You ...

You ...
Khawatir



Kini mereka telah sampai di rumah Sandy. Icha turun lebih dulu dan masuk kedalam rumah untuk membersihkan dirinya.


"San?! Thanks ya" ucap Agung saat Sandy ingin keluar dari mobil.


"Buat apa?"


"Ya makasih aja San" senyum Agung dan ikut keluar dari dalam mobil.


Sandy menaikkan satu alisnya bingung dan ikut keluar "Aneh" gerutunya pelan dan masuk kedalam rumah.


Icha sudah selesai membersihkan diri dan sekarang dia tengah berada di ruang tamu dengan piyama karakter BT21 sambil melanjutkan aksi coret-coretnya pada kanvas berukuran A4 dengan rambut tersanggul berantakan.


"Aku pindahkan ini dulu ya" ucap Sandy dan pergi ke dapur. Agung berjalan ke arah dimana Icha tengah santai.


"Ayah kamu belum pulang dek?" tanya Agung sambil melihat apa yang digambar Icha.


"Udah, motor ayah ada dirumah. Paling masih di masjid komplek" sahutnya sambil memberi warna pada hasil gambarnya.


"Dia pintar dalam segala hal, sangat sempurna" batin Agung yang menatap Icha penuh cinta. Sandy melihat hal itu dari dapur hatinya seperti nyeri dan sakit, mirip dengan seorang ayah yang takut anaknya.


Agung mengangguk "Tugas sekolah dek?" tanyanya lagi.


"Iya mas, rabu dikumpul"


"Masih lama lagi toh"


"Selagi senggang kenapa gak?"


"Iya sih, yaudah deh lanjut aja kalau gitu"


Icha hanya berdehem dan melanjutkan tugasnya tapi sayang ponselnya terus saja berdering, itu sedikit mengganggu kenikmatannya dalam mengerjakan tugas.


"Dek kok gak diangkat?"


"Biarkan saja, mereka mau ngajak mabar game mas" sambil fokus pada kanvasnya.


Agung yang juga ikut risih memberanikan diri untuk meminta izin mengangkat telepon yang keluar dari ponsel Icha.


"Boleh mas angkat dan bilang kamu lagi sibuk?" tanya Agung sedikit kaku.


"Silahkan" singkatnya dan Agung pun mengangkat panggilan itu


"Icha! Mau main gak?" suara berat dan serak keluar dari benda pipih tersebut membuat Agung kaget dan pastinya sedikit sakit di hatinya.


"Cowok? Apa pacarnya?" batin Agung.


"Halo Icha? Kamu masih disana kan?" tanya pemuda dari dalam telepon.


Agung langsung membuyarkan pikiran anehnya. "Maaf ini bukan Icha dan dia lagi mengerjakan tugas jadi gak bisa ikut main" sahut Agung dengan deep voice yang lembut.


"Oh yaudah bang, entar kalau Icha udah selesai bilang Bowo nelpon"


"Iya nanti abang bilang"


"Oke" ucap pemuda bernama Bowo itu dan memutus panggilannya.


Agung meletakkan kembali ponsel Icha ke meja dan menatap gadis yang kelihatannya sangat serius dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Tak lama berselang Sandy kembali dengan nampan berisi makanan yang mereka beli sebelumnya, ia meletakkan nampan itu di atas meja tempat dimana Icha sedang mengerjakan tugasnya.


"Lanjut nanti aja dek, sekarang ayo makan" perintah Sandy sambil menutup pensil warna Icha.


"Tanggung mas"


"Maag kamu dipikirin" tegas Sandy yang membuat Icha menurut dan menyusun tugasnya lalu meletakkannya di sofa.


Agung sedikit tersentak karena Sandy mengatakan "maag" batinnya bicara kalau Icha hanya kurang pada sifat dinginnya ternyata salah, gadis itu juga memiliki penyakit yang kelihatannya sepele namun bisa jadi pembunuh.


"Mas udah telepon ayah?" tanya Icha pada Sandy yang tengah mengambil makanan untuk Icha.


"Udah. Ayah bilang lagi di rumah pak Rahmat ada urusan jadi balik habis isya gitu" Icha hanya mengangguk dan mengambil remot, menyalakan televisi.


"Maag Icha udah parah ya?" tanya Agung dengan wajah yang terbesit rasa khawatir.


"Gak kok Gung, cuma aku ingati aja. Kalau parah mana mungkin aku belikan dia makanan pedas di taman" jelas Sandy.


