World Art Magic Online: Become an NPC

World Art Magic Online: Become an NPC
Hal Tak Terduga



"Huff, akhirnya selesai juga."


"Ting"


"Eh, apa lagi ini? coba aku lihat dulu."


[Selamat anda telah Membantai semua Goblin yang berada di dalam Goa ini, anda mendapatkan title Goblin Slayer]


"Sepertinya game ini terlalu banyak Title apakah mereka sudah bosan untuk membuat item, skill dan lain-lainnya, hm... ya sudahlah, saatnya kita mencari uang...!"


Setelah mengatakan hal itu Bira mengambil semua item yang di jatuhkan Hob Goblin Magician dan para Goblin sebelumnya, membutuhkan beberapa waktu hingga ia berhasil mengambil semua item yang berada didekatnya, tetapi saat ia sedang berjalan-jalan untuk mencari item lainnya, Bira menemukan sebuah pintu yang cukup besar, tanpa menunggu lebih lama lagi Bira membuka pintu tersebut.


Betapa terkejutnya Bira saat ia membuka pintu ruangan tersebut, ada begitu banyak barang yang berada di ruangan besar yang ada dihadapannya.


"Ini koin emas! kalau yang ini... koin perak! aku jadi kaya hahaha."


"Oke kita tenang terlebih dahulu, huff... coba aku hitung semua nya."


Beberapa saat kemudian Bira telah selesai menghitung semua koin emas dan perak yang ada, semuanya berjumlah, 500 koin emas setara dengan 50 juta rupiah di dunia nyata, 1000 koin perak setara dengan 100 emas dan setara 10 juta rupiah di dunia nyata.


Yang artinya Bira mendapatkan 500 koin emas dan 1000 koin perak, ia akan menukar 500 koin emas dengan uang asli dan menyimpan 1000 koin perak di game.


Bira juga mendapatkan banyak sekali item di ruangan itu, jadi masih ada uang tambahan tetapi ia tidak akan menukar semua uangnya, ia hanya akan menukar 500 koin emas tersebut dan semua item yang tidak terlalu bagus akan ia jual dan yang bagus ia simpan.


"Mungkin ini yang disebut menjadi kaya dalam sehari." ucap Bira dengan wajah yang sangat bahagia.


Setelah mengumpulkan semua barang yang berada di ruangan besar tersebut, Bira melangkah keluar sambil memungut item dari para Goblin.


Beberapa saat kemudian ia telah di pintu masuk Goa, disana banyak sekali orang yang sedang menunggunya.


"Apakah anda baik-baik saja tuan Bira." tanya Wina dengan wajah yang khawatir.


"Aku tidak apa-apa, bagaimana dengan kalian." jawab Bira.


"Kami juga baik-baik saja."


"Ah...! ayo kita segera ke desa kalian, bukankah desa kalian diserang oleh para Goblin, jadi pasti ada yang terluka kita harus segera menolong mereka." ucap Bira yang sontak saja membuat mereka semua langsung membuat wajah yang khawatir.


"Benar ayo kita segera berangkat." kata ibu Wina yang segera saja mereka langsung bergegas menuju desa tempat tinggal Wina dan Lina.


Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di sebuah desa yang terlihat begitu berantakan.


"Siapa disana!!" teriak seorang pria yang suaranya berasal dari arah desa.


"Ini kami sayang...!" teriak ibu Wina.


Seketika keluarlah seorang pria yang memegang sebuah busur.


"Apakah itu benar-benar kau Fina?"


"Benar, ini aku sayang." ucap Fina yang langsung berlari menuju ke arah suaminya dan memeluknya.


"Apakah kalian baik-baik saja...?" tanya suami Fina.


"Kami baik-baik Robert, bagaimana kau dan yang lainnya." jawab Fina.


"Sebagian dari kami terluka parah dan tidak mungkin untuk bisa bertahan hidup." ucap Robert bagaikan sebuah Sambaran petir bagi mereka semua.


"Apakah ada yang meninggal." tanya Bira.


"Tidak ada, hanya saja tidak membutuhkan waktu yang lama hingga mereka semua..." kata-kata Robert dihentikan oleh Bira.


"Baiklah kalau begitu aku akan menggunakan skill milikku." setelah mengatakan hal itu Bira mengayunkan tongkat miliknya dan menghentakanya ke tanah.


Seketika tubuh Bira mengeluarkan cahaya dan muncullah sebuah lingkaran yang mengelilingi tubuhnya dan lingkaran cahaya tersebut membesar dan meluas.


