You ...

You ...
Pengagum Mu



Sekarang jam sudah menunjukan pukul tiga sore dan teman-teman kampus Sandy sudah berkumpul di rumah, sedangkan Icha masih bergelut dengan laptop dan gamenya.


"Dek? Ayo!" ajak Sandy saat membuka pintu kamar adiknya.


"Udah mas? Yaudah bentar adek ganti baju" sahut Icha dan bangkit dari kasurnya. Berjalan ke lemari dan memilih baju untuk keluar rumah. Sisi lain teman-teman Sandy tengah heboh di ruang depan.


"Anj*r!! Kata kalian gak bawa gandengan sat lu pada sumpah" pekik Agung.


"Ya gimana lagi boy, mereka minta ikut" bohong mereka namun ada yang sebagian jujur.


"Gak jelas lu pada sumpah, untung Icha ikut kalau ga kelar sudah aku sama Agung lihati lu pada mesraan" sahut Sandy yang sudah siap.


"Icha? Pacar lu?" tanya seorang gadis yang bernama lengkap Karin Anatasya Huang, dia kekasih dari pemuda bernama Alexander Langit Lee dan sekaligus teman kampus Sandy. Sepasang kekasih ini kewarganegaraan China.


"Iya ada, emang si Alex gak ngomong?"ucap Agung


"Ada, cuma gak percaya. Secara wa gak pernah lihat dia walau udah beberapa kali kesini"


"Dia lebih sering di kamar, apalagi kalau udah rame bagus dia mendem" Karin hanya mengangguk.


Icha pun keluar dengan outfit sederhananya dan masker yang masih dia genggam, netrannya menatap datar teman-teman Sandy seperti tak berminat menegur atau menyapa. Tapi dia memberi bungkuk kecil layaknya seperti ciri khas negara Korea Selatan atau negara lain.


"Oke adek ku udah siap, lu pada naik apa?" ucap Sandy sambil melihat teman-temannya.


"Gue sama Alex bawa mobil ortu" sahut pemuda bernama lengkap Dimas Prayudha Nugroho.


"Lu, masuki sapa kedalam mobil lu?" tanya Agung pada Dimas.


"Gue, Ayu, Roby sama Tara" jawab Dimas sambil mengusap kepala sang kekasih dengan nama Ayuning Farhan.


"Kalau gue, Karin, Bobby sama Nazwa" sahut Alex tanpa di minta.


Gadis yang bernama lengkap Nazwa Titian Ayu itu adalah teman kampus sekaligus penggemar rahasia Sandy sejak dibangku SMU dulu, namun dia tahu diri jika Sandy tak pernah mau berpacaran. Kenapa gadis itu tahu? Karena hal yang pernah dia dengar waktu zaman SMU.


...****************...


Jam istirahat semua siswa siswi langsung pergi ke kantin atau menetap di kelas dan menitip pada temannya. Sandy dan teman sebangkunya milih di kelas untuk makan bersama, Sandy siswa yang jarang ke kantin karena ulah Icha yang selalu membuatkan bekal dan menarik uang saku Sandy untuk di tabungnya. Kalau ditanya malu? Ya, mungkin awal pasti malu. Tapi dia juga terbiasa. Bahkan teman-teman kelasnya suka menitip makan pada Sandy karena suka dengan rasa masakan Icha dan selalu membuat cemilan yang tak membosankan. Hal itu menjadi salah satu jalur uang Sandy dan Icha, walau mereka bisa meminta lebih uang saku tapi tak dilakukan karena mereka tak ingin sang ayah terbebani.


Sandy dan anak-anak lain yang sudah balik dari kantin berkerumun di meja Sandy untuk bercerita atau makan, tanpa Sandy sadari ada seorang siswi yang menatapnya lembut dan kadang semu merah tercipta karena melihat senyum Sandy.


"San, Icha pacar lu kan?" perontal seorang pemuda yang tengah menyendok makanan dari bekal Sandy.


"Gigi kau itu" pekik Sandy


"Lah terus siapa? Lu asal kita-kita tanya pasti jawabnya bidadari" sambung pemuda lain di sebelah Sandy


"Ogah aku mikir pacar-pacaran, lagian enek ***"


"Eneknya dimana? Emang lu udah pernah pacaran?"


