World Art Magic Online: Become an NPC

World Art Magic Online: Become an NPC
Niatnya Mau Menolong Tidak Disangka Malah Untung



"Hehe, aku naik level...! oke berhenti, terus apa yang harus kulakukan pada mereka berdua." ucap Bira yang bingung, apa yang harus dia lakukan kepada mereka berdua, kakak beradik yang tidak sadarkan diri.


"Ah, jangan kau harus kuat, meski mereka hanya npc tapi mereka dilengkapi oleh kecerdasan buatan, jadi jangan melakukan hal gila."


"Udah tidak apa-apa, lagi pula tidak ada yang lihat ini, sayang loh apa lagi mereka berdua seorang perempuan coba aja dulu." terdengar suara bisikan dari sebelah kirinya yang membuat Bira semangkin berkurang imannya.


"Jangan jika kau melakukan hal itu kau akan dianggap manusia sampah, kau hanya boleh melakukannya dengan istrimu saja jika kau sudah menikah nanti." terdengar kembali sebuah suara kali ini dari sebelah kanan yang membuat iman Bira bertambah.


"Jangan dengarkan dia, dia tidak tau bagaimana hidup yang selama ini kau alami, kau telah banyak merasakan asam pahitnya dunia, sekaranglah waktunya kau menghilangkan semua asam pahitnya dunia, yang telah kau alami." bisikan yang membuat iman Bira kembali berkurang.


"Tidak, kau harus kuat ingat perkataan ibumu, kau hanya boleh melakukannya dengan istrimu pada saat kau telah menikah nanti." bisikan kembali terdengar yang membuat Bira kembali teringat tentang ucapan yang ibunya katakan.


Bahwa ia tidak boleh melakukan bercocok tanam dengan orang lain, selain istrinya yang telah dia nikahi di masa depan.


"Benar aku tidak boleh melakukannya, baiklah Syla kau tetap disini aku akan mencari kayu untuk membuat api unggun."


"Pyuu!"


Bira pergi meninggalkan Syla bersama dengan kakak beradik tersebut, yang Bira temukan hanya beberapa dahan ranting pohon yang berserakan di tanah.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, hingga akhirnya Bira berhasil membawa banyak sekali ranting pohon, setelah sampai di tempat yang tadi Bira baru menyadari bahwa ia tidak tau caranya menyalakan api.


"Sial...! aku tidak tau bagaimana cara menyalakan api sebentar lagi mau malam, ah aku coba buat menggunakan cara di film-film aja, diputar hingga terdapat percikan api dan nyala deh."


Bira mencoba cara menyalakan api yang dia lihat seperti di film-film, tetapi tidak semudah yang ia pikirkan, membutuhkan waktu selama satu jam hingga akhirnya muncul sebuah percikan api, karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ia mulai mempercepat proses perputaran dan nyala lah sebuah api.


"Ting"


"Hm, seperti ada notifikasi coba aku lihat dulu ah."


[Karena anda pantang menyerah, anda mendapatkan title Men Never Give Up meningkatkan kekuatan sebesar 150%]


"Wow, tidak disangka padahal tadinya aku hanya berpikir untuk menolong eh malah mendapat Title yang luar biasa."


"Baiklah Syla kau tetap disini, aku ingin mencari bahan-bahan untuk membuat makanan."


Bira kembali pergi ke dalam hutan untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat makanan, diperjalanan ia bertemu dengan beberapa ekor kelinci ia menangkapnya untuk membuat makanan nanti.


Tidak lama kemudian ia kembali, tanpa berlama-lama ia mulai memotong bagian tubuh dari kelinci tersebut menjadi beberapa bagian, setelah itu ia menusuk bagian tubuh kelinci tersebut hingga menjadi seperti sate dan mulai membumbui sate kelinci tersebut hingga aroma yang dikeluarkan membuat orang menjadi sangat kelaparan.


"Ting"


"Eh, kok ada notifikasi lagi ya, coba ah aku lihat dulu."


[Selamat anda mendapatkan Skill Cook, karena anda adalah player pertama yang memasak didalam hutan yang penuh dengan monster]


[Selamat anda mendapatkan skill Vital Point Attacks, sebuah skill yang didapat karena terus-menerus menyerang pada bagian titik vital, meski tidak memiliki job class petarung]


"Uh, sepertinya aku bertambah op (Over Power) nih, meski aku hanya seorang healer tetapi aku sangat kuat, ini membuat lebih banyak peluang bagiku, untuk mendapatkan lebih banyak uang."


Karena mencium bau yang menyengat membuat kakak beradik tersebut terbangun dari pingsannya.


"Ah, kalian sudah bangun apakah kalian baik-baik."


"Ha, iya kami baik-baik saja, jika boleh tau, apakah anda yang telah menyelamatkan kami dari para Goblin." tanya si kakak.


"iya, akulah yang telah menyelamatkan kalian dari para Goblin tersebut."


"Ah! apakah anda mau menolong saya lagi kali ini tuan?"


"Menolongmu kembali, jika boleh tau apakah yang sebenarnya terjadi hingga kalian dibawa oleh para Goblin."


"Begini, sebenarnya..." si kakak mulai menjelaskan bahwa ia dan adiknya ditangkap oleh para goblin, karena para Goblin telah menyerang desanya dan membawa ia dan semua wanita yang berada di desa sampai akhirnya ia diselamatkan oleh Bira.


'Hm, ini cukup menarik...'


