WHEN LOVE TALKS

WHEN LOVE TALKS
21



🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Seperti yg dikatakan rasya pada Arya harus membawa seluruh keluarga besarnya kecuali yg sudah almarhum. Tapi jadwal yg ditentukan meleset, itu karena terhalang waktu dari keluarga Wijaya yg semua pengusaha. Arya benar2 kalut melihat keluarga besarnya yg super sibuk, untungnya opa aca baik hati. Papanya sendiri yg menelpon rasya untuk datang hari ini, untung keluarga riza kompak jadi beres semua persiapan. Perlu  diketahui bahwa mereka semua tidak tau bahwa Arya seorang tentara. Mereka hanya tau Arya hanya seorang anak nakal, tidak bisa diandalkan, biang masalah, pengangguran, tidak bisa diatur dan doyan menghamburkan uang jadi ya... Begitu mereka tidak serius ketika Arya bilang ingin menikah.


Seluruh keluarga Wijaya telah hadir dikediaman Pramono yg sederhana namun cukup luas, tapi Arya belum nampak batang hidungnya karena sedang bertugas. Acara ini diadakan di rumah rasya yg masih masa perehapan, karena jika dirumah dhuha gak muat. Karpet permadani telah digelar, tidak ada dekorasi seperti acara lamaran pada umumnya. Semua terlihat begitu sederhana tanpa ada kesan mewah sedikitpun, semua rasya yg mengatur. Dhuha sebagai orang tua malah senang karena, acaranya tidak mewah karena dhuha tidak terlalu suka yg berlebihan. Bahkan riza masih dalam perjalanan pulang setelah dinas dari luar kota, keluarga Wijaya benar2 memandang kesal kenapa Arya memilih keluarga yg tidak standar mereka.


" Mbak ini gak bisa dibiarkan, Arya milih perempuan yg biasa aja, ayahnya cuma karyawan di Haidan company" Lisa


" Iya bisa dilihat, disini gak ada apa2 kosong, ini juga pasti nyewa tempat " Kalin


" Bener aku denger juga, kakek ini perempuan pensiunan tentara bintar...bin gitu, yg aku tau berarti biasa aja dong" Gea nyinyir


Bisik2 tetangga itu yg didengar oleh helda mama Arya, yg buat dia kesel gak tau aja mereka siapa keluarga calon besannya itu. Tidak hanya mamanya Wisnu juga geram karena anaknya yg dikatain yg enggak2, yg dibilang gak ada guna, gak bejus, biang onar, dan banyak lagi. Untung saja keluarga besannya belum datang, entahlah kemana perginya mereka yg ada hanya para staf dan ajudan saja.


" Saya ngundang kalian kemari buat dampingi kami bukan untuk komentar yg tidak2, tolong jaga sikap kalian, jangan buat saya malu, saya mohon " Ucap krisna tegas


" Apa yg dibilang mas krisna benar, kalau kalian tidak tau sebaiknya bertanya langsung, jangan memandang Arya begitu karena dia putra kebanggaan kami dan juga negara ini" Helda


" Ya..ampun kok dengernya kayak Arya itu lagi nyelamatin dunia aja, padahal kenyataan nol besar, beda ama abangnya " Karin


" Tapi memang benarkan kris, anakmu satu itu gak ada sopan ama orang tua dan sekarang bawa calon istri yg gak jelas bibit bobotnya " Rendra


" Cukup paman, sekarang saya tanya sama paman, pernah saya melarang anak paman menikah dengan siapapun, saya hanya diam dan mendoakan yg terbaik, walaupun saya tau percis semua menantu paman  itu licik dan mata duitan, apa yg tidak saya tau tentang keluarga kita paman, jadi saya mohon ikuti saja karena saya tidak pernah salah dalam memilih menantu " Krisna emosi


" Pa... Udah duduk, gak enak ama mereka yg liat dari tadi " Wisnu


" Kalian semua boleh hina saya, tapi jangan coba2 buat hina istri dan anak saya, ingat menantu saya adalah anak saya paham, ini juga karena permintaan besan saya jadi kalian dikumpulkan, jangan fikir saya tidak tau apa yg kalian lakukan dibelakang saya, bukan berarti saya diam saja kalian seenaknya, keluarga macam apa ini chikhhh, untung cuma staf saja yg disini mas, ya... Tuhan mau dimana papa taruh muka papa, liat keluarga kita begini" Krisna


" Pa... Tenang ok, papa selalu bilang keluarga kita itu KELUARGA OMNIVORA bukan, kalok si Arya bilang KEPOVORA" Wisnu mencairkan suasana


Semua orang melihat dengan takut karena ucapan Krisna bukan isapan jempol belaka, sementara Krisna menahan senyum mendengar ucapan anak sulungnya itu. mereka gak tau aja yg dibilang staf itu adalah para sepupu riza, sementara para orang tua lagi mengamati dari HP masing-masing karena lagi otw. Sementara ditempat lain sedang rapat tim untuk proses eksekusi yg dilakukan 1 jam lagi, danish sedang menjelaskan tentang prosedur misi.


