
"Hmm...? ini apakah aku masih hidup, ah benar coba aku periksa ke pengaturan." setelah mengatakan hal itu Bira mencoba untuk log out.
"Kenapa...? kok tidak bisa, aku coba lagi aja deh." setelah mencoba berkali-kali akhirnya ia menyerah.
"Oh iya coba aku hubungi GM..."
[Maaf permintaan anda di tolak, anda bukan lagi seorang player]
"Apa. tunggu aku bukan lagi seorang player apa maksudnya...?"
pada saat ia melihat status miliknya ia sangat terkejut bagaikan ia lupa untuk makan, karena biasanya ia selalu makan ketika ia lupa makan ia kadang akan pingsan karena lupa menyadari bahwa ia belum makan.
"Ini...! di akhir namaku ada tulisan 'NPC' apa maksudnya ini..."
Setelah tenang Bira mulai menyimpulkan keadaan yang di alami oleh dirinya.
"Ada tiga kemungkinan yang saat ini terjadi padaku, pertama saat ini aku sedang bermimpi, kedua aku lupa makan lagi dan berhalusinasi, ketiga dan yang paling aku tidak mau mengakuinya, bahwa aku telah mati karena di bunuh oleh seorang pencuri dan jiwa/roh milikku tersangkut di dalam game ini."
"Sepertinya kemungkinan yang ketiga yang paling memungkinkan."
"Status"
...[Nama : Bira (NPC)]...
...[Ras : Human]...
...[Title : The First Person to Get Familiar. The First Person to Beat the Area Boss. Men Never Give Up. Goblin Slayer. Derlos Village Head]...
...[Class Job : Healer]...
...[Familiar : Slime Lv12]...
...[Level : 18]...
...[EXP : 200/1800]...
...[Hp : 190]...
...[Mp : 200]...
...[STR : 86]...
...[DEF : 46]...
...[AGI : 116]...
...[DEX : 96]...
...[INT : 66]...
...[SP: 0]...
...[Skill Aktif : Hell Lv5, Healing Around Lv4, Self Healing Lv4, Vital Point Attacks Lv2]...
...[Skill Pasif : Blow Lv6, Cook Lv1]...
"Wow aku telah banyak meningkat, aku juga telah meningkatkan STR, AGI dan ING, jika aku terlalu fokus ke agility dan dexterity itu tidak akan bagus, apa lagi sekarang aku harus hidup didunia game ini."
"Tunggu...! sejak kapan aku menjadi kepala desa...?" ucapnya sambil memegang pipinya.
"Kepala desa apakah anda sudah bangun...?" terdengar suara seorang wanita dari luar yang sontak saja itu membuat Bira kembali tersadar dari lamunannya.
Ia segera bergegas untuk membuka pintu.
"Iya ada apa...? Wina?"
"A...ano kata ayahku anda diundang kerumah kami untuk makan pagi."
"Ah, baiklah oh ya tadi kenapa kau memanggilku dengan sebutan kepala desa, sejak kapan aku menjadi kepala desa kalian."
"Soal itu akan diberitahukan oleh ayah, jadi kita berangkat menuju ke rumahku saja terlebih dahulu."
"Hah, baiklah ayo kita segera berangkat."
Mereka berangkat menuju ke arah rumah Wina, tidak membutuhkan waktu yang cukup lama hingga mereka sampai.
"Oh, kepala desa anda sudah datang." ucap Robert dengan senyum yang lebar.
"Huh benar, kenapa aku menjadi kepala desa kalian."
"Karena anda telah menyelamatkan para wanita dari desa ini, anda juga telah menyembuhkan para warga yang lain dan setelah itu kami telah memutuskan, bahwa anda akan menjadi kepala desa kami."
"Eh, kok begitu kenapa aku emang dimana kepala desa sebelumnya."
"Akulah kepala desa sebelumnya, karena telah banyak terjadi berbagai masalah, aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk menjadi kepala desa, karena itulah aku memutuskan untuk menjadikan anda sebagai kepala desa yang baru." ucap Robert dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
"Ah, kau serius ingin menjadikan aku sebagai kepala desa?" tanya Bira.
"Tentu saja." Jawab Robert dengan sangat cepat.
"Baiklah aku menerima jabatan sebagai kepala desa kalian."
Setelah mengetahui hal itu Bira, Robert dan keluarganya makan bersama, ini pertama kalinya Bira makan bersama setelah ia sudah tidak tinggal dipanti asuhan lagi.
Beberapa saat kemudian setelah mereka semua selesai makan Bira berbicara kepada Robert.
"Aku ingin kau mengumpulkan semua warga desa." ucap Bira.
Beberapa saat kemudian semua para warga desa telah berkumpul di tengah-tengah desa.
"Semuanya...! ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, karena aku telah menjadi kepala desa kalian, aku ingin desa ini dan kalian semua berkembang, karena aku tidak ingin desa ini diserang seperti sebelumnya, karena itulah mengapa aku mengumpulkan kalian semua ditempat ini."
"Aku akan melatih kalian menjadi petarung yang dapat dengan mudah membunuh musuh dengan berbagai cara yang ada."
"Aku juga akan membuat desa ini berkembang bahkan... sampai menjadi sebuah kerajaan...!"
Sontak saja semua warga desa yang berada di sana semuanya menjadi terkejut.
"Haha, aku hanya bercanda tapi jika memungkinkan pasti akan terjadi bukan...?" ucap Bira agar semuanya menjadi tenang.
"Baiklah berapa total pria dewasa yang ada di desa ini?" tanya Bira kepada Robert.