Agung mengangguk dan mereka bertiga pun makan dengan tenang dan Icha yang berada di antara Agung dan Sandy.


...****************...


Agung pamit karena jam menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. "Om Agung pamit ya" ucapnya pada Adi dan menyalami Adi.


"Hati-hati di jalan ya nak Agung" ucapnya sambil tersenyum.


"Besok pulang bareng ya Gung" sahut Sandy yang berdiri di samping sang Ayah.


"Iya iya, kau jangan begadang terus" ucap Agung dan perlahan berjalan menuju mobilnya.


Sandy dan sang Ayah menunggu Agung hingga pergi baru mereka masuk. Kemana Icha? Setelah makan dan membersihkan peralatan makan dia melanjutkan tugas sekolahnya di kamar dan tidur setelah sholat isya.


"San? Ayah rasa Agung suka sama Icha" ucap Adi tiba-tiba sambil berjalan masuk kedalam rumah.


Sandy menghela nafas halus. "Ya sepertinya, ayah istirahat. Besok kerjakan?" jawab Sandy sambil memutar topik.


"Iya dan ayah juga lembur jadi kamu jaga Icha baik-baik"


"Pasti ayah tanpa ayah minta" ucap Sandy sambil mengulas senyum dan masuk kedalam kamarnya, begitu juga dengan Adi.


Sesampai di dalam kamar Sandy membuka ponselnya dan masuk ke dalam grup chat yang bernama NCT DAILY.


"/Masuk


"/Rolling depan


"Ehekm!! Orang tampan masuk!"


Itu pesan yang diketik Sandy yang berperan sebagai Doyoung. Tak lama ada yang membalas pesan Sandy di grup chat itu.


*Rose *


"/Tepuk kaki


"Wah mantab, buat lagi om!"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"/Datar


"Anj*r om bah !!"


*Lucas a.k.a Surya *


"Kalau dugong dah datang pasti mau ngamen dia"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Eh! Eh!! Jangan sholihin kamu!!"


*Haechan *


"Sholihin, sholihin!!! Soleha!!"


*Jungwoo *


"Wah ngegas dia!!"


*J-Hope *


"Tarekk sist !!!"


*Lucas a.k.a Surya *


"Beha Nyai @Irene !!!"


*Rose *


"/ngkk rprl


"Nyai keluar lu!! Dah panggil"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Lucas pedo anj*ng !!"


"Dibabat abis sama Irene ****** lu"


*Irene *


"/bawa pukulan base ball


"Ada apa panggil gue, hum?"


*Haechan *


"******!!! Tuh nyai si kang Kopi yang lambe'e ado kek lapangan bola"


*Lucas a.k.a Surya *


"Kok gue? Wah ngajak ribut!!"


"Sih Hobi duluan tuh!


"/Narik @J-Hope


*J-Hope *


"Apaan? Gue cuma bilang tarik sist"


"Ga ada gue nyuruh narik tali beha si nyai"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Dah debat lu, debat!!"


"Gue mau tidur"


*Felix *


"Jam segini tidur? Tumben"


*Yuta a.k.a Izal *


"Meh meh !!!"


"/ Geleng kepala


"Kemana aje lu Lix? Baru nongol sekarang?"


*Felix *


"Biasa hyung, tugas skull rl numpuk"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Gue mau tidur karena bareng sama adek rl gue, besok harus nugas lagi"


"Jadi, bye"


*Lucas a.k.a Surya *


"Jangan lupa yang tadi sore lu chat ke gue sama @Yuta a.k.a Izal, @Jaehyun a.k.a Chandra"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Iya kagak lupa, lu pada penasaran. banget sih njim"


"Padahal sering gue masukin sw, walau dari belakang pas dia ngerjain tugas"


*Yuta a.k.a Izal *


"/Stiker pegang pisau


"Masih tajem neh dugong"


*Doyoung a.k.a Sandy *


"Berani lu? Gak gue masukin dia kesini"


"/Smirk


Pesan terakhir Sandy dan dia langsung mematikan ponsel lalu pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, sikat gigi dan mengganti bajunya jadi piyama tidur.


"Kasur!! I'm Coming beb!!" Sandy langsung merebahkan tubuhnya pada kasur dan memeluk guling.


......"Maaf ya atas keterlambatan upnya dan makasih buat yang stay baca jangan lupa vote ya sama kasih saran"......