
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Mereka dipersilahkan duduk, riza tiba-tiba tersentak melihat pemandangan didepannya. Ingin rasanya dia pergi dari ruangan itu, Arya yg menatap riza mencoba menenangkan. Nafas riza mulai tidak beraturan, melihat orang yg ada didepan, orang itu menatap riza tajam seolah ingin menguliti dirinya. Semua pasangan ditatap satu persatu,Β tapi untuk pasangan ini malah dibiarin seolah tidak nampak.
" Ke..... Ke.... Kenapa mereka semua disini, mama adek mau pulang....."Β Batin riza menjerit
" Tenang dek.... Ada mas disamping adek" Arya coba menenangkan riza
" Makin ada mas disamping adek, kok... Adek makin takut mas" Bisik riza
" Udah dek tenang, tapi kok Bintal kali ini aneh gini, perasaan biasanya gak begini" Cicit Arya
" Mas perasaan adek gak enak, kayak ada sesuatu gitu " Bisik riza
" Sama mas juga ngerasa gitu " Bisik Arya
" Ssttttt..... Ehhh itu yg berdua malah bisik2, saya suru keliling lapangan nanti mau " Penguji
" Ck... Dikira kita masi sekolah kali ya... Berasa anak SMA " Cicit Arya dan riza
" Saya dengar kalian ngomong apa, beneran mau saya suru bersihin seluruh gedung " Penguji
Arya langsung berdiri dengan tegab dan memberikan hormat, riza yg melihat itu juga ikutan berdiri sambil menundukkan kepalanya menutupi kejengkelannya. Mereka lupa siapa danish bahkan semut lagi nge ghibah aja, dia denger anehh.
" Siap salah ndan" Arya tegas
" Ya... Memang salah ( 2 orang itu hanya bisa pasrah), silakan duduk kembali, baik assalamu'alaikum wr. Wb salam sejahtera untuk kita semua, sebelumnya saya minta waktu, sedikit sebelum melanjutkan proses selanjutnya yaitu bintal, untuk hari ini khusus saya minta untuk melihat kembali, tenang kesiapan calon istri anggota saya tidak hanya dibibir saja, namun nanti dalam kenyataan tidak siap, salah satu contoh dengan pindah kesatuan yg waktunya lebih sedikit ringan dan aman. Mungkin ada diantara adek2 sekali sudah tau, tugas calon suami kalian yg tidak gampang dan tantangan jauh lebih besar. Itu sebab kami diberikan waktu khusus, untuk melaksanakan tes ini, mungkin istri saya akan menjelaskan supaya lebih paham " Danish
Ya.... Orang itu babang danish yg tampan dan rupawan dengan setelan seragam PDH, menambah kesan garang, tegas dan wibawa. Titania ruzain sebagai wakil ketua rayon persit Batalyon grup 1Β dan juga sebagai ketua persit tim Mawar hitam. Memberikan gambaran yg secara riel yg akan dialami para istri di tim ini, tania dengan wibawa, sopan dan keibuan menyampaikan secara gamblang.
" Adek2 semua saya bicara begini bukan untuk menakut-nakuti kalian semua, tapi inilah yg terjadi. Jika istri prajurit yg lain masih bisa meluangkan waktu sejenak, maka jangan berharap banyak pada suami kita yg spesial ini. Saya butuh jawaban yg benar apa yg ada didalam hati, jangan kalian ambil jalan yg hanya untuk gengsi semata. Saya beri waktu untuk kalian berfikir, sampai besok tepat jam 10 pagi, jika kalian menerima dan sanggup silakan datang, tapi kalau tidak sanggup kalian cukup dirumah rebahan, saya rasa begitu saja" Tania
" Tu.... Bener ada yg gak beres" Batin Arya dan riza
"terimakasih sudah mau hadir dan bila nanti ada yg tidak melanjutkan, saya berharap sekali untuk apa yg kami sampaikan jangan diumbar, apabila ada yg tersinggung dengan ucapan saya mohon dimaafkan, assalamu'alaikum wr. Wb" Tania
Semua pasangan tertunduk dan entah apa yg ada difikirkan mereka, yg pasti ini keputusan yg sangat berat bagi yg belum tau. Sementara bagi yg sudah tau tugas calon suami lebih memantapkan lagi.
" Baik saya rasa hanya itu saja, saya sarakan untuk adek2 sekalian untuk sholat istiqorah bagi yg muslim. Jika bukan muslim minta pada Tuhan, sesuai kepercayaan masing-masing. Jangan pernah takut untuk sendiri dek, semua kami yg adalah keluarga jadi jangan takut, tentang perkara jodoh, rezeki dan kematian sudah Tuhan atur sesuai porsi( lembut dan wibawa). Baiklah saya ingatkan pada anggota saya, jika calon istri kalian menyerah tolong rahasiakan, jika tidak kita akan tindak sesuai hukum militer paham" Danish
" Siap... Paham " Prajurit
" Baik silahkan tinggalkan ruangan ini dan satu lagi kalian antar pulang calon kalian dan jangan kalian ganggu sampai besok baru bertemu lagi disini, mohon maaf jika ada ucapan kami yg menyinggung, sampai jumpa dilain waktu, semoga kita selalu dilindungi dimanapun berada, hati2 dijalan, salam buat Kelua, jangan lupa besok kami tunggu jam 10 pagi, selamat siang assalamu'alaikum wr. Wb" Danish
" Waalaikumsalam wr wb" Semua
Para pasangan meninggalkan ruangan itu, riza dan Arya sama seperti yg lain. Hanya saja bedanya riza dan 4 pasangan yg lain saling menggenggam tangan calon suaminya. Sementara 7 pasangan yg lain berjalan sendiri2, 5 pasangan ini malah beriringan duduk di taman. Tanpa kata mereka berbicara lewat tatapan, 30 menit mereka habiskan untuk diam dan berakhir pulang tanpa kata. Arya tidak pulang kerumah melainkan ke markas, duduk bersama juan, brayen, wira dan noah yg merupakan sahabat yg ikut pengajuan tadi. Sementara temannya yg lain, hanya mampu mendengar keluh kesah mereka berlima.
