
Icha masih bergelut dengan beberapa blog di internet mengenai RolePlayer, dia terus membaca kata di setiap baris yang tersedia. Dan sisi lain, Sandy selesai mengerjakan tugas kuliahnya dan mengambil benda pipih yang ada di dekat buku paketnya.
"Selesai jadi bolehlah" gumamnya sambil berjalan ke kasur dan merebahkan tubuhnya telungkup dengan bantal menopang dadanya. Dia mulai membuka aplikasi Wh*tsapp dan ….
Ting
Ting
Ting
Ting
Ribuan spam keluar dari sana, membuat ponsel Sandy lelet. "Demi apa, jangan spam juga" gerutu Sandy dan melihat beberapa deret name fake idol berjajar di sana, salah satunya berisi.
"/manyun
"Ahh by!!! Kenapa cuma diread doang!!!"
"Tau ah aku ngambek!"
"Dihh beneran cuma diread aja!!"
"Yak Doyoung-ah!!!"
"/teriak
"Oke aku cari yang baru neh!"
"/ngirim stiker pisau"
"Humm … Doyoung-ah"
"/ngirim stiker nangis
"Doyoung!!!!"
Begitulah isi disalah satu fake name yang tertulis "Jisoo mine". Sandy hanya terkekeh kecil melihat tingkah oknum yang berlakon sebagai salah satu girl grup ternama di Korea Selatan.
"Untung aslinya my jodoh kagak begini bentuknya" ocehan dan mulai membuka satu persatu pesan dan membalas di grup chat sesuai fakta nyata.
"/natap datar
"Gue lagi nugas, hp gue di pegang adek cewek rl jadi maklum kalau cuma gue baca. Kalau gak sabar akan balasan gue delete aye nomor gue".
Itu isi pesan Sandy yang berlakon sebagai salah satu member dengan visual dan kata-kata nyeletuknya. Dan pastinya dia sengaja agar yang berlakon sebagai Jisoo merasa. Tak berlangsung lama Jisoo membalas pesan darinya di grup chat.
"/give puppy eyes
"Kan bisa bilang dulu"
*Doyoung a.k.a Sandy*
"Apa harus, hum?"
"Jadwal rl gue belakangan mulai padat dan ini masih mending gue gak LRP"
"/send emoji angry
"Kalau gak bisa hargai rl gue mending lu cari yang 24 jam bisa ngabarin lu"
Tiba-tiba masuk lagi seorang berlakon dengan name fake *Yuta* dan *Lucas*
*Yuta*
"Udahlah Dugong jangan marah-marah aje lu, kasian anak orang"
*Lucas*
"Hooh, udah neng sini sama akang kendang. Akang! Kalau saya bilang muter, muter ya"
"Oke, tu, wa, ga, pat!!!"
"Musekkk!!!"
/send stiker gif jellyfish
"Seperti mati lampu ya sayang"
"Sepeti mati lampuuuu"
*Yuta*
"Tarek uke!!!"
"Hobak!! Hiyaaahh"
*Lucas*
*/lempar bangku
"Enak bat congor lu katain gue uke"
"Sini lu @Yuta !!!!"
...*Maaf, jika tak berkepentingan jangan chat...
...*Jika penting spam, Ps? Silahkan, tapi jangan culik...
...#bot_Yuta_Hotteu...
"Yuta anj*ng!!! Kena bot murahan gue"
*Doyoung a.k.a Sandy*
*/Ngakak
"Kek ibab lu dua!!"
*Yuta*
"anj*m lu, gue sodok gak nafas lu!"
*Doyoung a.k.a Sandy*
"Berani lu nyodok gue? Wah wah"
*/tepuk tangan
"Kutang ada nyali"
*Lucas*
*/masuk dengan tampan
"Kan bener firasat gue, sih Yuyut uke"
*Yuta*
"Nah, ini neh!! Anak p*ntat!!"
"Gelud aye yok Cas!! Gedek gue anj*m!"
*/Pegang balok
"Sini lu!!! Sini!!"
*Lucas*
"/Nerima telpon
"Ah!! Bentar-bentar"
"Ha!! Apa? Kopi?! Sepabrik? Oke, oke otw neh!!"
"/pergi
*Doyoung a.k.a Sandy*
"An*ay!! Sok oke banget lu kang kope!!!"
*Lucas*
"Wahh jelas dong, udah sono lu ladeni cp lu"
"/dorong
*Doyoung a.k.a Sandy*
"njim, ga usah dorong juga cas"
"/datar
" @Jisoo Mine jangan nyimak"
*Jisoo*
"/masuk nunduk
"Mianhae"
"Lain kali akan lebih paham kondisi rl kamu"
*Doyoung a.k.a Sandy*
"/peluk
"Lain kali jangan gitu lagi ya"
"/usap kepala lembut
*Jisoo*
"Nee, kamu udah selesai rl?"
