XIAN IS MINE

XIAN IS MINE
8




Hapoy reading


.


.


.


.


.


.


3 bulan kemudian.....


Sudah 3 bulan Wei Wuxian belajar Di Gusu,Ia kadang-kadang akan diam-diam  keluar dari  Tempat tinggalnya dan mencari Arak.


Setiap ia kembali ,Ia akan mengaja Jiang Cheng dan Huaisang untuk minum.


Seperti hari ini.


Ketiganya duduk ,diatas meja sudah ada Arak Kaisar siap ,dan masing-masing gelas sudah diisi .


Cheng dan Huaisang sudah mulai memerah tanda bahwa mereka sudah mabuk.


Sedangkan Xian ia masih sadar ,tubuhnya ini sangat tahan terhadap alkohol


Jiang Cheng dan Nie Huaisang Ambruk ,Xian hanya menggelengkan kepalanya ,ia tak habis pikir mengapa keduanya masih kalah saja dan tensi alkohol mereka masih rendah saja.


Xian mengangkat kedua nya dan membaringkannya di kasur.


Tok


Tok


Tok


"Wei Ying buka pintunya!!"suara Lan Wangji membuat dua orang yang tak sadar langsung duduk tegak dan panik.


Xian hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa ia juga tak tau.


Karna tak ada sahutan dari dalam,Lan Wangji langsung membuka paksa,padahal pintu sudah di pasangi kertas mantra namun sia-sia.


Wangji menatap ketiganya dengan dingin. Wuxian langsung memasang wajah konyol nya


"Hohoho Tuan muda Lan,Apakah kau ingin bergabung dengan kami?"


Lan Wangji menatapnya dingin,"Di Gusu dilarang Minum."


"Hehehe..tapi kan Di Gusumu tak ada hiburan,jadi ayo bergabung saja dengan kami,anggap saja kau tak melihat kami minum"


Wuxian langsung memberi kode keduanya ,Jiang Cheng dan Nie Huaisang mengangguk mantap,keduanya memasang wajah mabuk .


"Wei Wuxian...Hik...kami..hik...pergi dulu..hik.."Jiang cheng menarik Huaisang mabuk dan menjaga jarak dari Wangji


"Selamat malam..kakak wei Hik...Hik.."ucap Huaisang dan menutup pintu.


Keduanya berhasil lari.menyisakan Lan Wangji dan Huaisang.


"Yooo ..Tuan Lan ayoo duduk dulu"ucap Xian dengan senyuman nya.


Saat ini ia tak mengenakan cadar,jadi wajahnya yang indah terpapar .


Wangji masih memasang wajah dingin.Wei Wuxian menyeringai dan melempae kertas mantra.


Wangji langsung diam.bagaikan tubuh tanpa jiwa.


"Tuan Lan ..Kemari"panggil Xian dengan nakal.


Lan Wangji menurut dan langsung duduk di sampingnya


Xian mengisi gelasnya dan memberikannya pada pria Lan itu.


"Ayo Minum."


Lan Wangji langsung menenggak habis arak itu,Wuxian menatapnya tercengang.


Tak lama Wangji menjadi mabuk dan matanya menjadi kabur dan berair.


"Lan Wangji,mengapa kau selalu menatapku dengan dingin?"tanya Xian.


Lan Wangji menatapnya cemberut,ekspresinya


"Konyol."


Wuxian ingin sekali membawa ponselnya dan memotret wajah Pria Lan ini


"Hanguan-jun"


"Lan Wangji "


"Lan Zhan"


Lan Wangji mengankat kepalanya memandang tepat ke wajah Wuxian.


"Kau memanggilku Wei Ying,padahal kita tak dekat,jadi....kalau aku memanggilmu Lan Zhan ,kita impaskan!!"


"Emm.."


Wuxian menahan mulutnya untuk tak tertawa keras,ia harus menahan dirinya agar tak membuat pria terhormat itu malu.


"Istirahatlah."seru Wuxian ,ia membantu menopang tubuh angung ini dan membawanya tidur di ranjangnya.


Ia bersandar di samping ranjang,memasuki mode kultivasi,Wuxian bertekad meningkatkan kekuatannya,Klan Wen Pasti akan bergerak dan menyerang semua Sekte.


Aliran Qi mengelilinginya,dan perlahan terserap masuk dalam dirinya.


Namun yang tak disadari Wuxian,adalah Wangji yang perlahan membuka matanya ,dan bergerak melihat ke arahnya.


Wangji bisa melihat kulit wajah seputih giok dan bulu mata lentit ,serta bibir tipis yang menggoda.


