
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Acara begitu meriah resepsi kali ini bener2 spesial, karena biang huru hara dikeluarga ini menikah. Ada banyak rencana jahat dari sepupu2 Riza dan mau tidak mau dia wajib ikut. Setelah selesai tugas Riza mengkoordinir barisan para mantan abang danishnya disebuah ruangan. Riza kembali lagi untuk mengambil baju, untuk para orang2 penting di tim abangnya itu. Sementara di kamar hotel yg sudah disediakan udah ngumpul para petinggi, ahh lebih tepatnya orang aneh. Gimana gak aneh coba dari 25 orang cuma 2 yg waras, yg lain jangan ditanya.
" Gimana Arya, selama jadi tentara hal apa yg lo suka " Ikram
" Siap ijin bang, kalok lagi ada misi bang" Arya
" Wohoo... Jiwa muda" Yg lain
" Ahh ada satu lagi, pencapaian yg luar biasa yaitu kenaikan pangkat luar biasa" Evan
" Hehehe.... Iya bang" Arya
" Lo yg paling beruntung, baru 2 tahun masuk tim, langsung Lettu dalam waktu dekat warrrbiasa " Rio
" Amin insyaallah bang, do'ain aja biar kejadian " Arya
" Nah.... Elo kring" Danish
" Ya... Elahhhh pakek dibahas lagi" Rio
" Ehh... Arya, udah ada pacar belum lo" Gio
" Ehem... Siap belum bang" Arya
" Nahhhh ini.... Dengerin abang dek ( semua menatap Rio dengan ekspresi mual), sebagai abang yg baik, coba kenalan ama cewek biar banyak pengalaman ok" Rio
" Siap iya bang" Arya tersenyum
" Rio.... Rio kamu itu" Malvin
" Siap salah bang hehehe... " Rio
" Rio...Rio teorimu itu gak banget ck.." Rayhan
Semua langsung diem denger Rayhan ngomong, mana datar banget lagi kayak dosen penguji. Keheningan begitu terasa membuat, semua makin membeku. Saat ini dengan terpaksa mereka membutuhkan danish yg lagi buang air, udah kayak ngasah ilmu awet ganteng. Tak lama danish keluar dengan rasa bingung dan aneh melihat sahabatnya.
" Ehem..... Misi mas, saya mau nanya ini kamar huru hara bukan sih" Danish
" Hah... Iya" Semua sambil bengong
" Ohhh saya kira kuburan sepi amat sih.... " Danish
"Ahh....kok gue pingin bejek elo ya.... Fadel
" Eh.... Arya ngajak pasangan gak " Danish
" Siap tidak ndan "Arya
" Ahhh payah nie.... Percuma muka ganteng tiada yg menemani hahaha " Danish
Semua ikut tertawa minus Rayhan yg cuma senyum doang, mulailah acara bully membully diantara mereka. Yg paling girang itu pengantin yg masi perjaka itu, Arya udah misuh2 dizalimi oleh komandan resehnya itu.
" Arya kalau kamu saya jodohkan sama adek saya, gimana " Rayhan
Seketika ruangan yg gaduh langsung diam, hanya bunyi jangkrik yg lagi keroncongan.
" "Apa... Abang bilang" Danish meluruskan
" Abang bilang Arya mau gak ama si adek, kita jodohin " Rayhan datar tapi antusias
Danish dan semua orang bingung melihat Rayhan yg dengan santainya, ngomong sambil ngemil kuachihhhhhhhh gurih2 uyoiii. Setelah mereka sadar dari situasi mematung berjamaah, barulah heboh dengan acaranya perjodohan yg mereka hayalin.
" Ah.... Ini ya... Arya abang kasi tau, kalau sama adek kita itu harus sabar " Danish
" Memangnya kenapa ndan" Arya
" Acie..... Cie...... Dia penasaran genk"ledek danish
Makin rusuh dan bar2 suasana di kamar pengantin itu, Arya udah menahan kesel untung aja atasannya kalau tidak sudah habis dari tadi mereka.
" Jadi begini adek iparku, si adek itu orangnya cerewet, manja, aduhhh anak TK sama dia kalah. Arya kamu no panik ok, abang ada buat kamu ngelawan dia. Ahhh biar gitu kalok kamu sakiti dia, tau sendiri abangnya siapa " Danish
Danish menunjuk jari kearah Rayhan, yg ditunjuk udah melotot kearah adek durhaka yg udah seenaknya nunjuk2 seenaknya.
" Tuhkan.... Serem" Danish
" DANISH " geram Rayhan
" Hadirrrrr Pak guru " Danish
" Udah bosan " Rayhan datar
" Serem amat sih... Abang Rayhan buat gemes" Danish manja
" Alahhh... Sok lo, tar rindu secara gue udah laku, kita gak bisa kayak dulu" Danish
" Gue tendang juga nie orang " Rayhan geram
Arya hanya tersenyum menikmati kejadian langka yg tidak tiap hari dia lihat, dia beruntung menjadi bagian dari orang2 hebat seperti mereka. Pintu terbuka mengejutkan mereka semua, terlihat Riko yg merupakan anak dari Rayhan. Riko membawa tumpukan baju batik serseragam buat rasepsi, namun ada yg membuat Arya fokus pada satu objek.