*Doyoung a.k.a Sandy*
"Udah, karena diingatkan adek"
Tiba-tiba name fake lain masuk ke dalam grup chat itu.
*Jaehyun*
"/nendang kursi
"Buat yang jomblo iri lu"
*Yuta // Lucas*
"/angguk
"Hooh bener banget, sono pc lu dua sono"
Pesan mereka masuk bersamaan di dalam grup chat dengan emoji marah dan beberapa baris pisau. Itulah beberapa penggalan dalam grup chat tersebut.
*Jisoo Mine*
"/Manyun
"Iri? Bilang bos!"
"Makanya cari cp sana, biar bisa uwuan"
*Doyoung a.k.a Sandy*
"Udah by jangan mengulah"
Sedang mengetik …
Saat sandy ingin melanjutkan chatnya, Icha memanggilnya. "Mas!!" teriak gadis itu sambil mengetuk pintu kamar Sandy. Ia bergegas bangkit dan membiarkan papan keyboardnya pada ponselnya menyala.
"Ada apa dek?" ucapnya sesaat membuka pintu kamar.
"Ayah mau ngomong sesuatu sama kamu mas"
"Kenapa? Apa kamu …" Namun di potong oleh Icha. "Gak mas, kamu tenang aja"
"Ya udah, ayo!" ajak Sandy.
"Adek gak di bolehin ikut, kata ayah cuma mas aja" jelas Icha dan dia masuk ke kamar Sandy lalu menutup pintu kamar Sandy.
Hati Sandy terasa tak enak dan tak karuan "Apa yang ingin dibicarakan ayah? Apa aku ada buat kesalahan? Astaga demi apa, baru ini berdua sama ayah" batin Sandy yang berjalan ke arah teras rumah.
"Ayah panggil Sandy?" tanya Sandy saat berada di samping sang ayah.
"Iya ayah panggil kamu" ucap Adi sambil mengangguk sedikit.
"Kenapa gak sekalian sama Icha, yah?" herannya dan duduk di kursi dengan meja jadi pembatasnya.
"Icha sudah tahu tinggal kamu aja, Icha nyuruh ayah buat kasih waktu ke kamu" Sandy hanya mengangguk paham.
"Setelah Icha lulus SMA nanti, ayah di pindah tugaskan keluar kota. Ayah gak maksa kamu mau ikut atau gak karena itu keputusan kamu" jelas Adi pada anaknya.
"Sandy terserah ayah aja dan lagi Sandy gak bisa biarin adek sendiri. Ayah kadang suka gak pulang, Sandy takut Icha kenapa-kenapa disana"
Adi tersenyum kecil "Maaf ya karena ayah jarang dirumah saat kamu dirumah, waktu kita berdua jadi gak ada"
"Gak masalah yah, selagi ada adek. Sandy gak masalah"
"Ingin main catur?" tawar Adi pada anaknya.
"Apa ayah bisa?"
"Kamu sepele sama ayah, hum?"
"Baiklah kita buktikan" tantang Sandy sambil menunduk mengambil papan catur yang tersedia di bawah meja. Sandy dan ayahnya pun mulai menyusun bidak-bidak catur lalu memainkannya. Sisi lain Icha yang masih ada dikamar Sandy, berbaring dan melihat ponsel yang dia bawa sambil bermain game yang bisa dimainkan olehnya.
"Double kill"
Suara itu keluar tak kala Icha membunuh musuh dalam permainannya. Senyum segaris terukir dan dia terus bermain, namun sisi lain suara berisik keluar dari benda pipi yang berada dekat dengan telinganya.
"Hais … Berisik sekali" gumamnya sambil terus membantai habis musuhnya dan tak lama berselang dia telah menyelesaikan gamenya dengan mulus tanpa ada kata kalah. Icha pun menaruh ponselnya dan beralih mengambil ponsel kakaknya.
Icha membuka ponsel Sandy dan langsung menatap datar ponsel yang dia pegang. "Ingin sekali aku keluar kan mas dari semua grup chat di ponselnya" gerutunya.
Ribuan spam chat memenuhi ruang Wh*tsapp Sandy. Icha pun masuk ke salah satu grup chat itu.
"Bisa jangan spam mas ku? Dia lagi quality time sama ayah"
Itu pesan yang ditulis Icha dan mengirim ke grup itu. Tak butuh waktu lama banyak yang membalas pesan yang ditulis Icha.
"Ohh … lu adeknya rl nya Dugong?"
"Seriusan dia lagi sama ayah?"
"Halah akal-akalan lu aja kan duyung!!"
Icha menarik nafasnya kesal dan lanjut membalas pesan itu. "Apa perlu aku pap kalau masku lagi sama ayah? Atau emang kalian iri karena gak bisa akrab sama ayah kalian?" ketus Icha lewat chat dan dari situlah tak ada yang membalas chat Icha lagi di grup itu.
"Bagus sekarang tenang" gumamnya dan dia meletakan ponselnya lalu melanjut game yang dia tunda dengan tenang.
Sementara tiga orang dengan name fake, memulai chat di grup yang cuma ada mereka berempat.
*Yuta*
"Anj*r pedas banget omongannya"
*Lucas*
*/angguk
"Yap, pedes banget sumpah"
*Jaehyun*
"Udah hayuk gas kan aja, telpon dia!". Dan salah satu mereka bertiga menelpon Sandy.
Icha yang tengah fokus pada gamenya langsung teralihkan pada panggilan telepon yang tersambung tiga orang yang bernama "Lucas(Surya), Yuta(Izal) dan Jaehyun(Chandra)".
"Bukannya anak rp gak boleh tahu rl lawan mainnya?" gumam Icha dan mengambil headset yang ada di bawah bantal Sandy dan menyambungkan ke ponsel Sandy.
"S*tan banget lu!!"
"Hooh! Pedes banget **** kata-kata lu"
"Sakit hati dedek bg!! Huuhuu"
Itulah suara yang pertama didengar Icha saat memasangkan kepala headset ke telinganya. Suara dengan beragam nada deep voice.
"Eh dugong!! Ngapa lu diem?"
"Hooh! Kata lu, adek lu lembut nj*r!!"
"Yap, kita kena skak, anj*r"
Icha menutup matanya dan mulai bersuara "Yang pertama kalian mengangguku dalam turnamen game, yang kedua kalian terlalu norak dan berisik, yang ketiga apa kalian gak ada kegiatan lain?" suara Icha mengalun lembut dengan kecepatan layaknya seorang rapper. Membuat tiga pemuda yang bersuara tadi diam dan senyap seketika.
"Demi apa itu suaranya lembut sekali" gumam salah satu dari mereka.
Icha membiarkan sambungan telepon itu terhubung dan dia melanjutkan gamenya.
"Five seconds till the enemy reaches the battlefield, Smash them!"
Suara itu keluar dari sebuah game yang dimainkan Icha.
"WHAT!!!!" pekik mereka bertiga beriringan.
"Eh dek lu main ML?" suara itu terdengar tapi tak tahu suara siapa.
"Iya, adek lagi ikut turnamen" sahut Icha dengan mata yang fokus bermain.
"Bah! Mantab banget lu ndok, rank apa?" ucap salah satu dari mereka.
"Mythical Glory" singkatnya.
Tiga pemuda itu hening lagi dan menikmati suara yang keluar dari apk game tersebut. Hingga satu jam lebih suara game Icha hilang tapi sambungan telepon masih menyala.
Sandy masuk kedalam kamarnya saat selesai main catur dengan ayahnya. Dia melihat Icha tengah tertidur pulas dengan headset masih terpasang di telinganya.
"Ck!! Anak ini" gumam Sandy sambil membenarkan posisi tidur Icha dan melepas headset yang dia sangka terpasang ke ponsel Icha.
"Heh? Ini?" Sandy menarik kabel headset itu dan benar duganya.
"Hei kalian!" pekik Sandy sambil menarik selimut menutupi tubuh Icha dan meletakkan ponsel Icha di meja lalu di chargernya.
*Yuta a.k.a Izal*
"Eh lu? Kemana aja?"
*Lucas a.k.a Surya*
"Hooh kemana aja lu!"
"Gue habis main catur sama ayah, ada apa kalian nelpon?"
*Jaehyun a.k.a Chandra*
"Bener yang di bilang adek lu"
"Apa yang dibilang dia di grup?"
*Lucas a.k.a Surya*
"Entar lu cek aye lah di sono"
"Yaudah entar gue cek, kalau gitu udah dulu ya. Gue mau tidur capek meng"
*Yuta a.k.a Izal*
"Yaudah sana tidur lu"
Sandy hanya berdehem lalu mematikan sambungan teleponnya dan merebahkan tubuhnya di samping Icha.
"Entah apa yang kamu bilang di grup dek" gumam Sandy dan menutup matanya.
Sementara itu di tempat lain seorang pemuda bergumam "Suaranya manis sekali, lembut dan dia satu server sama gue".
"Fiks tuh adek Sandy gue pepet teross!!" gerutu pemuda lain ditempat yang berbeda.
"Enak banget ya punya adek cewe suka game nj*r, lah adek gue? Make up mulu" batin yang lainnya.
......"Makasih mau baca part II. Semoga betah dan suka ya >< Kalau bisa kasih saran dan masukan karena itu berharga bagi pemula"......