"Terdapat 110 pria dewasa yang berada di desa ini." jawab Robert.
"Baiklah lima puluh lima pria akan ikut denganku, kita akan menebang pohon dan membuat dinding untuk desa ini, kalau hanya mengandalkan pagar dari kayu itu tidak akan membuat desa ini aman seperti sebelumnya."
"Sisanya akan berlatih, kalian semua akan berlari mengelilingi desa sebanyak seratus putaran, Push Up sebanyak seratus kali, Sit Up sebanyak seratus kali."
"Ah benar juga, apakah kalian juga bertani...?" tanya Bira.
"Ya kami bertani, untuk mendapatkan uang dengan cara menjual berbagai macam sayur-sayuran yang ada dan beberapa buah-buahan." jawab Robert.
"Oh. Baiklah sebagian juga bertani, karena kita pastinya juga membutuhkan uang, baiklah ayo kita lakukan...!" setelah berteriak Bira dan lima puluh lima pria lainnya pergi untuk menebang pohon.
Mereka juga tidak lupa membawa kapak untuk menebang pohon, beberapa saat kemudian mereka telah sampai.
"Semuanya...! ayo kita tebang." ucap Bira dengan wajah yang bersemangat.
Mereka mulai menebang pohon yang ada, hingga waktu telah menunjukkan satu jam telah terlewati dan seratus pohon telah ditebang oleh Bira.
Yang lainnya juga ikut menebang pohon, meski tidak secepat Bira menebang pohon.
"Huff, sudah seratus pohon yang telah aku tebang."
"Ting"
"Eh, apa ini? coba aku lihat saja dulu."
[Selamat anda telah menebang seratus pohon tanpa henti, anda mendapatkan Title Master Lumberjack 1, meningkatkan kecepatan saat menebang pohon sebesar 50%, dapat mengetahui status pohon, meningkatkan serangan sebesar 50%]
'He, seperti biasanya aku malah mendapatkan title yang aneh.'
"Ayo semuanya mari kita lanjutkan menebang pohon...!" teriak Bira dengan semangat.
Mereka melanjutkan kembali menebang pohonnya, hingga akhirnya mereka telah menebang sebelas ribu pohon.
Semua pohon-pohon tersebut langsung masuk kedalam inventori milik Bira.
"Ting"
[Selamat anda telah menebang seribu pohon tanpa henti, anda mendapatkan Title Master Lumberjack 2, meningkatkan kecepatan saat menebang pohon sebesar 100%, dapat mengetahui status pohon, meningkatkan serangan sebesar 100%]
[Selamat anda telah menebang sepuluh ribu pohon tanpa henti, anda mendapatkan Title Master Lumberjack 3, meningkatkan kecepatan saat menebang pohon sebesar 150%, dapat mengetahui status pohon, meningkatkan serangan sebesar 150%]
'He, sepertinya aku mulai bosan hanya karena terus-menerus mendapatkan title.'
"Baiklah semuanya ayo kita kembali ke desa, saat di desa kalian akan bergantian dengan para pria lainnya, jika mereka telah selesai berlatih, jika mereka belum selesai berlatih maka kalian akan tetap membantu untuk membuat dinding, kalian mengerti?" tanya Bira kepada mereka semua.
"Mengerti kepala desa...!" teriak mereka semua dengan lantang.
Mereka berangkat menuju ke arah desa, pada saat di perjalanan mereka menemukan ratusan kelinci yang menuju ke arah mereka, dengan cepat Bira memerintahkan kepada mereka semua untuk naik ke atas pohon.
"Kalian cepat naik ke atas pohon, aku yang akan menghabisi mereka."
Setelah mengatakan hal itu Bira memakai Boar Face Mask, High Boar Horn Ring dan Wild Boar Horn Knife, ia memakai semua itu dan siap untuk bertarung.
Beberapa saat kemudian Bira telah menghabisi puluhan kelinci, meski para kelinci itu sangat banyak tetapi mereka sangatlah lemah.
Beberapa menit telah terlewati, Bira bahkan sekarang sudah hampir mencapai dua ratus kelinci yang telah ia bunuh, Bira bisa membunuh dengan cepat sebab ia selalu menyerang bagian titik vital, karena itulah ia dengan mudah membunuh ratusan kelinci seorang diri.
Hingga beberapa saat kemudian ada kelinci berwarna merah dan memiliki sebuah tanduk di kepalanya.
Monster tersebut melompat ke arah Bira, tapi dengan mudah Bira menghindari semua serangannya, saat kelinci tersebut sedang menghadap ke arah lain, Bira langsung menyerangnya dan memukulnya dengan sangat cepat.
Ia juga menyerang leher kelinci tersebut beberapa kali, tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, hingga Bira berhasil membunuh kelinci merah tersebut.
[Selamat Anda Telah Naik Level]
[Selamat anda telah membunuh ratusan kelinci anda mendapatkan title Rabbit slayer, meningkatkan kecepatan serangan sebesar 100%]
'Sepertinya aku berhasil naik level, bahkan sampai dapat Title lagi.'
"Huff, semuanya ayo kita segera kembali." ucap Bira setelah mengumpulkan semua item yang berserakan.
Bira sekarang memang bisa dikatakan seorang NPC tetapi ia masih seperti seorang player, kenapa seperti itu, itu disebabkan karena jika ia mati maka ia akan benar-benar mati didunia ini, tetapi ia juga seperti seorang player karena jika Bira membunuh seekor monster, maka monster tersebut akan menjatuhkan item.
Seperti itulah kenapa ia bisa dikatakan cukup berbeda dengan NPC lainnya.
________________<>________________
Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali.