
Bira telah membawa para warga desa yang masih selamat ke desa Derlos, saat ini Bira dan yang lainnya sedang makan malam bersama, karena saat ini Bira tidak memiliki uang yang cukup banyak makanya Bira tidak bisa membuat rumah untuk para warga yang yang baru datang.
Jadi Bira berbohong bahwa kekuatannya belum pulih untuk membuat rumah lagi, jadi para wanita akan tetap tinggal Big House sementara yang para laki-laki akan tidur di bawah bintang-bintang.
Setelah selesai makan mereka semua mulai tidur untuk mempersiapkan hari esok, Bira juga ikut tidur di luar karena merasa tidak enak dengan para warga desa yang baru datang.
Bira dan para warga desa tersebut berbincang-bincang hingga menjadi akrab, hingga beberapa saat kemudian mereka tertidur dengan pulas.
(Keesokan Paginya)
Bira makan bersama dengan semua warga desa, tidak lupa juga Bira menjelaskan tentang desa ini kepada para warga desa yang baru, setelah itu para warga desa yang baru mulai berlatih mengikuti para warga desa yang lama, sementara Bira mengatakan kepada Robert bahwa ia akan pergi keluar desa sebentar karena ada urusan penting.
Sebenarnya Bira pergi keluar desa karena ia ingin berburu Bandit untuk mendapatkan uang, agar bisa membangun rumah untuk para warga desa yang baru datang.
Bira mulai berburu sarang bandit yang paling dekat dengan desa Derlos, para bandit lebih lemah dari para Goblin, tetapi para Bandit lebih banyak dari para Goblin.
Para Bandit yang di serang oleh Bira tidak bisa berbuat apa-apa, karena Bira jauh lebih kuat dari mereka, meski para Bandit lebih lemah dari para Goblin, mereka memiliki akal karena itulah susah bertarung dengan mereka.
Apa lagi Bira kurang berpengalaman dalam bertarung dengan seorang manusia, ia lebih sering bertarung dengan para monster seperti Goblin.
Meski para bandit lebih lemah dari para Goblin dan memiliki akal, mereka juga memiliki lebih banyak item dan uang dari pada para Goblin.
Karena itulah setiap Bira bertarung dengan para bandit ia tersenyum layaknya seorang penjahat, bahkan entah siapa yang sebenarnya orang jahat di sini, entah Bira atau para bandit karena Bira lebih kejam dan bertarung dengan tersenyum layaknya seorang psikopat.
"Wah, sepertinya aku harus ganti haluan nih, dari berburu goblin menjadi berburu Bandit, hehe." Ucap Bira dengan wajah yang layaknya seorang penjahat profesional.
Bira juga tidak lupa mengumpulkan semua item yang ada, bahkan meski item tersebut item sampah, tetap saja item tersebut bisa di jadikan uang oleh Bira.
Semua item yang tidak berguna Bira jual semua, yang menghasilkan sangat banyak sekali uang.
Saat ini Bira telah menghancurkan 30 sarang bandit yang berada di dekat kota Loha, Bira juga mendapatkan title dan skill baru.
[Selamat Anda Mendapatkan Title Robber Slayer, karena anda telah membantai semua Bandit yang berada di lima sarang bandit yang berbeda]
[Skill Aktif : Stealth]
[Level : 1]
[Deskripsi : Skill yang membuat seseorang menghilangkan hawa keberadaan atau bergerak sangat cepat dan hati-hati]
Bira kembali melanjutkan perjalanannya untuk Berburu sarang para bandit.
Setiap kali Bira pergi menuju ke sarang bandit pasti selalu saja ada beberapa monster yang menyerangnya, meski begitu ia dapat dengan mudah menghabisi para monster tersebut.
Beberapa saat kemudian Bira saat ini telah menghancurkan dua sarang Bandit lainnya, dengan kata lain ia tinggal menghancurkan dua sarang bandit lagi.
Saat ini hari masih cukup siang karena Bira dapat menghancurkan sarang Bandit dengan sangat mudah dan cepat.
Beberapa menit telah berlalu Bira saat ini sedang menuju sarang Bandit yang terakhir karena sarang Bandit yang ke 33 sudah ia hancurkan.
Sesampainya di sarang Bandit yang terakhir Bira terkejut bukan main, sebab ia melihat begitu banyak bandit yang menjaga pintu masuk.
"Apakah mereka sudah tahu bahwa aku akan datang ke tempat ini, tetapi semua bandit yang ada telah aku hancurkan, bagaimana mereka dapat mengetahui bahwa aku akan datang ke tempat ini."
"Apa jangan-jangan ada sesuatu di dalam sana yang sedang mereka lakukan, makanya mereka melakukan penjagaan dengan sangat ketat, tetapi apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana, apakah mereka sedang melakukan ritual seperti di novel-novel yang akan memanggil sebuah iblis dari dalam neraka."
"Ah, itu tidak mungkin tetapi itu mungkin saja, hm yang mana yang benar ya...?"
"Huff... Jika aku tidak masuk aku tidak akan mengetahuinya, dari pada diam di luar dan memikirkan apa yang terjadi di dalam mending aku melihatnya secara langsung."
Bira segera bergegas pergi ke sana menggunakan skill baru miliknya yaitu Stealth, ia dapat dengan mudah menghabisi semua penjaga yang sedang menjaga pintu masuk.
Bira bergegas dengan sangat cepat menuju ke dalam sarang Bandit untuk mengetahui apa yang sedang mereka lakukan.
Bira menggunakan sebuah pedang panjang yang ia dapatkan dari Captain Goblin yang sebelumnya, yaitu Captain Goblin's long sword.
Bira menebas leher semua para bandit yang ia temui, tidak hanya bagian leher saja tetapi juga bagian jantung, kepala dan beberapa bagian titik vital mereka.
Saat Bira sudah sampai di tempat bos sarang bandit berada ia terkejut bukan main, sebab seperti yang ia kira sebelumnya, bahwa para bandit tersebut sedang menaruh seorang perempuan di tengah-tengah lingkaran aneh, sementara lingkaran tersebut dikelilingi oleh beberapa orang dengan pakaian layaknya seorang penyihir.
"Siapa kau...!" Ucap seseorang dengan badan yang sangat besar dan memegang sebuah kapak yang cukup besar juga.
"Aku iblis yang kau panggil dasar bodoh...!" ucap Bira yang langsung saja menyerang mereka semua yang dibantu oleh Syla.
Bira bertarung dengan pria berbadan besar itu, serangan demi serangan di arahkan kepada Bira, tetapi dapat di hindari oleh Bira dengan sangat mudah.
Bira melakukan serangan balik kepada pria berbadan besar, ia juga dibantu oleh Syla dengan skill Corrosive dan Poison miliknya.
"Sialan mengapa kau terus menghindar dasar semut...!" teriak pria tersebut dengan menyerang membabi buta.
Saat ada sebuah kesempatan Bira langsung mengarahkan pedang miliknya tepat ke arah leher pria tersebut, hingga kepala pria tersebut melayang di udara.
Para penyihir yang melihat hal itu menjadi ketakutan, karena Bira ingin mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi Bira mengintrogasi mereka, karena saat itu mereka begitu ketakutan mereka menjawab semuanya dengan cepat.
Setelah mengetahui semua hal yang telah di lakukan oleh para penyihir itu, Bira segera menebas leher mereka satu-persatu.
________________<>________________
...Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali....
...Oh ya Comment lah biar lebih ramai Spam juga boleh asal tidak berkata kasar....