You ...

You ...
JJKP? BLOKIR? LINE?



Senja mulai menyapa Sandy dan teman-teman. Mereka mulai membubarkan diri untuk kembali kerumah masing-masing, tinggalah Sandy, Icha dan Agung yang masih berjalan arah pulang. Sayangnya mereka terjebak di kepadatan ibu kota yang mengharuskan mereka bersabar.


Ponsel Sandy dari tadi juga tak kunjung diam karena notifikasi yang terus berdatang membuat rasa jengkelnya kian memuncak. 


"Cih sial! Dasar cewek!" gumamnya dan membuka aplikasi hijaunya dan Ting!!! Beribu pesan memenuhi ruang Wh*tsappnya membuat Sandy menghirup banyak oksigen dan menetralkan emosinya yang hampir kelewat batas. Sandy membiarkan ponselnya dan menunggu agar tak terlalu lelet.


"Kenapa kau?" tanya Agung heran.


"Ah gak apa Gung, cuma sedikit jengkel" sahutnya dengan wajah yang sedikit tak enak.


"Mas, nanti di perempatan sana belok" pinta Icha.


"Iya dek, kamu bawa mukenah kan?" tanya Agung sambil curi-curi pandang dari spion dalam mobil.


"Bawa mas" singkat Icha. "Mas San! Mas kenapa?" 


"Gak ada dek, kesel aja" Icha hanya menangguk pelan dan mempersiapkan dirinya untuk menuju masjid terdekat.


Tak lama mereka bertiga pun tiba di masjid dan mulai turun dari sana, namun sayang Icha harus dihadapkan oleh sedikit masalah karena Icha tak mengenakan hijab dan pakaian gamis.


"Tapi mbak anda tidak bisa masuk karena pakaian anda seperti ini" ujar seorang lelaki dengan umur sekitar 40an.


Sandy yang sejak awal sudah jengkel makin memuncak karena alasan sepele seorang muslim tak diperbolehkan masuk ke rumah sang pencipta untuk menghadap dan berserah diri. Agung yang tahu temperamen Sandy sangat jelek jika sedang jengkel menahan Sandy agar tak ada keributan karena sekarang masjid itu tengah memutar suara mengaji.


Icha menghela nafas dan tersenyum "anda menahan saya sebagai umat allah untuk ibadah? Apa anda bisa menjamin ketenangan saya di hari akhir?" tanya Icha lembut. Lelaki itu diam.


"Tidak, apa anda bisa menjamin jika gadis seperti saya yang mengenakan hijab memiliki tutur dan tingkah yang sopan? Tidak juga kan?" sambung Icha.


"Saya tau anda lebih tua diatas saya dan memiliki wawasan yang luas tentang dunia, tapi kalau cara berpandang anda seperti itu maka sama saja wawasan dan umur anda tidak berguna sama sekali" kalimat itu keluar dan makin membuat lelaki itu mati kutu dan seorang ustad keluar karena sedari tadi melihat tata cara Icha yang tenang saat menghadapi orang yang lebih tua darinya tanpa berkata kasar atau mengeluarkan emosinya.


"Masuklah, allah tak pandang bulu, ras, atau cara berpakaian jika hambanya ingin bersujud dan bersyukur untuk kehidupannya" sahut ustad dari belakang sang lelaki yang berumur 40an itu.


Sandy dan Agung diam, mereka tak menyangka bahwa Icha bisa seperti itu. "Terima kasih pak dan untuk anda saya minta maaf jika perkataan saya menyinggung, tapi jika anda tetap melarang saya tak masalah, allah akan memberi sesuatu yang akan menjadi hidayah untuk anda" timpal Icha sambil berjalan masuk kedalam masjid dengan memeluk alat sholatnya.


Sandy dan Agung menyusul dari belakang dan berpencar untuk mengambil wudhu lalu masuk ke bagian pria begitu juga Icha.


"Tapi pak bukannya itu peraturan di masjid ini?" tanya lelaki itu pada sang ustad.


Dia mengangguk "Memang itu peraturannya tapi kita manusia biasa tak ada hak untuk manusia lain menghadap sang pencipta, ibadah tetap ibadah lagipula pakaian gadis itu tak memperlihatkan betis atau lengannya, sudah ayo masuk!" sambil menepuk lembut bahu lelaki itu dan berjalan masuk kedalam masjid.


Adzan mulai berkumandang dan para jamaah memasukin barisan sholat tanpa ada jarak yang memisahkan mereka, walau pemerintah menyuruh memberi jarak. Bukan mereka tak mengindahkan perintah dari pemerintah tapi jika memberi jarak saat melakukan ibadah sholat maka setan akan senang dan berlalu lalang di tengah-tengah mereka yang membuat sholat jadi makhruh atau bisa jadi tak sah.


Lima belas menit berlalu dan mereka semua telah selesai, Icha keluar dengan kain mukenah yang masih melilitnya. Ia duduk di pinggir teras masjid menunggu Agung dan masnya yang belum keluar padahal doa sudah selesai.


"Kemana mas?" gumamnya dan tak berapa lama yang ia tunggu keluar.


"Mau langsung pulang atau makan?" tanya Sandy pada sang adik.


