sambil celingukan
“ dia masih ke toilet “ fadil menjawab tanpa melihat ke arah emir karena kesal pertanyaannya tidak dijawab emir
“ saya break sama sarah “ ucap emir tiba-tiba
“ kenapa? Gara-gara mira? “ kembali fadil bertanya
“ jangan mengarang cerita “ sanggah emir
“ gue denger dari perawat mira mencoba bunuh diri gara-gara lo sama sarah “ ucap fadil santai
“ itu tidak benar “ sangkal emir mulai sedikit kesal
“ terus kenapa sampai mira bunuh diri dan lo break sama sarah? “ cerca fadil
“ saya juga tidak tahu kenapa mira sampai mau bunuh diri, yang jelas alasan saya break sama sarah itu bukan karena mira “ emir menyandarkan kepalanya pada dinding “ makanya saya mau nanya sama nabila apa yang sebenarnya terjadi sampai mira mau bunuh diri”
“ terus kenapa lo sampai ngaku jadi calon suaminya mira? “
“ ini semua ide konyolnya nabila, dia nyuruh saya jadi walinya mira” ucap emir lemah
“ kenapa bukan orang tuanya yang jadi walinya? “
“ saya juga tidak tahu, nabila tidak mau kalau orang tua mira tahu kalau mira mencoba bunuh diri. Saya juga tidak tahu apa alasannya “ jelas emir
“ tapi menurut gue orang tuanya harus tau mir “
“ NGGAK! “ tiba-tiba nabila datang sambil berteriak
Emir dan fadil langsung memandang ke arah nabila yang tampak sangat marah. “ orang tua mira harus tahu keadaan mira nabila” ucap fadil penuh penekanan
“ anda jangan ikut campur dengan masalah yang tidak ada hubungannya dengan anda, dan anda lebih baik diam kalau anda tidak tau apa-apa” bentak mira pada fadil
“ maaf kalau saya ikut campur, saya hanya menyarankan” ucap fadil dngan tenang
“ maaf, saya tidak butuh saran anda. Lebih baik anda sekarang pergi saja bersama teman anda. Terimakasih bantuannya selama ini “ nabila mengusir emir dan fadil
“ sekali lagi saya minta maaf “ ucap fadil tulus tapi nabila langsung membuang wajahnya kearah lain sambil melipat kedua tangannya didepan dada
“ ayo kita pergi dulu mir “ ajak fadil
“ tapi saya masih mau disini “ ucap emir lemah
“ nanti kalau nabila udah tenang kita kesini lagi. Biarin dulu nabila nenangin dirinya dulu “ bisik fadil
Emir dan fadil pergi meninggalkan nabila sendirian. Setelah dirasa emir dan fadil sudah jauh, nabila menangis terisak sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
TBC
jangan lupa vote, like and coment ya😉