WHEN LOVE TALKS

WHEN LOVE TALKS
15



๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Sudah 10 hari Arya jadi orang pengangguran yg sesungguhnya, kerjaan cuma makan tidur doang. Adiknya sampek kesel, abangnya itu kayak gak punya semangat hidup lagi. Mamanya yg mendengar hal itu langsung pulang, untuk melihat kebenarannya. Tapi sayang sudah 2 hari orang tuanya pulang, Arya seolah menghindar. Seperti biasa arya hanya di kamar saja, sementara orang tua dan adiknya sedang nonton. Entahlah mungkin dia harus berdamai dan menurunkan egonya, dia sadar tentang ucapan dhuha seminggu yg lalu. Waktu itu Arya ngajak jalan riza, sambil menunggu di teras, arya dikejutkan oleh kehadiran dhuha.


" Saya tidak melarang kamu dekat dengan anak saya, tapi ingat kamu jangan pernah mempermainkan dia dan menyakiti hatinya. Saya tidak segan2 mematahkan tulangmu, ingat jaga dia bukan merusaknya. Saya memilih menantu itu dari ketaatan pada Allah, tanggung jawab, ketulusan cintanya , jujur, sikapnya pada orang tuanya dan keluarganya. Saya tidak butuh menantu kaya tapi miskin hati, lebih baik kaya hati meski miskin harta. Itu bukan hanya bahasa kiasan dan Olok2an saja bung, rubah apa yg perlu kamu rubah dan tingkatkan apa yg sudah baik"dhuha


Arya begitu kecil dihadapan orang tua riza, sementara dirinya tidak ada apa2nya dan walaupun jika dibandingkan dengan kekayaannya keluarganya jauh diatas tapi, sebenarnya mereka begitu kecil dengan kedekatan dengan Allah. ucapan rasy menambah deretan tamparan diwajah seorang arya. Ucapannya begitu sederhana dan lembut, tapi mengena sekali dihati.


" Maafkan tante dengan semua sikap yg kurang mengenakkan, dipertemuan pertama kita arya. Kamu tau gak, adek itu gak pernah pacaran bahkan belum pernah merasakan jatuh cinta. Arya mungkin dimata orang lain, keluarga besar kami terlalu berlebihan dalam memilih suami bagi putri dikeluarga kami. Padahal bentuknya biasa aja, cantik juga gak banget, tapi ini bentuk kasih sayang kami semua. Kami hanya ingin melihat kesungguhan dan semangat calon mantu, ahhh yg pasti bisa tahan amarah dan malu hihi.... Tolong jaga riza, tante gak mau jadi mama yg egois, dengan liat riza sedih terus" Rasy


Arya keluar menemui orang tuanya di ruangย home teater, arya mendekati mereka bertiga yg lagi nonton.



Arya berjongkok dan memeluk kaki mamanya, terkejut itu yg dirasakan wanita 49 tahun itu.


" Arya kamu nangis, Arya..... Kamu kenapa nak, ngomong dong jangan diem aja" Mama arya


Arya menangis sejadi-jadinya membuat semua orang bingung, tak terkecuali abangnya yg baru saja sampai hanya berdiri saja. Arya lantas bangkit dan memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan. Tidak hanya Arya bahkan, kedua saudaranya juga ikut menangis.


" Maaf.... Maafkan Arya ma pa, Arya banyak salah sama mama papa, Arya selama ini udah buat kalian sedih, gara2 sifat dingin yg Arya tunjukkan ke kalian, sekali lagi Arya minta maaf " Arya sesegukan


" Mama hiks.... Juga minta maaf Arya hiks...., mama belum bisa jadi mama yg baik buat kalian, mama selalu egois dengan maksain kehendak mama hiks...., dengan sikap kamu selama ini mama jadi sadar, mama Minta maaf Arya " Mamanya Arya


" Ma.... Kita sama-sama salah, Arya minta kita mulai dari saling terbuka, Arya janji bakal cerita apapun tentang masalah yang ada" Arya


" Papa setuju, kita mulai kehidupan yg baru, jangan ada dendam, kesal, marah pokoknya bahagia terus, kalau ada yg salah mengingatkan dan memaafkan " Papa Arya


Mereka semua berpelukan dan setelah tenang Arya menceritakan apa yg dia alami, dari mulai dia memutuskan untuk jadi tentara. Arya juga menceritakan pertemuan antara dirinya dengan riza, bahkan urusan pemecatan yg terjadi. Canda tawa yg terdengar dari rumah megah senilai 2 M dolar itu, rumah yg dibangun di dekat pantai bagian selatan jakarta. Tidak banyak yg tau tentang kawasanย  yg asri dan indah yg tersembunyi di jakarta. Rumah keluarga Wijaya tidak seperti biasa sepi, tapi sekarang sudah ramai dengan omelan Arya. Adek perempuannya itu buat ulah dengan shoping dengan nominal yg sangat fantastis.