" Baik semua tim sudah berada di tempat yg sudah ditentukan, tinggal menunggu perintah ndan " Ken


" Baik kapten Arya dan Letda Arya drama queen mode on" Danish


" Siap ndan " Arya, daffa


" Kita cuma ada waktu 2 jam, manfaatkan waktu dengan baik, jangan sampai buruan kita lepas" Danish


" Siap ndan " Semua


" Buat kamu Arya buktikan kemampuan yg kamu punya, ahhh buat kalian dengarkan saya, setelah acara ini kita dijamu oleh komandan besar hari ini, jadi cepat selesaikan biar cepet makan hehehe " Danish


Semua tim bubar dan menjalankan misi dengan baik, baku tembak terjadi. Komplotan mafia yg sedang dicari ini tidak tanggung2 anggota yg berada dibawah kekuasaannya. Bak seperti dalam video game, seolah siapapun yg tumbang maka mendapatkan poin ganas genkkk. Sementara dikediaman rasya, telah terjadi pertemuan keluarga besar dari dua belah pihak. Keluarga dari riza hanya diam mendengarkan segala ocehan dan keluarga inti Arya hanya mampu menundukkan kepala menahan malu.


" Mohon maaf bapak dan ibu semua, saya kakek dari gadis yg anda omongin, inilah tujuan saya memberi syarat kepada Arya. Saya hanya ingin tau bagaimana sebenarnya keluarga besan kami, apa riza benar sudah diterima dengan baik apa tidak. Arya sudah melewati begitu banyak kerikil sebelum, dia kami Terima dengan baik. Saya sudah mengamati dan memberikan tes padanya melalui misi, tidak banyak yg tau selain abang tertua riza yaitu Rayhan. Rayhan memberikan begitu banyak beban dan tanggung jawab, ahhh perlu anda ketahui tidak mudah untuk menjadi bagian dari keluarga kami. Dhuha ada yg mau kamu sampaikan, ahhh sebagai seorang ayah dan juga atasan Arya " Rasya tenang


Semua orang merasa bingung dan juga kagum, melihat betapa wibawanya keluarga riza entahlah mereka semua memancarkan aura tegas yg bermartabat. Selain mereka semua tampan tapi juga begitu tajam dalam menatap lawan tanpa meninggalkan etika kesopanan.


" Sebagai seorang ayah saya merasa khawatir melihat putri semata wayangnya memilih laki-laki yg tidak benar. Awalnya saya dan istri kurang suka dengan sikap Arya, tapi satu hal yg saya suka dari seorang Arya. Dia itu polos dan rendah hati, anak itu tidak pernah membanggakan nama besar keluarganya. Simpel tapi begitu berarti buat saya menjadikan dia menantu, jangan lihat penampilan yg urakan kayak preman tapi jalan hidupnya itu yg saya suka tidak pernah meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. Anak tidak berguna dan bikin malu keluarga, emmmm seperti kalian katakan itu tadi. Ahhh kok saya jadi kesel juga ya... Besan, calon menantu saya padahal pinter ngaji, suka jadi imam buat anggotanya, loyal dalam pekerjaan, seorang prajurit pagar bangsa yg bisa dihitung dengan jari menggunakan seragam kebanggaan ( dhuha berhenti sejenak) dek ngapain berdiri disana " Dhuha


...


...


" Hah.... Adek... Adek.... Huft assalamu'alaikum " Riza grogi


" Waalaikumsalam " Semua


Riza menyalami keluarga inti Arya saja lalu berdiri dihadapan semua orang, dengan baju seadanya saja namun masi tetap cantik.


" Maafkan saya yg telat, kebetulan saya baru selesai tugas luar daerah" Riza


" Kesayangan papa, harus jadi perempuan yg sabar dan kuat ok, ibu persit itu tahan banting, gak boleh nangis didepan orang cukup dihati dan tebarkan senyum. Calon suami Riza itu bukan orang sembarangan di kesatuannya, jangan buat malu suami. Marwah Arya adek yg jaga, adek tau menjadi istri perwira itu tidak main2. Kalau adek gak siap silahkan mundur cantik kalok kata mama, istri papa itu bukan ibu KASAU sembarangan dia diinjak maka dia akan hantam orang yg mengusiknya, papa tau adek sedih tapi anak papa hebat cuma berdiri aja, adeh.... Coba Rasykana Ilham Pramono istri papa itu, uhhh bakalan ada perang " Dhuha tersenyum


" Adeehh iya juga, rasy kamu anak siapa sih, perasaan papa gak gitu" Rasya mulai


" Aku itu mirip papaku lah, ji chang wook gak liat apa" Rasy sewot


" Ohhh iya ya.... Anakku siji loro telu itu nama yg papa buat keren bukan" Rasya mulai


" Au... Ahhh, ok... Sepertinya saya begitu baik hati disini mohon maaf besan, nikmati makanan pembuka dari saya ya.., eh.... Karina cihuahua Pantes lo diem mulu dari gue masuk tadi, mana bacotan lo dan ono trio macan lo kampret emang. Dari jaman kuliah nernak ayam mulu lo, gak bosen jadi ayam kampus sejak mata ini memandang. Pakek ngina  mantu gue lagi, sini lo  gue tonjok bibir tebel yg kayak martabak bengkak  itu" Rasy mulai aktif


Ya... 4 orang yg berstatus menantu keluarga Wijaya itu adalah temen kampus rasy, ahh bukan temen lebih ke rivalnya. Ehhh malah ketemu dan mulai lagi, dengan kebar-baran seorang rasy. Mereka semua melongo melihat kelakuan dan kenyataan yg sebenarnya.


" Apa lo pada liat2 gue, masi jadi jenglot aja tu muka bangga " Rasy


" Apa " 4 sekawan


Wohooo akan terjadi perang kah... Next part...


Tkn. 31 Januari 2020


Jangan lupa follow, komen dan vot makasih banyak 😘😘😘😘😘😘