
Vote and Follow Akun Aku!!
.
.
Xian berjalan memasuki ruang makan,Disana ia melihat Paman Jiang beserta istrinya duduk dengan tenang ,Cheng menatap Xian tajam ,namun masih membiarkannya duduk disampingnya.
Yanli memerah ,Xian hanya bisa tertawa canggung.
"Malam.Paman Bibi Jiang"
"Em."
Acara makan berlansung dengan tenang ,tapi Cheng menatap Xian dengan kaget.
"Ada Apa Jiang Cheng?"tanyanya
"Kau...kenapa kau hari ini sangat tenang?"
Yang lainnya pun mengangkat kepala juga memandangnya bingung.
"Memang kenapa Hah!!Kau Makan saja Nasi Mu!"Seru Xian kesal
Jiang Cheng akan mengumpat tapi berhenti saat melihat Kakak Perempuannya memberinya tatapan tajam.
10 menit Kemudian....
Xian pamit kembali ke kamarnya,namun sebelum itu Paman Jiang menyuruhnya untuk ke ruangannya.
Saat ia sudah berdiri didepan meja,Paman Jiang Mengambil Sesuatu di balik lemari,dan Itu adalah sebuah pedang yang memiliki bentuk sarung yang aneh.
Merasakan keheranan anak itu,Ayah Jiang langsung menyerahkan pedang tepat di depan Wei Wuxian.
"Paman..Jiang..ini ..pedang siapa??"tanyanya
"Ini pedang Ayahmu,Ia menitipkannya padaku,berkata kelak memberikan pada Putranya jika ia sudah mulai besar..Wuxian..Paman memberikanmu kembali Pedangmu"
Wei Wuxian menerima pedang ,dalam genggamannya ia bisa merasakan sensasi panas dan dingin merayap ke tangannya.
"Selanjutnya..Beri nama Pedang mu.."
"Terserah paman saja mau memberikannya nama "
Dalam pandangannya Ayah Jiang,Xian menyuruhnya memberikan Nama Suibian(Terserah )pada pedang nya.
"Baikhlah.Besok kembali kesini,dan ambil pedang mu"
"Terima kasih..Paman Jiang~"dengan suara nakalnya.
Wei Wuxian memberi salam dan berbalik ke luar,ia memandangi kolam teratai yang menghiasi Kediaman Jiang.
Sinar Bulan menerpa sosoknya ,Pakaian Putih yang hari ini ia kenakan melayang tervawa angin.
"Selanjutnya...masuk sekolah dan mendapat kekuatan yang kuat,Keluarga Wen pasti Akan Membawa bencana tak lama lagi"gumamnya sambil menatap pantulan bulan dari air danau.
Tak
Tak
Suara langkah kaki mendekat,Xian berbalik dan menatap siapa itu yang mendekat.
Ternyata Jiang Yanli
Yanli membalas senyuman Xian dan berdiri didekatnya.
"Xian..Apa yang kau lakukan berdiri sendiri disini?..apa kau sedang menunggu A-Cheng?Kulihat ia sudah tidur di kamar nya"
Xian menggelengkan kepalanya
"Hahah tidak kakak,Aku sedang melatih Energi Spritual ku di danau,Ya kali Nanti Bidadari cantik keluar mandi di danau~~"
Yanli terkejut dan tertawa mendengar pemikiran Adiknya itu.
"Kau ini...Cepat Tidur,Besok pagi kita harus berangkat ke Gusu"
"Baik Kak.Malam"
"Malam"
.
.
Pagi Harinya....
Wei Wuxian ,Jiang Cheng ,Jiang Yanli dan beberapa murid lainnya berkumpul dan menaiki perahu untuk Gusu.
Sebelum Xian pergi,Ayah Jiang menyerahkan Pedang padanya,Dan disana diukir kata 'SUIBIAN' melihat itu Xian harus menertawakan dirinya yang bodoh.
Tapi kata itu sangat bagus juga,Ia pun pamit dan melompat naik ke perahu.
Ayah Jiang melarang terbang dengan pedang ,karna mereka belum bisa mengontrol Qi dalam diri mereka stabil.
Terutama Jiwa baru seperti Xian yang harus menyusaikan kekuatan dan memahami diri Wei Wuxian dengan baik.
Ia sudah mahir dalam beberapa hal dan ia masih harus belajar dari Cheng tentang terbang dengan pedang ,menjaga keseimbangan.
"Kita Berangkat!!"Seru Jiang Cheng dan perahu perlahan meninggalkan pelabuhan.
Xian berdiri di perahu paling depan ,matanya menatap dengan teliti Aliran Energi bewarna berbeda yang ada di sekelilingnya.
Ia mengangkat jarinya ,dan menyentuh energi itu yang masuk ke tubuhnya,ia langsung merasakan rasa hangat dan kuat pada tubuhnya.
"Wei Wuxian!!jangan terlalu di pinggir,kau jatuh aku tak akan menolongmu!!"ancam Cheng.
"Iya..iya...dasar Bawel"
Jiang Cheng memberikannya tatapan tajam.
Xian akhirnya duduk di samping Yanli dan menemani gadis itu makan Biji teratai
TBC ....
Shisan nyebutin karakter cuma nama belakangnya aja yah atau kadang ada marganya,Jadi Ngertiin aja Oke!!!
.
.