" Ya.... Ampun mas, biasanya juga lebih dari itu gak ada masalah, kenapa mas ngomel sihh"Saras


" Ya... Allah maafkan hamba yg cuek, saras dengerin mas baik2, kamu jangan boros, gak selamanya uang itu digenggaman, ada saatnya kita berada dibawah saras, kalok kamu gak belajar hemat gimana, sekarang mas tanya, kamu islam bukan" Arya


" Islam mas" Saras takut


" Terus. ... Kenapa kewajiban sebagai muslimah gak dijalanin, ini kewajiban mas sebagai kakakmu, mas gak mau papa sama mama masuk neraka gara2 kita dek, ya... Udah sekarang mandi ikut mas ok" Arya


Saras hanya diam, karena memang mereka kecuali Arya yg begitu lalai dalam ibadah. Ucapan Arya begitu menampar semua orang yg bersembunyi dibalik tembok, mereka adalah orang tuanya, kakak ipar dan masnya Wisnu. Arya pagi itu pergi bersama saras untuk bertemu dengan riza, janji yg sudah dibuat kemarin. Restoran Korea adalah tempat yg dipilih riza, diruangan restoranย  yg tertutup alias VIP riza sudah menunggu. Arya menarik kursi dan tersenyum kearah kekasih harinya itu



"Dek udah lama nungguin, maaf ya... Tadi macet" Arya



" Enggak kok, tadi lagi nyari sesuatu juga kok" Riza


" Awas aja coba2 cari yg lain kamu dek " Arya sinis


" Apaan sihh, jangan mulai deh mas, emm itu siapa " Riza


" Eh... Duduk kali sar, kenalin ini yg namanya Riza, dek ini adek mas" Arya


" Hallo salam kenal mbak, namaku Saraswati Andini Wijaya adik bungsu mas Arya " Saras


" Ohhh... Iya mas Arya udah cerita kok, dek jangan kaku banget dong, biasa ajalah " Riza


" Ya... Ampun berasa banget jadi nyamuknya " Arya betek


" Hahaha.... Maaf mas" Riza, saras


" Ada yg lebih penting lagi dek, janji kamu jangan ambil keputusan sebelum aku selesai ngomong, kamu kenal dengan perusahaan Wijaya Coperasiont" Arya


" Enggak mas" Riza bingung


" Masa sih, kalau Krisna Wijaya kamu kenal gak" Arya ketus


" Ihh dibilang aku gak tau, kalok mas tanya aktris, aktor, boyband, penyanyi film ama drama kore adek tau, lagian siapa sih tu orang bikin mas marah sama aku, kesel banget " Riza mencak2


" Maaf dek udah buat kepribadian mak Lampir kebali lagi ( riza melotot, saras mencoba menahan tawa)"ย  Arya cekikikan


" Terus aja ketawa eyang, ampek tu gigi palsu copot dari lembe indahmu itu " Riza kesel


" Ehhh dasar anak PAUD, bibir gak usah di monyongin tar gak balik yahok" Arya


" Mulai bahas body ya.... Jangan sampek nie mulut sexy, merambat ampek ke mana dia suka ya... Kek" Riza


" Si tembem, padahal dia yg mulai malah sewot sendiri " Arya senang gembira


" Hahaha.... Sumpah kalian pasangan teraneh yg pernah ada, ahh nanti kalok kalian nikah, aku tinggal ama kalian ya.. " Saras


" Iya.. " Riza


" Gak" Arya


" Kenapa mas ihhh, orang mbk riza bilang iya kok" Saras kesel


" Mbakmu setuju buat nikah, tapi kalok kamu langsung mau tinggal gak, tar gangguin kita program buat dedek byyyyyy auuu sakit yank kok dicubit " Arya misuh2


" Biar tau rasa, dasar pikirannya udah jalan2 kemana-mana, udah tadi mau ngomong apa coba" Riza gemas


Arya menceritakan semuanya tanpa ada yg dia tutupi, mulai dari keluarga dan alasannya masuk tentara. Riza diam mencerna semua ucapan Arya, minuman dingin tandas diminum sekaligus. Arya udah pasrah tentang keputusan riza, dia hanya diam menunggu.


" Jadi selama mas bohongi aku, iya gitu... " Riza sinis


" Maaf dek, aku gak maksud begitu, mas cuma pingin cari calon istri yg tulus sama mas dek" Arya


" Jadi, menurut mas akuย  itu gak tulus, aku cewek yg mandang dari harta gitu" Riza


" Bukan gitu riza, mas mau serius dan mas pilih kamu jadi istrinya mas riza, bener" Arya


" Ahh aku sekarang begitu kecil mas, kamu jauhh banget diatas aku, riza cuma PNS tapi riza masih bersyukur, riza makin ngeri untuk deket sama mas" Riza


Riza bangkit dan meninggalkan Arya dan Saras yg bengong, entah apa yg terjadi pada hubungan mereka pada akhirnya. Next part genkk


Tkn. 19 Desember 2020


Jangan lupa vot dan komen


Makasih ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