XIAN IS MINE

XIAN IS MINE
3



HR


.


.


.


.


.


Perahu Rombongan mereka akhirnya sampai ke Desa dekat Sekter Gusu-Lan


Saat Perahu sudah dipinggir,Masing-masing murid bergantian turun.


Terakhir adalah Xian,Ia harus ekstra hati-hati,ia takut jika ia tak sengaja tercebur dan membasahi pakaiannya


Pakaian Sekte Jiang bewarna putih dengan Ada Motif Teratai yang pinggirannya bewarna Ungu.


Banyak mata Gadis maupun pria yang memandang kelompok mereka.


Bukan karna Yanli ,Tapi Karna Wei Wuxian.


Kedua Jiang kadang bingung apa Adik Angkat mereka itu Gadis apa Pria,Karna Wuxian memiliki kulit putih dan lembut seperti perempuan,Wajahnya juga Memiliki aura feminim dan tampan seketika.


Tapi Aslinya Ia Pria.dengan banyak keunggulan pada penampilannya.


Menerima tatapan yang banyak,Xian langsungĀ  mengambil Kain yang di berikan Yanli dan menutupi wajahnya.


"Xian..kau memang selalu menjadi tempat cuci mata"goda Yanli dengan alis naik turun.


"Kakak!!"seru Xian kesal dan memutar wajahnya ke samping.


Jiang Cheng mendesah ,dan Menarik Keduanya ke arah penginapan.


"Wei Wuxian awas saja jika kau membuat masalah.Ku lempar kau ke sungai!!"


"Yayyaa...Bos .."


Rencana nya mereka akan menginap dan besok berangkat ke Gusu.


Saat mereka sudah sampai ke penginapan,Jiang Cheng langsung membayar kamar dan menyuruh semuanya istirahat.


Karna hanya sisa satu kamar,Wei Wuxian.berseru.


"Kakak perempuan,,Biarkan kamu istirahat saja,Aku Dan Jiang Cheng akan mencari tempat Lain"


Jiang cheng mengangguk.


"Baikhlah.Selamat Istirahat kalian"


Saat pintu telah tertutup,Wei Wuxian berbalik akan pergi .


"Hei kau mau kemana..?"tanya Jiang Cheng.


"Mencari arak!"seru Xian santai


"Kau masih mau mencari minuman di saat ini?ingat sekarang aku yang pemimpin jadi jangan coba-coba untuk mabuk!"ancamnya.


Xian langsung mengandeng bahu Jiang cheng.


"Apa kau lupa?aku adalah orang yang paling susah untuk mabuk!"


Cheng langsung mengangguk tanpa sadar.


"Kan..jadi tenanglah..Kau lebih baik cari tempat istirahat ,oke?"


"Terserah kau saja"


Keduanya berpisah,Wei Wuxian keluar akan mencari toko minuman.


Mengangkat pedangnya,Senyum mekar di balik cadarnya dan ia langsung menggunakan aliran Qi untuk memanggil pedangnya.


Suibian merespon dan keluar dari sarungnya ,dan melayang di depan Xian.


"Dunia Kuno memang hebat,Jika begini hematlah bahan bakar,kan tinggal terbang aja"


Xian naik dan terbang dengan cepat,ia mengontrol energinya dengan baik,namun ia masih pemula.


Pedangnya oleng dan tubuhnya jatuh dari ketinggia.


"Ehh...Wahhhh!!!!APA AKU AKAN MATI LAGI!!"teriaknya panik.


tubuhnya terjun dari aras dengans sangat cepat,Xian memejamkan matanya siap merasakan Sakit tubuhnya berserakan.


Hap


Lama..Xian tak merasakan sakit,Ia perlahan membuka salah satu matanya dan kedua matanya langsung melebar saat melihat


Bahwa ia ditangkap oleh Pria Asing.


Wajahnya orang lain Tampan dengan mata emas yang tajam dan dingin,serta Pita dahi yang memiliki motif awan.rambut panjang yang di sisir rapi dan pakaian serba putih.layaknya orang berkabung.


"Turun ."suara pihak lain dingin.


Xian yang sadar diri langsung melompat turun dan merapikan pakaiannya.


"Ahahah itu ...Teman Dao terima kasih sudah menolong ku"


Xian memberikan salam padanya,Namun bagaikan patung pria itu hanya menatapnya.


"Adik...oh..siapa ini...Nona ini..."sebuah suara lain muncul dari belakang Xian,ia pu berbalik .


Itu seorang pria ,yang memiliki penampilan yang sama,hanya Pria itu berseru tadi memiliki suasana yang bisa di ajak ngobrol ,tidak kayak yang satunya,seakan menyuruh orang lain jauh jauh darinya.


"Oh..Salam..Saya salah satu murid dari Sekte Yunmeng-Jiang.Dan saya Seorang Pria bukan Nona,Nama saya Wei Wuxian."


Jangan salahkan mata Pria itu ,karna Wei Wuxian masih mengenakan cadar dan ia seperti perempuan dengan tinggi 180cm.


"Oh... Maafkan diriku..Perkenalkan Saya Lan Xichen,Dari Sekte Gusulan"


Ia membalas Salam Wei Wuxian tidak kalah sopan.


"Oh dan dia...Adik ku,Lan Wangji."


Xian hanya mengangguk,dengan ayunan jarinya,Suibian datang kembali.


Xichen menatap pedang pilih Wuxian


"Pedang mu sangat Kuat.dan ia memiliki kesadaran jiwa"ujarnya kagum


"Terima kasih atas pujian Anda.Kalau begitu saya Pamit dulu.Salam"


"Hati-hati"


Wei Wuxian tidak menggunakan pedangnya kali ini,Ia hanya berjalan kaki .


Xichen berbalik dan menatap adiknya yang masih menatap bayangan orang lain.


"Ada apa?apa kau ingin mengobrol dengan Tuan Muda Wei..?"


"Tidak."balasnya dan berbalik pergi.


Xichen hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengikuti arah adiknya itu pergi.


'Milik ku..'


TBC