Setelah selesai melakukan hal tersebut, Bira mendapat sebuah notifikasi.


"Ting"


...[Selamat Skill Healing Around Anda Naik Level]...


...[Selamat Skill Healing Around Anda Naik Level]...


'Wow Healing Around milikku naik level, hebat sekali.'


"Aku sudah menyembuhkan semua orang."


"Benarkah itu...?"


"Iya."


Mereka semua mulai pergi untuk melihat keadaan keluarga mereka,


beberapa saat kemudian orang-orang mulai mendatangi tempat Bira.


"Terimakasih banyak tuan karena telah menolong kami." ucap Robert.


"Tidak masalah bisakah aku menginap di desa ini."


"Ya tentu saja boleh." setelah mengatakan hal itu Robert mengantarkan Bira ke sebuah rumah dan meninggalkannya karena ia tahu bahwa Bira pasti kelelahan.


Di dalam rumah.


"Uh, capek juga ya saatnya kita log out." setelah mengatakan itu tiba-tiba saja Bira sudah berpindah tempat dan berada di dalam Capsul Game.


Ia mencoba untuk keluar dari Capsul Game, saat setengah badannya keluar dari Capsul Game, ia mendengar sesuatu yang entah dari mana.


Pada saat Bila berbalik badan ia melihat seseorang yang memakai masker dan memegang sebuah pisau di tangan kanannya, di tangan kirinya ia memegang sebuah karung, yang pastinya orang tersebut seorang pencuri.


Sontak saja itu membuat Bila/Bira terkejut bukan main, tanpa menyia-nyiakan kesempatan pencuri tersebut mengarahkan pisau miliknya ke arah leher Bila seketika darah Bila muncrat keluar.


"Ahh...!" Bila pun mulai kehilangan kesadarannya, ia masuk ke dalam Capsul Game tanpa sadar, pada saat Bila telah masuk ke dalam Capsul Game, Capsul Game tersebut menutup dan Bila masuk ke dalam game kembali.


Beberapa saat kemudian berita tentang kematian Bila sangat mengejutkan seluruh dunia, karena ia mati saat masuk ke dalam Capsul Game, tentunya penyelidikan telah dilakukan dan para polisi telah mengetahui kejadian sebenarnya.


Tetapi itu tetap menjadi berita yang heboh karena ia meninggal pada saat di dalam Capsul Game dan game Virtual Reality tersebut baru saja rilis ini menjadi berita yang hot, disebabkan karena seorang pemain yang bermain di sebuah game yang baru saja rilis telah mati.


Karena itulah menjadi berita yang begitu heboh dan banyak pihak yang menekan perusahaan Game tersebut, karena game mereka menyebabkan kematian seseorang, tentu saja itu bukan kesalahan mereka, karena bukan game mereka yang menyebabkan kematian pemain tersebut, tetapi tetap saja banyak pihak yang menuntut pertanggung jawaban dari perusahaan Game tersebut.


Bila/Bira tidak memiliki keluarga ia hidup seorang diri, tetapi ia sering menuju ke sebuah panti asuhan, karena Bila pernah tinggal disana sewaktu kecil, karena waktu kecil ia mengalami sebuah kecelakaan yang mengakibatkan kedua orangtuanya meninggal dunia, Bila mulai tinggal di panti asuhan itu sejak kejadian tersebut, karena itulah ia mengaggap panti asuhan tersebut sebagai rumahnya dan keluarganya.


Di dalam game saat ini terlihat seorang pria yang sedang tertidur dengan nyenyak, ia memakai pakaian berwarna putih dan celana panjang berwarna putih juga, ia tidak lain dan tidak bukan adalah Bira.


Keesokan harinya Bira terbangun dari tempat tidurnya.


"Uh, capek sekali sepertinya aku harus beristirahat sebentar sebelum bermain game lagi." ucapnya dengan wajah yang masih mengantuk.


Beberapa saat kemudian Bira selesai berpikir, ia sadar bahwa ia tidak berada di tempat tidur yang biasanya.


"Ini dimana...? tunggu! bukankah aku telah mati karena di bunuh oleh seorang pencuri kenapa aku masih hidup, ini sebenarnya dimana..."


"Tunggu...! bukankah ini didalam Game...?"


________________<>________________


Halo semuanya jangan lupa Klik Like+Comment+Rate+Favorite agar kalian tidak ketinggalan, sampai bertemu kembali.