You ...

You ...
INTRO ( ̄^ ̄)



Siang itu Agung tengah menyantap makan siangnya dengan tenang namun seorang temannya datang sambil menepuk bahu Agung.


"Hoi Gung!!" pekik pemuda itu dan duduk disebelah Agung.


Ia menoleh dengan mulut yang masih bekerja menghaluskan makanan yang masuk. "Ada apa Dik? Kek habis dikejar Pak botak lu" sahutnya sambil melanjutkan makannya.


"Si Sandy mintol, liati adeknya di rumah. Dia ada kelas tambahan"


"Halah alasan mu" acuh Agung.


"Bab* !!! Gak percaya? Sono lu tanya, capek gue nuruti dia dari gedung ujung kesini jauh bangs*t !!" maki pemuda itu yang memang terlihat lelah dengan nafas yang naik turun kasar.


"Yaudah entar aku kesana jumpai si Sandy, lu kan tau aku suka adek dia jadi bisa aja tuh mulut bohong"


"Bomatlah Gung, btw beliin gue somaiy laper"


"Pesen aja" Agung bangkit. "Ini sekalian lu bayarin punya aku" sambung Agung sambil memberi selembar uang lima puluh ribu.


"Ok, thanks ya Gung" sahut pemuda dengan nama panggilan Dika itu.


"Santai aja" pekik Agung dan berlalu meninggalkan kantin, berjalan menuju gedung paling ujung.


Sesampai disana dia langsung bertemu Sandy yang tengah berbenah tugasnya. "San?!" tegurnya.


Sandy menoleh dan datang sambil menenteng tas ranselnya. "Udah dikasih tau si Dika?" tanya Sandy.


"Humm, adek lu kan dah besar ngapain aku liatin?"


"Bukan masalah udah besarnya atau apa, tapi dia punya minus pelupa dan kau taukan dia punya maag?"


"Iya tau, terus?"


"Bagus lu gak usah banyak tanya Gung, langsung kesana perasaan ku gak enak soal Icha"


"Tapi …. "


"Gak usah banyak tapi !! Udah buru sana, aku pulang sore gak keburu mau kasih tau dia" potong Sandy sambil pergi meninggalkan Agung dan masuk ke gedung lain untuk mendapat kelas tambahannya.


Kenapa Sandy mendapat kelas tambahan? Apa dia bolos? Atau semacamnya? Tidak! Dia adalah seorang anggota BEM yang lumayan padat karena beberapa kegiatan mengenai seminar atau membahas hal lain seperti acara lomba antar kejuruan, bisa di bilang dia adalah seorang atas yang paling berpengaruh di kampus dan juga paling aktif dalam kegiatan apapun.


Kini Agung tengah berjalan menuju kediaman Sandy dengan motornya. "Astaga demi apa aku grogi" batinnya yang masih mengendarai motornya.


Di sepanjang jalan Agung bergelut dengan pikiran dan hatinya sembari menetral rasa groginya agar tak kelihatan karena ini kali keduanya dia harus berdua dengan Icha terlebih lagi di rumah yang sepi dan hanya Icha disana.


Agung menjaga Icha sangat baik walau dia harus menahan rona di pipinya karena melihat Icha, kini Icha sudah tidur di sofa dan dia juga tak lama tidur dengan posisi kepala di atas meja.


...****************...


Sandy telah selesai kelas tambahan walau tak semua karena sebagian dia meminta lewat email saja, hatinya tak menentu bukan dia tak percaya Agung hanya saja lelaki ada batasannya dan dia sedikit menyesali permohonannya pada Agung.


"Gung aku percaya sama mu ku harap kau tak lebih" batinnya saat setelah ditegur karena tak mengenakan masker.


Tak butuh waktu lama, angkutan yang dia tumpangi berhenti dan langsung saja dia berlari masuk ke perumahan yang berderet rapi. Dia mengatur nafas untuk membuka pintu rumahnya dan netrannya merekam hal yang tak terduga, membuatnya kaget dan mematung dihadapan Agung dan Icha.


"Eh mas" panggil Icha yang tengah menyelimuti Agung.


Sandy bernafas lega karena khawatirnya tak jadi nyata. Dia masuk dan mendudukkan bokongnya pada sofa sambil membuka almamaternya.


"Maag kamu kumat dek?"


"Iya mas, hehe" ucap Icha sambil tersenyum kecil.


"His kamu ini, jangan gitu lagi ya. Untungnya ada Agung kalau gak?! Hah!! Entah gimana" eluhnya perlahan.


"Mas mandi sana, kan habis dari luar nanti bawa si Corona pulang"


"Iya mas mandi, tapi entar kamu bisa bilang sama teman-teman di gc kalau mas gak bisa nimbrung"


Icha hanya mengangguk sambil membereskan alat makan dan obat yang tadi diambilkan Agung untuknya.


"Tapi kamu masuk ke gc nya gak masalahkan? Mas gak bisa masuk karena harus ngerjain tugas tambahan" sambung Sandy sambil mengangkat Agung untuk masuk ke kamarnya.