"Ting"


[Misi : Selamatkan para wanita dari para goblin]


[Hadiah : 5000 EXP, meningkatkan hubungan dengan kakak beradik tersebut sebesar 60%, 2 Koin emas 5 Koin Perak]


"Baiklah ayo kita selamatkan mereka, tetapi sebelumnya mari kita berkenalan terlebih dahulu dan kita makan agar kita dapat menyelamatkan mereka dengan mudah, namaku Bira."


"Nama saya Wina ini adik saya Lina."


"Salam kenal Wina dan Lina."


Mereka makan bersama-sama setelah selesai, mereka mulai pergi mencari jejak para Goblin.


Tidak membutuhkan waktu yang lama hingga mereka menemukan jejak para Goblin dan mulai mengikuti jejaknya, sebab dulu Bira sering melakukan mencari jejak di Pramuka jadi ia dengan mudah menemukan jejak para Goblin, beberapa saat kemudian mereka telah menemukan goa tempat para Goblin.


"Syla kau tetap disini bersama dengan Wina dan Lina, aku akan masuk dan menghabisi para Goblin."


"Hm, bisakah kau melakukannya dengan cepat, aku takut jika mereka telah..."


"Serahkan saja kepadaku, aku akan menghabisi mereka semua." ucap Bira dengan mengusap kepala Wina dan Lina.


Bira mengambil pisau Wild Boar miliknya dan berlari sangat cepat ke arah dua Goblin yang sedang berjaga di depan pintu Goa, tidak membutuhkan waktu yang lama hingga mereka kehilangan nyawanya, Bira kembali berlari sangat cepat ke arah dalam goa.


Para Goblin yang ditemukan oleh Bira langsung kehilangan nyawanya dalam hitungan detik, teriakan demi teriakan terdengar hingga keluar Goa, yang pastinya suara tersebut berasal dari para Goblin yang dibantai oleh Bira.


"Tidak kusangka tadinya aku hanya ingin menolong, eh malah untung besar kayanya nih, lihat saja semua item yang berserakan di tanah, tidak akan kubiarkan satu Goblin pun dapat hidup, kemari kalian semua para uang berjalanku...!" teriaknya sambil tersenyum saat sedang membantai para Goblin.


Setelah beberapa saat kemudian ia hampir membantai semua Goblin yang ada, Bira saat ini telah berada di tempat penjara.


"Apakah kalian orang-orang dari desa Wina dan Lina?" tanya Bira setelah selesai membantai semua Goblin yang menjaga penjara.


"I...iya apakah anda adalah orang yang menyelamatkan kedua anakku." jawab seorang wanita muda yang berdiri didepan kurungan besi.


"Benar aku yang menyelamatkan mereka berdua, sekarang aku akan menyelamatkan kalian, bisakah kalian mundur sedikit." setelah mengatakan hal tersebut Bira mengayunkan tangan kanannya yang memegang pisau Wild Boar ke arah gembok penjara.


"Ting"


Terbukalah pintu penjara yang berisi para wanita, dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, setelah itu Bira melanjutkan menghancurkan gembok penjara lainnya.


"Baiklah cepat kalian keluar dari tempat ini aku masih akan menghabisi para Goblin, diluar ada Wina dan temanku jadi jangan khawatir kalau ada Goblin."


"Baiklah terimakasih banyak." setelah mengatakan hal itu mereka berlari ke arah luar.


"Hem, game ini terlalu realities bahkan para wanita ini telah kehilangan harga dirinya, maaf semoga kalian beristirahat dengan tenang diatas sana." selesai mengucapkan kalimat tersebut Bira mengakhiri hidup para wanita yang tidak bisa dikatakan hidup lagi.


Bira kembali melanjutkan membantai semua Goblin yang ia temui di jalan.


Hingga akhirnya ia sampai di sebuah ruangan yang telah diisi oleh banyaknya Goblin, tapi hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga ia menghabisi semuanya, tetapi ternyata masih tersisa satu Goblin yang tersisa.


...[Ras : Hob Goblin Magician]...


...[Level : 20]...


...[Hp : 500]...


"Glek"


"Sepertinya ini akan sedikit menyusahkan, rasakan ini...!" teriak Bira kepada Hob Goblin, sambil mengarahkan pisau ke arah Hob Goblin Magician.


Hob Goblin Magician mengeluarkan bola api dan mengarahkannya ke arah Bira, tetapi dengan mudahnya Bira Hindari, Bira mulai mendekati Hob Goblin Magician, sontak saja itu membuatnya menjadi panik dan mulai mengeluarkan bola api keberbagai arah.


Tentu saja itu tidak membuat Bira menjauhinya, setelah mendekat dengan Hob Goblin Magician, Bira mengarahkan pisau ke arah Hob Goblin Magician, tetapi itu tidak berhasil menusuknya melainkan hanya menggores bagian lehernya saja, walaupun hanya berhasil menggoresnya saja itu cukup membuat Hob Goblin Magician kesakitan.


Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Bira kembali berlari sangat cepat ke arah Hob Goblin Magician dan berhasil menusuk lehernya sekali.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Bira mulai menghujani tubuh Hob Goblin Magician dengan pisau, tidak hanya itu saja ia juga memukul bagian perut Hob Goblin Magician beberapa kali dengan sangat cepat.


Bira mengambil tongkat milik Hob Goblin Magician dan melemparkannya, ia mulai kembali menusuk bagian leher, jantung dan perutnya.


Hingga beberapa saat kemudian Hob Goblin Magician tersebut mulai menghilang menjadi kepingan cahaya dan meninggalkan barang jarahan.


________________<>________________


Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali.