
.
.
Happy reading
.
.
.
.
.
Tim Tuan Muda itu akhirnya berangkat ke Desa Du yang terletak di sebelah Utara.
Disana sangat suka terjadi Hujan Salju yang membekukan sema daerahnya.
Padahal dulu Musim dingin disana tak pernah sampai membekukan tingkat ekstrem ,ada desas desus bahwa ada Roh jahat yang menyebabkan hal itu terjadi.
Lan Xichen dan Lan Wangji memakai pedang mereka sendiri,Sedangkan Wuxian harus bersama Jiang Cheng karna kontrol Suibian nya belum terlalu stabil.
Jiang Cheng menatap Pria di belakangnya itu,"kau selalu menyombongkan diri tentang bakat kultivasi mu yang hebat,tapi mengontrol pedang mu saja kau tak mampu!"
"Bukan tak mampu,Aliran Qi ku masih belum terkontrol,Akukan Jiwa Baru Nescent Soul!!" ucap Wuxian hati-hati pada Jiang Cheng.
Jiang Cheng langsung mendapatkan hal yang paling penting.
Bahwa Wei Wuxian sebenarnya Jiwa Baru ,Ibunya dan ayahnya untuk memberikan Kultivasi mereka pada Wei Wuxian kecil.
Tapi saat itu Wuxian harus hidup jelata karna ia belum tau cara berkultivasi.
"Baik..baik..jangan bergerak ,kau jatuh aku tak akan menolongmu!!"
"Kejam"
Keduanya terlihat harmonis ,Lan Xichen menatap adiknya yang masih memasang wajah dingin .
"Tuan muda Wei sangat Ceria ,dan ua sangat dekat dekat Pewaris Jiang"serunya
Lan Wangji hanya mengangguk tak menjawab.
Namun ia melirik ke arah Pemuda yang masih tertawa itu,Telinganya tanpa sadar memerah.
Penampilan Wuxian saat tertawa bagaikan Peri di kelilingi bunga-bunga bermekaran.
Walau masih ada cadar yang menghalangi,namun suara nya sangat indah.
"Wei Wuxian!!perhatikan tubuhnya,jangan gerak-gerak!!"seru Jiang Cheng khawatir.
"Iya-iya!!"
Namun saat mereka sudah memasuki daerah Utara,Keempatnya mendarat.
Suhu dingin langsung menusuk tubuh Wuxian
"Errrr ...dingin..Jiang Cheng..."panggilnya dengan bibir gemetar mengigil.
Jiang Cheng lupa bahwa Tubuh Wuxian sebagai Jiwa baru sangat rentang,Jadi ia akan melepaskan jubah luarnya,saat Ada jubah lain yang telah menutupi Tubuh Xian.
"Eh??"keduanya berseru kaget.
Wuxian mengangkat kepalanya dan menatap pemilik jubah itu.
"Hanguan-Jun..itu-jubahmu..apa kau tak kedinginan?"seru Jiang Cheng.
Wuxian mengangguk tanda setuju dengan Cheng.
Lan Wangji masih memasang wajah tenang dan berbalik pergi.
Lan Xichen maju ,karna ia tau bahwa adiknya itu sangat irit bicara.
"Tuan Muda Wei..tidak apa..Murid Lan sudah di ajar cara mengantur Qi mereka agar tetap hangat,Jadi anda bisa mengenakan Jubah nya."
Wei Wuxian langsung memberi salam dan tersenyum Bahagia
"Terima Kasih Hanguan-Jun!!"
Lan Wangji membalas tak jauh dari sana
"En."
Jiang Cheng langsung menarik kerah Wuxian untuk mengikuti Lan Xichen yang sudah bergerak.
"Itu..Zuwu -Jun apa kita tidak sebaiknya berpencar?lebih cepat menemukan roh itu"usul Cheng.
Lan Xichen mengangguk.
"Baiklah.Kalau begitu Tuan muda Jiang bisa bersama saya sedangkan Lan Wangji dengan Tuan Wei" Ucap Nya
Jiang Cheng menatap ragu-ragu pada Wuxian yang ditutupi jubah.
"Apakah harus ?apa saya tidak dengan Wei Wuxian saja"
Lan Xichen menggelengkan kepalanya
"Itu sulit .Kalau kita bersama dengan Anggota Lan,Nantinya Ada yang bisa berbicara dengan Roh itu dengan Musik Penghubung Inquiry."
Jiang cheng mengangguk dan berjalan ke arah Wei Wuxian.
Wuxian mengangguk.
Akhirnya keduanya berpisah.
Wuxian mengikuti Lan Wangji.
Mereka sudah sampai di Tanah Bersalju,Wuxian bisa melihat nafasnya di udara.
Ia memandangi seluruh tempat ,mereka sudah memasuki desa Du .Seluruh tempat di tutupi salju dan membeku.
"Sangat Dingin"gumamnya.
Lalu sebuah tangan menarik tangan nya ,terkejut,Wuxian hampir melompat,memandangi pemilik tangan .
"Hanguan-Jun?"
Lan Wangji memegang tangan yang dingin dalam genggamannya.
"Hangat."ucapnya.
Wuxian bingung,tak lama ia merasakan aliran Panas mulai menyelimuti nya ,Ia langsung paham bahwa Pria Lan ini sedang membagi Energi spritualnya untuk menghangatkannya.
Tanpa sadar wajah Wuxian memerah.
"Terima kasih.Hanguan Jun"
"En"
Seandainya Wuxian melihat terlinga Pria Lan yang memerah itu,hanya saja mukanya masih datar Bak Buku di perpustakaan Gusu.
Keduanya berjalan beriringan dengan tangan saling mengenggam.
Bosan ,Wuxian memandangi pria tampan disampingnya,
"Hanguan-Jun...hehe aku ingin tau,apakah kau selalu mengenggam tangan Gadis -gadis ,seakan kau sudah terbiasa memegang tangan ku"
Tangan yang memegangnya menjadi kuat.
"Ahyaahhh ...jangan malu..aku saja sering memegang tangan para Gadis Di Yunmeng-Jiang.Ckckxk"serunya bangga.
"Akkkhh...Sakit..bisakah kau jangan keras padaku!!tangan ku ini bagaikan kaca,mudah rapuh,apalagi Hatiku ini,sangat rapuh ohh.."serunya kesal karna Lan Wangji terlalu kuat mencekram tangannya .
"Berisik.Diam",ucap Wangji dan mempercepat langkah kakinya.
"Siap!!"
Suasana di antara keduanya cukup canggung,Wuxian menatap tangan yang masih setia mengenggam tangannya itu,padahal tubuhnya sudah sangat hangat.
"Itu..Hanguan-Jun..Aku sudah merasa hangat"ucap Wuxian,ia ingin melepas jalinan tangan mereka.
Apa kata orang lain jika melihat dua tangan Pria saling berpegang.walau Ada Yang menjalin hubungan Sebagai Pasangan Kultivasi,tapi hubungan keduanya tak sedekat itu.
"Diam",ujar Lan Wangji tanpa niat melepas tangan mereka.
Xian hanya bisa menahan Rasa panas di wajahnya,Ia mulai merasa sesak dengan Cadar ini,tangan bebasnya yang lain terulur akan meraih cadarnya.
"Jangan Lepas"perintah Wangji dengan Tegas .
"Hah..??Oke."Xian hanya bisa menuruti perintah Tuan Lan Ini..ia belum cukup kuat untuk sekarang,butuh beberapa hari lagu agar aliran spritualnya stabil.
"Apa yang di lakukan Jiang Cheng sekarang?"gumam Xian sambil memandang bukit yang ditutupi salju.
"Fokus"Ucap Wangji .
Xian langsung memasang sikap Siaga.
"Dasar Batu"gumam Xian.
Keduanya mulai memasuki Beberapa Rumah.dan semua nya kosong tanpa pemilik.
"Hanguan-jun ...apa kita tak berpencar saja..lebih cepat ?"usul Wuxian.
Lan Wangji langsung menatapnya dengan dingin .
"Berbahaya."tegasnya.
Wuxian langsung berhenti dan menatapnya dengan kesal,apa ia terlihat sangat Feminin dan Lemah??Iya.
"Aku akan baik-baik saja.Jahhh...."Wuxian dengan cepat melepas jalinan tangan mereka.
Dan berlari kearah yang lain.
Lan Wangji memandang arah perginya Pria itu,ia masih setia di tempatnya,cengkraman di Bichen sangat kuat .
"Rrr...Wangji....Lan Wangji..."suara serak dari balik pakaiannya muncul tiba-tiba.
Lan Wangji merogoh ,dan Mengambil sebuah batu.batu komunikasi.
"Sini."balasnya.
"Oh...Wangji Di daerah kami tidak ada tanda-tanda Roh,dalam penyelidikan ku,Roh itu ada Di Lokasi mu,,berhati-hati lah" Ucap Lan Xichen .
Lan Wangji mengerutkan keningnya.
lalu bau darah masuk dalam indra penciumannya, membuat Wangji langsung menaruh Batu miliknya kembali.
"Bertahanlah.Wei Ying!"gumam Lan Wangji dan langsung terbang menggunakan Bichen.
next