"Terserah mas" singkat Icha dan memilih masuk kedalam kamarnya.


Sandy meletakkan Agung pada kasurnya dan berjalan ke lemari mengambil bajunya lalu bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Langit senja sudah mulai berubah warna tapi Agung masih setia pada alam mimpinya, sementara Sandy tengah bersiap untuk melaksanakan ibadah maghrib. Begitu juga Icha.


"Dek udah siap?"


"Udah mas"


"Kita di ruang sholat rumah aja ya, gak ada ayah jadi mas agak gimana gitu"


"Iya mas iya"


"Kenapa aku gak lu banguni?!"datar Agung.


"Eh ada lu rupanya?"


"Kan mas Agung memang disini" ujar Icha.


"Ternyata yang pelupa lu San, bukan si Icha"


"Hehe, sorry-sorry" cengir Sandy.


"Lu udah mandi?" tanya Sandy pada Agung.


"Belum, tapi aku gak jorok banget. Jadi bisa lah"


"Yaudah ayo entar kelewatan dan lu aja yang jadi imam aku sama Icha makmumnya"


"Okelah"


Dan mereka bertiga pun melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim, melaksanakan sholat dengan tenang dan damai.


Beberapa menit terlewat dan mereka telah selesai, tapi tidak dengan Agung. Sekarang dia tengah mendapat serangan cinta dari Icha karena gadis itu tersenyum lembut dan mengucapkan terima kasih telah menjadi imam di sholat mereka.


"Gung, lu nginap?" sambil melepas kopiyah yang dia kenakan.


"Gak San, aku balik"


Icha pergi masuk ke kamarnya, meninggalkan dua pemuda itu dan menikmati malam tenangnya dikamar dengan alunan musik yang dia pasang. Agung pamit pada Sandy.


"Hati-hati lu, jangan lupa masker di pake" ujar Sandy yang berdiri diteras.


"Iya iya, always mah" timpal Agung sambil menaiki kuda besinya.


Sandy masuk dan menutup pintu rumahnya, sementara Agung yang masih duduk di atas jok motor merogoh ponselnya dan mengetik sebuah pesan yang dia tujukan pada Icha.


"Jangan lupa buat makan lagi ya, gak enakkan kalau sakit"


"Sorry kalau kesannya sok ngatur, tapi demi kesehatan kamu juga dek"


Itulah dua pesan yang dikirim ke Icha. Agung memasukkan lagi ponselnya pada saku celananya dan menyalakan mesin motornya, bergegas pulang.


"Dek?" panggil Sandy pada Icha sambil mengetuk pintu kamar Icha. "Mas nugas ya, jangan lupa" sambung Sandy dan masuk ke kamarnya sendiri.


Icha bangkit dan meraih ponselnya yang berada di atas nakas berwarna biru tua berpadu hitamnya. Ia membuka sandi benda pipih itu dan lumayan banyak notifikasi yang berasal dari line, wh*tapps dan lain sebagainya.


Icha tak tahu jika ada pesan dari Agung yang masuk karena terbenam oleh notifikasi lainnya. Gadis itu memasuki salah satu apk yang berjajar rapi disana.


Sementara itu Sandy memasuki grup chatnya dan memberitahu bahwa ada yang akan masuk ke grup chat itu.


"Ehekm!!"


"/bawa mic


"Asek!!!"


"Oke, oke gk ush basah basi"


"Gue mau bilng kalau ada yang masuk, tapi gk tau char apa dia. Yg jls harus ramah kalian!!"


Itulah pesan yang ditulis oleh Sandy pada grup chatnya dan dia mulai memasukan nomor Icha kedalam grup chat itu. Semua menyambut Icha tapi gadis itu belum masuk, ia hanya melihat deretan pesan itu hingga berhenti baru dia akan memasukinya.


Icha mulai mengetik pesan yang akan dia kirim ke grup chat itu.



..."Tq udah kam'in. Nn aku Angel Valeeqa Ghaffara. Face Claim Heejin, member Loona"...


..."/bow 45°...


..."Sorry sebelumnya, Chr @Doyoung lagi nugas jangan spam"...


..."Dan lagi aku gak suka save nomor kalian, kalau mau di save pikir dulu kalian akan lrp atau gak. Karena buat semak aja"...


Tulisan itu berada di beranda grup chat dengan apik dan terkesan enggan untuk terlalu bersosial.


Sisi lain Agung telah sampai rumah dan mengecek kembali ponselnya berharap ada pesan masuk dari Icha namun sayang dia tak mendapat pesan dari gadis itu karena tak tahu bahwa pesan dia sudah tertimbun ribuan pesan dari teman game dan kelas Icha.


Agung menghela nafas dan mendudukkan bokongnya pada kursi disudut ruang tamu yang berbatasan dengan dapur rumahnya.


"Ku rasa dia tidur" batinya. "Baiklah, besok saja kalau gitu" gumamnya dan memilih bangkit masuk kekamar dan membersihkan badan lalu mengerjakan tugas kuliahnya.


..."Thanks ya, udah mau nungguin kelanjutan ceritanya. jangan bosen ya ^^ "...