"Pulang aja mas, ayah pasti nungguin kita" 


"Beli makan ya" sahut Agung dan Icha menangguk. Mereka pun berjalan ke arah mobil yang terparkir, sesampai didalam mobil Icha melepas mukenah dan melipatnya.


Sandy mengambil ponselnya dan memasuki grup chatnya. Banyak yang menandainya dan paling dominan adalah dari CP dia dengan name fake Jisoo Mine.


"Aku muak" batinnya dan dia mulai mengetik dipapan keyboard ponselnya.


"Sorry kalau gue hari ini ga nim, karena gue lagi ke real bareng temen dan adek gue. Dan untuk lu @Jisoo, kita sampek sini aja, gue muak dan lu udah kalah karena menggunakan hati real lu"


Itulah pesan yang di kirimnya di grup chat bernama NCT Daily dan menandai karakter yang bername fake Jisoo. Sontak membuat grup chat yang tadinya hening jadi berisik lagi karena ulah Sandy dan Sandy mengubah nama Jisoo Mine menjadi Jisoo.


*Jisoo*


"By? Kenapa?"


*Yuta a.k.a Izal*


"Masih lu tanya lagi Jisoo? Salah lu, lu nyepam dia jadi terima aja"


*Jisoo*


"Kan gue cuma mau tau dia ngapain?"


*Lucas a.k.a Surya*


"Dengan cara lu gitu? Cih, jjkp banget sumpah"


*Doyoung a.k.a Sandy*


"Udah gue bilangkan kalau sekali lu chat ga gue balas itu artinya gue lagi real life dan lu mulai ganggu privasi gue dengan spam"


*Jaehyun a.k.a Chandra*


"Kick aja kick!!! Nyampah, neh gc ga nuntut lu buat sering nim dan spam cp lu. Karena masing-masing punya kegiatan di real life"


*Rose*


"Loh kok gitu? Soo lu pun salah buat real life dia ga nyaman spam gitu"


"2-in!!"


*Irene*


"Anj*r lagi war? Mantab bosQ!!"


"/ngirim tikel makan popcorn.


*Wendy*


"Wesh nyai ikut dong!!


"/duduk sebelah @Irene


*Irene*


"Sini-sini, para ahjussi lagi ribut"


"/ngasih popcorn.


*Sana*


"Wopp!! Mantab!!! gue suka keributan"


*Taeyoung*


"Ada jjkp? Wah wah!! Campak aja!! Buat semak!"


*Soobin*


"Bah!!! Bah!! Gue kira jjkp pas jomblo doang, eh ternyata yang ada cp bisa juga ya"


*Taehyun*


"Gila, gila berita besar. Kayaknya dia ga baca peraturan gc kita deh"


*Felix*


"Ga kayaknya lagian kan dia yang nembak si hyung dugong duluan kan?"


*Ten*


"Gila buka kartu!!!"


*IU*


"Nj*r menurunkan harga diri wanita!!"


Itulah kurang lebih isi pesan di grup chat Sandy dan tak lama nomor yang berlakon menjadi Jisoo itu keluar dan memblokir semua nomor yang ada di grup chat itu.


Sandy merasa lega karena tak ada lagi yang spam menyebalkan keluar dari grup chat. Dia menatap depan dan menikmati kendaraan yang lewat.


"Gung, entar yang turun aku aja" ucap Sandy yang beberapa saat tadi diam.


"Humm, yaudah serah" Agung meminggirkan mobilnya ke arah pinggir jalan yang terdapat tenda penjual ayam penyet.


"Dek, mau martabak sekalian?" tanya Sandy.


"Iya mas" singkat Icha dan meletakan ponselnya dalam tasnya.


Sandy keluar meninggalkan Icha dan Agung berdua dalam mobil, suasana canggung kembali menyelimuti Agung dan seperti biasa Icha selalu santai. Lima menit berlalu dengan keheningan, Agung perlahan memutar tubuhnya ke belakang melihat Icha yang tengah menatap luar.


"Humm … I--Iicha" panggil Agung sedikit bergetar. Icha menoleh dan netran mereka saling beradu, Agung makin gugup dan bingung.


"Ya mas" sahut Icha.


"Ii--Itu … Aa--anu mas boleh minta Line kamu?" ucap Agung grogi dan terbata. Icha diam dan mengeluarkan kembali ponselnya.


"Scane kode QR nya aja" jawab Icha dan membuka aplikasi berwarna hijau dengan tulisan Line itu dan membuka kode QR nya.


Agung kaget dan dengan sigap dia langsung mengambil ponselnya yang ada di dashboard lalu menyalin Kode QR Line Icha.


"Thanks ya dek" ucap Agung dan melihat profil Icha yang tak menggunakan fotonya melainkan gambar bunga tulip berwarna kuning stabilo.


"Well mas" singkatnya dan meletakkan kembali ponselnya dalam tas.


Tak lama berselang Sandy masuk dengan keadaan Agung tengah berbunga-bunga seperti habis diruqyah, senyumnya merekah begitu lembar.


"Kesambet lu Gung?" tanya Sandy.


"Hum? Ga kok San" jawab Agung dan menyalakan kembali mobilnya lalu melaju pulang.



......"Kurang lebih ini gambaran foto profil Line Icha, buat kalian aku terus mengucapkan terima kasih karena mau baca"......