Tangannya terulur ingin menyentuh Pihak lain,namun berhenti di tengah.


"Wei Ying."ucapnya pelan.


Ia perlahan masuk ke alam mimpi,Xian membuka matanya dan akhirnya tertidur dengan pose bersandar.


.


.


Pagi Hari..


Tok


Tok


Tok


"Eengghhh..."erangan pelan keluar dari Bibir Xian.


Ia membuka matanya dan melihat kearah pintu yang di pukul dari luar.


"Woi..Lan Zhan bangun..."


Wuxian berusaha membangunkan pria Lan yang masih Tidur lelap itu.


Lan Wangji perlahan membuka matanya ,ia langsung duduk dan panik.


"Pita dahimu miring.."ucap Wuxian ,ia akan membantu memperbaiki Pita orang Lan itu.


Namun tangannya di tepis dengan kuat oleh Lan Wangji.


"Dasar Kasar"umpat Wuxian dan langsung berdiri ,berjalan membuka pintu.


Saat pintu terbuka,Tubuhnya menjadi kaku,Wangji juga mengangkat kepalanya,Wuxian pikir yang ada di luar adalah Murid Lan.


Keduanya kaku,terutama Wuxian ,ia bisa membayangkan Pukulan hukuman kayu Keluarga Lan yang besar itu.


"Han..Hanguang-Jun?"


Seru anggota Lan Tak percaya .


Keduanya langsung di bawa ke tempat Lan Qiren.


Di depan Kediaman Gusu,Lan Qiren berdiri dengan wajah penuh amarah,dan kekecewaan pada Murid Kebanggannya,Lan Wangji.


Lan Xichen hanya bisa mendesah pasrah saat keduanya di buat sujud.


LanQiren mengibaskan lengan bajunya,dan beberapa Murid Lan mengangkat Tongkat kayu yang sangat tebal .


Buukkkhhh


Buuukkhhhh


Bbuuukkkhh


Suara hantaman kayu pada Anggota Belakang tubuh keduanya sangat memekakkan telinga.


"Akkhhh.....aduhh....akkhhh"Wuxian meringis dan mengeluh sakit.


Sedangkan Lan Wangji masih memasang wajah Poker Face nya.masih tenang tanpa riak.


"Hukum Keduanya sampai 300 Pukulan!!"teriak Lan Qiren dan berbalik pergi tak ingin melihat murudnya yang ua banggakan di hukum .


.


.


Saat hukuman selesai,Lan Wangji sudah berdiri dan pergi duluan.


Wuxian akan bangun,namun ia langsung kehilangan tenaganya dan jatuh dengan keras menghantam tanah.


"Wei Wuxian!!!"


Jiang Cheng teriak dengan panik,ia bergerak cepat ,langsung membantu Wuxian dan membawanya cepat ke kediaman mereka.


Wuxian tak sadarkan diri selama 3 hari,Jiang Yanli yang merawatnya dengan kekhawatiran  nya pada adiknnya.


"Enghhh..Kakak Perempuan?"panggil Wuxian dan berusaha untuk duduk.


"Ah Xian !!Syukurlah kau bangun!!"


Jiang Yanli duduk dan membantu pria itu bangun .


"Aku baik-baik saja kak."ucapnya dan memasang senyuman yang manis.


"Ah Xian ,jangan membuat Guru Lan marah lagi..Lihat kau tidak sadarkan diri karna hukuman"


Wuxian hanya mengangguk ,ia dengan bantuan Yanli memulihkan dirinya,Jiang Cheng datang dan memberitahukan bahwa mereka mendapat Misi berburu ke Desa Du.


Wuxian langsung berdiri dengan semangat dan menyeret Jiang cheng untuk keluar.


Diluar sudah ada Lan Wangji dan Lan Xichen yang menunggu.


"Zuwu-Jun salam."


"Hanguang-Jun"


Keduanya memberi salam,namun Wangji masih bersikap diam


Lan Xichen tertawa dan membungkuk ke pada keduanya


"Salam Tuan Muda Jiang Dan Tuan Muda Wei!!"


Keduanya mengangguk.


"Bukankah kau baru sadar Tuan Wei?apakah kau sanggup untuk berburu?"


Wei Wuxian mengangguk mantap .


"Tenang saja Zuwu-jun,saat itu aku belum terlalu sadar karna Arak,jadi kondisi ku lemah,sekarang aku sangat Kuat"ucapnya semangat.matanya membentuk bulan sabit.


Lan Xichen mengangguk.akhirnya Tim mereka bergerak ke Utara.


Next........


Vote dulu!!