Ya.... Orang itu adalah riza yg begitu anggun dan manish dengan baju pink menambah kesana imut, make-up yg natural menujukan usia yg masi belia. Jujur tidak bisa dipungkiri Arya mersa terpesona, namun egonya yg tinggi mengalahkan segala pesona yg ada.
"Abang.... Kok belum ganti sihh" Teriak riza
" Apa abang, jangan2...... " Batin Arya berteriak
" Bisa diem gak dek, ini mau ganti" Danish
" Tuhkan bener Sialllll" Upaya Arya dalam hati
" Oh.... Ini abang2, kata mama suruh ganti, terus nanti kalian semua dibelakang abang jadi pengiringnya, jad- riza
Ucapannya berhenti seketika melihat seonggok mahluk, yg lagi menatapnya seolah mengatakan "apa lihat2". Seketika jiwa Tom & jery dari keduanya berkobar. Semua yg ada disana cuma bingung melihat keduanya, yg tau tentang sepakat terjang dalam dunia permusuhan mereka cuma sohibnya saja. Riza membagi baju pada mereka tapi tidak dengan Arya, yg masi duduk disudut.
" Siapa yg liatin, dasar kakek2" Riza
" Ohh... Saya lupa, mata kamu ketutup sepatu, jadi gak bisa liat dengan baik dan benar" Arya tentang
Dua orang ini mulai bertengkar tanpa sadar mereka tidak hanya berdua, tapi ada hadirin disana. bahkan lupa dengan keberadaan 2 abang riza disana.
" Dasarnya eyang2 jadi pikunnya kambuh, ini yg liat (menunjuk matanya) bukan yg dikaki itu namanya mata kaki kakek...... " Geram riza
" Ohhh... Sekarang udah pinter ya... Makanya yg rajin belajar, kalok pinter gini jadinya cepat gede" Arya
" Yakkkkkk... Emang gak bisa liat, ini udah gede tau, dasar kakek bangkotan " Riza ngegas
Arya langsung berdiri menghampiri riza yg berdiri, dengan memasang kuda2 buat jaga2. Sementara para penonton duduk bagus nonton, drama percintaan yg gemesin banget itu. Arya mengikis jarak, membuat riza kelagapan melihat Arya yg begitu dekat. Arya menundukkan badannya seolah ingin mencium riza, sementara abang dari riza udah ingin menghajar Arya. Riza langsung menutup matanya rapat, Arya yg melihat tingkah riza langsung tersenyum.
Pukkkkkk
" Aw..... Sakit " Riza
Arya menggeplak pelan kening riza, gemas, lucu dan kesel muncul ketika melihat gadis manis didepannya itu.
" Lebay..... Dasar gadis kecil mesum" Arya kekeh
" Si... Siapa yg mesum coba " Riza terbata
" Dasar.... Ngapain coba merem kalok berharap aku..... " Arya
" Si..... Siapa yg mikir, aku gak mikir kamu cium kok hahhh" Riza merona
" Tuh.... Udah ketauan, jadi siapa yg mesum aku atau kamu" Arya
" Ya..... Ya.... Kamu lahhh" Riza
" Masi ngelak juga, makasi dengan panggilan kamu bukan kakek apalgi Eyang " Arya
" A..... A... Aku gak manggil gitu kok" Riza merona
" Masak " Arya
" I... Iya" Riza
" Ohhhh... Gitu " Arya
" Ihhh nyebelin " Riza
Arya tertawa gemes liat riza, tangan tidak sopannya tiba-tiba mencubit pipi merona riza. Membuat riza menegang karena ulah Arya, tapi pria itu menikmati ekspresi gadis didepannya itu. Riza mengedipkan mata berulang kali dengan pipinya yg merona, menambah kecantikan seorang riza. Arya tanpa sadar memandang lekat gadis yg punya mulut bar2 itu.
" Kamu gemesin banget sih... Coba aja lebih kalem mulutnya, pasti tambah cantik kayak sekarang " Arya tersenyum
" Hah... Apa" Riza bengong
" Acie.... Cie.... " Hadirin biang perusak suasana
Suara sorakan membuat keduanya sadar dengan yg terjadi, sehingga keduanya pergi. Riza keluar kamar biang rusuh itu, sementara Arya salah tingkah dengan menggaruk kepala yg sudah pasti tidak gatal. Arya lebih memilih masuk kamar mandi menetralkan jiwanya dan ganti baju.
Acara terus berjalan dengan sangat meriah, begitu banyak momen yg terjadi yg menjadi hiburan tersendiri. Riza jangan ditanya lagi, dia berusaha menghindari Arya sebisa mungkin. Arya udah jadi bulan2an seniornya yg kurang piknik, dia meruntuki dirinya yg ceroboh dan siap jadi bahan ledekan sepanjang masa. Gimana kelanjutannya next part.....
Tkn. 13 November 2020
Jangan lupa vot dan komen
Makasi banyak2 genkkk😘😘😘😘