" Gila rasanya gue mau bawa lari aja tu calon bini ahhh.... Tapi dia Terima gue apa adanya, padahal gue cuma pedang sepatu keliling, ampe gue punya toko sendiri, dia yg dokter mau ama gue" Noah
" Gue sih percaya aja, bini gue bakal bertahan, yg penting dari awal gue udah jujur dan masalah gue punya minimarket dia dukung, dari pas gue mulai merintis usaha "juan
" Gue juga, bahkan kita sama2 buka Caffe, justru bini gue jadi orang kepercayaan gue, sebelum gue lamar" Brayen
" Songong lo" Semua kesel
Semua orang cekikikan denger omongan wira yg ngelantur, seperti hatinya para pejuang halal saat ini. Tapi tiba-tiba mereka melihat Arya intens dan yg ditatap malah memejamkan mata.
" Ehh... Sultan lo kenapa butek banget tu muka, padahal lo aman" Mukti
" Iya... Riza mah udah paham banget, apalagi yg lo pikir coba" Dimas
" Ahhh yg gue pikiran itu buat punyeng, minggu depan gue udah masuk kantor " Arya
" Lahh bukannya lo udah masuk 2 bulan ini, apa yg lo pikirin sih" Dimas
"Kemaren2 gue itu masi jadi bawahan, yg disuruh ini itu, nahh ini gue ahhh.... Mana ngurus nikah, tugas dan sekarang gue harus ambil alih perusahaan bokap, puyeng pala gue" Arya
" Adeh.... Sultan mah beda " Semua
Mereka ngomong ngalur ngidul gak jelas, tanpa mereka sadari ada 2 orang yg merhatiin. Danish dan tania yg sengaja diajak ke markas untuk yg pertama kalinya, karena ngidam pingin ikut diusia kandungannya yg 8 bulan. Skipppppp....
Waktu yg mendebarkan bagi pasangan catin dan penasaran bagi para penguji beserta istri. Para catin laki-laki sudah duduk ditempatnya harap2 cemas, tak lama para catin perempuan masuk. Arya memandang kearah pintu tapi riza tidak kelihatan, 20 menit waktu terlewat tapi tidak datang juga. Arya tetap bertahan dengan wajah menunduk, ternyata dugaan riza yg bisa menerima dirinya musnah sudah.
" Huff.... Ternyata riza hehehe.... Lucu ternyata dia sama saja" Lirih Arya kecewa
Danish dan yg lain tidak menduga, bagaimana bisa Riza tidak datang yg artinya dia tidak sanggup menjadi istri Arya. Arya berdiri dengan wajah datar dan juga kecewa, menatap danish untuk memberikan hormat pada komandan timnya itu. Danish tidak bisa berkata apapun saat ini, yg dia fikir ada apa dengan riza saat ini.
" Ijin ndan, mohon maaf mengganggu waktunya, sepertinya calon istri saya tidak hadir, ini mungkin jawaban sebelum saya bertemu kembali dengan keluarga, apa yg harus saya lakukan apakah melanjutkan atau justru, saya akhiri hubungan yg sudah terjalin jad-" Arya
Brakkkkk
Semua orang terdiam menatap orang yg membuat mereka terkejut, seorang wanita yg masih menggunakan helem dikepalanya. Wajahnya yg dipenuhi keringat karena berlari dan jangan lupakan nafasnya yg ngos2an. Arya tertawa meliat tingkah calon istrinya yg buat jantungan, dia menyodorkan botol air mineral. Riza yg melihat itu cuma nyengir doang, langsung tu air ditenggak hingga kandas. Arya melepaskan helem dan memeluk gadis bawel yg sangat ia cintai.
" Mas... Bisa lepas gak, sesek nafas nie adek" Riza
" Ehh... Iya sampek lupa" Arya
" Ahhh... Mohon maaf atas keterlambatan saya bapak ibu, kebetulan tadi ada rapat yg wajib saya hadiri dikantor, ditambah dengan macet dijalan tadi, sekali lagi saya mohon maaf " Riza
" Ya... Sudah tidak ada, tapi ini yg pertama dan yg terakhir kalinya, baik kita lanjut lagi, silakan om Arya dan dek riza kembali ketempat " Tania
" Siap terimakasih ibu" Arya riza
Acara terus berlanjut, banyak momen yg tak terlupakan. Danish jangan ditanya, lebih banyak ngejahili adiknya dengan pertanyaannya yg konyol. Tetep dalam mode kaku dan wibawa seorang danish, gimana kelanjutnya next part...
Tkn. 14 maret 2021
Jangan lupa vot dan komen
Salam sayang dari ibu author
ππππππππππππ