"Belum dan males juga pacaran, eneknya aku neh ya. Kalau kita lagi olahraga dan aku balik ke rumah pasti ada aja selipan surat yang entah dari siapa aja" jelas Sandy santai.


"Enak banget lu, ada fans" sahut yang lain di atas meja tepat dibelakang Sandy.


"Enak, pala kau lima. Adek ku ngadu dan berakhir kena siraman qolbu sama ayah" Empat teman Sandy tertawa terpingkal-pingkal mendengar penjelasan Sandy.


"Ketawa kalian, tapi itu nyatanya" santainya sambil meneguk air dari botol yang dia bawa.


"Wajar? Mungkin, tapi aku tak terlalu suka dengan gadis yang menyatakan perasaanya sangat jelas" jawab Sandy.


"Kalau aku seperti mu akan ku terima" sahut lainnya.


"Kenapa bahas pacaran? Lagian Icha itu adekku dengan adanya dia gak perlu apa-apa lagi"


"Oh jadi Icha itu adek lu, gue kira Icha pacar lu"


"Udah-udah, gak usah bahas pacaran kalau jodoh udah diatur. Jadi diam, lagian jarang cewek setia"


"Yap bener banget lu, bener banget"


Gadis yang mendengar perkataan kerumunan pemuda itu diam karena dia pernah menaruh secarik kertas di dalam tas Sandy, tapi isinya buka menyatakan perasaan melainkan kekaguman karena dia berharap ada balas namun tak ada balasan apapun.


Menyerah? Sepertinya tidak, gadis itu tetap menyimpan perasaannya. Hingga tamat sekolah rasa itu masih ada, walau sekarang dia menerima dan telah bergandeng dengan pemuda lain.


...****************...


"Yaudah gue, Sandy sama Icha naik mobil gue" sambung Agung.


"Lu naik mobil kesini? Kok gak kedengaran suara buka gerbang?" heran Sandy.


"Ya kali gue buka gerbang lu pakai suara" datar Agung.


"Yaudah ayo jalan kita entar kesorean" timpal Alex.


Dan mereka semua pun keluar dari rumah Sandy, bergegas masuk ke dalam tiga unit mobil yang sudah terparkir rapi di halaman rumah Sandy.


Unit Alex terisi Karin, Bobby sama Nazwa. Unit Dimas terisi Ayu, Roby sama Tara, Sedangkan Unit Agung berisi Sandy dan di kursi belakang Icha yang tengah damai dengan earphone dan game yang dimainkan.


"Eh btw neh ya wa mau ngegibah" ucap Karin yang duduk disamping Alex.


"Gibah apa by? Dosa loh gibahi orang" sahut Alex yang tengah fokus menyetir.


"Sekali-kali lex, kan gak masalah" timpal pemuda bernama Bobby Syahrif Teguh


"Nah cakep! Gini ya, wa rasa sih Agung tuh suka deh sama adeknya si Sandy"


"Mulut by, jangan asal aja"


"Bukan gitu loh ko Alex. Coba deh mikir ada teman setiap minggu ke rumah Sandy? Kita aja jarang kecuali ada tugas kampus kan?"


"Ya kan Sandy sama Agung emang dekat dibanding sama kita-kita Rin" sahut Alex.


"Iya bener juga, kalau pun dia suka sama si Icha biarin aja ngapa. Hak dia juga" Ujar Bobby.


Nazwa hanya dia di dalam mobil, ia menjadi pendengar yang baik. Hingga sampai ketempat tujuan. Mereka memarkirkan mobil ke tempat yang tersedia dan keluar menjelajah taman kota yang tak terlalu ramai.


Icha memilih mencari tempat sejuk dibawah pohon rindang dan melanjutkan gamenya tanpa memperdulikan Sandy dan teman-teman Sandy yang sibuk kesana kemari atau sekedar mencari spot-spot untuk berfoto.


Ini adalah outfit yang digunakan Icha.



......"maaf atas keterlambatan upnya ^^ makasih untuk yang mau menunggu dan membaca ceritanya, jangan pernah bosan ya"......